
Health Seeking Behavior
Pendahuluan
Perilaku pencarian kesehatan atau health seeking behavior merupakan salah satu aspek penting dalam ilmu kesehatan masyarakat yang menggambarkan bagaimana individu atau kelompok memahami, merespon, dan mengambil tindakan ketika menghadapi masalah kesehatan. Perilaku ini sangat menentukan kesiapan, akses, dan pemanfaatan layanan kesehatan, sehingga berdampak besar terhadap hasil kesehatan individu maupun komunitas. Pemahaman mengenai perilaku pencarian kesehatan menjadi kunci strategi kesehatan masyarakat untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Konteks Indonesia yang kaya akan keanekaragaman budaya, ekonomi, dan akses layanan kesehatan membuat kajian mengenai perilaku pencarian kesehatan menjadi topik yang relevan dan dibutuhkan untuk perencanaan intervensi kesehatan yang efektif.
Definisi Health Seeking Behavior
Definisi Health Seeking Behavior Secara Umum
Health seeking behavior adalah rangkaian tindakan yang dilakukan individu atau masyarakat ketika mengalami gangguan kesehatan atau sakit, dengan tujuan mencari cara untuk sembuh atau mengatasi masalah kesehatan yang dirasakan. Definisi ini mencakup proses pengambilan keputusan mulai dari pengakuan gejala, mempertimbangkan berbagai pilihan pengobatan, baik secara formal maupun informal, hingga langkah aktual dalam mencari bantuan kesehatan profesional. Konsep ini bukan sekadar tindakan mencari pelayanan medis, tetapi juga mencakup tindakan lain seperti penggunaan obat tradisional, swamedikasi, serta upaya pencegahan dan pemeliharaan kesehatan. Dalam kajian perilaku kesehatan, health seeking behavior dipandang sebagai respon adaptif yang dipengaruhi oleh aspek psikologis, sosial, budaya, dan lingkungan. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
Definisi Health Seeking Behavior dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah health seeking behavior dapat dipahami sebagai perilaku pencarian pelayanan kesehatan atau pencarian tindakan kesehatan yang dilakukan individu atau masyarakat untuk mendapatkan perawatan, pengobatan, atau solusi atas masalah kesehatan yang dihadapi. Meskipun tidak ada entri health seeking behavior secara langsung dalam KBBI, istilah yang setara sering dijelaskan sebagai perilaku pencarian pengobatan atau perilaku mencari bantuan kesehatan. Definisi ini menggambarkan tindakan nyata individu ketika merasa tidak sehat dan berusaha mencari solusi melalui berbagai jalur layanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
Definisi Health Seeking Behavior Menurut Para Ahli
-
Tomison (2013) menyatakan bahwa health seeking behavior merupakan perkembangan dari perilaku kesehatan yang mencakup kegiatan untuk memelihara kesehatan, mencegah penyakit, dan menangani dampak negatif suatu penyakit melalui tindakan yang terencana dan terarah. [Lihat sumber Disini - perpus-utama.poltekkes-malang.ac.id]
-
Notoatmodjo (2010) mendefinisikan perilaku pencarian pengobatan sebagai perilaku individu atau masyarakat yang mengalami sakit untuk mendapatkan pengobatan sehingga sembuh atau masalah kesehatannya teratasi, termasuk respon terhadap stimulus kesehatan seperti sakit atau penyakit. [Lihat sumber Disini - es.scribd.com]
-
Ogden (2012) menggambarkan health seeking behavior sebagai proses pengambilan keputusan individu untuk mendapatkan bantuan profesional dalam masalah kesehatan yang dialami, mencakup pertimbangan gejala, akses layanan, serta pilihan pengobatan. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
-
Wade & Halligan (2004) dalam konteks perilaku pencarian kesehatan menekankan bahwa tindakan ini dipengaruhi oleh pengetahuan, kepercayaan, dan sikap individu terhadap kesehatan serta faktor lingkungan yang menyertainya. [Lihat sumber Disini - id.scribd.com]
Konsep dan Teori Health Seeking Behavior
Health seeking behavior dapat dianalisis melalui berbagai kerangka teoritis yang membantu menjelaskan mengapa dan bagaimana individu membuat keputusan terkait pencarian layanan kesehatan. Salah satu teori yang sering digunakan dalam konteks ini adalah Andersen Healthcare Utilization Model, yang menyatakan bahwa penggunaan layanan kesehatan dipengaruhi oleh tiga kategori faktor:
-
Predisposing factors (faktor predisposisi) seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, dan keyakinan mengenai kesehatan;
-
Enabling factors (faktor pendukung) berupa sumber daya yang memfasilitasi atau menghambat akses layanan kesehatan seperti pendapatan, kepemilikan asuransi, dan akses geografis;
-
Need factors (faktor kebutuhan) yang mencerminkan kebutuhan medis baik secara dirasakan maupun objektif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Selain itu, teori health belief model juga relevan dalam kajian perilaku pencarian kesehatan, di mana individu akan tergerak untuk mencari layanan kesehatan berdasarkan persepsi mereka terhadap ancaman penyakit, manfaat mencari pengobatan, serta hambatan yang dirasakan dalam mendapatkan pelayanan. [Lihat sumber Disini - digilib.uinsa.ac.id]
Model-model ini membantu menjelaskan bahwa tindakan kesehatan tidak semata keputusan spontan, tetapi merupakan hasil interaksi faktor sosiodemografis, kognitif, dan konteks lingkungan serta pengalaman sebelumnya.
Faktor Predisposisi, Pemungkin, dan Penguat
Perilaku pencarian kesehatan dipengaruhi oleh rangkaian faktor yang saling berinteraksi. Faktor-faktor ini dapat dikelompokkan ke dalam kategori:
-
Faktor Predisposisi mencakup karakteristik personal seperti usia, gender, pendidikan, pekerjaan, serta persepsi terhadap kesehatan dan penyakit. Individu dengan pengetahuan yang lebih baik cenderung lebih aktif mencari layanan kesehatan ketika mengalami gejala penyakit. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Faktor Enabling (Pemungkinan) mencakup akses terhadap fasilitas kesehatan, kepemilikan asuransi, pendapatan, dan kemampuan finansial untuk membayar layanan. Orang-orang yang memiliki akses lebih mudah dan sumber daya finansial yang memadai cenderung lebih sering memanfaatkan layanan kesehatan formal. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]
-
Faktor Need (Penguat Kebutuhan) mencerminkan kebutuhan medis aktual atau persepsi individu terhadap kebutuhan tersebut. Individu dengan gejala penyakit yang dianggap serius atau kebutuhan medis tinggi lebih mungkin untuk mencari pelayanan kesehatan secara tepat waktu. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut secara signifikan mempengaruhi keputusan masyarakat dalam mencari layanan kesehatan formal dibanding informal seperti pengobatan tradisional atau swamedikasi. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]
Pola Perilaku Pencarian Pelayanan Kesehatan
Pola perilaku pencarian layanan kesehatan sangat beragam dan dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Studi di masyarakat urban menunjukkan bahwa perilaku self-care dan swamedikasi sering menjadi langkah awal sebelum mencari layanan kesehatan formal, terutama ketika akses atau biaya menjadi hambatan. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Pola pencarian ini dapat dibedakan ke dalam beberapa bentuk utama:
-
Tidak bertindak sama sekali, di mana individu menunggu tanpa mengambil tindakan saat mengalami gejala kesehatan;
-
Swamedikasi atau self-care, yaitu penggunaan obat tanpa resep atau pengobatan sendiri;
-
Mencari pengobatan tradisional, seperti dukun atau jamu;
-
Mencari layanan kesehatan formal, termasuk puskesmas, klinik, dan rumah sakit. [Lihat sumber Disini - es.scribd.com]
Pola ini beragam dalam setiap komunitas dan seringkali dipengaruhi budaya setempat, pengalaman sebelumnya, serta persepsi terhadap efektivitas layanan kesehatan.
Pengaruh Sosial Budaya terhadap Health Seeking Behavior
Sosial budaya memainkan peran yang penting dalam membentuk perilaku pencarian kesehatan. Norma budaya, kepercayaan tradisional, dan nilai-nilai sosial dapat memengaruhi cara masyarakat melihat penyakit dan keputusan ketika mencari bantuan medis. Misalnya, dalam beberapa komunitas, penggunaan pengobatan tradisional atau herbal merupakan pilihan utama karena kepercayaan terhadap efektivitasnya dan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]
Kajian budaya juga menunjukkan bahwa norma sosial dan dukungan keluarga dapat menjadi cue to action yang memicu individu untuk mencari layanan kesehatan formal atau alternatif tergantung pada pandangan kelompok sosial tersebut terhadap kesehatan.
Selain itu, struktur sosial budaya tertentu dapat memengaruhi persepsi terhadap gejala penyakit dan pilihan layanan yang dianggap sesuai, sehingga mempengaruhi waktu serta pola pencarian bantuan kesehatan.
Dampak Health Seeking Behavior terhadap Status Kesehatan
Perilaku pencarian kesehatan yang efektif dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan status kesehatan individu dan populasi. Individu yang cenderung mencari layanan kesehatan secara tepat waktu umumnya memiliki diagnosis lebih awal, pengobatan efektif, dan pemantauan berkelanjutan yang pada akhirnya meningkatkan hasil kesehatan jangka panjang. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]
Sebaliknya, perilaku yang menunda pencarian layanan formal atau bergantung pada swamedikasi dan praktik tradisional tanpa pengawasan medis dapat memperburuk kondisi kesehatan, memperpanjang masa penyakit, dan meningkatkan beban biaya perawatan akibat komplikasi.
Strategi Peningkatan Perilaku Pencarian Kesehatan
Untuk meningkatkan perilaku pencarian layanan kesehatan yang tepat dan efektif, berbagai strategi dapat diimplementasikan:
-
Pendidikan kesehatan dan kampanye peningkatan literasi kesehatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gejala penyakit, pilihan layanan, dan pentingnya pengobatan profesional.
-
Peningkatan akses layanan kesehatan melalui perluasan fasilitas, transportasi, serta penguatan sistem jaminan kesehatan untuk mengurangi hambatan finansial.
-
Pendekatan berbasis komunitas yang mempertimbangkan norma budaya dan melibatkan tokoh masyarakat serta keluarga sebagai agen perubahan perilaku.
-
Perbaikan kualitas layanan kesehatan agar pengalaman pasien menjadi positif sehingga memupuk kepercayaan masyarakat pada layanan formal.
Kesimpulan
Health seeking behavior merupakan komponen krusial dalam sistem kesehatan yang mencerminkan bagaimana individu merespon dan bertindak ketika menghadapi masalah kesehatan. Konsep ini dipengaruhi oleh berbagai faktor predisposisi, pemungkinan, dan kebutuhan yang saling berinteraksi. Pola pencarian pelayanan kesehatan bervariasi dari tidak bertindak hingga pencarian layanan formal, dipengaruhi oleh sosial budaya, akses layanan, dan persepsi individu. Perilaku pencarian kesehatan yang tepat berperan penting dalam meningkatkan status kesehatan dan mengurangi beban penyakit. Strategi peningkatan perilaku pencarian layanan kesehatan harus melibatkan pendidikan, akses layanan yang lebih baik, serta pendekatan berbasis komunitas untuk mendorong keputusan yang lebih sehat dan memberikan hasil kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat Indonesia.