Terakhir diperbarui: 11 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 11 January). Disrupsi Digital: Konsep dan Perubahan Sosial. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/disrupsi-digital-konsep-dan-perubahan-sosial 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Disrupsi Digital: Konsep dan Perubahan Sosial - SumberAjar.com

Disrupsi Digital: Konsep dan Perubahan Sosial

Pendahuluan

Era disrupsi digital merupakan fenomena revolusioner yang tidak hanya mengubah cara kerja teknologi, tetapi juga merombak struktur sosial, ekonomi, dan budaya secara keseluruhan. Di tengah percepatan inovasi teknologi, seperti kecerdasan buatan, internet of things, platform digital, dan otomatisasi proses, kehidupan individu, komunitas, dan institusi mengalami transformasi besar yang memengaruhi pola konsumsi, interaksi sosial, serta orientasi kerja dan pendidikan. Dampak dari disrupsi digital tidak lagi sebatas efisiensi dan produktivitas, tetapi juga memicu perubahan fundamental dalam pemikiran, perilaku, dan hubungan sosial masyarakat secara luas. Fenomena ini menuntut keterampilan adaptif serta pemahaman mendalam tentang bagaimana digitalisasi memengaruhi struktur sosial dan ekspektasi masa depan masyarakat global.

Disrupsi digital tidak terjadi secara terpisah; perubahan ini beririsan dengan arah evolusi sosial, memberikan tantangan sekaligus peluang bagi individu, perusahaan, dan negara untuk merespons perubahan dengan kebijakan, kerangka kerja, dan strategi adaptif yang tepat.


Definisi Disrupsi Digital

Definisi Disrupsi Digital Secara Umum

Disrupsi digital adalah perubahan besar yang terjadi terhadap struktur, pola, dan proses kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh terobosan teknologi digital dan inovasi yang mendasar. Perubahan tersebut menghasilkan efek transformasional yang mempengaruhi perilaku konsumen, model bisnis, cara kerja organisasi, hingga interaksi sosial di era modern ini. Dalam era disrupsi digital, teknologi tidak lagi menjadi sekadar alat bantu, tetapi menjadi kekuatan utama yang mengubah seluruh tatanan sosial dan ekonomi. Fenomena ini mencakup perubahan radikal dalam cara industri beroperasi, kebiasaan masyarakat berubah dari offline ke online, serta interoperabilitas digital yang melintasi sektor dan kelas sosial. [Lihat sumber Disini - jurnal2.untagsmg.ac.id]

Definisi Disrupsi Digital dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata disrupsi sendiri secara harfiah berarti “hal tercabut dari akarnya”. Ketika istilah ini diaplikasikan dalam konteks digital, disrupsi digital menggambarkan kondisi di mana struktur atau sistem yang telah mapan mengalami perombakan besar akibat perubahan teknologi sehingga pola, sistem, atau kebiasaan lama tertentu menjadi usang dan tergantikan oleh cara baru yang lebih modern. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Disrupsi Digital Menurut Para Ahli

  1. Clayton M. Christensen (1997) mengemukakan bahwa disrupsi adalah perubahan yang besar dan signifikan, terutama dalam hal inovasi bisnis, di mana teknologi baru mampu menyingkirkan cara lama dan menciptakan struktur sistem baru yang lebih efisien serta relevan terhadap tuntutan zaman. (Teori disruptive innovation) [Lihat sumber Disini - mahkamahagung.go.id]

  2. Karlina dan Sabina Rahma Lizadi mencatat bahwa era disrupsi teknologi telah merevolusi fondasi kehidupan manusia pada berbagai dimensi kehidupan kontemporer, dan teknologi digital menjadi faktor utama yang mendorong perubahan paradigma sosial yang luas dalam masyarakat modern. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  3. Artikel penelitian Indonesia menunjukkan bahwa disrupsi digital merupakan kondisi dimana terjadi digitalisasi dan perubahan fundamental dalam proses aktivitas kehidupan manusia yang merupakan bagian penting dari revolusi industri 4.0. [Lihat sumber Disini - journals.usm.ac.id]

  4. Dalam kajian teknologi dan transformasi sosial, digital disruption juga dipahami sebagai kekuatan eksternal yang menarik struktur konvensional dan menempatkan tuntutan baru bagi organisasi dan masyarakat untuk beradaptasi dengan ritme perubahan yang cepat. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]


Faktor Pendorong Disrupsi Digital

Perubahan besar yang melahirkan disrupsi digital bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan karena terjadinya beberapa faktor pendorong utama yang saling terkait. Faktor-faktor ini memicu percepatan perubahan sosial dan struktural dalam masyarakat:

  1. Perkembangan Teknologi Digital yang Pesat

Pertumbuhan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), jaringan 5G, platform digital, dan perangkat cerdas mendorong perubahan besar dalam cara masyarakat berinteraksi dan melakukan aktivitas sehari-hari. Teknologi tidak lagi sekedar mendukung tugas, tetapi menjadi fondasi utama dalam membantu proses produksi, penyampaian layanan, serta inovasi produk dan jasa. [Lihat sumber Disini - developers.bri.co.id]

  1. Model Bisnis Baru Berbasis Digital

Munculnya model bisnis digital, seperti platform e-commerce, aplikasi layanan on-demand, dan layanan berbasis jaringan, telah menimbulkan kompetisi yang lebih dinamis di pasar global. Model bisnis baru ini mampu memanfaatkan data, konektivitas, serta pengalaman pengguna untuk menciptakan nilai lebih dan menyingkirkan model konvensional yang kurang adaptif. [Lihat sumber Disini - developers.bri.co.id]

  1. Perubahan Perilaku Masyarakat

Kemudahan akses informasi, komunikasi, dan transaksi melalui perangkat digital telah membentuk perilaku baru dalam masyarakat. Preferensi konsumen kini lebih mengarah pada kecepatan, kenyamanan, serta pengalaman personalisasi yang ditawarkan oleh teknologi digital, sehingga memaksa berbagai sektor untuk berubah atau tertinggal. [Lihat sumber Disini - developers.bri.co.id]

  1. Revolusi Industri 4.0 dan Integrasi Ekonomi Digital

Revolusi industri 4.0 merupakan latar belakang penting perubahan sosial dan ekonomis karena digitalisasi seluruh aspek layanan, produksi, dan konsumerisme telah menjadi kenyataan yang tidak terelakkan dalam dinamika global saat ini. [Lihat sumber Disini - journals.usm.ac.id]


Disrupsi Digital dan Perubahan Pola Sosial

Perubahan sosial akibat disrupsi digital mencakup transformasi dalam struktur hubungan sosial, pola komunikasi, dan cara individu menjalankan perannya di masyarakat. Teknologi digital memengaruhi cara orang terhubung, berkolaborasi, dan membentuk komunitas baru tanpa batas geografis.

Komunikasi digital menggantikan interaksi tatap muka tradisional, memperluas jangkauan sosial, tetapi juga menciptakan tantangan berupa fragmentasi sosial, polarisasi pendapat, serta tantangan dalam menjaga keterikatan komunitas fisik. Teknologi digital mampu meningkatkan akses terhadap informasi dan layanan, tetapi sekaligus memunculkan fenomena isolasi sosial karena ketergantungan pada dunia virtual. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Selain itu, transformasi perilaku konsumsi menunjukkan bahwa preferensi masyarakat kini lebih mengarah pada layanan digital (seperti belanja online, layanan on-demand, serta pendidikan digital) yang semakin memperkuat pola sosial digital dibandingkan pola tradisional. [Lihat sumber Disini - publisherqu.com]


Dampak Disrupsi Digital terhadap Pekerjaan

Dampak disrupsi digital terhadap dunia kerja sangat signifikan. Digitalisasi otomatisasi dan platform digital telah mengubah cara bisnis beroperasi dan mengelola tenaga kerja:

  1. Perubahan Struktur Pekerjaan

Teknologi otomatisasi dan AI menggeser kebutuhan terhadap pekerjaan manual tertentu, sehingga beberapa pekerjaan tradisional mengalami penurunan permintaan, sementara pekerjaan berbasis teknologi digital menunjukkan peningkatan permintaan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  1. Permintaan Keterampilan Baru

Munculnya pekerjaan baru dalam bidang teknologi digital menuntut keterampilan adaptif yang lebih tinggi, seperti analisis data, pemrograman, serta kemampuan penggunaan platform digital lanjutan. Hal ini menciptakan kebutuhan pelatihan ulang dan pendidikan berkelanjutan di masyarakat kerja. [Lihat sumber Disini - pkm.lpkd.or.id]

  1. Ketidakpastian dan Ketidakstabilan Pasar Kerja

Perubahan cepat dalam teknologi digital menyebabkan beberapa sektor mengalami penurunan tenaga kerja konvensional, sementara sektor digital berkembang pesat, yang pada gilirannya menciptakan tekanan pada stabilitas pekerjaan dan ketidakpastian bagi pekerja yang tidak siap beradaptasi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Disrupsi Digital dan Ketimpangan Sosial

Disrupsi digital tidak selalu menghasilkan manfaat merata bagi seluruh kelompok masyarakat. Salah satu dampak serius yang sering muncul adalah ketimpangan sosial yang semakin nyata, terutama dalam hal akses terhadap teknologi, pendidikan digital, serta kesempatan ekonomi.

Kelompok yang memiliki akses teknologi dan keterampilan digital yang tinggi memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan manfaat dari digitalisasi, sementara kelompok marginal tanpa akses tersebut rentan tertinggal. Hal ini memperlebar jurang ketimpangan sosial, bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga dalam hal akses layanan, informasi, dan peluang karier. [Lihat sumber Disini - j.arabianjbmr.com]

Ketimpangan digital juga muncul karena adanya perbedaan tingkat adopsi teknologi antara masyarakat urban dan rural, serta perbedaan kemampuan literasi digital antar kelompok umur dan tingkat pendidikan. Ketimpangan ini berdampak pada akses yang tidak setara terhadap layanan sosial dan ekonomi yang semakin bergantung pada infrastruktur digital. [Lihat sumber Disini - societyfisipubb.id]


Adaptasi Masyarakat terhadap Disrupsi Digital

Masyarakat menghadapi disrupsi digital dengan berbagai strategi adaptasi:

  1. Pengembangan Keterampilan Digital

Kebutuhan masyarakat untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan digital menjadi kunci agar individu dapat bertahan dan bersaing dalam dunia kerja modern yang didominasi teknologi digital. [Lihat sumber Disini - pkm.lpkd.or.id]

  1. Transformasi Budaya dan Pola Pendidikan

Institusi pendidikan dan pelatihan mulai mengintegrasikan kurikulum digital serta pendekatan pembelajaran yang berorientasi teknologi untuk mempersiapkan generasi masa depan dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang cepat. [Lihat sumber Disini - jurnalp4i.com]

  1. Peningkatan Infrastruktur dan Pemerataan Akses Digital

Strategi pemerataan akses internet dan layanan digital di daerah terpencil menjadi langkah penting agar masyarakat tidak tertinggal dalam adopsi teknologi, sekaligus mengurangi kesenjangan digital. [Lihat sumber Disini - societyfisipubb.id]


Kesimpulan

Disrupsi digital merupakan kekuatan perubahan besar yang tidak hanya memengaruhi teknologi, tetapi juga membawa dampak sosial, ekonomi, dan budaya secara luas. Melalui pemahaman konsep disrupsi digital secara umum, KBBI, dan menurut para ahli, kita dapat melihat bahwa fenomena ini melibatkan perombakan sistem dan perilaku masyarakat yang signifikan.

Faktor pendorong disrupsi digital, seperti kemajuan teknologi digital, model bisnis baru, perubahan perilaku masyarakat, serta revolusi industri 4.0, semuanya berkontribusi pada perubahan struktur sosial yang mendalam. Dampak dari fenomena ini sangat dirasakan dalam dunia kerja, di mana keterampilan digital menjadi kebutuhan utama dan ketimpangan sosial tetap menjadi tantangan utama dalam pemerataan manfaat teknologi.

Masyarakat terus berupaya melakukan adaptasi melalui pendidikan, pengembangan keterampilan, serta transformasi budaya yang dapat menjembatani kebutuhan masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Disrupsi digital menuntut respons dinamis dari seluruh lapisan masyarakat agar dapat memanfaatkan peluang baru sambil mengatasi tantangan yang muncul.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Disrupsi digital adalah perubahan besar dan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh perkembangan teknologi digital, sehingga mengubah pola sosial, cara kerja, serta sistem ekonomi dan budaya yang sebelumnya telah mapan.

Faktor pendorong disrupsi digital meliputi pesatnya perkembangan teknologi digital, munculnya model bisnis berbasis platform, perubahan perilaku masyarakat, serta integrasi teknologi dalam revolusi industri 4.0.

Disrupsi digital mengubah pola interaksi sosial, cara berkomunikasi, serta struktur hubungan masyarakat. Interaksi digital menggantikan banyak bentuk interaksi konvensional dan membentuk komunitas virtual lintas wilayah.

Disrupsi digital berdampak pada perubahan jenis pekerjaan, meningkatnya kebutuhan keterampilan digital, serta munculnya ketidakpastian kerja akibat otomatisasi dan transformasi teknologi di berbagai sektor.

Ketimpangan sosial terjadi karena tidak semua kelompok masyarakat memiliki akses dan kemampuan yang sama terhadap teknologi digital, sehingga manfaat disrupsi digital lebih banyak dirasakan oleh kelompok tertentu.

Adaptasi masyarakat terhadap disrupsi digital dilakukan melalui peningkatan literasi dan keterampilan digital, transformasi sistem pendidikan, serta pemerataan akses teknologi agar perubahan digital bersifat inklusif.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Digital Literacy: Definisi, Tingkatan, dan Contohnya Etika Penelitian Digital: Tantangan dan Solusi Literasi Digital Tenaga Kesehatan Budaya Digital: Konsep dan Perubahan Pola Interaksi Kontrol Sosial Digital: Konsep dan Pengawasan Sosial Transformasi Digital dalam Dunia Akademik Aktivisme Digital: Konsep dan Gerakan Sosial Baru Ketergantungan Media Digital: Konsep dan Implikasi Sosial Edukasi Kesehatan Digital: Konsep, jangkauan, dan efektivitas Edukasi Kesehatan Berbasis Digital Analisis Konten Digital dalam Penelitian Sosial Hubungan Media Digital dengan Motivasi Belajar Media Pembelajaran Digital: Fungsi dan Contohnya Perilaku Kolektif: Konsep dan Manifestasi Sosial Sistem Web Arsip Digital Masa Depan Penelitian Digital di Era AI Edukasi Kesehatan Digital Masa Depan Penelitian Akademik di Era Digital Efektivitas Edukasi Obat berbasis Digital Strategi Evaluasi dalam Pembelajaran Digital
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna