Terakhir diperbarui: 06 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 6 January). Self-Care Behavior: Konsep dan Kemandirian. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/selfcare-behavior-konsep-dan-kemandirian  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Self-Care Behavior: Konsep dan Kemandirian - SumberAjar.com

Self-Care Behavior: Konsep dan Kemandirian

Pendahuluan

Kesehatan bukan sekadar tidak sakit, tetapi juga mencakup kemampuan seseorang untuk merawat dirinya secara aktif dalam kehidupan sehari-hari. Ada satu konsep yang semakin penting dalam ilmu kesehatan dan psikologi, yaitu self-care behavior atau perilaku perawatan diri. Konsep ini relevan dalam menghadapi tantangan kehidupan modern dimana stres, tekanan sosial, dan gangguan kesehatan mental meningkat tajam. Self-care behavior merupakan kunci untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup individu, karena melalui perilaku ini seseorang dapat mencegah penyakit, mengelola stres, serta meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental. Seiring perkembangan penelitian, self-care behavior dianggap bukan sekadar aktivitas rutin, tetapi sebagai sebuah perilaku aktif yang mencerminkan kesadaran, pengendalian diri, dan kemandirian individu dalam mengatur kesehatannya secara holistik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Definisi Self-Care Behavior

Definisi Self-Care Behavior Secara Umum

Self-care behavior merupakan serangkaian tindakan yang dilakukan seseorang secara sadar dan sengaja untuk menjaga kesehatannya, mencegah penyakit, mengelola gejala, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Perilaku ini mencakup aktivitas fisik, emosional, psikologis, dan sosial yang mendukung kesehatan individu. Dalam literatur kesehatan, self-care tidak hanya merujuk pada kegiatan sederhana seperti pola makan sehat atau olahraga, tetapi merupakan sebuah perilaku yang terencana dan berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas hidup. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Definisi Self-Care Behavior dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), self-care atau perawatan diri didefinisikan sebagai “upaya individu untuk menjaga dan merawat dirinya sendiri agar tetap sehat secara fisik dan psikologis”. Definisi ini menekankan bahwa self-care merupakan konsep yang intrinsik dengan kesehatan seseorang dan merupakan bagian penting dari kesejahteraan hidup. (*)

Definisi Self-Care Behavior Menurut Para Ahli

  1. Martínez et al. (2021) mendefinisikan self-care sebagai kemampuan individu untuk merawat dirinya sendiri melalui kesadaran (awareness), pengendalian diri (self-control), dan kemandirian (self-reliance) dengan tujuan mempertahankan atau meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  2. Menurut World Health Organization (WHO), self-care adalah kemampuan individu, keluarga, dan komunitas untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan, mencegah penyakit, serta mengatasi kondisi sakit dengan atau tanpa dukungan tenaga kesehatan. [Lihat sumber Disini - yakestelkom.or.id]

  3. Barlow & Phelan dalam studi psikologi mengartikan self-care sebagai tindakan yang mencakup kesejahteraan fisik, emosional, mental, dan spiritual, serta penting dalam menjaga kesehatan psikologis individu. [Lihat sumber Disini - jurnal.uns.ac.id]

  4. Dalam konteks perilaku kesehatan, self-care didefinisikan sebagai keputusan dan tindakan yang diambil individu untuk mencegah penyakit, memperbaiki kesehatan, dan mengatasi gejala atau komplikasi kondisi kronis. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]


Dimensi Self-Care Behavior

Self-care behavior bukanlah satu dimensi tunggal, tetapi terdiri dari berbagai dimensi yang saling berkaitan dan berkontribusi dalam proses perawatan diri yang menyeluruh.

Dimensi Fisik

Dimensi fisik mencakup perilaku yang secara langsung berhubungan dengan tubuh, seperti pola makan seimbang, olahraga teratur, tidur cukup, pemeriksaan kesehatan rutin, dan pengelolaan kondisi kesehatan kronis. Perilaku fisik merupakan komponen paling nyata dari self-care dan sering kali menjadi fokus utama dalam intervensi kesehatan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Dimensi Psikologis / Mental

Dimensi ini mencakup aktivitas yang berkontribusi pada stabilitas dan kesehatan mental, seperti strategi mengatasi stres, meditasi, relaksasi, keterlibatan sosial, serta kegiatan kreatif yang meningkatkan kesejahteraan psikologis. Penelitian menunjukkan bahwa praktik self-care secara teratur dapat mengurangi tingkat kecemasan dan depresi serta meningkatkan ketahanan emosional. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Dimensi Sosial dan Relasional

Perilaku perawatan diri juga mencakup hubungan sosial yang sehat, keterlibatan dalam komunitas, serta dukungan sosial dari keluarga dan teman. Dukungan sosial berperan penting dalam memperkuat praktik self-care sehingga individu merasa lebih termotivasi untuk menjaga kesehatannya. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Dimensi Spiritual / Nilai Pribadi

Beberapa model self-care mencakup aspek spiritual atau nilai pribadi yang mencerminkan bagaimana keyakinan, makna hidup, dan tujuan dapat mempengaruhi perilaku perawatan diri. Dimensi ini menunjukkan bahwa self-care bukan hanya aktivitas fisik tetapi juga mencakup pencarian keseimbangan hidup. [Lihat sumber Disini - ojs.southfloridapublishing.com]


Faktor Psikologis Pembentuk Self-Care Behavior

Perilaku self-care dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis yang beragam dan kompleks. Faktor-faktor ini menentukan seberapa konsisten dan efektif individu menjalankan perilaku perawatan diri dalam kehidupan sehari-hari.

1. Self-Efficacy (Keyakinan Diri)

Self-efficacy atau keyakinan individu terhadap kemampuannya sendiri memainkan peran besar dalam self-care behavior. Semakin tinggi keyakinan seseorang bahwa ia bisa menjalankan perilaku yang mendukung kesehatan, semakin besar kemungkinan ia melakukan self-care secara konsisten. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]

2. Pengetahuan dan Literasi Kesehatan

Individu yang memiliki informasi yang memadai mengenai kesehatan dan pentingnya self-care cenderung memiliki perilaku perawatan diri yang lebih baik. Pengetahuan tentang gejala penyakit, kiat kesehatan, dan strategi pencegahan bisa meningkatkan keterlibatan dalam self-care. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]

3. Locus of Control

Locus of control adalah keyakinan individu mengenai sejauh mana ia dapat mengendalikan hasil hidupnya. Individu dengan internal locus of control percaya hasil hidup bergantung pada usaha mereka dan cenderung lebih aktif dalam self-care. Sebaliknya, individu dengan external locus of control mungkin mengandalkan faktor luar dan memiliki praktik self-care yang rendah. [Lihat sumber Disini - journals.kmanpub.com]

4. Tipe Kepribadian

Tipe kepribadian tertentu, seperti Type D yang berhubungan dengan afeksi negatif dan penghambatan sosial, dikaitkan dengan praktik self-care yang lebih rendah. Ini menunjukkan bahwa karakteristik psikologis dapat mempengaruhi motivasi dan konsistensi perilaku perawatan diri. [Lihat sumber Disini - journals.kmanpub.com]


Self-Care Behavior dan Kemandirian Individu

Kemandirian adalah inti dari self-care behavior. Self-care behavior mencerminkan sejauh mana individu mampu merawat dirinya sendiri tanpa ketergantungan penuh pada orang lain. Dorothea Orem dalam Self-Care Deficit Theory menekankan bahwa kemampuan individu untuk melakukan perawatan diri menunjang kemandirian dalam kehidupan sehari-hari dan kesehatan jangka panjang. [Lihat sumber Disini - perpustakaan.poltekkes-malang.ac.id]

Individu yang mampu menjalankan self-care secara mandiri tidak hanya mengandalkan tenaga kesehatan ketika menghadapi masalah, tetapi juga mampu mengatur pola hidup sehat sejak dini. Kemandirian ini mencakup kemampuan membuat keputusan yang informatif, bertanggung jawab, serta mampu menilai dan menanggapi kebutuhan kesehatan sendiri secara tepat. Hal ini penting terutama untuk mengatasi kondisi kronis, di mana perawatan jangka panjang sangat bergantung pada perilaku individu. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Self-Care Behavior dan Kesehatan Mental

Ada hubungan kuat antara self-care behavior dan kesehatan mental. Praktik self-care terbukti membantu mengurangi gejala stres, kecemasan, dan depresi, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis. Kegiatan seperti olahraga, meditasi, manajemen stres, tidur cukup, serta keterlibatan sosial dapat memberikan efek positif terhadap kesehatan mental. [Lihat sumber Disini - jurnalilmiah.org]

Penelitian juga menunjukkan bahwa self-care membantu individu untuk mengelola tekanan kehidupan dan meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan sosial dan emosional. Dengan demikian, self-care merupakan strategi efektif dalam menjaga keseimbangan mental serta mengurangi risiko gangguan psikologis jangka panjang. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Penerapan Self-Care Behavior dalam Kehidupan

1. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Self-care dapat diimplementasikan melalui perilaku sederhana seperti pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, tidur cukup, manajemen stres, serta menjaga hubungan sosial yang sehat. Kegiatan ini harus dilakukan secara rutin dan terencana untuk memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan. [Lihat sumber Disini - yakestelkom.or.id]

2. Penerapan di Tempat Kerja

Lingkungan kerja yang sehat dapat mendukung praktik self-care melalui program kesehatan mental, fasilitas olahraga, jam istirahat yang cukup, serta pelatihan manajemen stres. Ini membantu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan karyawan. [Lihat sumber Disini - yakestelkom.or.id]

3. Penerapan dalam Perawatan Penyakit Kronis

Bagi individu dengan kondisi medis kronis seperti diabetes atau hipertensi, self-care behavior termasuk pengaturan diet, pemantauan tanda vital, pengobatan tepat waktu, serta konsultasi kesehatan berkala. Praktik ini membantu mengurangi komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

4. Penerapan untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Kegiatan seperti meditasi, terapi relaksasi, waktu berkualitas bersama keluarga dan teman, serta keterlibatan dalam hobi dapat meningkatkan kesejahteraan emosional. Ini juga membantu individu memahami diri dan kebutuhan psikologisnya secara lebih baik. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Kesimpulan

Self-care behavior merupakan serangkaian perilaku yang kompleks namun esensial dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan fisik, psikologis, serta kesejahteraan individu secara menyeluruh. Perilaku ini melibatkan kesadaran diri, keyakinan, serta kemampuan untuk membuat keputusan yang informatif tentang kesehatan. Self-care bukan hanya aktivitas sederhana, tetapi merupakan strategi hidup yang melibatkan dimensi fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang saling berinteraksi. Pelaksanaan self-care yang konsisten berkontribusi pada kemandirian individu dalam mengelola kesehatannya serta dapat mencegah berbagai gangguan kesehatan mental. Dengan demikian, memahami dan menerapkan self-care behavior dalam kehidupan sehari-hari merupakan fondasi penting bagi kualitas hidup yang seimbang dan optimal.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Self-care behavior adalah perilaku perawatan diri yang dilakukan secara sadar oleh individu untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan emosional, mencegah penyakit, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Self-care behavior penting karena membantu individu menjadi mandiri dalam mengelola kesehatannya sendiri, mengambil keputusan yang tepat terkait gaya hidup sehat, serta mengurangi ketergantungan pada pihak lain dalam menjaga kesejahteraan.

Dimensi self-care behavior meliputi dimensi fisik, psikologis atau mental, sosial, dan spiritual. Keempat dimensi ini saling berkaitan dalam mendukung kesehatan dan keseimbangan hidup individu.

Self-care behavior berperan penting dalam menjaga kesehatan mental karena dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan depresi serta meningkatkan kesejahteraan psikologis melalui aktivitas seperti manajemen stres, relaksasi, dan dukungan sosial.

Penerapan self-care behavior dapat dilakukan melalui pola makan sehat, olahraga teratur, tidur cukup, manajemen stres, menjaga hubungan sosial yang positif, serta melakukan aktivitas yang mendukung keseimbangan fisik dan mental.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Self-Care Pasien: Konsep dan Faktor yang Mempengaruhi Self-Care Pasien: Konsep dan Faktor yang Mempengaruhi Self-Care Pasien: Peran, Faktor Pendukung, dan Implikasi Keperawatan Self-Care Pasien: Peran, Faktor Pendukung, dan Implikasi Keperawatan Self Care Management Pasien Self Care Management Pasien Manajemen Pelaksanaan Perawatan Mandiri Manajemen Pelaksanaan Perawatan Mandiri Self-Care Ibu Hamil dalam Menjaga Kesehatan Mental Self-Care Ibu Hamil dalam Menjaga Kesehatan Mental Self-Compassion: Konsep dan Manfaatnya Self-Compassion: Konsep dan Manfaatnya Kemandirian Belajar: Definisi, Indikator, dan Contoh Kemandirian Belajar: Definisi, Indikator, dan Contoh Self-Esteem: Faktor yang Mempengaruhi dan Pengukurannya Self-Esteem: Faktor yang Mempengaruhi dan Pengukurannya Health Seeking Behavior Health Seeking Behavior Self-Efficacy: Definisi dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Self-Efficacy: Definisi dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Kemandirian Belajar Siswa SD: konsep, ciri, dan pengembangannya Kemandirian Belajar Siswa SD: konsep, ciri, dan pengembangannya Self-Regulation: Tahapan dan Contoh Self-Regulation: Tahapan dan Contoh Hubungan Self-Efficacy dengan Kinerja Akademik Hubungan Self-Efficacy dengan Kinerja Akademik Self-Concept: Definisi, Ciri, dan Dampaknya Self-Concept: Definisi, Ciri, dan Dampaknya Self-Efficacy Ibu Menyusui: Konsep, Peran Motivasi, dan Hasil Laktasi Self-Efficacy Ibu Menyusui: Konsep, Peran Motivasi, dan Hasil Laktasi Self-Acceptance: Konsep dan Kesehatan Mental Self-Acceptance: Konsep dan Kesehatan Mental Perawatan Mandiri Pasien: Konsep, Kesiapan, dan Dukungan Keperawatan Perawatan Mandiri Pasien: Konsep, Kesiapan, dan Dukungan Keperawatan Self-Control: Konsep dan Relevansi Self-Control: Konsep dan Relevansi Health Seeking Behavior: Konsep, Determinan Sosial, dan Akses Health Seeking Behavior: Konsep, Determinan Sosial, dan Akses Organizational Citizenship Behavior (OCB): Konsep, Perilaku Ekstra Peran, dan Kinerja Organizational Citizenship Behavior (OCB): Konsep, Perilaku Ekstra Peran, dan Kinerja
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…