Terakhir diperbarui: 08 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 8 January). Representasi Sosial: Konsep dan Pembentukan Makna. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/representasi-sosial-konsep-dan-pembentukan-makna 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Representasi Sosial: Konsep dan Pembentukan Makna - SumberAjar.com

Representasi Sosial: Konsep dan Pembentukan Makna

Pendahuluan

Representasi sosial merupakan sebuah fenomena yang fundamental dalam memahami bagaimana individu-individu dalam masyarakat memaknai dunia sosial mereka, bagaimana makna tersebut dibentuk, dan bagaimana makna itu kemudian tersebar dan dipahami oleh banyak orang di dalam suatu komunitas atau kelompok sosial. Fenomena ini sangat relevan dalam kehidupan modern, termasuk di era digital saat ini, di mana media komunikasi dan interaksi sosial terus berkembang pesat. Representasi sosial melibatkan sistem nilai, ide, praktik sosial, serta simbol-simbol yang berfungsi untuk membantu orang berperilaku, berkomunikasi, serta memahami dunia dan realitas sosial mereka secara bersama. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, representasi sosial bukan hanya soal persepsi individu semata tetapi merupakan konstruksi makna yang diproduksi secara bersama yang kemudian mempengaruhi cara pandang kelompok terhadap realitas sosial tertentu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Definisi Representasi Sosial

Definisi Representasi Sosial Secara Umum

Representasi sosial secara umum mengacu pada kumpulan gagasan, nilai, keyakinan, dan praktik yang dimiliki dan dibagi oleh anggota suatu masyarakat tentang fenomena, objek, atau peristiwa tertentu. Konsep ini dideskripsikan sebagai suatu sistem pengetahuan sosial yang memungkinkan orang rasa bahwa mereka bisa memahami, berkomunikasi, dan berperilaku sesuai dengan realitas sosial yang ada di sekitarnya. Representasi sosial membantu membentuk pemahaman bersama di antara anggota kelompok, sehingga apa yang dianggap “real” dan “benar” dalam konteks sosial tertentu menjadi saling dipahami secara luas di antara mereka. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Representasi Sosial dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), representasi adalah perbuatan mewakili, keadaan diwakili, atau apa yang mewakili sesuatu. Arti ini menunjukkan bahwa representasi adalah bentuk aktivitas atau proses yang mengacu pada tindakan mengungkapkan atau menggambarkan suatu ide, fenomena atau realitas melalui simbol-simbol tertentu yang dapat dipahami oleh masyarakat luas. Dalam konteks representasi sosial, ini berarti bahwa representasi sosial bukan sekadar gambaran biasa, tetapi bentuk pemahaman kolektif yang menjadi pedoman bagaimana suatu kelompok memahami realitas sosial tertentu. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

Definisi Representasi Sosial Menurut Para Ahli

  1. Serge Moscovici

    Serge Moscovici, tokoh yang pertama kali mengembangkan teori representasi sosial dalam psikologi sosial, menjelaskan bahwa representasi sosial adalah sebuah sistem nilai, gagasan, dan praktik yang memungkinkan anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dan menguasai lingkungan sosial serta material mereka. Representasi sosial ini juga memberikan struktur pemahaman bersama sehingga memungkinkan komunikasi berlangsung secara efektif di dalam komunitas. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  2. Gérard Duveen & Barbara Lloyd

    Menurut Duveen dan Lloyd, representasi sosial menggabungkan aspek individual dan kolektif dalam proses sosialisasi sehingga pengetahuan bersama dibentuk melalui interaksi sosial dalam masyarakat. Dalam perspektif ini, representasi sosial adalah ruang lintas antara individu dan masyarakat di mana nilai dan makna diproduksi dan dibagi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Sandra Jovchelovitch

    Jovchelovitch menekankan bahwa representasi sosial merupakan ruang di mana objek sosial, subjek individu, dan aktivitas sosial bertemu di ranah publik. Hal ini menunjukkan bahwa representasi sosial bukan semata hasil pikiran individu tetapi produk interaksi sosial yang terus berubah sesuai konteks sosial. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  4. Jodelet (2006)

    Menurut Jodelet, istilah representasi sosial menunjuk pada produk serta proses pemikiran praktis masyarakat awam yang kemudian dielaborasikan secara sosial dengan gaya khas dari suatu kelompok tertentu dan kemudian dianut oleh anggota kelompok. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]


Fungsi Representasi Sosial

Representasi sosial memiliki sejumlah fungsi penting dalam kehidupan sosial, terutama berkaitan dengan bagaimana pemahaman bersama tentang suatu fenomena terbentuk dan dipertahankan dalam masyarakat. Salah satu fungsi utama representasi sosial adalah memberikan kerangka referensi atau taksonomi yang memudahkan orang untuk memahami serta berkomunikasi mengenai realitas sosial yang kompleks.

Pertama, representasi sosial berfungsi untuk membantu individu menyesuaikan diri dan mengorientasikan dirinya terhadap lingkungan sosial serta material di sekitarnya. Sistem nilai dan gagasan yang dibentuk melalui representasi sosial menyediakan panduan bagi anggota kelompok dalam berpikir, bertindak, serta berkomunikasi dalam konteks sosial di mana mereka berada. Hal ini juga memungkinkan individu dan kelompok untuk memahami fenomena baru dengan mengaitkannya ke struktur pemahaman sosial yang telah ada sebelumnya. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Kedua, representasi sosial juga memungkinkan terjadinya komunikasi di antara anggota komunitas dengan menyediakan simbol dan kode bersama yang digunakan untuk pertukaran sosial. Melalui kegiatan representasi sosial yang terjadi dalam interaksi sehari-hari, anggota komunitas dapat menamakan, mengklasifikasikan, serta memberikan makna terhadap aspek-aspek dari realitas sosial mereka sehingga tercipta sebuah kode interpretatif bersama yang dapat dipahami oleh banyak orang. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Ketiga, representasi sosial membantu menghasilkan stabilitas sosial dan pengertian bersama dalam suatu kelompok. Ketika suatu kelompok membentuk representasi sosial mengenai isu tertentu, pemahaman yang sama ini menciptakan landasan bagi pola komunikasi, perilaku sosial, serta ekspektasi anggota kelompok yang lebih konsisten dan koheren terhadap fenomena yang dimaksud. Representasi sosial memberikan kekuatan untuk mereproduksi pemahaman terhadap realitas sosial dari waktu ke waktu melalui proses sosial dan budaya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Proses Pembentukan Representasi Sosial

Pembentukan representasi sosial bukanlah proses yang terjadi secara instan tetapi merupakan hasil dari dinamika interaksi sosial yang kompleks di mana makna-makna tertentu dijalin secara terus-menerus dalam kehidupan sosial kelompok. Dalam teori representasi sosial yang dikemukakan oleh Serge Moscovici, dikenal dua proses utama yang menjadi dasar terbentuknya representasi sosial:

  1. Anchoring (Pengankeran)

    Anchoring merujuk pada proses di mana suatu fenomena baru dikaitkan atau diintegrasikan ke dalam struktur pengetahuan yang telah ada dalam suatu kelompok. Ini adalah proses di mana fenomena yang awalnya tidak dikenal atau abstrak dihubungkan dengan konsep-konsep yang sudah familiar dalam kelompok sehingga fenomena tersebut menjadi mudah dipahami dan terintegrasi dalam cara berpikir kelompok. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  2. Objectification (Objektifikasi)

    Objectification adalah proses di mana gagasan atau fenomena abstrak diubah menjadi sesuatu yang konkret, biasanya melalui simbol, gambar, kata, atau praktik nyata yang mencerminkan fenomena tersebut. Dengan kata lain, objektifikasi menjadikan aspek sosial abstrak itu tampak nyata dan dapat dirasakan oleh anggota masyarakat melalui bentuk-bentuk representasi visual, linguistik, atau simbolik. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Melalui kedua proses ini, representasi sosial terbentuk sebagai sistem pengetahuan sosial yang mendasari bagaimana kelompok memahami realitas tertentu. Selain itu, pembentukan representasi sosial juga sangat dipengaruhi oleh interaksi sosial, pengalaman bersama, serta konteks budaya di mana kelompok tersebut berada. Proses ini bersifat dinamis karena selalu terjadi negosiasi makna dalam praktik sosial sehari-hari. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Representasi Sosial dan Konstruksi Makna

Representasi sosial dan konstruksi makna saling terkait secara erat karena keduanya berkaitan dengan cara manusia memahami serta menciptakan makna atas realitas sosialnya. Representasi sosial menyediakan struktur interpretatif yang membantu individu dan kelompok dalam mengkonstruksi arti dari fenomena sosial. Konstruksi makna sendiri adalah proses di mana makna dibentuk melalui interaksi sosial, bahasa, simbol, serta pengalaman sejarah sosial suatu komunitas.

Dalam perspektif konstruksi sosial, realitas tidak dianggap sebagai sesuatu yang objektif dan independen, tetapi dibentuk melalui interaksi sosial dan bahasa yang digunakan oleh anggota masyarakat untuk menjelaskan, menafsirkan, dan memberi makna terhadap pengalaman mereka. Teori konstruksi sosial menjelaskan bahwa konsep-konsep seperti identitas sosial, nilai budaya, serta relasi kekuasaan diproduksi melalui praktik sosial dan wacana yang dipertukarkan di masyarakat. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Representasi sosial memainkan peran penting dalam konstruksi makna karena melalui representasi, fenomena sosial baru dihubungkan dengan pengetahuan yang sudah dikenal (anchoring) dan diwujudkan melalui simbol atau praktik konkret (objectification). Proses ini menciptakan pemahaman bersama tentang fenomena sosial yang kemudian menjadi bagian dari sistem makna kolektif suatu kelompok. Ketika representasi sosial bersifat stabil dalam kelompok tertentu, konstruksi makna yang terbangun pun bersifat koheren antar anggota kelompok dan membentuk norma interpretatif yang dominan di masyarakat. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Peran Media dalam Representasi Sosial

Media massa dan media sosial memainkan peran sentral dalam pembentukan dan penyebaran representasi sosial di masyarakat modern. Media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga bertindak sebagai agen utama dalam menciptakan, memperkuat, atau bahkan mengubah representasi sosial tentang fenomena sosial tertentu.

Melalui bahasa, gambar, narasi, dan simbol-simbol visual, media mampu membentuk cara pandang publik tentang isu sosial, kelompok masyarakat, atau peristiwa tertentu. Media menetapkan kerangka interpretatif yang sering kali menjadi dasar bagi pemahaman publik tentang realitas sosial. Media sosial, dengan keterlibatannya dalam menyediakan platform interaksi tak terbatas, begitu berpengaruh dalam pembentukan norma sosial, nilai budaya baru, serta identitas sosial yang menjadi bagian dari representasi sosial kelompok tertentu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Penelitian empiris terkait fenomena budaya populer di media sosial menunjukkan bagaimana praktik sosial tertentu, seperti kebiasaan “ngopi fancy” di kalangan generasi muda, telah berubah menjadi semacam representasi sosial tentang gaya hidup, status, dan budaya urban melalui platform digital seperti Instagram. Aktivitas ini bukan semata konsumsi kopi, tetapi telah mengandung arti simbolik yang luas yang mencerminkan identitas sosial yang dibentuk melalui interaksi sosial di ruang digital. [Lihat sumber Disini - ejournal.widyamataram.ac.id]


Representasi Sosial dalam Kehidupan Masyarakat

Representasi sosial hadir dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari citra sosial tentang kelompok tertentu, stereotip budaya, hingga konstruksi makna atas isu sosial seperti gender, etnisitas, atau peran sosial di dalam komunitas lokal. Dalam studi kasus yang dilakukan di konteks komunitas perempuan pendukung sepak bola, misalnya, representasi sosial dibentuk melalui interaksi kolektif, pengalaman bersama, serta simbol-simbol yang digunakan dalam komunitas untuk memperkuat identitas dan peran sosial mereka secara kolektif. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]

Dalam kehidupan masyarakat luas, representasi sosial juga tercermin dalam cara komunitas memahami dan merespons isu sosial seperti kemiskinan, urbanisasi, dan pembangunan kota. Representasi sosial tentang “kota” pada komunitas miskin di perkotaan menunjukkan bagaimana kelompok tersebut memaknai kota sebagai tempat mencari mata pencaharian dan tantangan dalam kehidupan sosial mereka. [Lihat sumber Disini - journal.ipb.ac.id]


Kesimpulan

Representasi sosial merupakan konsep utama dalam psikologi sosial dan sosiologi yang menjelaskan bagaimana sistem nilai, gagasan, dan praktik sosial dibentuk secara bersama dalam masyarakat untuk memahami realitas sosial. Konsep ini tidak hanya berkaitan dengan persepsi individu, tetapi melibatkan konstruksi makna kolektif yang diproduksi melalui interaksi sosial, bahasa, simbol, dan media. Representasi sosial berfungsi untuk membantu individu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, memfasilitasi komunikasi di antara anggota komunitas, serta menciptakan stabilitas makna bersama dalam kelompok sosial. Proses pembentukan representasi sosial melibatkan mekanisme seperti anchoring dan objectification yang memungkinkan fenomena baru diintegrasikan ke dalam pengetahuan yang sudah ada. Peran media juga sangat penting dalam pembentukan dan penyebaran representasi sosial di masyarakat modern, terutama melalui narasi visual dan interaksi digital yang mempengaruhi konstruksi makna sosial. Secara keseluruhan, representasi sosial berperan penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari karena membentuk bagaimana kelompok memahami dan merespons realitas sosial mereka.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Representasi sosial adalah sistem gagasan, nilai, dan makna yang dibentuk serta dibagikan secara kolektif oleh anggota masyarakat untuk memahami dan menafsirkan realitas sosial tertentu.

Tokoh utama dalam teori representasi sosial adalah Serge Moscovici, yang memperkenalkan konsep ini untuk menjelaskan bagaimana pengetahuan sosial terbentuk melalui interaksi dan komunikasi sosial.

Representasi sosial berfungsi sebagai kerangka pemahaman bersama, mempermudah komunikasi sosial, membantu individu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, serta menjaga stabilitas makna dalam kelompok masyarakat.

Pembentukan representasi sosial terjadi melalui dua proses utama, yaitu anchoring (pengaitan konsep baru dengan pengetahuan yang sudah ada) dan objectification (pengubahan gagasan abstrak menjadi bentuk konkret yang mudah dipahami).

Media berperan penting dalam membentuk, menyebarkan, dan memperkuat representasi sosial melalui bahasa, simbol, gambar, dan narasi yang mempengaruhi cara masyarakat memaknai realitas sosial.

Representasi sosial penting karena mempengaruhi cara individu dan kelompok memahami dunia sosial, membentuk sikap dan perilaku, serta menentukan bagaimana masyarakat merespons isu-isu sosial yang berkembang.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Representasi: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Kajian Ilmiah Sense of Meaning: Konsep dan Kesejahteraan Psikologis Analisis Konten Digital dalam Penelitian Sosial Hubungan antara Teori, Konsep, dan Model dalam Ilmu Konstruktivisme dalam Penelitian Kualitatif Analisis Naratif: Ciri dan Contoh Penggunaan Konsep Realitas Sosial: Definisi dan Analisis Habit Formation: Pembentukan Kebiasaan Penelitian Hermeneutik: Prinsip dan Tahapan Hegemoni: Pengertian, Karakteristik, dan Contoh dalam Kajian Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna Body Image: Definisi dan Faktor Pembentuk Perspektif Hermeneutik dalam Penelitian Sosial Analisis Visual dalam Kajian Media Pendekatan Kualitatif Fenomenologis: Prinsip dan Aplikasi Teori Relativitas Sosial dalam Kajian Ilmiah Penelitian Kualitatif Virtual: Metode dan Etika Skema Kognitif: Konsep dan Pembentukan Makna Derivasi: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Ilmu Pengetahuan Paradigma Interpretatif: Pengertian, Karakteristik, dan Aplikasi
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna