Terakhir diperbarui: 11 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 11 January). Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/identitas-kolektif-konsep-dan-pembentukan-kelompok 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok - SumberAjar.com

Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok

Pendahuluan

Identitas kolektif adalah konsep penting dalam kajian sosiologi dan psikologi sosial yang merujuk pada kesadaran bersama seorang individu atau sekelompok individu tentang “kita” yang sama, yang membedakan mereka dari orang lain serta memberi mereka rasa kebersamaan dan tujuan bersama. Fenomena ini bukan sekadar label atau nama kelompok, tetapi melibatkan proses sosio-kognitif yang kompleks di mana setiap anggota memahami, merasakan, dan memaknai hubungan mereka dengan kelompok serta peran mereka di dalamnya. Identitas kolektif memainkan peran penting dalam dinamika sosial karena dapat menjadi pendorong perilaku kolektif, memperkuat solidaritas, sekaligus mempengaruhi cara anggota kelompok berinteraksi dengan lingkungan internal maupun eksternal. Kajian ini menjadi relevan tidak hanya dalam analisis kelompok tradisional seperti komunitas budaya atau etnis, tetapi juga dalam konteks gerakan sosial kontemporer, organisasi, dan komunitas online yang muncul dengan latar belakang kepentingan bersama di era digital. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Definisi Identitas Kolektif

Definisi Identitas Kolektif Secara Umum

Dalam kajian umum, identitas kolektif dipahami sebagai suatu bentuk identifikasi bersama yang dimiliki anggota kelompok, yang mencakup kesadaran bersama akan tujuan, nilai, dan pengalaman yang sama dalam suatu kelompok atau komunitas. Identitas ini muncul dari proses interaksi sosial, kesamaan pengalaman, serta persepsi terhadap suatu objek bersama, baik itu nilai, tanda budaya, maupun tujuan kolektif. Secara sederhana, identitas kolektif merupakan wujud kesamaan pikiran dan perasaan yang mengikat anggota dalam suatu ‘kita’ bersama. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Definisi Identitas Kolektif dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah kolektif mengacu pada sesuatu yang bersifat bersama, komunal, atau dilakukan secara bersama oleh sekelompok orang. Dengan demikian, identitas kolektif merujuk pada ciri-ciri, karakter, atau gambaran identitas yang dibangun dan dimiliki secara bersama oleh suatu kelompok atau kolektif sosial. Definisi ini menekankan bahwa identitas tersebut bukanlah milik satu individu, tapi merupakan hasil negosiasi sosial antar anggota dalam suatu komunitas atau kelompok. (Penggunaan definisi KBBI umumnya bisa ditemukan langsung melalui laman resmi KBBI daring, jika diperlukan).

Definisi Identitas Kolektif Menurut Para Ahli

  1. David A. Snow & Catherine Corrigall-Brown menyatakan bahwa identitas kolektif adalah suatu rasa ‘kita-bersama’ yang interaktif dan mencakup kemampuan bertindak dalam kolektivitas, sekaligus memberi kerangka orientasi bagi anggota dalam konteks sosial mereka. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  2. Francesca Polletta dan James M. Jasper mendefinisikan identitas kolektif sebagai hubungan kognitif, moral, dan emosional individu dengan komunitas atau institusi yang lebih besar, yaitu cara kelompok memahami dirinya sendiri dan perasaan positif yang mengikat anggota satu sama lain. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Erving Melucci menekankan bahwa identitas kolektif bukan sekadar kategori, tetapi proses interaktif dan didiskusikan antar aktor dalam jaringan sosial melalui komunikasi dan negosiasi makna bersama. [Lihat sumber Disini - ojs.unud.ac.id]

  4. Kajian lain menunjukkan bahwa identitas kolektif juga dipandang sebagai bentuk ‘kita bersama’ yang menegaskan perbedaan kelompok terhadap ‘yang lain’ melalui simbol, ritual, dan praktik sosial. [Lihat sumber Disini - academic.oup.com]

Dengan demikian, para ahli sepakat bahwa identitas kolektif melibatkan dimensi kognitif (pemahaman), emosional (afeksi), dan interaksi sosial yang aktif antar anggota kelompok. [Lihat sumber Disini - ojs.unud.ac.id]


Unsur-Unsur Pembentuk Identitas Kolektif

Pembentukan identitas kolektif tidak terjadi begitu saja, tetapi merupakan hasil dari kombinasi beberapa unsur yang saling terkait dan berkontribusi dalam menetapkan persepsi bersama atas kelompok tersebut.

  1. Unsur Kognitif

    Unsur kognitif mencakup pemahaman bersama anggota tentang tujuan, nilai, dan makna keberadaan kelompok. Elemen ini melibatkan konsep mental di mana anggota kelompok harus mengenali dan memaknai karakteristik bersama yang membedakan mereka dari luar. Pemahaman ini seringkali dipengaruhi oleh interpretasi situasional, pengalaman bersama, dan narasi kelompok yang dibangun dalam interaksi sosial. [Lihat sumber Disini - ojs.unud.ac.id]

  2. Unsur Interaksi atau Jaringan Relasi Aktif

    Identitas kolektif berkembang melalui interaksi dinamis antar anggota, baik dalam konteks internal maupun hubungan eksternal dengan kelompok lain. Interaksi ini mencakup komunikasi, kolaborasi, solidaritas praktis, dan negosiasi nilai bersama yang secara emosional dan sosial mengikat anggota satu sama lain. Aktivitas ini memungkinkan anggota kelompok merasa terhubung dan menginternalisasi rasa ‘kita’. [Lihat sumber Disini - repository.uinjkt.ac.id]

  3. Unsur Investasi Emosional

    Dimensi emosional melibatkan afeksi dan keterlibatan emosional anggota terhadap kelompok, termasuk rasa solidaritas, komitmen terhadap tujuan bersama, dan pengalaman bersama yang memberi kekuatan emosional untuk mempertahankan kebersamaan kelompok. Afeksi ini sering diwujudkan melalui simbol, ritual, serta pengalaman emosional bersama yang memperkuat rasa memiliki terhadap kelompok. [Lihat sumber Disini - ojs.unud.ac.id]

Ketiga unsur ini, kognitif, jaringan relasi, dan investasi emosional, berperan secara simultan dalam menumbuhkan ‘kita bersama’ yang melekat dalam identitas kolektif dan mendasari perilaku kolektif di berbagai konteks sosial. [Lihat sumber Disini - ojs.unud.ac.id]


Proses Pembentukan Identitas Kolektif

Identitas kolektif tidak muncul secara spontan, melainkan melalui serangkaian proses sosial, psikologis, dan kultural yang melibatkan interaksi, refleksi, dan pengalaman bersama antar anggota kelompok.

Proses utama muncul dari negosiasi makna bersama di antara anggota melalui dialog, komunikasi, dan refleksi terhadap pengalaman mereka sebagai bagian dari kelompok. Interaksi yang intensif memungkinkan anggota untuk mengembangkan gambaran bersama tentang siapa mereka, apa yang mereka perjuangkan, dan bagaimana mereka berdiferensiasi dari kelompok lain. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Selanjutnya, simbol-simbol, narasi, dan ritual yang dikembangkan dan dipertukarkan dalam konteks sosial menjadi alat penting dalam proses ini. Simbol-simbol ini berfungsi sebagai tanda identitas bersama yang memperkuat rasa saling mengikat antar anggota. Misalnya, nama kelompok, seragam, slogan, atau praktik ritual tertentu sering dipakai untuk menegaskan keunikan identitas kolektif. [Lihat sumber Disini - academic.oup.com]

Selain itu, pembentukan identitas kolektif sering mengalami proses pembingkaian sosial (framing) di mana interpretasi dan orientasi bersama terhadap tantangan, peluang, serta hambatan diperkuat melalui diskusi kelompok. Pembingkaian ini memberi arah bagi semua anggota tentang bagaimana mereka seharusnya berpikir dan bertindak sebagai suatu entitas kolektif. [Lihat sumber Disini - umsupress.umsu.ac.id]

Terakhir, pengalaman berbagi tindakan nyata, baik itu melalui kerja sama dalam aktivitas rutin atau aksi kolektif dalam konteks konflik atau gerakan sosial, memperkuat perasaan keterikatan dan solidaritas di antara anggota, sehingga memperkaya pembentukan identitas kolektif secara berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Identitas Kolektif dan Solidaritas Kelompok

Identitas kolektif dan solidaritas kelompok adalah dua konsep yang berkaitan erat. Solidaritas kelompok dapat dipahami sebagai rasa persatuan dan komitmen bersama antar anggota kelompok yang mendorong dukungan, loyalitas, dan kerja sama. Identitas kolektif menyediakan landasan kognitif dan emosional bagi solidaritas tersebut. Ketika anggota merasa menjadi bagian dari satu kelompok yang sama dengan tujuan dan nilai bersama, mereka juga cenderung menunjukkan tingkat solidaritas yang lebih tinggi terhadap sesama anggota. Hal ini terlihat dalam dukungan moral, bantuan praktis, hingga keterlibatan dalam aksi kolektif yang menuntut adanya kesamaan tujuan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Solidaritas kelompok tidak hanya memperkuat identitas kolektif, tetapi juga bertindak sebagai pendorong tindakan kolektif yang melampaui kepentingan individual. Solidaritas yang kuat mendorong anggota untuk mempertahankan kohesi kelompok dalam menghadapi tekanan eksternal atau konflik sosial, sehingga memperkuat dan memperluas integritas kelompok. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Identitas Kolektif dalam Gerakan Sosial

Dalam konteks gerakan sosial, identitas kolektif menjadi elemen penting yang memungkinkan sekelompok individu bergerak bersama terhadap suatu tujuan bersama, misalnya perubahan sosial, politik, atau lingkungan. Identitas kolektif dalam gerakan sosial tidak hanya menciptakan rasa kebersamaan di antara para aktor, tetapi juga menjadi lensa interpretatif yang membantu mereka mengerti masalah kolektif dan merumuskan strategi aksi. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Sebagai contoh, dalam berbagai studi gerakan sosial, identitas kolektif membantu memobilisasi partisipan dengan mengubah perspektif individual menjadi “kami” sebagai entitas kolektif, kemudian menerjemahkannya ke dalam aksi bersama seperti demonstrasi, kampanye, atau advokasi publik. Dalam dinamika ini, identitas kolektif sering kali menjadi wadah afektif dan moral yang memperkuat motivasi anggota untuk terus terlibat dalam gerakan bahkan menghadapi risiko dan resistensi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Identitas kolektif dalam gerakan sosial juga berfungsi sebagai strategi komunikasi eksternal, di mana gerakan menggunakan simbol-simbol, cerita, dan narasi bersama untuk menarik simpati publik dan sekutu potensial di luar kelompok inti. Ini membantu gerakan tidak hanya mempertahankan komitmen internal tetapi juga memperluas basis dukungan eksternal. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Dampak Identitas Kolektif terhadap Perilaku Sosial

Identitas kolektif sangat berpengaruh terhadap cara individu berperilaku dalam konteks sosial, baik terhadap sesama anggota kelompok maupun terhadap kelompok lain. Ketika identitas kolektif telah mapan, anggota kelompok cenderung menunjukkan perilaku yang konsisten dengan norma dan nilai kelompok. Mereka tidak hanya berpikir tentang kepentingan pribadi, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan kolektif dan reputasi kelompok. Hal ini sering terwujud dalam keputusan bersama untuk bertindak demi kepentingan kelompok, meskipun mungkin melibatkan pengorbanan personal. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Dampak lain adalah pembentukan batas sosial antara “kita” dan “mereka”. Identitas kolektif seringkali mempertegas perbedaan antara internal dan eksternal kelompok melalui kriteria keanggotaan yang jelas, simbol budaya, atau praktik sosial yang membedakan. Perbedaan ini dapat memperkuat solidaritas internal, tetapi juga bisa memicu konflik antar kelompok jika identitas dikonstruksi secara eksklusif atau antagonistik terhadap kelompok lain. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Identitas kolektif juga mempengaruhi proses pembelajaran sosial dan transmisi budaya. Nilai, norma, dan praktik kelompok yang diperkuat melalui identitas kolektif dapat diwariskan dari satu generasi anggota ke anggota lainnya, sehingga menjadi bagian integral dari struktur budaya sosial kelompok itu sendiri. [Lihat sumber Disini - academic.oup.com]


Kesimpulan

Identitas kolektif merupakan konsep fundamental dalam sosiologi dan psikologi sosial yang menjelaskan bagaimana kesadaran bersama tentang “kita” terbentuk dan memengaruhi dinamika kelompok. Identitas ini tidak sekadar label, melainkan hasil dari interaksi kognitif, emosional, dan hubungan sosial yang aktif antar anggota kelompok, yang kemudian memupuk solidaritas, keterlibatan dalam gerakan sosial, dan perilaku kolektif. Identitas kolektif memainkan peran penting dalam bagaimana individu memahami diri mereka dalam konteks sosial, menjalin hubungan dengan orang lain, serta berpartisipasi dalam tindakan kolektif yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Dengan begitu, identitas kolektif tidak hanya menjadi identitas sosial semata, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial dalam berbagai bentuk konteks kehidupan bermasyarakat.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Identitas kolektif adalah kesadaran bersama yang dimiliki oleh anggota suatu kelompok sosial mengenai siapa mereka sebagai satu kesatuan, yang mencakup nilai, tujuan, pengalaman, dan makna bersama yang membedakan kelompok tersebut dari kelompok lain.

Unsur-unsur pembentuk identitas kolektif meliputi unsur kognitif berupa pemahaman bersama tentang tujuan dan nilai kelompok, unsur interaksi sosial yang terbangun melalui komunikasi dan kerja sama, serta unsur emosional berupa rasa memiliki, solidaritas, dan keterikatan antar anggota kelompok.

Identitas kolektif terbentuk melalui proses interaksi sosial yang berkelanjutan, negosiasi makna bersama, penggunaan simbol dan narasi kelompok, serta pengalaman kolektif dalam menghadapi situasi atau tujuan bersama yang memperkuat rasa kebersamaan.

Identitas kolektif menjadi dasar munculnya solidaritas kelompok karena kesadaran akan kesamaan identitas mendorong anggota kelompok untuk saling mendukung, bekerja sama, dan mempertahankan kepentingan bersama demi keberlangsungan kelompok.

Dalam gerakan sosial, identitas kolektif berperan penting untuk memobilisasi partisipasi anggota, membangun komitmen bersama, serta memperkuat rasa tanggung jawab kolektif dalam memperjuangkan perubahan sosial, politik, atau budaya.

Identitas kolektif memengaruhi perilaku sosial individu dengan mendorong kepatuhan terhadap norma kelompok, memperkuat rasa tanggung jawab sosial, serta membentuk pola interaksi antara kelompok sendiri dan kelompok lain dalam masyarakat.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Identitas Kelompok: Konsep, Pengaruh, dan Perannya Perilaku Kolektif: Konsep dan Manifestasi Sosial Identitas Budaya: Konsep, Pembentuk, dan Perannya Identitas Diri: Konsep dan Perkembangan Psikologis Identitas Sosial: Konsep, Faktor, dan Perkembangannya Social Identity: Konsep dan Contoh Konsep Identitas Psikologis Gerakan Sosial: Konsep, Jenis, dan Tahapannya Representasi Sosial: Konsep dan Pembentukan Makna Fragmentasi Sosial: Konsep dan Tantangan Integrasi Budaya Viral: Konsep dan Perilaku Kolektif Aktivisme Digital: Konsep dan Gerakan Sosial Baru Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Konsep Perkembangan Psikologis Dewasa Awal Identifikasi Pasien yang Tepat Konsep Realitas Sosial: Definisi dan Analisis Hubungan Antar Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Kebudayaan Kontemporer: Konsep, Unsur, dan Ciri Kearifan Lokal: Konsep dan Fungsinya dalam Masyarakat Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna