Terakhir diperbarui: 09 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 9 January). Kepedulian Sosial: Konsep, Faktor, dan Ekspresi Sosial. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kepedulian-sosial-konsep-faktor-dan-ekspresi-sosial 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kepedulian Sosial: Konsep, Faktor, dan Ekspresi Sosial - SumberAjar.com

Kepedulian Sosial: Konsep, Faktor, dan Ekspresi Sosial

Pendahuluan

Kepedulian sosial merupakan fenomena penting dalam kehidupan masyarakat modern yang mencerminkan kualitas hubungan antar-individu dan kelompok di dalam suatu komunitas. Sikap peduli terhadap sesama memungkinkan terjadinya interaksi sosial yang harmonis, rasa saling menghormati, serta kesiapsiagaan dalam membantu individu lain yang mengalami kesulitan. Kepedulian sosial bukan sekadar respons emosional terhadap penderitaan orang lain, tetapi juga wujud nyata dari empati, solidaritas, dan tanggung jawab sosial yang berkontribusi pada stabilitas dan kohesi dalam masyarakat luas. Kajian akademik mengenai fenomena ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial berkaitan erat dengan nilai-nilai kemanusiaan, serta merupakan bagian fundamental dari pembentukan karakter dan hubungan sosial yang sehat dalam konteks kehidupan bersama.[Lihat sumber Disini - jurnal.untan.ac.id]


Definisi Kepedulian Sosial

Definisi Kepedulian Sosial Secara Umum

Kepedulian sosial secara umum diartikan sebagai sikap dan perilaku yang menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan serta kebutuhan orang lain, khususnya kepada mereka yang mengalami kesulitan atau kondisi sosial kurang menguntungkan. Sikap ini mencakup empati, simpati, dan tindakan membantu yang dilakukan tanpa pamrih, yang mencerminkan keterhubungan antar-manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Konsep ini menggarisbawahi bahwa kepedulian sosial muncul dari rasa tanggung jawab individu untuk menjamin kesejahteraan orang lain di dalam lingkungan sosialnya, baik secara langsung maupun tidak langsung.[Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Kepedulian Sosial dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kepedulian sosial didefinisikan sebagai “sikap mengindahkan atau memprihatinkan sesuatu yang terjadi dalam masyarakat”. Pernyataan ini menegaskan bahwa kepedulian sosial bukan hanya sekadar perhatian pasif, tetapi merupakan bentuk keprihatinan aktif terhadap kondisi sosial yang memerlukan respon atau tindakan dari individu atau kelompok dalam masyarakat.[Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Kepedulian Sosial Menurut Para Ahli

  1. Menurut Darmiyati Zuchdi, kepedulian sosial adalah sikap dan tindakan yang selalu ingin memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, yang mencerminkan nilai moral dan tanggung jawab sosial individu dalam konteks komunitasnya.[Lihat sumber Disini - gramedia.com]

  2. Dalam kajian literatur pendidikan, kepedulian sosial dianggap sebagai karakter yang mencakup empati dan kesediaan untuk meningkatkan kesejahteraan orang lain melalui tindakan moral yang positif.[Lihat sumber Disini - jbasic.org]

  3. Literatur pedagogi menjelaskan bahwa kepedulian sosial merupakan refleksi dari karakter yang berkembang melalui interaksi sosial yang positif, mencakup sikap peduli yang ditunjukkan dalam kegiatan nyata seperti gotong royong atau aktivitas sosial lainnya.[Lihat sumber Disini - jbasic.org]

  4. Secara sosiologis, kepedulian sosial bisa dilihat sebagai aspek perilaku manusia yang berkaitan dengan respons terhadap situasi sosial di sekitarnya, berupa tindakan memperhatikan, mendukung, dan terlibat aktif dalam membantu individu atau kelompok dalam kondisi kesulitan.[Lihat sumber Disini - repository.uinbanten.ac.id]


Bentuk-Bentuk Kepedulian Sosial

Kepedulian sosial tercermin dalam berbagai bentuk manifestasi tindakan yang dilakukan individu atau kelompok untuk membantu memenuhi kebutuhan sosial orang lain. Manifestasi ini dapat terjadi dalam lingkup keluarga, komunitas, maupun masyarakat luas. Bentuk-bentuk kepedulian sosial antara lain:

  1. Bantuan Materiil, memberikan bantuan berupa kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, atau layanan kesehatan kepada kelompok yang membutuhkan. Bentuk ini sering terlihat dalam kegiatan sosial organisasi atau komunitas yang menyalurkan bantuan langsung kepada mereka yang kurang mampu.[Lihat sumber Disini - repository.uinsaizu.ac.id]

  2. Bantuan Non-Materiil, berupa dukungan emosional, perhatian, dan keterlibatan dalam kegiatan sosial yang bertujuan memperkuat hubungan sosial antar-anggota masyarakat. Misalnya kunjungan kepada orang sakit untuk memberikan semangat dan dukungan moral.[Lihat sumber Disini - repository.uinbanten.ac.id]

  3. Partisipasi dalam Kegiatan Sosial, bentuk kepedulian yang muncul saat individu terlibat aktif dalam kegiatan kelompok yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan komunitas, seperti gotong royong membersihkan lingkungan, kegiatan donor darah, atau aksi solidaritas dalam perayaan sosial.[Lihat sumber Disini - repository.uinsaizu.ac.id]

  4. Advokasi Sosial, termasuk bentuk kepedulian yang lebih struktural, yaitu upaya memperjuangkan perubahan sosial melalui advokasi isu-isu sosial di tingkat kebijakan, seperti kampanye kesetaraan, pendidikan hak asasi, dan pengentasan kemiskinan. Bentuk ini menunjukkan keterlibatan dalam proses pembentukan serta perbaikan sistem sosial untuk kesejahteraan umum.[Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  5. Kepedulian Situasional, berupa respons terhadap kondisi khusus seperti bencana alam atau kondisi darurat sosial, di mana individu atau kelompok merasa tergerak untuk membantu secara cepat dan efektif dalam mengurangi dampak sosial dari kejadian tersebut.[Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Setiap bentuk kepedulian sosial memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan sosial dan memperluas jaringan solidaritas dalam masyarakat, yang pada akhirnya turut memperkokoh kohesi sosial di tingkat komunitas yang lebih luas.


Faktor Internal Pembentuk Kepedulian Sosial

Pembentukan kepedulian sosial tidak terjadi secara otomatis, melainkan dipengaruhi oleh sejumlah faktor internal yang berkaitan dengan karakteristik individu itu sendiri. Faktor-faktor internal ini memainkan peran penting dalam menentukan sejauh mana seseorang mampu menunjukkan sikap peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Beberapa faktor internal tersebut antara lain:

  1. Empati dan Kesadaran Emosional, Individu yang memiliki tingkat empati tinggi dan mampu memahami perasaan orang lain cenderung menunjukkan kepedulian sosial yang lebih kuat. Empati memfasilitasi kemampuan seseorang untuk merasakan apa yang dialami pihak lain, sehingga memperkuat motivasi untuk membantu.[Lihat sumber Disini - jaincollege.ac.in]

  2. Nilai Pribadi dan Moral, keyakinan pribadi dan nilai moral yang dianut seseorang juga turut membentuk sikap kepedulian sosial. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, kejujuran, dan rasa kemanusiaan mendorong individu untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial.[Lihat sumber Disini - jbasic.org]

  3. Kompetensi Sosial, kemampuan interpersonal yang mencakup keterampilan berkomunikasi, kerja sama, dan penghargaan terhadap keberagaman sosial juga memperkuat motivasi seseorang untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial bersama. Individu dengan kompetensi sosial tinggi cenderung lebih peka terhadap kondisi sosial dan lebih proaktif dalam membantu.[Lihat sumber Disini - jaincollege.ac.in]

  4. Pengalaman Hidup, pengalaman pribadi seperti tumbuh dalam lingkungan yang peduli atau pernah terlibat langsung dalam kegiatan kemanusiaan dapat meningkatkan kesadaran sosial seseorang, sehingga memperkuat tendensi mereka untuk peduli terhadap kebutuhan orang lain.[Lihat sumber Disini - jbasic.org]

Faktor-faktor internal tersebut saling terkait dan dapat berubah seiring waktu berdasarkan pengalaman hidup serta interaksi dengan lingkungan sosial, sehingga pembentukan kepedulian sosial bukanlah proses yang statis tetapi terus berkembang sepanjang hidup individu.


Faktor Lingkungan dalam Kepedulian Sosial

Selain faktor internal, lingkungan sosial juga memainkan peran penting dalam pembentukan sikap kepedulian sosial. Lingkungan menyediakan konteks sosial yang mempengaruhi bagaimana seseorang memandang serta bereaksi terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Faktor-faktor lingkungan yang signifikan antara lain:

  1. Keluarga, keluarga adalah agen sosialisasi pertama dan utama yang memperkenalkan nilai-nilai sosial kepada individu sejak dini. Pola asuh yang menanamkan nilai kerja sama, empati, dan tanggung jawab sosial cenderung menghasilkan individu yang memiliki kepedulian sosial tinggi.[Lihat sumber Disini - jbasic.org]

  2. Sekolah dan Institusi Pendidikan, lembaga pendidikan tidak hanya mentransfer pengetahuan tetapi juga nilai-nilai sosial. Melalui kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler, individu belajar kerja sama, toleransi, serta tanggung jawab terhadap orang lain, yang memperkuat sikap peduli dalam konteks sosial.[Lihat sumber Disini - ejournal.pustakakaryamandiri.com]

  3. Komunitas dan Lingkungan Sosial, lingkungan masyarakat yang aktif melakukan interaksi sosial, seperti kehidupan RT/RW, organisasi masyarakat, atau kegiatan relawan, menciptakan kesempatan bagi anggotanya untuk berpartisipasi dalam aktivitas sosial yang mendukung perkembangan sikap peduli terhadap sesama.[Lihat sumber Disini - jbasic.org]

  4. Media dan Teknologi, media massa dan platform digital dapat mempengaruhi kesadaran sosial masyarakat dengan memperluas informasi tentang isu-isu sosial dan menciptakan ruang diskusi yang lebih luas, sehingga dapat meningkatkan pemahaman serta motivasi untuk bertindak peduli.[Lihat sumber Disini - jbasic.org]

Faktor lingkungan ini memberikan struktur serta konteks sosial yang memungkinkan individu untuk menginternalisasi nilai-nilai sosial dan menghidupkannya melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.


Ekspresi Kepedulian Sosial dalam Kehidupan Masyarakat

Ekspresi kepedulian sosial mencerminkan bagaimana nilai-nilai peduli diwujudkan dalam tindakan nyata di masyarakat. Bentuk ekspresi ini bisa bersifat individual maupun kolektif, dan sering kali terlihat dalam berbagai aktivitas sosial, termasuk:

  1. Gotong Royong dan Kerja Sama Komunitas, kegiatan bersama seperti membersihkan lingkungan, membangun fasilitas umum, atau membantu korban bencana merupakan manifestasi konkrit kepedulian sosial yang memperkuat hubungan sosial di lingkungan setempat.[Lihat sumber Disini - repository.uinsaizu.ac.id]

  2. Donor Darah dan Bantuan Kemanusiaan, aktivitas seperti donor darah, program pembagian sembako, atau pelayanan kesehatan gratis merupakan bentuk kontribusi kolektif yang menunjukkan rasa tanggung jawab sosial terhadap kesejahteraan umum.[Lihat sumber Disini - repository.uinsaizu.ac.id]

  3. Advokasi dan Partisipasi Publik, keterlibatan dalam aksi sosial untuk memperjuangkan hak-hak kelompok marginal atau isu-isu sosial seperti keadilan, kesetaraan, dan akses layanan publik menunjukkan kepedulian yang lebih struktural terhadap perubahan sosial.[Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  4. Relawan dan Organisasi Sosial, keterlibatan sebagai relawan di organisasi sosial, yayasan, atau lembaga bantuan merupakan bentuk ekspresi yang sistematis dan berkelanjutan dari kepedulian sosial, di mana individu berkontribusi secara terorganisir untuk tujuan sosial tertentu.[Lihat sumber Disini - repository.uinsaizu.ac.id]

Ekspresi-ekspresi tersebut menunjukkan ragam cara masyarakat memperluas kepedulian sosial dari sekadar respons emosional menjadi tindakan kolektif yang berdampak luas bagi komunitas.


Dampak Kepedulian Sosial terhadap Kohesi Sosial

Kepedulian sosial memiliki peran penting dalam memperkuat kohesi sosial, yakni kualitas hubungan sosial yang menumbuhkan rasa saling percaya, kerja sama, dan identitas bersama dalam masyarakat. Kohesi sosial secara umum diartikan sebagai kondisi hubungan antar-anggota yang kuat dan saling mendukung sehingga tercipta rasa kebersamaan dan orientasi terhadap kebaikan bersama.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  1. Memperkuat Rasa Solidaritas, ketika individu memperhatikan kesejahteraan orang lain dan terlibat aktif dalam kegiatan sosial, hal ini membangun rasa solidaritas yang lebih besar antar-anggota masyarakat. Solidaritas ini menjadi landasan utama bagi terbentuknya kohesi sosial yang kuat.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  2. Meningkatkan Rasa Kepercayaan dan Keterhubungan, interaksi sosial yang dipicu oleh aksi nyata kepedulian menciptakan ikatan emosional dan kepercayaan antar individu maupun kelompok, yang merupakan komponen penting dari kohesi sosial.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  3. Mengurangi Konflik Sosial, masyarakat yang menunjukkan kepedulian sosial cenderung memiliki mekanisme internal yang kuat untuk menyelesaikan konflik secara damai karena individu lebih peduli terhadap kesejahteraan bersama dan menciptakan ruang dialog yang produktif.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  4. Meningkatkan Stabilitas Sosial, kohesi sosial yang didukung oleh rasa saling peduli memperkuat stabilitas masyarakat karena jaringan sosial yang kuat menciptakan kapasitas kolektif untuk menghadapi berbagai tantangan dan perubahan sosial.[Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Dampak-dampak ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial bukan hanya sekadar nilai moral, tetapi juga faktor kunci dalam membentuk struktur sosial yang kohesif, inklusif, dan berkelanjutan.


Kesimpulan

Kepedulian sosial merupakan konsep yang mencerminkan perhatian individu terhadap kesejahteraan sosial orang lain yang diwujudkan melalui tindakan nyata serta tanggung jawab sosial. Secara umum, kepedulian sosial mencakup empati, solidaritas, dan tindakan membantu yang muncul dari nilai-nilai internal serta dipengaruhi oleh lingkungan sosial seperti keluarga, sekolah, komunitas, dan media. Bentuk ekspresinya sangat beragam, termasuk bantuan materiil, partisipasi dalam kegiatan sosial, serta advokasi perubahan sosial. Lebih jauh lagi, kepedulian sosial memiliki dampak signifikan terhadap kohesi sosial, memperkuat solidaritas, kepercayaan, dan stabilitas dalam masyarakat. Dengan demikian, kepedulian sosial merupakan fondasi penting bagi terciptanya masyarakat yang inklusif, harmonis, dan responsif terhadap kebutuhan bersama.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kepedulian sosial adalah sikap dan perilaku individu yang menunjukkan perhatian, empati, serta kesediaan membantu orang lain dalam kehidupan bermasyarakat, terutama terhadap individu atau kelompok yang membutuhkan.

Kepedulian sosial penting karena dapat memperkuat hubungan antarindividu, menumbuhkan solidaritas, mengurangi konflik sosial, serta meningkatkan kohesi dan stabilitas dalam masyarakat.

Bentuk kepedulian sosial meliputi bantuan materiil, bantuan non-materiil, partisipasi dalam kegiatan sosial, gotong royong, kegiatan kemanusiaan, serta advokasi sosial untuk kepentingan bersama.

Kepedulian sosial dipengaruhi oleh faktor internal seperti empati, nilai moral, dan pengalaman hidup, serta faktor lingkungan seperti keluarga, pendidikan, komunitas, dan pengaruh media.

Kepedulian sosial berdampak positif terhadap kohesi sosial dengan memperkuat rasa solidaritas, meningkatkan kepercayaan antaranggota masyarakat, serta menciptakan stabilitas dan keharmonisan sosial.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Ekspresi Emosi: Bentuk dan Faktor Budaya Perilaku Caring Perawat: Makna dan Implikasi Pelayanan Globalisasi Budaya: Konsep dan Implikasi Sosial Sensitivitas Sosial: Konsep dan Empati Perilaku Caring dalam Keperawatan Kebudayaan Kontemporer: Konsep, Unsur, dan Ciri Empati: Pengertian, Jenis, dan Peran dalam Interaksi Faktor yang Mempengaruhi Diet Vegetarian Budaya Digital: Konsep dan Perubahan Pola Interaksi Perubahan Pola Komunikasi Pasien: Konsep, Penyebab, dan Implikasi Nilai Sosial: Konsep dan Fungsi dalam Masyarakat Budaya Populer: Konsep dan Konstruksi Sosial Modal Sosial: Konsep dan Bentuk-Bentuknya Persepsi Sosial: Pengertian, Faktor, dan Contohnya Dukungan Sosial: Konsep dan Kesejahteraan Konsep Realitas Sosial: Definisi dan Analisis Teori Hermeneutika Gadamer: Konsep dan Relevansi Kecerdasan Emosional: Komponen dan Pengaruhnya dalam Belajar Kearifan Lokal: Konsep dan Fungsinya dalam Masyarakat Stabilitas Emosi: Konsep dan Implikasi Perilaku
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna