
Literasi Digital Tenaga Kesehatan
Pendahuluan
Digitalisasi telah menjadi salah satu pendorong utama transformasi pelayanan kesehatan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, integrasi teknologi informasi dalam sistem kesehatan, mulai dari rekam medis elektronik, telemedicine, aplikasi kesehatan berbasis mobile, hingga penggunaan media sosial untuk edukasi pasien, telah mempercepat proses pelayanan, pengambilan keputusan klinis, dan komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasien. Namun, berjalan seiring dengan kemajuan teknologi adalah kebutuhan tenaga kesehatan untuk memiliki kemampuan literasi digital yang memadai agar tidak hanya mampu menggunakan teknologi tersebut, tetapi juga mampu menilai, mengelola, dan menerapkan informasi digital secara efektif dalam konteks klinis maupun administratif. Literasi digital tenaga kesehatan menjadi aspek strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, menghadapi tantangan era informasi, dan meminimalkan risiko kesalahan akibat kurangnya pemahaman teknologi digital dalam praktik kesehatan sehari-hari.
Definisi Literasi Digital Tenaga Kesehatan
Definisi Literasi Digital Tenaga Kesehatan Secara Umum
Literasi digital secara umum adalah kemampuan seseorang untuk mengakses, mengevaluasi, memahami, serta menggunakan informasi dari teknologi digital secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. Secara konseptual, literasi digital mencakup keterampilan teknis, seperti penggunaan perangkat digital dan aplikasi, serta kemampuan kognitif dan sosial untuk menilai konten digital dan berpartisipasi secara etis dalam ruang digital. UNESCO dalam Digital Literacy Global Framework mengatakan bahwa literasi digital mencakup kemampuan untuk mengakses, mengelola, memahami, mengevaluasi, dan membuat konten melalui teknologi digital serta menerapkannya untuk mencapai tujuan tertentu dalam konteks sosial dan profesional. [Lihat sumber Disini - journal.ukwms.ac.id]
Definisi Literasi Digital Tenaga Kesehatan dalam KBBI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), literasi diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis serta kemampuan memahami suatu informasi atau pengetahuan. Secara istilah, literasi digital dapat dimaknai sebagai kemampuan memahami, menilai, dan memanfaatkan informasi yang disampaikan melalui media digital serta alat teknologi informasi untuk mencapai tujuan tertentu. KBBI juga menggabungkan makna literasi dengan konteks digital sebagai kecakapan dalam memanfaatkan perangkat digital secara efektif. Literasi digital tenaga kesehatan secara praktis merupakan bagian dari pemahaman tersebut namun difokuskan pada konteks pelayanan kesehatan di mana tenaga kesehatan berinteraksi dengan teknologi untuk memenuhi kebutuhan pasien dan profesionalnya.
Definisi Literasi Digital Tenaga Kesehatan Menurut Para Ahli
-
Norman & Skinner (2006) memandang literasi digital dalam konteks kesehatan (digital health literacy atau eHealth literacy) sebagai kemampuan untuk mencari, menemukan, memahami, mengevaluasi, dan menerapkan informasi kesehatan yang diperoleh dari sumber elektronik untuk mengambil keputusan terkait kesehatan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Kartikasari et al. (2024) menyatakan bahwa literasi kesehatan digital mencakup kemampuan mencari, menilai, dan menggunakan informasi kesehatan melalui teknologi digital, termasuk dalam penerapan sistem rekam medis elektronik (EMR) di fasilitas kesehatan. [Lihat sumber Disini - ejournal2.unud.ac.id]
-
Destrity (2025) menegaskan bahwa literasi digital mempengaruhi tingkat literasi kesehatan digital tenaga kesehatan, yang memengaruhi kemampuan mereka memanfaatkan teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan secara efektif. [Lihat sumber Disini - journal.ukwms.ac.id]
-
Artikel penelitian UKWMS (2025) menunjukkan bahwa literasi digital mencakup keterampilan teknis digital serta kemampuan partisipasi dalam ruang digital, misalnya kemampuan berpartisipasi dalam diskusi, berbagi konten, dan melindungi privasi di platform digital. [Lihat sumber Disini - journal.ukwms.ac.id]
Dari definisi-definisi di atas dapat dipahami bahwa literasi digital tenaga kesehatan adalah kemampuan teknis dan kognitif yang memungkinkan tenaga kesehatan menggunakan, menilai, dan mengelola informasi digital secara efektif dalam konteks pelayanan kesehatan, dengan tujuan meningkatkan hasil dan mutu pelayanan instansi kesehatan.
Konsep Literasi Digital dalam Pelayanan Kesehatan
Literasi digital dalam pelayanan kesehatan tidak hanya berhenti pada kemampuan teknis menggunakan perangkat digital, tetapi juga mencakup pemahaman menyeluruh terhadap informasi medis yang tersedia secara online, kemampuan menilai validitas sumber digital, serta menerapkan informasi tersebut untuk kebutuhan klinis maupun administratif. Konsep ini sering disebut sebagai digital health literacy atau literasi kesehatan digital, yang menjadi penghubung antara teknologi informasi dan praktek klinis. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Dalam pelayanan kesehatan modern, teknologi digital mencakup telemedicine, sistem rekam medis elektronik (EMR), aplikasi dan perangkat mobile untuk pemantauan pasien, serta berbagai sumber informasi kesehatan online lainnya. Tanpa literasi digital yang memadai, tenaga kesehatan berpotensi mengalami kesulitan dalam memanfaatkan sumber daya ini secara optimal, yang pada gilirannya dapat memengaruhi proses pengambilan keputusan klinis, komunikasi dengan pasien, dan efisiensi operasional layanan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Konsep literasi digital pelayanan kesehatan juga mencakup hal-hal seperti:
-
Kemampuan menavigasi sistem informasi kesehatan elektronik.
-
Kritis terhadap kualitas dan kredibilitas informasi medis yang ditemukan secara digital.
-
Pemahaman etika penggunaan data pasien dalam media digital.
-
Penerapan teknologi digital untuk memperbaiki koordinasi tim medis dan interaksi pasien.
Dengan demikian, literasi digital bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi merupakan kompetensi kompleks yang semakin penting dalam konteks digitalisasi layanan kesehatan global dan lokal.
Tingkat Literasi Digital Tenaga Kesehatan
Penelitian empiris di Indonesia menunjukkan variasi tingkat literasi digital tenaga kesehatan. Beberapa studi menunjukkan bahwa tenaga kesehatan pada umumnya memiliki tingkat literasi digital yang moderat hingga baik, terutama pada keterampilan operasional digital seperti penggunaan perangkat dan aplikasi. Namun, kemampuan yang berkaitan dengan evaluasi sumber dan perlindungan privasi masih menjadi tantangan. [Lihat sumber Disini - journal.ukwms.ac.id]
Menurut studi UKWMS (2025), responden tenaga kesehatan cenderung lebih kuat dalam keterampilan teknis operasional dibandingkan dengan keterampilan yang lebih kompleks seperti menilai kredibilitas konten digital, berpartisipasi dalam komunitas digital profesional, ataupun melindungi privasi data. [Lihat sumber Disini - journal.ukwms.ac.id]
Studi lain di lingkungan fasilitas kesehatan Indonesia menunjukkan sebagian besar tenaga kesehatan memiliki tingkat literasi digital yang baik, terutama dalam konteks pelatihan online dan pembelajaran digital selama era pandemi, meskipun distribusi tingkat keterampilan sering terpengaruh oleh usia, pendidikan, dan pengalaman kerja digital sebelumnya. [Lihat sumber Disini - edukatif.org]
Secara global, penelitian menunjukkan bahwa literasi kesehatan digital (eHealth literacy) dapat dikategorikan berdasar kemampuan individu dalam mencari, mengevaluasi, dan memakai informasi digital untuk tujuan kesehatan masing-masing, dan ini sering diukur melalui skala seperti eHEALS. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Faktor yang Mempengaruhi Literasi Digital
Beberapa faktor determinan yang memengaruhi tingkat literasi digital tenaga kesehatan antara lain:
-
Usia dan Pendidikan
-
Penelitian menunjukkan tenaga kesehatan yang lebih muda dan berpendidikan formal lebih tinggi cenderung memiliki kesiapan digital dan kemampuan literasi digital yang lebih baik. [Lihat sumber Disini - ejournal.appihi.or.id]
-
-
Pelatihan dan Pengalaman Digital
-
Pelatihan digital yang sistematis, termasuk penggunaan tutorial komputer dan praktik langsung, terbukti dapat meningkatkan keterampilan digital lebih efektif daripada pelatihan berbasis ceramah. [Lihat sumber Disini - ejournal.appihi.or.id]
-
-
Akses Teknologi dan Infrastruktur
-
Ketersediaan perangkat digital, akses Internet stabil, dan sistem informasi kesehatan yang user-friendly menjadi prasyarat utama bagi tenaga kesehatan untuk mengembangkan kompetensi literasi digital mereka.
-
-
Motivasi dan Dukungan Organisasi
-
Dukungan manajemen fasilitas kesehatan dalam bentuk kesempatan pelatihan dan pengembangan profesional meningkatkan motivasi tenaga kesehatan untuk mengadopsi teknologi digital dalam praktik kerja mereka.
-
-
Norma Sosial dan Lingkungan Kerja
-
Lingkungan profesional yang mendorong penggunaan teknologi digital serta menekankan kolaborasi digital membuat tenaga kesehatan lebih cepat beradaptasi dengan inovasi teknologi.
-
Faktor-faktor di atas menunjukkan bahwa literasi digital bukan hanya masalah individu, tetapi juga hasil interaksi antara tenaga kesehatan, organisasi, dan konteks teknologi di mana mereka bekerja.
Dampak Literasi Digital terhadap Mutu Pelayanan
Literasi digital yang memadai berdampak signifikan terhadap mutu pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan literasi digital tinggi:
-
Lebih mampu memanfaatkan sistem Electronic Health Records (EHR) dan sistem informasi klinis lain untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
-
Lebih efektif berkomunikasi dengan pasien melalui platform digital seperti telemedicine, yang memperluas jangkauan layanan kesehatan dan mengurangi hambatan geografis.
-
Lebih cermat dalam menilai kualitas informasi kesehatan digital, sehingga mengurangi risiko kesalahan diagnosis atau intervensi yang didasarkan pada sumber yang tidak kredibel.
-
Meningkatkan efisiensi operasional layanan melalui penggunaan teknologi dalam koordinasi tim dan administrasi pasien.
Penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi digital tenaga kesehatan dapat menghambat implementasi teknologi kesehatan digital, memperlambat adopsi sistem baru, dan pada akhirnya berdampak pada kualitas layanan dan pengalaman pasien secara keseluruhan.
Upaya Peningkatan Literasi Digital
Strategi peningkatan literasi digital tenaga kesehatan perlu bersifat holistik dan terintegrasi, meliputi:
-
Pelatihan Berkelanjutan
Pelatihan teknis secara berkala mengenai penggunaan alat digital, manajemen data, dan evaluasi kualitas konten digital baik melalui workshop maupun modul daring.
-
Integrasi Kurikulum Pendidikan Kesehatan
Memasukkan materi literasi digital dan literasi kesehatan digital ke dalam kurikulum pendidikan tenaga kesehatan sejak tahap pendidikan dasar hingga profesi.
-
Pengembangan Infrastruktur
Penyediaan perangkat teknologi yang memadai dan akses Internet cepat di fasilitas layanan kesehatan, termasuk di daerah terpencil.
-
Pendekatan Kolaboratif
Kolaborasi antara organisasi kesehatan, pemerintah, dan sektor swasta dalam mengembangkan platform pelatihan digital dan sumber daya edukasi berbasis bukti.
-
Evaluasi dan Umpan Balik
Menerapkan sistem evaluasi berkala terhadap keterampilan digital tenaga kesehatan untuk menyesuaikan program pelatihan dengan kebutuhan riil di lapangan.
Kesimpulan
Literasi digital tenaga kesehatan merupakan kompetensi kunci dalam mendukung integrasi teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan modern. Ini mencakup kemampuan teknis untuk menggunakan perangkat digital serta keterampilan kognitif untuk menilai, memahami, dan mengelola informasi digital dalam konteks klinis. Berbasis bukti penelitian, literasi digital dipengaruhi oleh faktor usia, pendidikan, pengalaman digital, dan dukungan lingkungan kerja, serta berkontribusi langsung terhadap mutu pelayanan kesehatan melalui pemanfaatan optimal teknologi digital. Upaya peningkatan literasi digital perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan pelatihan, pendidikan, dan pengembangan infrastruktur untuk memastikan tenaga kesehatan siap menghadapi tantangan dan peluang di era digitalisasi kesehatan.