Terakhir diperbarui: 10 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 10 December). Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Inisiasi Laktasi. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/faktor-yang-mempengaruhi-keterlambatan-inisiasi-laktasi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Inisiasi Laktasi - SumberAjar.com

Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Inisiasi Laktasi

Pendahuluan

Inisiasi laktasi, atau awal keluarnya ASI setelah melahirkan, merupakan tahap penting bagi keberhasilan menyusui. Namun dalam praktiknya, banyak ibu yang mengalami keterlambatan onset laktasi (laktogenesis II), yaitu ASI banyak baru keluar setelah lebih dari 72 jam postpartum. Kondisi ini bisa menghambat ASI eksklusif dan berdampak pada nutrisi serta kesehatan bayi. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan inisiasi laktasi, agar tenaga kesehatan dan keluarga bisa mencegah atau meminimalkan keterlambatan tersebut.


Definisi Inisiasi Laktasi

Definisi Secara Umum

Inisiasi laktasi merujuk pada proses awal keluarnya ASI setelah melahirkan, ketika payudara mulai menghasilkan kolostrum lalu meningkat ke produksi ASI yang lebih banyak (milk “comes in”).

Definisi dalam KBBI

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), “laktasi” berarti menyusui atau pengeluaran susu dari payudara; sehingga inisiasi laktasi adalah proses awal keluarnya susu dari payudara setelah bayi dilahirkan.

Definisi Menurut Para Ahli

  • Menurut laporan di literatur kedokteran, onset laktasi (laktogenesis II) biasanya ditandai dengan persepsi ibu bahwa payudara terasa “penuh, keras atau berat”, sebagai indikasi bahwa ASI telah mulai diproduksi dalam jumlah banyak. [Lihat sumber Disini - ojs.poltekkes-malang.ac.id]

  • Dalam penelitian di Indonesia disebut bahwa onset laktasi yang tertunda terjadi bila masa dari persalinan sampai ibu merasakan tanda tersebut lebih dari 72 jam postpartum. [Lihat sumber Disini - ojs.poltekkes-malang.ac.id]

  • Kajian internasional juga mendefinisikan delayed onset of lactation (DOL) sebagai kegagalan menghasilkan susu dalam jumlah banyak dalam 72 jam pertama setelah lahir. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Penyebab Fisiologis Keterlambatan Laktasi

Beberapa kondisi fisiologis pada ibu dan proses persalinan dapat mempengaruhi keterlambatan inisiasi laktasi:

  • Paritas dan pengalaman menyusui: Ibu multipara (yang telah melahirkan sebelumnya) cenderung lebih cepat mengalami onset laktasi dibanding ibu primipara (melahirkan pertama kali). [Lihat sumber Disini - ojs.poltekkes-malang.ac.id] Ibu primipara lebih berisiko mengalami stres, kecemasan, atau ketidaksiapan yang bisa mempengaruhi hormon dan respons menyusui. [Lihat sumber Disini - download.garuda.kemdikbud.go.id]

  • Status gizi / kondisi tubuh ibu: Beberapa penelitian menyebut bahwa ibu dengan indeks massa tubuh (IMT) tinggi atau obesitas memiliki kecenderungan mengalami keterlambatan onset laktasi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  • Berat lahir bayi & kondisi bayi: Faktor seperti bayi prematur atau berat lahir rendah bisa mempengaruhi stimulasi hisap bayi, sehingga mempengaruhi deteksi awal ASI dan delay produksi. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  • Proses biokimia & hormon pasca persalinan: Normalnya, produksi ASI banyak (laktogenesis II) dipicu oleh penurunan hormon kehamilan (seperti progesteron) dan naiknya hormon prolaktin setelah plasenta lahir. Gangguan dalam proses ini, misalnya karena sisa plasenta, komplikasi persalinan, bisa menunda keluarnya susu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Pengaruh Jenis Persalinan terhadap Inisiasi ASI

Metode persalinan sangat berpengaruh pada seberapa cepat ibu bisa memulai ASI secara intensif:

Persalinan normal (vaginal) cenderung mendukung onset laktasi lebih cepat dibandingkan persalinan melalui operasi caesar (seksio sesarea). [Lihat sumber Disini - ojs.poltekkes-malang.ac.id] Alasan utamanya adalah kontak ibu-bayi yang lebih cepat, mobilitas ibu yang lebih baik, dan respons hormonal yang lebih optimal setelah persalinan normal. [Lihat sumber Disini - midwifery.iocspublisher.org]

Penelitian di Ethiopia (2024) menunjukkan bahwa ibu yang melahirkan dengan Caesar memiliki odds ratio ~ 3, 8 kali lebih besar untuk mengalami delayed initiation dibanding ibu yang melahirkan secara normal. [Lihat sumber Disini - journals.plos.org]

Selain itu, kondisi perawatan pasca bedah (misalnya kurang kontak kulit-ke-kulit segera, kurang rooming-in, efek anestesi dan nyeri) dapat menghambat stimulasi menyusui awal. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Faktor Psikologis dan Sosial

Aspek psikologis dan lingkungan sosial memainkan peran penting dalam kelancaran inisiasi laktasi:


Pengetahuan Ibu tentang Teknik Menyusui dan Praktik Menyusui

Pengetahuan dan keterampilan ibu (serta tenaga kesehatan) soal menyusui punya peran penting agar ASI keluar lebih cepat dan lancar:

  • Ibu dengan pendidikan dan pengetahuan menyusui yang baik cenderung berhasil melakukan inisiasi menyusui lebih cepat. [Lihat sumber Disini - ijpediatrics.com]

  • Teknik menyusui (posisi, pelekatan, latching) yang benar membantu stimulasi hisap bayi dan refleks hormon, ini penting untuk memicu produksi ASI awal. Jika teknik salah atau bayi sulit menyusu, stimulasi hormon produksi ASI bisa terhambat. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Pemberian prelakteal atau makanan/minuman selain ASI sebelum ASI pertama keluar, beberapa penelitian menunjukkan ini berhubungan dengan delay onset laktasi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Peran IMD dalam Mempercepat Laktasi

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) / early skin-to-skin contact dan menyusui segera setelah lahir memiliki peran besar dalam mempercepat onset laktasi:


Hambatan yang Menghambat Produksi ASI Awal

Selain faktor-faktor di atas, ada beberapa hambatan umum yang sering menyebabkan keterlambatan atau kegagalan ASI awal:

  • Pemberian prelakteal atau susu pengganti sebelum ASI pertama keluar, ini dapat mengurangi stimulasi hisap bayi dan menurunkan frekuensi menyusui awal sehingga produksi ASI tertunda. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  • Kondisi medis ibu atau bayi, misalnya prematuritas bayi, berat lahir rendah, komplikasi obstetri, atau penggunaan obat/anaestesi pasca persalinan bisa menghambat refleks menyusui dan produksi ASI. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  • Kurangnya dukungan dari tenaga kesehatan atau rumah sakit, jika tidak ada edukasi, kurang rooming-in, atau kurang dorongan untuk menyusui dini, ibu bisa mengalami kesulitan memulai ASI tepat waktu. [Lihat sumber Disini - ijpediatrics.com]


Dampak Keterlambatan Laktasi terhadap ASI Eksklusif

Keterlambatan inisiasi laktasi, jika tidak ditangani, bisa berdampak negatif terhadap keberhasilan ASI eksklusif:


Kesimpulan

Keterlambatan inisiasi laktasi (onset laktasi yang tertunda) dipengaruhi oleh beragam faktor, dari aspek fisiologis (paritas, status gizi, kondisi persalinan), psikologis (stres, kecemasan), hingga sosial dan praktik menyusui (pengetahuan, teknik, dukungan, IMD). Karena dampaknya sangat besar terhadap keberhasilan ASI eksklusif, penting bagi tenaga kesehatan, keluarga, dan ibu sendiri untuk memahami serta meminimalkan faktor-faktor risiko. Strategi seperti promosi IMD, edukasi menyusui, mendukung ibu secara emosional dan fisik, serta memperhatikan kondisi medis dapat membantu mempercepat onset laktasi dan mendukung ASI eksklusif sesuai rekomendasi.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Keterlambatan inisiasi laktasi adalah kondisi ketika ASI baru keluar dalam jumlah banyak setelah lebih dari 72 jam postpartum. Hal ini dapat dipengaruhi faktor fisiologis, psikologis, dan kondisi persalinan.

Beberapa penyebab fisiologis meliputi paritas, status gizi ibu, kondisi hormon postpartum, komplikasi persalinan, serta kondisi bayi seperti prematuritas atau berat lahir rendah.

Persalinan normal mendukung keluarnya ASI lebih cepat dibanding operasi caesar karena respons hormonal lebih optimal dan kontak kulit-ke-kulit dapat segera dilakukan.

Ya, stres, kecemasan, rasa takut, dan kelelahan dapat menghambat pelepasan hormon oksitosin sehingga mengganggu refleks pengeluaran ASI dan menunda inisiasi laktasi.

Inisiasi Menyusu Dini merangsang produksi hormon prolaktin dan oksitosin, meningkatkan refleks hisap bayi, dan mempercepat laktogenesis II sehingga ASI lebih cepat keluar.

Keterlambatan inisiasi laktasi meningkatkan risiko kegagalan ASI eksklusif karena frekuensi menyusui lebih sedikit dan ibu cenderung memberikan prelakteal atau susu formula.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kesiapan Ibu Menghadapi Proses Laktasi Kesiapan Ibu Menghadapi Proses Laktasi Manajemen Laktasi pada Ibu Bekerja Manajemen Laktasi pada Ibu Bekerja Inisiasi Menyusu Dini: Konsep, Manfaat, dan Praktik Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini: Konsep, Manfaat, dan Praktik Pelaksanaan Hubungan Paritas dengan Kualitas Laktasi Hubungan Paritas dengan Kualitas Laktasi Pengetahuan Ibu tentang Persiapan Menyusui sejak Kehamilan Pengetahuan Ibu tentang Persiapan Menyusui sejak Kehamilan Self-Efficacy Ibu Menyusui Self-Efficacy Ibu Menyusui Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Payudara Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Payudara Efektivitas Massage pada Ibu Pasca Melahirkan Efektivitas Massage pada Ibu Pasca Melahirkan Paritas dan Keberhasilan Menyusui: Konsep, Hubungan, dan Implikasi Paritas dan Keberhasilan Menyusui: Konsep, Hubungan, dan Implikasi Adaptasi Fisiologis Ibu pada Masa Nifas Adaptasi Fisiologis Ibu pada Masa Nifas Perilaku Ibu dalam Perawatan Masa Nifas Perilaku Ibu dalam Perawatan Masa Nifas Persepsi Ibu tentang ASI Eksklusif Persepsi Ibu tentang ASI Eksklusif Pengetahuan tentang Inisiasi Menyusu Dini Pengetahuan tentang Inisiasi Menyusu Dini Kesiapan Menyusui: Konsep, Faktor Psikologis, dan Keberhasilan Laktasi Kesiapan Menyusui: Konsep, Faktor Psikologis, dan Keberhasilan Laktasi Kendala Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif Kendala Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Manajemen Proyek Riset Menggunakan Trello dan Notion Manajemen Proyek Riset Menggunakan Trello dan Notion Status Gizi Ibu Menyusui Status Gizi Ibu Menyusui Perubahan Psikologis Ibu pada Masa Menyusui Perubahan Psikologis Ibu pada Masa Menyusui Nutrisi Ibu Menyusui: Kebutuhan dan Pengaruh Nutrisi Ibu Menyusui: Kebutuhan dan Pengaruh
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…