
Self-Care Behavior: Konsep dan Kemandirian
Pendahuluan
Kesehatan bukan sekadar tidak sakit, tetapi juga mencakup kemampuan seseorang untuk merawat dirinya secara aktif dalam kehidupan sehari-hari. Ada satu konsep yang semakin penting dalam ilmu kesehatan dan psikologi, yaitu self-care behavior atau perilaku perawatan diri. Konsep ini relevan dalam menghadapi tantangan kehidupan modern dimana stres, tekanan sosial, dan gangguan kesehatan mental meningkat tajam. Self-care behavior merupakan kunci untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup individu, karena melalui perilaku ini seseorang dapat mencegah penyakit, mengelola stres, serta meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental. Seiring perkembangan penelitian, self-care behavior dianggap bukan sekadar aktivitas rutin, tetapi sebagai sebuah perilaku aktif yang mencerminkan kesadaran, pengendalian diri, dan kemandirian individu dalam mengatur kesehatannya secara holistik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Definisi Self-Care Behavior
Definisi Self-Care Behavior Secara Umum
Self-care behavior merupakan serangkaian tindakan yang dilakukan seseorang secara sadar dan sengaja untuk menjaga kesehatannya, mencegah penyakit, mengelola gejala, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Perilaku ini mencakup aktivitas fisik, emosional, psikologis, dan sosial yang mendukung kesehatan individu. Dalam literatur kesehatan, self-care tidak hanya merujuk pada kegiatan sederhana seperti pola makan sehat atau olahraga, tetapi merupakan sebuah perilaku yang terencana dan berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas hidup. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Definisi Self-Care Behavior dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), self-care atau perawatan diri didefinisikan sebagai “upaya individu untuk menjaga dan merawat dirinya sendiri agar tetap sehat secara fisik dan psikologis”. Definisi ini menekankan bahwa self-care merupakan konsep yang intrinsik dengan kesehatan seseorang dan merupakan bagian penting dari kesejahteraan hidup. (*)
Definisi Self-Care Behavior Menurut Para Ahli
-
Martínez et al. (2021) mendefinisikan self-care sebagai kemampuan individu untuk merawat dirinya sendiri melalui kesadaran (awareness), pengendalian diri (self-control), dan kemandirian (self-reliance) dengan tujuan mempertahankan atau meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Menurut World Health Organization (WHO), self-care adalah kemampuan individu, keluarga, dan komunitas untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan, mencegah penyakit, serta mengatasi kondisi sakit dengan atau tanpa dukungan tenaga kesehatan. [Lihat sumber Disini - yakestelkom.or.id]
-
Barlow & Phelan dalam studi psikologi mengartikan self-care sebagai tindakan yang mencakup kesejahteraan fisik, emosional, mental, dan spiritual, serta penting dalam menjaga kesehatan psikologis individu. [Lihat sumber Disini - jurnal.uns.ac.id]
-
Dalam konteks perilaku kesehatan, self-care didefinisikan sebagai keputusan dan tindakan yang diambil individu untuk mencegah penyakit, memperbaiki kesehatan, dan mengatasi gejala atau komplikasi kondisi kronis. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
Dimensi Self-Care Behavior
Self-care behavior bukanlah satu dimensi tunggal, tetapi terdiri dari berbagai dimensi yang saling berkaitan dan berkontribusi dalam proses perawatan diri yang menyeluruh.
Dimensi Fisik
Dimensi fisik mencakup perilaku yang secara langsung berhubungan dengan tubuh, seperti pola makan seimbang, olahraga teratur, tidur cukup, pemeriksaan kesehatan rutin, dan pengelolaan kondisi kesehatan kronis. Perilaku fisik merupakan komponen paling nyata dari self-care dan sering kali menjadi fokus utama dalam intervensi kesehatan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Dimensi Psikologis / Mental
Dimensi ini mencakup aktivitas yang berkontribusi pada stabilitas dan kesehatan mental, seperti strategi mengatasi stres, meditasi, relaksasi, keterlibatan sosial, serta kegiatan kreatif yang meningkatkan kesejahteraan psikologis. Penelitian menunjukkan bahwa praktik self-care secara teratur dapat mengurangi tingkat kecemasan dan depresi serta meningkatkan ketahanan emosional. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Dimensi Sosial dan Relasional
Perilaku perawatan diri juga mencakup hubungan sosial yang sehat, keterlibatan dalam komunitas, serta dukungan sosial dari keluarga dan teman. Dukungan sosial berperan penting dalam memperkuat praktik self-care sehingga individu merasa lebih termotivasi untuk menjaga kesehatannya. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Dimensi Spiritual / Nilai Pribadi
Beberapa model self-care mencakup aspek spiritual atau nilai pribadi yang mencerminkan bagaimana keyakinan, makna hidup, dan tujuan dapat mempengaruhi perilaku perawatan diri. Dimensi ini menunjukkan bahwa self-care bukan hanya aktivitas fisik tetapi juga mencakup pencarian keseimbangan hidup. [Lihat sumber Disini - ojs.southfloridapublishing.com]
Faktor Psikologis Pembentuk Self-Care Behavior
Perilaku self-care dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis yang beragam dan kompleks. Faktor-faktor ini menentukan seberapa konsisten dan efektif individu menjalankan perilaku perawatan diri dalam kehidupan sehari-hari.
1. Self-Efficacy (Keyakinan Diri)
Self-efficacy atau keyakinan individu terhadap kemampuannya sendiri memainkan peran besar dalam self-care behavior. Semakin tinggi keyakinan seseorang bahwa ia bisa menjalankan perilaku yang mendukung kesehatan, semakin besar kemungkinan ia melakukan self-care secara konsisten. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
2. Pengetahuan dan Literasi Kesehatan
Individu yang memiliki informasi yang memadai mengenai kesehatan dan pentingnya self-care cenderung memiliki perilaku perawatan diri yang lebih baik. Pengetahuan tentang gejala penyakit, kiat kesehatan, dan strategi pencegahan bisa meningkatkan keterlibatan dalam self-care. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
3. Locus of Control
Locus of control adalah keyakinan individu mengenai sejauh mana ia dapat mengendalikan hasil hidupnya. Individu dengan internal locus of control percaya hasil hidup bergantung pada usaha mereka dan cenderung lebih aktif dalam self-care. Sebaliknya, individu dengan external locus of control mungkin mengandalkan faktor luar dan memiliki praktik self-care yang rendah. [Lihat sumber Disini - journals.kmanpub.com]
4. Tipe Kepribadian
Tipe kepribadian tertentu, seperti Type D yang berhubungan dengan afeksi negatif dan penghambatan sosial, dikaitkan dengan praktik self-care yang lebih rendah. Ini menunjukkan bahwa karakteristik psikologis dapat mempengaruhi motivasi dan konsistensi perilaku perawatan diri. [Lihat sumber Disini - journals.kmanpub.com]
Self-Care Behavior dan Kemandirian Individu
Kemandirian adalah inti dari self-care behavior. Self-care behavior mencerminkan sejauh mana individu mampu merawat dirinya sendiri tanpa ketergantungan penuh pada orang lain. Dorothea Orem dalam Self-Care Deficit Theory menekankan bahwa kemampuan individu untuk melakukan perawatan diri menunjang kemandirian dalam kehidupan sehari-hari dan kesehatan jangka panjang. [Lihat sumber Disini - perpustakaan.poltekkes-malang.ac.id]
Individu yang mampu menjalankan self-care secara mandiri tidak hanya mengandalkan tenaga kesehatan ketika menghadapi masalah, tetapi juga mampu mengatur pola hidup sehat sejak dini. Kemandirian ini mencakup kemampuan membuat keputusan yang informatif, bertanggung jawab, serta mampu menilai dan menanggapi kebutuhan kesehatan sendiri secara tepat. Hal ini penting terutama untuk mengatasi kondisi kronis, di mana perawatan jangka panjang sangat bergantung pada perilaku individu. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Self-Care Behavior dan Kesehatan Mental
Ada hubungan kuat antara self-care behavior dan kesehatan mental. Praktik self-care terbukti membantu mengurangi gejala stres, kecemasan, dan depresi, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis. Kegiatan seperti olahraga, meditasi, manajemen stres, tidur cukup, serta keterlibatan sosial dapat memberikan efek positif terhadap kesehatan mental. [Lihat sumber Disini - jurnalilmiah.org]
Penelitian juga menunjukkan bahwa self-care membantu individu untuk mengelola tekanan kehidupan dan meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan sosial dan emosional. Dengan demikian, self-care merupakan strategi efektif dalam menjaga keseimbangan mental serta mengurangi risiko gangguan psikologis jangka panjang. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Penerapan Self-Care Behavior dalam Kehidupan
1. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Self-care dapat diimplementasikan melalui perilaku sederhana seperti pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, tidur cukup, manajemen stres, serta menjaga hubungan sosial yang sehat. Kegiatan ini harus dilakukan secara rutin dan terencana untuk memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan. [Lihat sumber Disini - yakestelkom.or.id]
2. Penerapan di Tempat Kerja
Lingkungan kerja yang sehat dapat mendukung praktik self-care melalui program kesehatan mental, fasilitas olahraga, jam istirahat yang cukup, serta pelatihan manajemen stres. Ini membantu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan karyawan. [Lihat sumber Disini - yakestelkom.or.id]
3. Penerapan dalam Perawatan Penyakit Kronis
Bagi individu dengan kondisi medis kronis seperti diabetes atau hipertensi, self-care behavior termasuk pengaturan diet, pemantauan tanda vital, pengobatan tepat waktu, serta konsultasi kesehatan berkala. Praktik ini membantu mengurangi komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
4. Penerapan untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Kegiatan seperti meditasi, terapi relaksasi, waktu berkualitas bersama keluarga dan teman, serta keterlibatan dalam hobi dapat meningkatkan kesejahteraan emosional. Ini juga membantu individu memahami diri dan kebutuhan psikologisnya secara lebih baik. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Kesimpulan
Self-care behavior merupakan serangkaian perilaku yang kompleks namun esensial dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan fisik, psikologis, serta kesejahteraan individu secara menyeluruh. Perilaku ini melibatkan kesadaran diri, keyakinan, serta kemampuan untuk membuat keputusan yang informatif tentang kesehatan. Self-care bukan hanya aktivitas sederhana, tetapi merupakan strategi hidup yang melibatkan dimensi fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang saling berinteraksi. Pelaksanaan self-care yang konsisten berkontribusi pada kemandirian individu dalam mengelola kesehatannya serta dapat mencegah berbagai gangguan kesehatan mental. Dengan demikian, memahami dan menerapkan self-care behavior dalam kehidupan sehari-hari merupakan fondasi penting bagi kualitas hidup yang seimbang dan optimal.