Terakhir diperbarui: 14 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 14 December). Faktor Sosial dalam Penggunaan Obat Psikotropika. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/faktor-sosial-dalam-penggunaan-obat-psikotropika  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Faktor Sosial dalam Penggunaan Obat Psikotropika - SumberAjar.com

Faktor Sosial dalam Penggunaan Obat Psikotropika

Pendahuluan

Penggunaan obat psikotropika merupakan fenomena yang tidak hanya bersifat medis, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika sosial yang kompleks di masyarakat. Obat psikotropika bekerja pada sistem saraf pusat dan mampu menimbulkan perubahan pada pikiran, suasana hati, persepsi, dan perilaku pengguna. Dampaknya bersifat multidimensional, mencakup kesehatan mental, hubungan interpersonal, serta interaksi individu dengan lingkungan sosialnya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial seperti lingkungan keluarga, tekanan dari teman sebaya, norma sosial, dan stigma masyarakat memainkan peran penting dalam penggunaan maupun penyalahgunaan psikotropika dalam berbagai kelompok usia di banyak komunitas masyarakat. Hal ini menjadi penting untuk dipahami secara komprehensif karena pola sosial tidak hanya memicu awalnya penggunaan, tetapi juga mempengaruhi risiko kecanduan, respon pencarian pengobatan, serta kualitas hidup individu yang bersangkutan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Definisi Faktor Sosial dalam Penggunaan Obat Psikotropika

Definisi Secara Umum

Secara umum, psikotropika adalah zat atau obat yang bekerja pada sistem saraf pusat sehingga dapat mengubah aktivitas mental, persepsi, mood, dan perilaku seseorang. Pengaruh tersebut terjadi karena psikotropika memengaruhi fungsi neurotransmitter di otak, sehingga menghasilkan efek sedatif, stimulan, atau halusinogenik tergantung klasifikasi dan cara kerja obatnya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Secara sosial, “faktor sosial” merujuk kepada elemen kehidupan sosial yang mempengaruhi individu, termasuk interaksi dengan keluarga, teman sebaya, norma budaya, kondisi ekonomi, serta struktur komunitas tempat individu berada. Faktor-faktor ini memengaruhi sejauh mana seseorang terpapar, tertarik, atau terdorong menggunakan obat psikotropika. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Definisi dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah psikotropika merujuk pada obat atau zat yang mempengaruhi proses psikologis atau kondisi mental sehingga berdampak pada tingkah laku dan pikiran. Ini sejalan dengan definisi yuridis dalam undang-undang yang menyatakan psikotropika sebagai zat bukan narkotika yang mempunyai efek psikoaktif tertentu pada susunan saraf pusat. [Lihat sumber Disini - e-pharm.kemkes.go.id]

Sedangkan istilah sosial dalam konteks KBBI berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan masyarakat, kehidupan bersama, serta hubungan antar manusia yang membentuk kehidupan sosial. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Definisi Menurut Para Ahli

  1. Pedersen (2025), Psikotropika adalah obat yang mempengaruhi perilaku, mood, pikiran, atau persepsi dan sering digunakan dalam pengobatan gangguan mental serta kondisi medis lainnya. [Lihat sumber Disini - tandfonline.com]

  2. Amaro et al. (2021), Faktor sosial seperti stres kronis lingkungan, struktur komunitas, dan tekanan sosial merupakan determinan penting dalam kerentanan terhadap penggunaan zat adiktif termasuk psikotropika. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  3. Wahyuni (2018), Lingkungan sosial yang tidak sehat, termasuk pergaulan pertemanan yang mendukung penyalahgunaan zat, dapat mengarah pada perilaku menyimpang termasuk penggunaan zat psikotropika. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  4. Daley (2013), Gangguan penggunaan zat (SUD) dipengaruhi oleh interaksi sosial dan dinamika keluarga, serta membutuhkan perhatian terhadap faktor sosial dalam proses pemulihan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Pengaruh Lingkungan Sosial terhadap Penggunaan Obat Psikotropika

Lingkungan sosial merupakan wadah di mana individu belajar norma, nilai, perilaku, serta strategi koping terhadap tekanan kehidupan. Kondisi lingkungan yang stabil dan suportif cenderung melindungi individu dari perilaku berisiko, sedangkan lingkungan yang penuh stres, rendah pengawasan sosial, dan kurang dukungan cenderung meningkatkan kemungkinan seseorang menggunakan atau menyalahgunakan psikotropika.

Beberapa penelitian menemukan bahwa:

  • Lingkungan keluarga yang kurang perhatian atau memiliki konflik tinggi dapat meningkatkan risiko penggunaan psikotropika karena kurangnya dukungan emosional serta pengawasan orang tua. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]

  • Pergaulan teman sebaya memiliki pengaruh besar terutama di usia remaja, di mana tekanan untuk diterima dapat mendorong percobaan penggunaan zat. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  • Lingkungan komunitas yang rawan tindakan menyimpang, misalnya kurangnya fasilitas pendidikan atau kegiatan positif, juga berkaitan dengan tingginya kemungkinan individu terpapar psikotropika. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Interaksi sosial semacam ini memengaruhi bagaimana individu memaknai risiko, normalisasi perilaku penggunaan zat, serta keputusan untuk memulai atau meneruskan konsumsi. Selain itu, faktor ekonomi dan akses sosial juga dapat berperan penting dalam pola penggunaan ini karena kondisi sosial ekonomi yang tidak stabil sering terkait dengan stres kronis yang menjadi pemicu penggunaan zat sebagai bentuk pelarian atau coping mekanisme maladaptif. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Peran Tekanan Sosial dan Stigma

Selain pengaruh positif atau negatif dari struktur sosial, tekanan sosial dan stigma juga merupakan faktor penting dalam konteks penggunaan psikotropika.

Tekanan sosial mencakup ekspektasi dari masyarakat, norma kelompok, serta dorongan teman sebaya yang kadang mendorong perilaku tertentu agar individu diterima. Dalam konteks psikotropika, tekanan teman sebaya dapat menjadi pemicu awal penggunaan karena rasa diterima dianggap lebih penting dibandingkan risiko kesehatan. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Stigma, yakni sikap negatif terhadap pengguna psikotropika atau individu dengan gangguan penggunaan, dapat menghambat pencarian bantuan, pengobatan, dan dukungan pemulihan. Stigma seringkali muncul dari persepsi bahwa penggunaan obat adalah kelemahan karakter atau moral, padahal secara ilmiah gangguan penggunaan zat merupakan kondisi kesehatan yang kompleks. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

Dampak stigma ini berdampak pada isolasi sosial, peningkatan tekanan psikologis, serta mengurangi kemungkinan individu mengakses layanan kesehatan yang dibutuhkan. Studi menunjukkan bahwa stigma tidak hanya berasal dari masyarakat luas tetapi juga dapat dirasakan dari lingkungan sendiri termasuk keluarga dan tenaga kesehatan, sehingga memperkuat siklus penyalahgunaan dan hambatan pengobatan. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]


Faktor Keluarga dan Dukungan Sosial

Keluarga merupakan unit sosial pertama dan paling penting dalam kehidupan individu. Peran keluarga dalam pembentukan sikap, hubungan interpersonal, serta perilaku adaptif atau maladaptif sangat menentukan perkembangan anak atau remaja.

Penelitian menunjukkan bahwa:

  • Keluarga dengan hubungan yang harmonis dan dukungan emosional kuat memiliki peran protektif terhadap penggunaan psikotropika karena individu mendapatkan pengawasan dan nilai-nilai yang kuat di rumah. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]

  • Keluarga dengan konflik tinggi, broken home, atau kurang komunikasi berisiko lebih tinggi menjadi faktor pemicu awal penggunaan atau penyalahgunaan psikotropika pada remaja. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]

Dukungan sosial juga berasal dari komunitas yang lebih luas seperti sekolah, kelompok sosial, dan lingkungan kerja. Program dukungan sosial yang dirancang dengan baik dapat membantu meningkatkan kesadaran, menyediakan kegiatan positif, serta menghubungkan individu dengan sumber bantuan ketika dibutuhkan sehingga mengurangi isolasi sosial dan risiko perilaku berisiko. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Risiko Penyalahgunaan Psikotropika

Risiko penyalahgunaan psikotropika tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga pada dinamika sosial individu. Penyalahgunaan dapat menyebabkan penurunan fungsi sosial, gangguan hubungan interpersonal, masalah akademik atau pekerjaan, serta tingginya biaya sosial yang ditanggung oleh keluarga dan masyarakat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Secara psikologis, penggunaan zat psikotropika berkaitan dengan gangguan fungsi otak yang mempengaruhi regulasi emosi dan pengambilan keputusan sehingga makin memperkuat siklus ketergantungan. Secara sosial, penyalahgunaan ini dapat menyebabkan pengucilan dari kelompok sosial, stigma kuat, serta menurunnya akses terhadap layanan kesehatan yang seharusnya tersedia bagi individu tersebut. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]


Upaya Edukasi dan Pencegahan

Upaya edukasi dan pencegahan perlu dilakukan oleh berbagai pihak. Edukasi di sekolah, keluarga, dan masyarakat luas tentang bahaya penggunaan psikotropika, tanda-tanda penyalahgunaan, serta strategi coping yang sehat sangat diperlukan. Intervensi ini sebaiknya mencakup:

  • Pendidikan perilaku sehat sejak usia dini

  • Pemberdayaan keluarga dalam komunikasi dan pengawasan anak

  • Penguatan norma sosial yang menolak penyalahgunaan zat

  • Program dukungan sosial untuk individu rentan

  • Layanan konseling yang mudah diakses bagi pengguna atau mereka yang berisiko

Program pencegahan yang efektif melibatkan kolaborasi antara sektor kesehatan, pendidikan, serta lembaga sosial untuk menciptakan lingkungan sosial yang ramah, suportif, dan inklusif sehingga risiko penggunaan psikotropika dapat ditekan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Kesimpulan

Faktor sosial memainkan peran sentral dalam pola penggunaan obat psikotropika di masyarakat. Lingkungan sosial yang kuat dan suportif dapat berfungsi sebagai proteksi terhadap perilaku berisiko, sementara lingkungan yang penuh tekanan, konflik, dan stigma justru meningkatkan kerentanan individu terhadap penggunaan dan penyalahgunaan psikotropika. Keluarga, teman sebaya, norma budaya, serta dukungan sosial dari komunitas secara keseluruhan dapat menentukan apakah seseorang tertarik atau terjebak dalam penggunaan obat ini. Upaya preventif dan edukatif yang melibatkan berbagai pihak harus terus diperkuat untuk meminimalkan dampak negatif dan membantu individu mendapatkan dukungan yang diperlukan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Faktor sosial dalam penggunaan obat psikotropika adalah pengaruh lingkungan sosial seperti keluarga, teman sebaya, norma masyarakat, tekanan sosial, dan stigma yang dapat memengaruhi keputusan seseorang dalam menggunakan atau menyalahgunakan obat psikotropika.

Lingkungan sosial membentuk pola perilaku dan cara berpikir individu. Lingkungan yang penuh tekanan, konflik, atau pergaulan berisiko dapat meningkatkan kemungkinan penggunaan psikotropika, sedangkan lingkungan yang suportif dapat berperan sebagai faktor protektif.

Keluarga berperan penting sebagai sumber dukungan emosional dan pengawasan. Hubungan keluarga yang harmonis dapat mencegah penyalahgunaan psikotropika, sementara konflik keluarga dan kurangnya perhatian dapat meningkatkan risiko penggunaan.

Stigma sosial dapat menyebabkan isolasi, rasa malu, dan ketakutan untuk mencari bantuan. Hal ini dapat memperburuk kondisi pengguna psikotropika karena menghambat akses terhadap layanan kesehatan dan dukungan sosial yang dibutuhkan.

Penyalahgunaan psikotropika dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental dan fisik, ketergantungan, penurunan fungsi sosial, masalah akademik atau pekerjaan, serta konflik dalam keluarga dan lingkungan sosial.

Pencegahan penggunaan psikotropika dapat dilakukan melalui edukasi masyarakat, penguatan peran keluarga, peningkatan dukungan sosial, pengurangan stigma, serta penyediaan layanan konseling dan kesehatan mental yang mudah diakses.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Monitoring Efek Samping Obat Psikotropika Monitoring Efek Samping Obat Psikotropika Pengetahuan Obat Bebas pada Masyarakat Pedesaan Pengetahuan Obat Bebas pada Masyarakat Pedesaan Dampak Penghentian Mendadak Terapi Obat Dampak Penghentian Mendadak Terapi Obat Teori Relativitas Sosial dalam Kajian Ilmiah Teori Relativitas Sosial dalam Kajian Ilmiah Reintegrasi Sosial: Konsep dan Pemulihan Hubungan Reintegrasi Sosial: Konsep dan Pemulihan Hubungan Konsep Realitas Sosial: Definisi dan Analisis Konsep Realitas Sosial: Definisi dan Analisis Struktur Sosial: Konsep dan Karakteristik Struktur Sosial: Konsep dan Karakteristik Integrasi Sosial: Konsep, Komponen, dan Prosesnya Integrasi Sosial: Konsep, Komponen, dan Prosesnya Sikap Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukannya Sikap Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukannya Relasi Sosial: Fungsi dan Faktor Relasi Sosial: Fungsi dan Faktor Kepedulian Sosial: Konsep, Faktor, dan Ekspresi Sosial Kepedulian Sosial: Konsep, Faktor, dan Ekspresi Sosial Diferensiasi Sosial: Konsep dan Bentuknya Diferensiasi Sosial: Konsep dan Bentuknya Representasi Sosial: Konsep dan Pembentukan Makna Representasi Sosial: Konsep dan Pembentukan Makna Mobilitas Sosial: Konsep dan Jenis Pergerakan Sosial Mobilitas Sosial: Konsep dan Jenis Pergerakan Sosial Lembaga Sosial: Konsep, Fungsi, dan Perannya Lembaga Sosial: Konsep, Fungsi, dan Perannya Kompetensi Sosial: Konsep dan Indikator Kompetensi Sosial: Konsep dan Indikator Harmonisasi Sosial: Konsep, Peran, dan Faktor Pendukung Harmonisasi Sosial: Konsep, Peran, dan Faktor Pendukung Fragmentasi Sosial: Konsep dan Tantangan Integrasi Fragmentasi Sosial: Konsep dan Tantangan Integrasi Transformasi Kehidupan Sosial Modern: Konsep dan Implikasi Transformasi Kehidupan Sosial Modern: Konsep dan Implikasi Disorganisasi Sosial: Konsep dan Dampak Masyarakat Disorganisasi Sosial: Konsep dan Dampak Masyarakat
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…