Terakhir diperbarui: 08 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 8 January). Mobilitas Sosial: Konsep dan Jenis Pergerakan Sosial. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/mobilitas-sosial-konsep-dan-jenis-pergerakan-sosial 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Mobilitas Sosial: Konsep dan Jenis Pergerakan Sosial - SumberAjar.com

Mobilitas Sosial: Konsep dan Jenis Pergerakan Sosial

Pendahuluan

Fenomena mobilitas sosial merupakan salah satu dinamika penting dalam kajian sosiologi yang menggambarkan bagaimana individu atau kelompok dapat berpindah dari satu posisi sosial ke posisi sosial lain di dalam masyarakat. Pergerakan ini tidak hanya mencerminkan perubahan status ekonomi atau pekerjaan, tetapi juga menunjukkan sejauh mana struktur sosial memberikan peluang terhadap perubahan kehidupan sosial seseorang atau kelompok. Dalam masyarakat yang dinamis, mobilitas sosial sangat berpengaruh terhadap struktur stratifikasi dan kesejahteraan komunitas, serta menjadi indikator penting untuk memahami keterbukaan sosial dan kesempatan yang dimiliki setiap anggotanya. Kajian terhadap mobilitas sosial membantu kita memahami mekanisme pergerakan sosial yang terjadi di berbagai lapisan masyarakat serta faktor-faktor yang mendorong atau menghambat perubahan sosial tersebut. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]


Definisi Mobilitas Sosial

Definisi Mobilitas Sosial Secara Umum

Mobilitas sosial secara umum dapat dipahami sebagai gerakan atau perpindahan individu, keluarga, atau kelompok sosial dari satu strata sosial ke strata sosial lainnya dalam struktur masyarakat. Perpindahan ini mencakup perubahan dalam hal status sosial, pekerjaan, pendidikan, dan penghasilan. Dalam sosiologi, konsep mobilitas sosial menekankan adanya struktur stratifikasi yang memungkinkan individu bergerak naik atau turun dalam hierarki sosial. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

Definisi Mobilitas Sosial dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mobilitas sosial merujuk pada perubahan atau perpindahan status sosial yang dialami oleh individu atau kelompok dalam masyarakat. Hal ini termasuk perubahan posisi dalam stratifikasi sosial yang dapat berupa perubahan jabatan, pergerakan geografis, hingga perubahan peran sosial dalam komunitas. (KBBI, [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id])

Definisi Mobilitas Sosial Menurut Para Ahli

  1. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt berpendapat bahwa mobilitas sosial adalah gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lain yang mencerminkan perubahan status sosial maupun penghasilan individu atau kelompok. [Lihat sumber Disini - repository.uma.ac.id]

  2. Kornblum menyatakan bahwa mobilitas sosial adalah perpindahan individu, keluarga, atau kelompok dari satu lapisan sosial ke lapisan lainnya dalam struktur masyarakat. [Lihat sumber Disini - repository.uinjkt.ac.id]

  3. Richard dan Robert mengartikan mobilitas sosial sebagai gerak sosial yang meliputi perpindahan individu dari status sosial ke status sosial lain baik naik (upward) maupun turun (downward). [Lihat sumber Disini - academia.edu]

  4. Penelitian-penelitian sosiologis modern sering mendefinisikan mobilitas sosial sebagai perubahan posisi dalam struktur stratifikasi sosial yang melibatkan pergerakan antara lapisan masyarakat sesuai dengan perubahan status ekonomi atau pendidikan. [Lihat sumber Disini - scholarhub.ui.ac.id]


Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial dapat tampak dalam beberapa bentuk yang memperlihatkan dimensi pergerakan sosial yang berbeda. Bentuk-bentuk ini membantu memahami macam-macam perubahan posisi sosial yang dialami oleh individu atau kelompok dalam masyarakat.

Mobilitas Vertikal

Mobilitas sosial vertikal merujuk pada pergerakan individu atau kelompok sosial yang disertai perubahan tingkat status sosialnya dalam hierarki masyarakat. Pergerakan ini bisa berupa mobilitas vertikal naik (upward mobility) ketika seseorang atau kelompok sosial mengalami peningkatan status sosialnya, misalnya melalui pendidikan yang lebih tinggi atau perolehan pekerjaan bergengsi. Sebaliknya, mobilitas vertikal turun (downward mobility) mencerminkan upaya atau keadaan di mana seseorang mengalami penurunan dalam struktur sosial, seperti ketika kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan status ekonomi. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

Mobilitas Horizontal

Berbeda dengan mobilitas vertikal, mobilitas sosial horizontal terjadi ketika seseorang atau kelompok berpindah dalam status sosial yang sama tanpa mengalami perubahan dalam tingkat prestise atau posisi ekonominya. Misalnya, seorang pekerja yang pindah dari satu profesi ke profesi lain yang setara tanpa perubahan signifikan dalam pendapatan atau derajat sosialnya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Mobilitas Intragenerasi dan Antargenerasi

Mobilitas sosial juga dibedakan berdasarkan waktu terjadinya perubahan itu sendiri. Mobilitas intragenerasi mencakup perubahan status sosial yang dialami oleh individu sepanjang hidupnya sendiri, seperti seseorang yang naik dari status pekerja buruh menjadi manajer. Sementara itu, mobilitas antargenerasi terjadi ketika perubahan status sosial dialami dari satu generasi ke generasi berikutnya, misalnya anak yang mencapai status sosial lebih tinggi dibandingkan dengan orang tuanya. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]


Mobilitas Sosial Vertikal dan Horizontal

Pemahaman mendalam mengenai mobilitas sosial vertical dan horizontal sangat penting dalam kajian sosiologis karena kedua bentuk ini menunjukkan bagaimana individu atau kelompok berpindah posisi dalam struktur sosial masyarakat.

Mobilitas Sosial Vertikal

Mobilitas vertikal sering dianggap sebagai indikasi keterbukaan sosial dalam masyarakat. Pergerakan vertikal naik misalnya sering dikaitkan dengan peningkatan kualitas hidup melalui pendidikan, pendapatan atau prestise sosial. Dalam konteks pendidikan, seseorang yang berhasil menyelesaikan studi tinggi sering kali mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan status sosial yang lebih tinggi, ini merupakan contoh mobilitas vertikal naik. Sebaliknya, situasi ekonomi yang buruk, kehilangan pekerjaan, atau penyakit kronis bisa menyebabkan mobilitas vertikal turun, di mana status sosial dan ekonomi seseorang menurun. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]

Mobilitas Sosial Horizontal

Mobilitas horizontal lebih bersifat lateral, yakni perubahan posisi sosial yang tidak mempengaruhi tingkatan atau prestise sosial seseorang. Bentuk perpindahan ini meliputi perubahan tempat kerja, profesi, atau lingkungan tinggal yang tidak merubah status sosial dominan individu atau kelompok. Contoh mobilitas horizontal termasuk perpindahan seorang guru dari satu sekolah ke sekolah lain atau perpindahan pekerjaan dalam bidang yang sama tanpa perubahan status sosial yang signifikan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial

Perubahan sebuah status sosial atau pekerjaan seseorang tidak terjadi begitu saja, tetapi dipengaruhi oleh berbagai faktor struktural dan individu yang saling terkait. Beberapa faktor kunci yang mempengaruhi mobilitas sosial antara lain:

Pendidikan

Pendidikan sering kali disebut sebagai salah satu faktor terbanyak dikaitkan dengan kemampuan seseorang untuk bergerak secara vertikal dalam struktur sosial. Individu yang memiliki akses ke pendidikan yang baik sering memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk pekerjaan bergaji lebih tinggi, sehingga meningkatkan peluang mobilitas sosial vertikal naik. [Lihat sumber Disini - scholarhub.ui.ac.id]

Kondisi Ekonomi dan Peluang Kerja

Tingkat kesempatan kerja dalam suatu masyarakat serta kondisi perekonomian yang stabil dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mendapatkan pekerjaan lebih tinggi dan meningkatkan status sosial. Sebaliknya, rendahnya kesempatan kerja dapat menghambat mobilitas sosial terutama vertikal. [Lihat sumber Disini - abacademies.org]

Latar Belakang Keluarga dan Modal Sosial

Faktor keluarga, seperti status ekonomi orang tua, jaringan sosial, dan modal sosial yang dimiliki, mempengaruhi peluang mobilitas seseorang. Anak dari keluarga dengan tingkat pendidikan dan ekonomi yang kuat cenderung memiliki akses lebih besar terhadap peluang pendidikan dan kerja, sehingga berpeluang lebih besar mengalami mobilitas sosial naik. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Struktur Sosial dan Kebijakan Publik

Struktur sosial yang lebih terbuka serta kebijakan pemerintah yang mendukung kesejahteraan masyarakat, seperti akses pendidikan yang setara, program pelatihan kerja, dan jaminan sosial, mampu memberikan ruang untuk mobilitas sosial yang lebih luas. Begitu pula ketimpangan dalam akses ini dapat mempersempit peluang mobilitas sosial bagi kelompok tertentu. [Lihat sumber Disini - ejournal.45mataram.ac.id]


Mobilitas Sosial dalam Struktur Masyarakat

Mobilitas sosial secara langsung memengaruhi struktur masyarakat karena menunjukkan bahwa stratifikasi sosial bukanlah sistem yang kaku, melainkan sesuatu yang dapat berubah. Dalam masyarakat dengan mobilitas sosial tinggi, perubahan status yang dialami individu atau kelompok menunjukkan keterbukaan sosial dan kesempatan untuk mengubah kehidupan melalui pendidikan, pekerjaan, atau kesempatan ekonomi.

Kajian oleh para sosiolog menunjukkan bahwa struktur sosial berkembang seiring dengan perubahan pola mobilitas sosial. Di masyarakat yang memiliki lapisan sosial yang relatif terbuka, individu memiliki kemungkinan lebih besar untuk berpindah lapisan sosialnya melalui kerja keras, pendidikan, atau peluang ekonomi. Sebaliknya, di masyarakat yang stratifikasinya tertutup, mekanisme mobilitas sosial rendah dan perubahan status sosial cenderung lebih sulit dicapai oleh anggota masyarakat yang berasal dari kelas bawah. [Lihat sumber Disini - repositori.uin-alauddin.ac.id]


Dampak Mobilitas Sosial terhadap Kehidupan Sosial

Mobilitas sosial membawa dampak signifikan terhadap kehidupan sosial baik bagi individu maupun masyarakat secara umum:

Peningkatan Kualitas Hidup

Mobilitas sosial vertikal naik biasanya diikuti oleh peningkatan taraf hidup, seperti akses yang lebih baik terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi yang lebih baik. Hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendorong perubahan pola hidup. [Lihat sumber Disini - ejournal.45mataram.ac.id]

Perubahan Pola Interaksi Sosial

Pergerakan sosial juga memengaruhi pola interaksi antar kelompok. Individu atau kelompok yang mengalami mobilitas sosial tinggi mungkin akan berinteraksi dalam jaringan sosial yang berbeda dibandingkan sebelumnya, yang dapat memperluas cakupan pengaruh sosial mereka.

Ketidaksetaraan Sosial

Meskipun mobilitas sosial membuka kesempatan perubahan status, tidak semua masyarakat menikmati peluang yang sama. Ketidaksetaraan dalam akses pendidikan, kesempatan kerja atau modal sosial dapat memperlebar jurang antara kelompok atas dan bawah, sehingga memperkuat stratifikasi sosial yang ada. [Lihat sumber Disini - ejournal.45mataram.ac.id]


Kesimpulan

Mobilitas sosial adalah proses dinamis di mana individu atau kelompok sosial berpindah dari satu posisi sosial ke posisi lain dalam struktur masyarakat, mencerminkan perubahan status, pekerjaan, atau tingkat sosial ekonomi. Mobilitas sosial mencakup berbagai bentuk, termasuk mobilitas vertikal dan horizontal, serta intragenerasi dan antargenerasi. Berbagai faktor, seperti pendidikan, kondisi ekonomi, latar belakang keluarga, dan kebijakan sosial, berperan penting dalam menentukan peluang mobilitas sosial. Fenomena mobilitas sosial membawa dampak luas terhadap struktur sosial dan kehidupan sosial masyarakat, baik dalam hal peningkatan kualitas hidup maupun tantangan yang berkaitan dengan ketidaksetaraan. Pemahaman mendalam mengenai mobilitas sosial membantu kita menilai sejauh mana masyarakat menyediakan kesempatan yang adil bagi anggotanya untuk mencapai kesejahteraan dan perubahan sosial positif.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Mobilitas sosial adalah proses perpindahan status atau kedudukan sosial individu maupun kelompok dalam struktur masyarakat, baik secara vertikal maupun horizontal, yang mencerminkan perubahan posisi sosial, ekonomi, atau pekerjaan.

Bentuk mobilitas sosial meliputi mobilitas vertikal naik dan turun, mobilitas horizontal, mobilitas intragenerasi, serta mobilitas antargenerasi yang menunjukkan perbedaan waktu dan arah pergerakan status sosial.

Mobilitas sosial vertikal melibatkan perubahan tingkat status sosial, baik naik maupun turun, sedangkan mobilitas sosial horizontal merupakan perpindahan status sosial yang sejajar tanpa perubahan tingkat prestise sosial.

Faktor yang memengaruhi mobilitas sosial antara lain pendidikan, kondisi ekonomi, kesempatan kerja, latar belakang keluarga, modal sosial, serta kebijakan publik dan struktur sosial masyarakat.

Mobilitas sosial penting karena menunjukkan tingkat keterbukaan struktur sosial, memperluas kesempatan hidup individu, meningkatkan kesejahteraan sosial, serta memengaruhi dinamika dan integrasi dalam kehidupan masyarakat.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pola Mobilitas Pasien Stroke Pola Mobilitas Pasien Stroke: Konsep, Hambatan, dan Implikasi Rehabilitasi Gangguan Mobilitas Fisik Pasien Lansia Gangguan Mobilitas Fisik Lansia: Konsep, Determinan, dan Dampak Pola Mobilitas Post Operasi Pola Mobilitas Pasca Operasi: Konsep, Hambatan, dan Pemulihan Keterbatasan Aktivitas: Determinan Klinis dan Implikasi Perawatan Keterbatasan Aktivitas: Pengertian dan Faktor Teori Relativitas Sosial dalam Kajian Ilmiah Risiko Jatuh pada Lansia Kolaborasi Akademik Internasional: Strategi dan Dampak Risiko Intoleransi Aktivitas: Indikator dan Penanganannya Risiko Gangguan Integritas Kulit: Pencegahan dan Pengendalian Persepsi Ibu terhadap Penggunaan Birth Ball saat Persalinan Modernisasi: Konsep, Proses, dan Implikasi Sosial Luka Dekubitus: Tingkatan dan Pencegahannya Aktivitas Fisik Lansia Globalisasi Budaya: Konsep dan Implikasi Sosial Ketidaknyamanan Fisik: Jenis dan Penanganan Kebudayaan Kontemporer: Konsep, Unsur, dan Ciri
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna