Terakhir diperbarui: 28 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 28 December). Health Behavior Penggunaan Obat: Konsep, Determinan, dan Pola. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/health-behavior-penggunaan-obat-konsep-determinan-dan-pola  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Health Behavior Penggunaan Obat: Konsep, Determinan, dan Pola - SumberAjar.com

Health Behavior Penggunaan Obat: Konsep, Determinan, dan Pola

Pendahuluan

Perilaku kesehatan (health behavior) dalam konteks penggunaan obat merupakan aspek penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat. Perilaku penggunaan obat tidak hanya mencerminkan bagaimana individu memilih, memperoleh, dan mengonsumsi obat, tetapi juga berkaitan dengan faktor pengetahuan, sikap, akses layanan kesehatan, budaya, dan lingkungan sosialnya. Dalam masyarakat modern saat ini, praktik swamedikasi atau pengobatan sendiri menjadi fenomena yang semakin umum, terutama dalam menangani penyakit ringan karena dianggap efektif, ekonomis, dan cepat apabila dibandingkan dengan konsultasi kesehatan profesional. Namun, praktik ini jika tidak dilandasi pengetahuan dan respons kesehatan yang benar dapat memicu risiko kesehatan seperti resistensi obat, interaksi obat yang tidak diinginkan, serta komplikasi lain yang merugikan kesehatan publik. Data survei di Indonesia menunjukkan bahwa persentase masyarakat yang melakukan pengobatan sendiri dalam sebulan terakhir relatif tinggi, menunjukkan tren perilaku penggunaan obat yang signifikan dalam masyarakat. [Lihat sumber Disini - jurnal.unw.ac.id]


Definisi Health Behavior Penggunaan Obat

Definisi Health Behavior Penggunaan Obat Secara Umum

Perilaku kesehatan penggunaan obat dapat dipahami sebagai rangkaian tindakan yang dilakukan oleh individu dalam memilih, memperoleh, dan mengonsumsi obat untuk mengatasi masalah kesehatan yang dialami. Tindakan ini dipengaruhi oleh faktor internal (pengetahuan, sikap, sejarah penyakit) dan eksternal (akses layanan kesehatan, media informasi, norma budaya) dan mencakup perilaku formal (melalui resep dokter) maupun informal (swamedikasi). Konsep ini sejalan dengan teori health-seeking behavior yang menggambarkan cara individu mencari solusi atas masalah kesehatannya termasuk melalui penggunaan obat-obatan yang tersedia secara bebas. [Lihat sumber Disini - jurnalnasional.ump.ac.id]

Definisi Health Behavior Penggunaan Obat dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah perilaku kesehatan dan penggunaan obat tidak diuraikan sebagai satu istilah khusus, namun kata “perilaku” didefinisikan sebagai keseluruhan tindakan atau reaksi seseorang atau sekelompok orang dalam menanggapi lingkungan fisik maupun sosialnya. Istilah “obat” sendiri didefinisikan sebagai zat atau campuran zat yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi untuk tujuan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, atau peningkatan kesehatan. Perilaku penggunaan obat secara implisit mencakup cara orang menggunakan obat sesuai atau tidak sesuai dengan resep dan aturan kesehatan umum. (KBBI secara umum menguraikan kata-kata ini melalui definisi dasar, diakses dari KBBI daring).

Definisi Health Behavior Penggunaan Obat Menurut Para Ahli

  1. Rosenstock et al. menjelaskan lewat Health Belief Model bahwa perilaku kesehatan termasuk penggunaan obat merupakan hasil dari persepsi individu terhadap ancaman penyakit, manfaat tindakan kesehatan, hambatan, serta faktor pemicu tindakan. Pendekatan ini membantu memprediksi dan memahami mengapa individu memilih cara tertentu dalam penggunaan obat. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Arrang et al. mendeskripsikan bahwa health-seeking behavior adalah tindakan individu dalam mencari pengobatan ketika sakit, dan salah satu bentuknya adalah praktik swamedikasi, termasuk penggunaan obat tanpa resep sebagai alat untuk mengatasi gejala ringan. [Lihat sumber Disini - jurnalnasional.ump.ac.id]

  3. Hadiq et al. menjelaskan bahwa swamedikasi adalah praktik penggunaan obat bebas untuk menangani gejala atau penyakit ringan secara mandiri, yang merupakan output dari perilaku health-seeking masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - jurnal.unw.ac.id]

  4. Utomo & Meiyanti menunjukkan bahwa perilaku penggunaan obat tradisional atau bebas termasuk bentuk perilaku kesehatan yang dipengaruhi demografis dan sosial, sehingga tidak terlepas dari aspek budaya dan lingkungan sosial dalam memilih jenis obat yang digunakan. [Lihat sumber Disini - scholarhub.ui.ac.id]


Konsep Health Behavior dalam Penggunaan Obat

Perilaku kesehatan dalam penggunaan obat menggabungkan konsep teori perilaku seperti Health Belief Model dan Health-Seeking Behavior yang menjelaskan bahwa individu bertindak berdasarkan persepsi risiko, manfaat, serta hambatan dalam mencari terapi. Konsep ini menjelaskan bahwa pengambilan keputusan terkait penggunaan obat bukan sekadar respons terhadap sakit, tetapi hasil interaksi antara pengetahuan seseorang terhadap gejala penyakit, pengalaman sebelumnya, sikap terhadap obat dan layanan kesehatan, serta norma sosial.

Misalnya, seseorang cenderung melakukan pengobatan sendiri ketika ia menganggap gejala yang dialami ringan dan dapat diatasi tanpa konsultasi dokter, menganggap manfaat obat bebas cukup tinggi, serta hambatan biaya atau waktu untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan dianggap signifikan. Teori ini juga menempatkan faktor pemicu (seperti informasi media) sebagai salah satu stimulus yang mendorong individu mengambil keputusan untuk menggunakan obat tertentu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Penggunaan obat yang dilakukan secara mandiri (swamedikasi) juga mencerminkan bentuk health-seeking behavior yang paling sering terjadi pada masyarakat dengan akses informasi yang mudah serta meningkatnya ketersediaan obat bebas di apotek. Swamedikasi menjadi pilihan dalam menangani penyakit ringan seperti demam, batuk, atau nyeri karena dianggap hemat biaya, tidak memerlukan resep dokter, dan cepat memberikan efek yang dirasakan. Namun, praktik ini juga dapat berisiko jika tidak didukung oleh pengetahuan yang cukup tentang dosis, efek samping, dan interaksi obat. [Lihat sumber Disini - jurnal.unw.ac.id]


Determinanan Individu dan Sosial Health Behavior

Faktor Individu

Determinant individu seperti pengetahuan tentang obat, riwayat penyakit, tingkat pendidikan, dan pengalaman personal terbukti mempengaruhi perilaku penggunaan obat. Studi menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan berhubungan signifikan dengan perilaku swamedikasi di kalangan mahasiswa, di mana mereka dengan pengetahuan yang baik cenderung melakukan swamedikasi dengan lebih bijak dibanding yang pengetahuannya rendah. [Lihat sumber Disini - jurnalnasional.ump.ac.id]

Selain itu, self-medication behavior pada ibu menyusui dipengaruhi oleh riwayat penyakit, harga obat, dan tingkat pendidikan, menunjukkan bahwa faktor individu seperti pengalaman penyakit sebelumnya sangat menentukan keputusan penggunaan obat tanpa resep. [Lihat sumber Disini - jurnalinterest.com]

Faktor Sosial

Faktor sosial seperti media informasi, dukungan keluarga atau teman, dan akses layanan kesehatan juga merupakan determinan penting. Media digital dan sosial sering menjadi sumber informasi obat yang memengaruhi keputusan individu untuk memilih swamedikasi, baik melalui iklan, artikel, atau grup diskusi online. [Lihat sumber Disini - jurnal.unw.ac.id]

Faktor sistem kesehatan seperti kepemilikan asuransi kesehatan turut mempengaruhi pola swamedikasi. Individu tanpa asuransi atau dengan akses layanan kesehatan yang terbatas lebih cenderung memilih pengobatan sendiri sebagai respon terhadap hambatan biaya atau waktu. [Lihat sumber Disini - scholarhub.ui.ac.id]


Pola Perilaku Penggunaan Obat di Masyarakat

Pola perilaku penggunaan obat di masyarakat Indonesia menunjukkan prevalensi swamedikasi yang tinggi untuk penyakit ringan. Beberapa penelitian menyatakan bahwa sebagian besar populasi, termasuk kelompok dewasa dan mahasiswa, pernah melakukan praktik penggunaan obat secara mandiri dalam mengatasi gejala ringan tanpa resep medis. [Lihat sumber Disini - jurnal.unw.ac.id]

Pola ini dipengaruhi oleh level pendidikan dan informasi yang diperoleh dari media serta pengalaman pribadi dalam mengatasi gejala sebelumnya. Kelompok usia produktif cenderung lebih sering menggunakan obat bebas, sedangkan kelompok dengan pengalaman penyakit serius sebelumnya mungkin lebih hati-hati. [Lihat sumber Disini - jurnalnasional.ump.ac.id]

Selain itu, peningkatan penggunaan aplikasi digital edukatif kesehatan seperti E-Farmasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat yang lebih rasional, meskipun perubahan perilaku tidak langsung dapat diukur tanpa evaluasi lanjutan. [Lihat sumber Disini - jurnal.unw.ac.id]


Dampak Health Behavior terhadap Hasil Terapi

Perilaku penggunaan obat yang tidak rasional seperti penggunaan dosis yang tidak sesuai, pengobatan tanpa resep, atau kombinasi obat tanpa pertimbangan interaksi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan. Praktik swamedikasi tanpa pengetahuan adekuat dapat mengakibatkan resistensi obat, efek samping yang tidak diinginkan, serta keterlambatan pengobatan penyakit serius. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]

Sebaliknya, perilaku penggunaan obat yang tepat dan rasional, termasuk konsultasi dokter, mengikuti resep, serta memahami petunjuk penggunaan, mendukung hasil terapi yang optimal dan meminimalkan risiko efek samping buruk. Strategi edukasi dan promosi kesehatan memiliki peran penting dalam memperbaiki hasil tersebut.


Faktor Budaya dan Lingkungan dalam Penggunaan Obat

Budaya lokal seperti kepercayaan terhadap jamu atau obat tradisional juga menjadi bagian dari pola penggunaan obat di masyarakat. Preferensi terhadap pengobatan tradisional sering kali didasari oleh faktor budaya dan kepercayaan tradisional yang kuat di berbagai komunitas masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan atau komunitas adat tertentu. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikeskesosi.ac.id]

Lingkungan sosial seperti dukungan keluarga, norma masyarakat, dan kebiasaan komunitas juga berkontribusi dalam menentukan jenis obat yang dipilih dan seberapa cepat individu mengambil keputusan untuk menggunakan obat tertentu.


Strategi Perubahan Perilaku Penggunaan Obat

Strategi perubahan perilaku penggunaan obat mencakup edukasi kesehatan, promosi informasi yang benar melalui media digital, serta integrasi layanan konseling farmasi di masyarakat. Intervensi teknologi seperti aplikasi edukatif berbasis Android terbukti dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan obat yang tepat dan aman. [Lihat sumber Disini - jurnal.unw.ac.id]

Selain itu, kampanye awareness melalui media sosial, penyuluhan oleh tenaga kesehatan di komunitas, serta akses informasi valid melalui sumber terpercaya adalah strategi penting untuk mendorong perubahan perilaku dari swamedikasi yang sembarangan menjadi praktik penggunaan obat yang lebih rasional dan beretika.


Kesimpulan

Perilaku kesehatan dalam penggunaan obat merupakan fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh kombinasi faktor individu, sosial, budaya, dan lingkungan. Praktik swamedikasi yang menjadi bagian dari health behavior masyarakat harus dipahami melalui pendekatan edukasi, promosi kesehatan, dan penguatan literasi obat untuk meminimalkan risiko kesehatan yang tidak diinginkan. Interaksi antara pengetahuan, akses informasi, pengalaman pribadi, serta faktor budaya menentukan bagaimana individu mengambil keputusan terkait penggunaan obat. Strategi yang efektif melibatkan peningkatan akses informasi yang valid, intervensi edukatif berbasis teknologi, serta peran aktif layanan kesehatan untuk membimbing masyarakat menuju penggunaan obat yang bijak dan bertanggung jawab.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Health behavior penggunaan obat adalah perilaku individu atau masyarakat dalam memilih, memperoleh, menggunakan, dan mengevaluasi obat berdasarkan pengetahuan, sikap, pengalaman, serta pengaruh lingkungan sosial dan budaya.

Perilaku penggunaan obat sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap keberhasilan terapi, keselamatan pasien, pencegahan efek samping obat, serta pengendalian risiko seperti resistensi obat dan kesalahan penggunaan.

Faktor yang memengaruhi health behavior penggunaan obat meliputi pengetahuan dan pendidikan individu, pengalaman sakit, akses layanan kesehatan, media informasi, dukungan sosial, kondisi ekonomi, serta faktor budaya dan lingkungan.

Swamedikasi merupakan salah satu bentuk health behavior, yaitu perilaku individu dalam mengobati gejala penyakit ringan secara mandiri menggunakan obat bebas tanpa resep, yang dipengaruhi oleh persepsi risiko, manfaat, dan kemudahan akses obat.

Perilaku penggunaan obat yang rasional dapat meningkatkan efektivitas terapi dan keselamatan pasien, sedangkan perilaku yang tidak tepat berisiko menurunkan hasil terapi, menimbulkan efek samping, dan memperburuk kondisi kesehatan.

Edukasi berperan penting dalam meningkatkan literasi obat, membentuk sikap positif terhadap penggunaan obat rasional, serta membantu masyarakat membuat keputusan yang aman dan bertanggung jawab dalam penggunaan obat.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Health Seeking Behavior Health Seeking Behavior Health Seeking Behavior: Konsep, Determinan Sosial, dan Akses Health Seeking Behavior: Konsep, Determinan Sosial, dan Akses Interaksi Obat: Pengertian dan Contoh Interaksi Obat: Pengertian dan Contoh Self-Care Behavior: Konsep dan Kemandirian Self-Care Behavior: Konsep dan Kemandirian Keamanan Penggunaan Obat Selama Puasa Keamanan Penggunaan Obat Selama Puasa Penggunaan Obat Tanpa Resep Penggunaan Obat Tanpa Resep Pengaruh Minuman Bersoda terhadap Efektivitas Obat Pengaruh Minuman Bersoda terhadap Efektivitas Obat Risiko Interaksi Obat pada Lansia Risiko Interaksi Obat pada Lansia Penggunaan Obat Rasional: Konsep, Prinsip Terapi, dan Implikasi Penggunaan Obat Rasional: Konsep, Prinsip Terapi, dan Implikasi Pola Penggunaan Obat pada Pasien Rawat Inap Pola Penggunaan Obat pada Pasien Rawat Inap Rasionalitas Penggunaan Obat Rasionalitas Penggunaan Obat Efek Interaksi Obat terhadap Terapi Hipertensi Efek Interaksi Obat terhadap Terapi Hipertensi Evaluasi Interaksi Obat pada Pasien Multimorbid Evaluasi Interaksi Obat pada Pasien Multimorbid Interaksi Obat: Konsep, Risiko Klinis, dan Pencegahan Interaksi Obat: Konsep, Risiko Klinis, dan Pencegahan Penggunaan Obat OTC pada Keluhan Ringan Penggunaan Obat OTC pada Keluhan Ringan Pengetahuan Masyarakat tentang Obat Bebas Pengetahuan Masyarakat tentang Obat Bebas Persepsi Pasien terhadap Obat Lepas Lambat Persepsi Pasien terhadap Obat Lepas Lambat Risiko Interaksi Suplemen-Obat Risiko Interaksi Suplemen-Obat Obat OTC: Konsep, Keamanan Penggunaan, dan Rasionalitas Obat OTC: Konsep, Keamanan Penggunaan, dan Rasionalitas Evaluasi Ketepatan Penggunaan Obat Batuk Evaluasi Ketepatan Penggunaan Obat Batuk
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…