Terakhir diperbarui: 18 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 18 February). Forensik Digital: konsep, investigasi siber, dan analisis bukti. SumberAjar. Retrieved 23 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/forensik-digital-konsep-investigasi-siber-dan-analisis-bukti  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Forensik Digital: konsep, investigasi siber, dan analisis bukti - SumberAjar.com

Forensik Digital: Konsep, Investigasi Siber, dan Analisis Bukti

Pendahuluan

Forensik digital menjadi disiplin yang makin penting di era teknologi informasi yang terus berkembang. Dengan semakin maraknya kejahatan siber, mulai dari penipuan, peretasan, penyebaran konten ilegal, hingga pelanggaran privasi, kebutuhan akan investigasi yang sistematis dan ilmiah terhadap bukti berbasis digital semakin mendesak. Forensik digital bukan hanya soal pemeriksaan data di komputer atau smartphone, tetapi juga mencakup berbagai macam jejak digital yang bisa digunakan di proses hukum, mulai dari metadata file, log aktivitas, hingga komunikasi elektronik. Peran forensik digital dalam sistem penegakan hukum dan keamanan siber kini telah menjadi salah satu pondasi utama untuk mengungkap dan mengadili kejahatan yang memanfaatkan teknologi digital. ([Lihat sumber Disini - ibm.com])


Definisi Forensik Digital

Definisi Forensik Digital Secara Umum

Forensik digital merupakan cabang ilmu yang berfokus pada identifikasi, pengumpulan, pemeriksaan, analisis, dan penyajian bukti digital yang ditemukan dalam perangkat elektronik yang relevan dengan kasus kriminal atau sengketa hukum. Proses ini melibatkan berbagai teknik untuk memastikan bahwa bukti tetap sah dan dapat dipertanggungjawabkan di forum hukum. Digital forensik merupakan elemen penting dalam investigasi kejahatan siber karena bukti digital kerap menjadi satu-satunya sumber informasi tentang tindakan ilegal yang dilakukan melalui perangkat digital. ([Lihat sumber Disini - ibm.com])

Definisi Forensik Digital dalam KBBI

Istilah “forensik” sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berasal dari bidang ilmu yang berhubungan dengan penerapan fakta ilmiah pada persoalan hukum. Meski KBBI tidak secara eksplisit memberikan entri tersendiri untuk “forensik digital”, definisi dasar forensik itu sendiri menekankan penerapan ilmiah dalam investigasi yang berhubungan dengan hukum. Konsep forensik digital kemudian merupakan perluasan dari arti forensik tersebut dalam konteks bukti elektronik dan teknologi informasi. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])

Definisi Forensik Digital Menurut Para Ahli

Beberapa ahli memberikan definisi lebih spesifik untuk forensik digital:

  1. Menurut Prof (Dr) SC Gupta, forensik digital adalah penggunaan metode ilmiah yang terbukti untuk pelestarian, koleksi, validasi, identifikasi, analisis, interpretasi, dokumentasi, dan presentasi bukti digital dari sumber digital, untuk memfasilitasi atau merekonstruksi peristiwa pidana atau tindakan ilegal. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])

  2. Brian mendefinisikan forensik digital sebagai sains yang menggunakan pendekatan ilmiah untuk mengelola bukti digital dari sumber digital sehingga dapat digunakan dalam investigasi pidana atau hukum. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])

  3. Para peneliti lain menyatakan bahwa forensik digital adalah disiplin ilmu yang membantu penyidik mengumpulkan dan memeriksa data digital dari berbagai sumber seperti komputer, jaringan, dan perangkat mobile untuk menemukan bukti yang sah. ([Lihat sumber Disini - journal.uir.ac.id])

  4. Definisi lain yang sering digunakan adalah bahwa forensik digital merupakan proses penyelidikan melalui teknik analisis komputer untuk menentukan potensi bukti yang dapat diterima secara legal dalam sidang pengadilan atau proses administrasi. ([Lihat sumber Disini - journal.uir.ac.id])


Tujuan dan Ruang Lingkup Forensik Digital

Forensik digital memiliki beberapa tujuan utama dalam konteks investigasi modern, baik di ranah hukum pidana maupun keamanan siber. Tujuan utamanya adalah menyediakan bukti digital yang sah, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung proses hukum atau penyelidikan. Dalam forensik digital, bukti digital tidak hanya berkaitan dengan data mentah, tetapi juga konteks dan interpretasi bukti tersebut untuk menjelaskan peristiwa kriminal. ([Lihat sumber Disini - vida.id])

Pertama, forensik digital bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan bukti digital yang relevan dengan sebuah kasus kriminal atau pelanggaran keamanan. Hal ini dilakukan dengan tahapan yang sistematis untuk memastikan bukti tidak berubah atau rusak selama pengumpulan. ([Lihat sumber Disini - vida.id])
Kedua, forensik digital juga bertujuan untuk menganalisis dan menginterpretasikan data yang dikumpulkan agar dapat mengungkap pola, aktivitas, atau bukti yang mengarah pada pelaku atau modus operandi tindak kriminal. ([Lihat sumber Disini - vida.id])
Selain itu, tujuan forensik digital adalah mendukung proses hukum dengan menyediakan bukti yang memenuhi kriteria hukum dan etika serta dapat dipresentasikan di pengadilan. Bukti digital harus dikumpulkan dan dianalisis mengikuti prosedur standar agar sah di mata hukum. ([Lihat sumber Disini - vida.id])
Di samping itu, forensik digital juga memiliki peran dalam pemulihan data yang hilang atau dihapus yang mungkin memiliki nilai penting sebagai bukti. ([Lihat sumber Disini - vida.id])
Ruang lingkup forensik digital mencakup berbagai sumber bukti digital seperti komputer, perangkat mobile, server, jaringan, serta layanan cloud dan data online. Lingkup ini terus berkembang seiring evolusi perangkat teknologi dan tren kriminalitas siber yang semakin kompleks. ([Lihat sumber Disini - tif.uad.ac.id])


Tahapan Investigasi Forensik Digital

Investigasi forensik digital tidak dilakukan secara acak, melainkan melalui serangkaian tahapan sistematis yang harus diikuti untuk menjaga integritas bukti digital. Setiap tahapan berperan penting dalam memastikan bukti dapat digunakan dalam proses hukum atau penyelidikan yang kredibel. ([Lihat sumber Disini - sibermate.com])

Tahap pertama adalah identifikasi bukti digital yang relevan dengan insiden yang sedang diselidiki. Identifikasi mencakup penentuan perangkat atau media yang kemungkinan menyimpan data yang dibutuhkan untuk kasus yang sedang diselidiki. ([Lihat sumber Disini - sibermate.com])
Setelah identifikasi, tahapan berikutnya adalah pengamanan data. Pada tahap ini, bukti digital dipisahkan dan diamankan agar tidak berubah atau rusak. Pengamanan ini termasuk pencegahan akses yang tidak sah dan penggunaan teknik untuk memastikan keaslian data tetap terjaga. ([Lihat sumber Disini - msf.telkomuniversity.ac.id])
Tahap selanjutnya adalah ekstraksi informasi atau pengambilan data dari media penyimpanan. Proses ini harus dilakukan dengan metode yang minimal mengubah keadaan asli data untuk menjaga integritas bukti. ([Lihat sumber Disini - sibermate.com])
Analisis data menjadi tahapan inti setelah data dikumpulkan. Pada tahap ini, penyidik akan menelusuri bukti untuk mengungkap fakta, pola, waktu kejadian, serta hubungan antara bukti dan peristiwa kriminal yang diselidiki. ([Lihat sumber Disini - sibermate.com])
Tahapan akhir adalah penyusunan laporan investigasi yang jelas dan komprehensif untuk pihak berwenang atau proses hukum. Laporan ini mencakup metode yang digunakan, bukti yang ditemukan, serta interpretasi ahli terhadap bukti digital tersebut. ([Lihat sumber Disini - sibermate.com])


Teknik Pengumpulan dan Analisis Bukti Digital

Pengumpulan bukti digital memerlukan teknik khusus yang dirancang untuk menjaga keutuhan data dan memastikan bukti dapat diterima secara hukum. Teknik ini mencakup penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras khusus yang mampu melakukan imaging forensik, penyalinan bit-per-bit dari media penyimpanan untuk menjaga keaslian bukti. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Selain imaging, teknik lain mencakup live forensik yang diterapkan pada sistem yang masih berjalan untuk mengumpulkan data yang tidak stabil seperti RAM atau data yang hilang saat perangkat dimatikan. Teknik ini perlu dilakukan dengan hati-hati karena berpotensi mengubah data asli. ([Lihat sumber Disini - jurnal-pasca.unla.ac.id])

Analisis bukti digital melibatkan pemeriksaan konten data, metadata, log aktivitas, serta rekonstruksi kronologi kejadian berdasarkan bukti yang ditemukan. Analisis ini bertujuan untuk mengungkap pola serta hubungan antara bukti dan kegiatan kriminal yang terjadi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Validasi bukti juga menjadi bagian penting dari teknik ini, memastikan bukti digital yang ditemukan dapat diterima dan sah untuk proses hukum. Standar internasional seperti ISO/IEC 27037 memberi pedoman tentang identifikasi, akuisisi, dan preservasi bukti digital yang tepat. ([Lihat sumber Disini - journal-isi.org])


Alat Forensik Digital

Alat forensik digital merupakan perangkat lunak dan perangkat keras yang digunakan dalam pengumpulan, analisis, serta pelaporan bukti digital. Alat-alat ini dapat membantu penyidik melakukan imaging media, parsing data, menemukan jejak aktivitas tersembunyi, serta membangun timeline kejadian dari bukti yang dikumpulkan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Contoh alat forensik digital yang umum digunakan di lapangan meliputi perangkat lunak yang mampu memproses berbagai tipe data, dari hard drive, perangkat mobile, hingga layanan cloud. Alat ini sering kali memiliki kemampuan untuk menarik metadata, memulihkan file yang dihapus, dan mencatat hash data untuk menjaga integritas bukti. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Keberadaan alat forensik digital yang reliable menjadi faktor penting dalam investigasi kriminal modern karena kompleksitas data dan volume bukti yang harus dianalisis sering kali sangat besar. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Peran Forensik Digital dalam Penanganan Kejahatan Siber

Forensik digital memainkan peran fundamental dalam penanganan kejahatan siber karena menyediakan mekanisme ilmiah dan hukum untuk mengungkap serta membuktikan tindakan kriminal yang terjadi melalui media digital. Analisis bukti digital sering menjadi bukti kunci dalam proses penegakan hukum, yang membantu membangun kronologi kejadian serta keterlibatan pelaku. ([Lihat sumber Disini - journal.elena.co.id])

Dalam kejahatan siber seperti kasus kebocoran data, penipuan online, atau penyebaran konten ilegal, digital forensik mampu menelusuri bukti yang tersembunyi dalam sistem dan memberikan penjelasan komprehensif tentang bagaimana peristiwa itu terjadi, siapa yang terlibat, serta kapan tindakan tersebut dilakukan. ([Lihat sumber Disini - course-net.com])

Peran ini semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang memungkinkan pelaku kriminal menggunakan teknik enkripsi, anonimisasi, atau metode lain untuk menyembunyikan jejak digital mereka. Forensik digital memberikan pendekatan yang sistematis untuk mengatasi tantangan tersebut dan tetap menjaga bukti agar dapat diterima di proses hukum. ([Lihat sumber Disini - journal.elena.co.id])


Kesimpulan

Forensik digital adalah disiplin ilmu yang kritis di era teknologi informasi modern karena perannya dalam mengungkap dan menyajikan bukti digital secara ilmiah dan sah secara hukum. Dengan tujuan utama untuk mendukung proses penegakan hukum, forensik digital mencakup identifikasi, pengumpulan, analisis dan pelaporan bukti yang ditemukan dalam perangkat digital. Proses ini terdiri dari tahapan yang sistematis untuk menjaga keaslian bukti serta memungkinkan interpretasi yang akurat dari kejadian kriminal. Berbagai teknik dan alat forensik digital membantu penyidik menangani bukti yang kompleks dan volume data besar, serta memainkan peran kunci dalam investigasi kejahatan siber. Dalam konteks penanganan kejahatan siber yang semakin kompleks, forensik digital menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung proses hukum, memberikan pemahaman yang mendalam tentang modus operandi pelaku, serta memperkuat keadilan melalui bukti digital yang valid.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Forensik digital adalah proses ilmiah untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, mengamankan, menganalisis, dan menyajikan bukti digital yang berasal dari perangkat elektronik guna mendukung investigasi hukum dan penanganan kejahatan siber.

Tujuan utama forensik digital adalah memperoleh bukti digital yang sah, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum untuk mengungkap fakta, kronologi kejadian, serta keterlibatan pelaku dalam suatu tindak kejahatan siber.

Tahapan investigasi forensik digital meliputi identifikasi bukti digital, pengamanan dan preservasi data, akuisisi atau ekstraksi data, analisis bukti digital, serta penyusunan laporan hasil investigasi untuk kepentingan hukum.

Bukti digital adalah data atau informasi yang tersimpan atau ditransmisikan melalui perangkat elektronik seperti komputer, ponsel, jaringan, atau layanan cloud yang dapat digunakan sebagai alat bukti dalam proses investigasi dan peradilan.

Forensik digital penting karena kejahatan siber meninggalkan jejak dalam bentuk data digital. Melalui analisis forensik digital, penyidik dapat mengungkap metode serangan, mengidentifikasi pelaku, serta menyediakan bukti yang kuat dan sah di pengadilan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Keamanan Siber: konsep, ruang lingkup, dan tantangan era digital Keamanan Siber: konsep, ruang lingkup, dan tantangan era digital Tata Kelola Keamanan Siber: konsep, kebijakan keamanan, dan kepatuhan sistem Tata Kelola Keamanan Siber: konsep, kebijakan keamanan, dan kepatuhan sistem Cybersecurity dalam Penelitian Digital Cybersecurity dalam Penelitian Digital Ancaman Keamanan Siber: konsep, jenis serangan, dan dampaknya Ancaman Keamanan Siber: konsep, jenis serangan, dan dampaknya Manajemen Risiko Keamanan Siber: konsep, identifikasi risiko, dan mitigasi Manajemen Risiko Keamanan Siber: konsep, identifikasi risiko, dan mitigasi Peran Keamanan Siber dalam Transformasi Digital: konsep, perlindungan teknologi, dan keberlanjutan sistem Peran Keamanan Siber dalam Transformasi Digital: konsep, perlindungan teknologi, dan keberlanjutan sistem Digital Literacy: Definisi, Tingkatan, dan Contohnya Digital Literacy: Definisi, Tingkatan, dan Contohnya Keamanan Data Rekam Medis Pasien Keamanan Data Rekam Medis Pasien Kewirausahaan Digital: Konsep, Bisnis Digital, dan Ekosistem Kewirausahaan Digital: Konsep, Bisnis Digital, dan Ekosistem Etika Penelitian Digital: Tantangan dan Solusi Etika Penelitian Digital: Tantangan dan Solusi Fraud Akuntansi: Konsep, Bentuk, dan Dampak Fraud Akuntansi: Konsep, Bentuk, dan Dampak Work Engagement Digital: Konsep, Keterlibatan Kerja, dan Teknologi Work Engagement Digital: Konsep, Keterlibatan Kerja, dan Teknologi Promosi Digital: Konsep, Media Promosi, dan Efektivitas Pemasaran Promosi Digital: Konsep, Media Promosi, dan Efektivitas Pemasaran Literasi Digital Tenaga Kesehatan Literasi Digital Tenaga Kesehatan Manajemen SDM Digital Adaptif: konsep, teknologi SDM, dan efektivitas kerja Manajemen SDM Digital Adaptif: konsep, teknologi SDM, dan efektivitas kerja Transformasi Digital dalam Dunia Akademik Transformasi Digital dalam Dunia Akademik Budaya Digital: Konsep dan Perubahan Pola Interaksi Budaya Digital: Konsep dan Perubahan Pola Interaksi Analisis Konten Digital dalam Penelitian Sosial Analisis Konten Digital dalam Penelitian Sosial Sistem Web Arsip Digital Sistem Web Arsip Digital Konsep Dasar Psikologi Terapan Konsep Dasar Psikologi Terapan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…