
Work Engagement Digital: Konsep, Keterlibatan Kerja, dan Teknologi
Pendahuluan
Work engagement digital menjadi topik yang semakin penting di era transformasi digital saat ini. Ketika teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat, cara pekerja terlibat dalam pekerjaan juga berubah signifikan. Keterlibatan kerja di lingkungan digital tidak hanya mencakup hubungan tradisional antara pekerja dan pekerjaan, tetapi juga bagaimana teknologi dan digitalisasi menciptakan pengalaman kerja baru yang memengaruhi motivasi, produktivitas, dan hasil organisasi. Penelitian menunjukkan bahwa konsep keterlibatan kerja mencakup energi psikologis, dedikasi, serta perasaan terikat pada tugas secara mendalam dengan adanya teknologi digital yang menjadi medium utama pelaksanaan kerja. Hal ini membuat pemahaman work engagement digital menjadi penting untuk dipelajari lebih jauh dari berbagai perspektif agar organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang adaptif dan produktif di tengah tuntutan digitalisasi yang terus meningkat. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Definisi Work Engagement Digital
Definisi Work Engagement Digital Secara Umum
Work engagement secara umum dipahami sebagai keadaan psikologis positif, di mana seorang pekerja menunjukkan keterlibatan tinggi terhadap pekerjaan yang dilakukannya melalui energi, dedikasi, dan penyerapan terhadap tugas. Menurut literatur psikologi organisasi, keterlibatan kerja memiliki komponen vigor (energi tinggi dan ketahanan mental saat bekerja), dedication (terlibat secara emosional dan bermakna terhadap pekerjaan), serta absorption (terserap sepenuhnya dan tidak mudah terlepas dari pekerjaan). ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Dalam konteks digital, work engagement digital mencakup semua dimensi tersebut tetapi dilengkapi oleh kemampuan dan interaksi pekerja dengan teknologi digital, misalnya penggunaan platform kolaborasi, alat komunikasi online, sistem kerja hybrid, maupun aplikasi produktivitas yang memengaruhi cara pekerja merasa terhubung dan termotivasi. Beberapa studi menyebut bahwa digital engagement menguatkan keterikatan kerja ketika pekerja tidak hanya berinteraksi dengan pekerja lain, tetapi juga dengan sistem digital yang mendukung tugas-tugasnya secara intens. ([Lihat sumber Disini - ejournal.umm.ac.id])
Definisi Work Engagement Digital dalam KBBI
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah engagement diterjemahkan sebagai keterlibatan atau keterikatan. Dengan demikian, work engagement dapat diartikan sebagai keterikatan kerja, yakni sejauh mana seorang pekerja merasa terlibat dalam pekerjaannya secara psikologis dan emosional. ([Lihat sumber Disini - surabaya-memory.petra.ac.id])
Ketika istilah ini diperluas ke digital, work engagement digital berarti keterikatan kerja yang berlangsung dalam konteks penggunaan teknologi digital, itu termasuk bagaimana pekerja menggunakan platform digital, berinteraksi melalui alat digital, menghadapi tantangan digitalisasi pekerjaan, serta merespons perubahan teknologi di lingkungan kerja. Istilah ini relevan di era kerja jarak jauh (remote work) atau kerja hibrid (hybrid work), di mana teknologi digital menjadi medium utama dalam penyelesaian tugas dan kolaborasi organisasi.
Definisi Work Engagement Digital Menurut Para Ahli
-
Schaufeli & Bakker menyatakan work engagement sebagai suatu keadaan psikologis kerja yang positif dan memuaskan, ditandai oleh vigor, dedication, dan absorption. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
-
Irmawati & Wulandari menjelaskan keterikatan kerja sebagai hubungan yang kuat antara pekerja dan pekerjaan yang dikerjakan serta bersifat positif bagi individu dan organisasi. ([Lihat sumber Disini - surabaya-memory.petra.ac.id])
-
Oberländer et al. mengamati bahwa kompetensi komunikasi dan kolaborasi digital merupakan sumber daya penting dalam memengaruhi work engagement dalam konteks digital modern. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
-
Zhan X. (2025) meneliti bagaimana digitalisasi tempat kerja memengaruhi work engagement, menunjukkan peran digital literacy dalam moderasi hubungan tersebut. ([Lihat sumber Disini - frontiersin.org])
-
Studi eksploratif lainnya menunjukkan bahwa digital engagement (keterlibatan yang berfokus pada teknologi) dan gamifikasi dapat memperkuat work engagement melalui iklim psikososial yang positif. ([Lihat sumber Disini - ejournal.umm.ac.id])
Dimensi Work Engagement dalam Lingkungan Digital
Work engagement digital tetap mengacu pada tiga dimensi utama yang dikemukakan dalam teori work engagement tradisional, namun konteks digital menambah nuansa pada pelaksanaannya:
Vigor (Semangat dan Energi)
Dalam lingkungan kerja digital, vigor mencakup energi yang diarahkan untuk mempelajari dan menggunakan teknologi baru, serta daya tahan mental untuk menghadapi tuntutan kerja digital. Pekerja yang energetik tidak hanya fokus pada tugas, tetapi juga adaptif terhadap alat digital yang semakin kompleks. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Dedication (Dedikasi dan Komitmen)
Dedication dalam digital context berarti keterlibatan emosional dalam pekerjaan yang didukung teknologi. Pekerja merasa pekerjaan mereka bermakna bahkan ketika kegiatan dilakukan secara virtual atau melalui platform digital. Studi menunjukkan bahwa dedikasi seperti ini penting dalam meningkatkan performa kerja di dunia digital. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Absorption (Penyerapan pada Pekerjaan)
Absorption merujuk pada tingkat konsentrasi tinggi terhadap tugas tanpa merasa terganggu meskipun bekerja melalui banyak alat digital. Pekerja yang terabsorpsi menunjukkan keterlibatan yang mendalam di lingkungan digital di mana mereka fokus dan tidak mudah terganggu oleh distraksi digital. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Selain tiga dimensi utama tersebut, beberapa penelitian juga menyoroti peran kompetensi digital sebagai faktor penting yang memengaruhi work engagement digital karena pekerja dengan kemampuan digital yang tinggi cenderung lebih terlibat dalam tugas yang berbasis teknologi. ([Lihat sumber Disini - repositori.unsil.ac.id])
Peran Teknologi dalam Keterlibatan Kerja
Teknologi digital menyediakan alat dan platform yang memfasilitasi interaksi, kolaborasi, dan pelaksanaan tugas. Peran teknologi dalam work engagement digital meliputi:
Alat Komunikasi dan Kolaborasi Digital
Platform seperti aplikasi konferensi video, chat perusahaan, dan manajemen proyek memungkinkan pekerja tetap terhubung dengan tim meskipun secara virtual. Hal ini dapat meningkatkan keterlibatan kerja dengan menciptakan rasa kebersamaan dan dukungan sosial di lingkungan digital. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
Sistem Manajemen Tugas dan Produktivitas
Teknologi memungkinkan pekerja untuk mengatur tugas, menetapkan prioritas, dan melacak progres pekerjaan mereka, yang merupakan aspek penting dalam merasa terlibat secara aktif dan produktif. ([Lihat sumber Disini - nature.com])
Pembelajaran Digital dan Penyesuaian Kompetensi
Program pelatihan digital internal atau eksternal membantu pekerja mengembangkan keterampilan baru yang dibutuhkan di lingkungan digital, yang pada gilirannya meningkatkan rasa percaya diri dan keterlibatan dalam tugas. Pengembangan kompetensi digital menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan work engagement digital. ([Lihat sumber Disini - repositori.unsil.ac.id])
Faktor yang Mempengaruhi Work Engagement Digital
Ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi tingkat keterlibatan kerja dalam konteks digital:
Kompetensi Digital
Kemampuan pekerja memahami dan menggunakan teknologi digital secara efektif berkaitan erat dengan keterlibatan kerja. Pekerja yang memiliki keterampilan digital yang baik cenderung terlibat lebih dalam tugas yang memerlukan teknologi kompleks. ([Lihat sumber Disini - repositori.unsil.ac.id])
Digital Stress dan Tekanan Pekerjaan Digital
Fenomena digital stress, stres akibat tuntutan penggunaan teknologi yang konstan, dapat memengaruhi work engagement secara negatif. Karyawan yang kesulitan beradaptasi dengan teknologi cenderung mengalami tekanan yang menurunkan keterlibatan kerja mereka. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])
Keterlibatan Organisasi dan Budaya Digital
Budaya organisasi yang mendukung inovasi dan penggunaan teknologi digital secara efisien dapat memperkuat keterlibatan kerja digital. Organisasi yang menyediakan dukungan teknis dan pelatihan mampu meningkatkan keterikatan pekerja terhadap pekerjaan mereka. ([Lihat sumber Disini - frontiersin.org])
Kepemimpinan Digital
Kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan strategi digital dan komunikasi yang efektif dalam organisasi dapat meningkatkan keterlibatan pekerja. Digital leadership menunjukkan hubungan positif dengan engagement ketika dipadukan dengan work-life balance dan kesejahteraan pekerja. ([Lihat sumber Disini - qemsjournal.org])
Lingkungan Kerja Digital yang Mendukung
Platform digital, fleksibilitas kerja, dan sistem digital yang intuitif memberikan kontribusi positif terhadap work engagement digital karena pekerja merasa dibantu dan diberdayakan oleh teknologi dalam menjalankan pekerjaan mereka. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
Work Engagement Digital dan Produktivitas
Hubungan antara work engagement digital dan produktivitas menjadi hal yang banyak diteliti. Studi empiris menunjukkan keterlibatan kerja, terutama saat dipadukan dengan pelatihan digital atau sistem reward, berpengaruh signifikan terhadap produktivitas organisasi. ([Lihat sumber Disini - journal.arimbi.or.id])
Pekerja yang terlibat secara aktif dalam lingkungan kerja digital cenderung menunjukkan performa kerja yang lebih baik karena mereka mampu menggunakan teknologi untuk meningkatkan hasil kerja, menyelesaikan tugas lebih efisien, serta mengekspresikan kreativitas melalui solusi digital. ([Lihat sumber Disini - journal.arimbi.or.id])
Selain itu, engagement digital juga berkontribusi terhadap inovasi dan pemecahan masalah yang lebih efektif karena pekerja yang terlibat merasa memiliki tanggung jawab lebih dalam mencapai tujuan organisasi dan bukan sekadar menjalankan perintah teknis dari sistem digital. ([Lihat sumber Disini - journal.arimbi.or.id])
Tantangan Keterlibatan Kerja di Era Digital
Meskipun teknologi digital memiliki berbagai manfaat, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan dalam konteks work engagement digital:
Distraksi dan Overload Informasi
Peningkatan penggunaan teknologi juga dapat menciptakan distraksi digital yang mengganggu fokus kerja, sehingga menurunkan keterlibatan.
Tekanan Adaptasi Teknologi
Tidak semua pekerja memiliki kesiapan atau kemampuan yang sama dalam menghadapi tuntutan teknologi baru. Hal ini dapat menyebabkan kecemasan dan digital stress yang mengurangi keterlibatan kerja. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])
Kesenjangan Kompetensi Digital
Adanya perbedaan kemampuan digital antar pekerja dapat menimbulkan kesenjangan dalam pengalaman kerja digital, yang berdampak negatif terhadap engagement kelompok yang kurang siap. ([Lihat sumber Disini - repositori.unsil.ac.id])
Tuntutan Fleksibilitas Kerja
Model kerja fleksibel atau remote work yang sepenuhnya digital dapat menciptakan tantangan dalam hubungan interpersonal tradisional, yang jika tidak diimbangi oleh dukungan organisasi dapat menurunkan keterlibatan kerja. ([Lihat sumber Disini - frontiersin.org])
Kesimpulan
Work engagement digital adalah bentuk keterikatan kerja yang berkembang di era digital, di mana teknologi memainkan peran sentral dalam hubungan antara pekerja dan pekerjaan mereka. Konsep ini mencakup dimensi vigor, dedication, dan absorption, namun dalam konteks digital juga dipengaruhi oleh kemampuan digital, dukungan teknologi, serta adaptasi terhadap sistem digital. Faktor-faktor seperti kompetensi digital, digital stress, budaya organisasi digital, dan kepemimpinan digital memengaruhi tingkat keterlibatan kerja digital. Hubungan antara work engagement digital dan produktivitas organisasi menunjukkan bahwa keterlibatan yang kuat dapat meningkatkan kinerja dan inovasi. Namun, era digital juga menghadirkan tantangan seperti distraksi informasi dan tekanan adaptasi teknologi yang perlu diatasi agar keterlibatan kerja tetap tinggi.