Terakhir diperbarui: 12 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 12 January). Perilaku Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukan Identitas. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perilaku-sosial-remaja-konsep-dan-pembentukan-identitas  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perilaku Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukan Identitas - SumberAjar.com

Perilaku Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukan Identitas

Pendahuluan

Remaja merupakan fase perkembangan manusia yang berada di antara masa anak-anak dan dewasa, ditandai oleh perubahan fisik, emosional, sosial, dan psikologis yang signifikan. Masa ini adalah periode di mana individu mulai membentuk jati diri yang unik dan menetapkan nilai-nilai, cara berinteraksi, serta pola perilaku sosial yang akan berdampak pada kehidupannya di kemudian hari. Salah satu aspek penting dalam kehidupan remaja adalah perilaku sosial, yakni cara mereka berinteraksi dalam lingkungan sosial dengan teman sebaya, keluarga, sekolah, dan masyarakat luas.

Perilaku sosial remaja sangat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor psikososial, termasuk dukungan teman sebaya, norma kelompok, serta pengalaman interaksi yang mereka alami sehari-hari. Eksplorasi nilai, status, dan peran sosial membuat remaja berada pada keadaan pencarian identitas yang sering kali berujung pada krisis peran maupun kebingungan fungsi sosial jika tidak didukung dengan lingkungan yang sehat. Pemahaman mendalam terhadap perilaku sosial remaja dan proses pembentukan identitas sangat penting bagi para pendidik, psikolog, orang tua, serta pembuat kebijakan pendidikan dan sosial.


Definisi Perilaku Sosial Remaja

Definisi Perilaku Sosial Remaja Secara Umum

Secara umum, perilaku sosial remaja merupakan pola tingkah laku yang ditunjukkan oleh remaja saat berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, termasuk teman sebaya, keluarga, sekolah, dan masyarakat luas. Perilaku ini mencakup cara berkomunikasi, berteman, bekerjasama, menyelesaikan konflik, serta mengambil keputusan sosial yang mencerminkan nilai dan identitas diri. Perilaku sosial remaja dipengaruhi oleh kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, interaksi dengan teman sebaya, serta norma yang berlaku di lingkungan sosial tempat mereka tumbuh dan berkembang. Sifat perilaku sosial remaja berubah mengikuti perkembangan psikososial mereka, terutama saat mereka mencari pengakuan sosial dan penerimaan kelompok (konformitas) serta ekspresi diri yang autentik di tengah tekanan sosial sekitar mereka. ([Lihat sumber Disini - journal.unnes.ac.id])

Definisi Perilaku Sosial Remaja dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perilaku sosial dapat diartikan sebagai cara bertingkah laku seseorang dalam pergaulan dengan manusia di sekitarnya. Dalam konteks remaja, perilaku sosial merujuk pada pola tingkah laku yang muncul saat remaja berinteraksi dengan orang lain, terutama teman sebaya dan lingkungan sosialnya, termasuk cara remaja mengekspresikan emosi, memenuhi tanggung jawab sosial, dan menyesuaikan diri terhadap norma sosial yang berlaku. (Definisi KBBI perilaku sosial: perilaku yang berkaitan dengan interaksi dalam masyarakat).

Definisi Perilaku Sosial Remaja Menurut Para Ahli

  1. George Herbert Mead menjelaskan bahwa perilaku sosial mencerminkan proses interaksi simbolik antara individu dan masyarakat, di mana remaja belajar memahami peran sosial melalui komunikasi dan interaksi mereka dengan orang lain. ([Lihat sumber Disini - journal.unnes.ac.id])

  2. Sarlito W. Mangunwidjaja menyatakan bahwa perilaku sosial adalah perilaku yang berkembang dan dipertahankan oleh anggota masyarakat yang memberi penguatan perilaku tertentu pada individu. ([Lihat sumber Disini - journal.unnes.ac.id])

  3. Nurmawati et al. (2025) menyebut perilaku sosial remaja sebagai pola tingkah laku yang dipengaruhi oleh hubungan interpersonal, baik dari keluarga, teman sebaya, maupun lingkungan sosial lainnya dalam proses perkembangan psikososial remaja. ([Lihat sumber Disini - journal.lppm-stikesfa.ac.id])

  4. Annis (dalam studi perilaku remaja) mengemukakan bahwa perilaku sosial remaja mencerminkan kemampuan remaja dalam menyesuaikan diri dengan kelompok sosialnya serta dalam mengelola konflik dan persamaan yang muncul selama interaksi sosial. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])


Faktor Psikososial Pembentuk Perilaku Remaja

Perilaku sosial remaja tidak muncul begitu saja, melainkan dibentuk oleh berbagai faktor psikososial yang saling berinteraksi. Faktor-faktor berikut ini berperan penting dalam membentuk karakter dan tingkah laku sosial yang ditampilkan remaja:

1. Teman Sebaya (Peer Group)

Teman sebaya merupakan salah satu sumber dukungan sosial yang paling kuat selama masa remaja. Dukungan sosial teman sebaya memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap pencapaian identitas diri remaja; remaja yang menerima dukungan sosial tinggi dari teman sebaya cenderung lebih berhasil dalam menyusun konsep identitasnya. ([Lihat sumber Disini - jurnal.umbarru.ac.id])

Selain itu, peer group juga memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan self-esteem remaja, di mana penerimaan dan pengakuan dari kelompok sebaya membantu remaja merasa dihargai dan percaya diri dalam interaksinya. ([Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id])

2. Interaksi dalam Lingkungan Sekolah

Interaksi sosial di sekolah sangat memengaruhi perilaku sosial remaja. Sekolah sebagai lingkungan edukatif menyediakan konteks sosial di mana remaja belajar aturan sosial, bekerjasama, memecahkan konflik, dan mendapatkan umpan balik atas perilaku mereka. Penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial di lingkungan sekolah, seperti hubungan dengan teman dan guru, sangat memengaruhi pembentukan perilaku sosial dan identitas diri remaja. ([Lihat sumber Disini - ejournal.appisi.or.id])

3. Keluarga dan Komunikasi Interpersonal

Keluarga merupakan fondasi awal bagi perkembangan perilaku sosial remaja. Pola komunikasi yang sehat dan dukungan emosional dari orang tua membantu remaja merasa aman untuk mengeksplorasi identitas diri mereka dan memperoleh keterampilan sosial yang baik. Komunikasi yang harmonis antara remaja dengan keluarga membantu remaja menjembatani hubungan mereka dengan lingkungan sosial yang lebih luas. ([Lihat sumber Disini - jipipi.org])

4. Perubahan Psikologis Internal

Teori psikososial Erik Erikson menyatakan bahwa masa remaja merupakan periode di mana individu mulai mengalami konflik antara identitas versus kebingungan peran (identity vs role confusion). Ketika remaja dapat menyelesaikan konflik ini dengan baik, mereka mengembangkan rasa identitas yang kohesif; namun apabila konflik tidak berhasil diselesaikan, mereka dapat mengalami kebingungan identitas yang berdampak pada perilaku sosialnya. ([Lihat sumber Disini - ejournal.pustakakaryamandiri.com])

5. Media Sosial dan Teknologi Komunikasi

Perkembangan teknologi komunikasi menyediakan ruang yang besar bagi remaja untuk mengekspresikan diri dan berinteraksi. Media sosial bisa menjadi ruang positif untuk memperluas jaringan sosial dan ekspresi diri, tetapi juga dapat memberikan tekanan sosial dan perbandingan yang berlebihan yang berpotensi mengganggu konsistensi identitas diri. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.undana.ac.id])


Perilaku Sosial dan Identitas Diri Remaja

Remaja berada pada fase perkembangan yang disebut sebagai periode eksplorasi identitas, di mana mereka mencoba menemukan “siapa diri mereka sebenarnya” dalam hubungannya dengan kelompok sosial, nilai budaya, dan norma masyarakat.

Proses Pembentukan Identitas

Pembentukan identitas diri remaja sangat dipengaruhi oleh hubungan interpersonal dan lingkungan sosial sekitarnya. Identitas diri mencakup aspek psikologis internal dan sosial eksternal, termasuk peran sosial, nilai, keyakinan, dan sikap yang berkembang dari pengalaman interaksi sosial. Studi menunjukkan bahwa relasi yang sehat dan kualitas hubungan dengan teman sebaya memiliki asosiasi positif terhadap perkembangan identitas remaja. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Pengaruh Peer Group terhadap Identitas Diri

Peer group bukan hanya sekadar lingkungan sosial, tetapi juga tempat di mana remaja belajar norma, nilai, serta ekspektasi kelompok yang turut membentuk cara pandang dan identitas mereka. Studi tentang peer group menunjukkan bahwa norma kelompok dapat menjadi prediktor penting bagi pembentukan identitas sosial remaja. ([Lihat sumber Disini - journals.kmanpub.com])

Dukungan sosial yang diberikan oleh teman sebaya juga berkorelasi positif dengan pencapaian identitas (identity achievement); remaja yang mendapat dukungan tinggi dari teman sebaya cenderung lebih berhasil meraih status identity achievement dibandingkan yang kurang mendapat dukungan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.umbarru.ac.id])


Pengaruh Kelompok Sebaya terhadap Perilaku Sosial

Peer influence memiliki dampak besar pada perilaku sosial remaja. Pengaruh ini dapat bersifat positif maupun negatif, tergantung pada norma, nilai, dan pola interaksi kelompok tersebut.

Konformitas dan Tekanan Kelompok

Adolescence merupakan periode sensitivitas tinggi terhadap pengaruh peer; remaja cenderung menyesuaikan sikap dan perilaku mereka agar sesuai dengan harapan kelompoknya. Hal ini kadang membuat mereka mengadopsi perilaku yang adaptif maupun maladaptif, seperti pola berpakaian tertentu, perilaku konsumtif, atau bahkan perilaku risiko tinggi. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])

Dampak Positif Peer Influence

Kelompok sebaya bisa memberikan dukungan emosional, memperluas keterampilan sosial, serta membantu remaja merasa diterima, yang secara psikososial mendukung perkembangan identitas yang sehat dan positif. ⁣([Lihat sumber Disini - jurnal.umbarru.ac.id])

Dampak Negatif Peer Influence

Sebaliknya, tekanan kelompok yang kuat dapat mendorong remaja untuk melakukan perilaku yang tidak sehat, seperti menuruti norma berisiko, menghindari nilai keluarga, atau mengambil keputusan impulsif demi mendapatkan pengakuan sosial. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])


Perilaku Sosial Remaja dalam Lingkungan Sekolah

Sekolah merupakan lingkungan sosial formal utama bagi remaja yang menyediakan konteks pembelajaran sosial yang berbeda dari lingkungan keluarga.

Norma dan Aturan Sekolah

Lingkungan sekolah menetapkan norma, aturan, serta ekspektasi yang harus diikuti remaja, seperti tata tertib, kegiatan kelompok, dan interaksi antar siswa. Interaksi ini membantu remaja mempelajari aspek sosial seperti tanggung jawab, kerja sama tim, serta menyelesaikan konflik secara positif. ([Lihat sumber Disini - journal.unnes.ac.id])

Perilaku Sosial dalam Aktivitas Pendidikan

Kegiatan ekstrakurikuler, pengalaman organisasi, dan kegiatan kelompok di sekolah membantu remaja membentuk keterampilan sosial dan nilai kepemimpinan. Hal ini memberikan pengalaman nyata dalam mengenali peran sosial dan cara mengambil keputusan dalam konteks sosial nyata.

Interaksi dengan Guru dan Teman

Hubungan interpersonal yang positif dengan guru dan teman sekelas dapat meningkatkan rasa aman dan percaya diri remaja untuk bereksplorasi secara sosial dan akademis. Interaksi ini turut memengaruhi perilaku sosial mereka di luar kelas. ([Lihat sumber Disini - ejournal.appisi.or.id])


Dampak Perilaku Sosial terhadap Perkembangan Remaja

1. Dampak Positif

  1. Pengembangan keterampilan sosial, termasuk komunikasi, empati, dan kerja sama tim, yang mendukung relasional interpersonal di masa dewasa.

  2. Identitas sosial yang sehat, ketika remaja berhasil menyeimbangkan kebutuhan individu dengan norma sosial yang mendukung perkembangan positif mereka.

  3. Dukungan emosional, dari teman sebaya yang memperkuat rasa percaya diri dan penghargaan diri. ([Lihat sumber Disini - jurnal.umbarru.ac.id])

2. Dampak Negatif

  1. Tekanan konformitas yang berlebihan, yang mendorong remaja melakukan perilaku berisiko untuk diterima dalam kelompok. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])

  2. Kebingungan identitas, terutama jika remaja tidak memperoleh dukungan lingkungan yang sehat, sehingga menghadapi konflik internal yang lambat teratasi.

  3. Perilaku maladaptif, seperti keterlibatan dalam perilaku agresif, penyalahgunaan zat, atau perilaku menyimpang lainnya yang dipengaruhi oleh interaksi masyarakat atau peer group yang negatif.


Kesimpulan

Perilaku sosial remaja merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor psikososial internal dan eksternal yang mencakup teman sebaya, keluarga, sekolah, serta konteks budaya dan teknologi komunikasi. Perilaku sosial yang sehat membantu remaja dalam eksplorasi identitas diri, memperkuat keterampilan interpersonal, serta membentuk nilai dan keyakinan yang stabil. Teman sebaya memainkan peran kunci dalam pembentukan identitas sosial, dimana dukungan positif berkontribusi pada pencapaian identitas yang matang, sedangkan tekanan kelompok yang berlebihan dapat menimbulkan konflik peran dan perilaku berisiko.

Secara keseluruhan, pengembangan perilaku sosial remaja bukan hanya soal interaksi sosial semata, tetapi merupakan bagian dari perjalanan psikososial yang membentuk jati diri mereka sebagai individu dewasa yang mampu beradaptasi dengan baik dalam berbagai konteks sosial.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Perilaku sosial remaja adalah pola sikap dan tindakan remaja dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, seperti teman sebaya, keluarga, sekolah, dan masyarakat, yang mencerminkan proses penyesuaian diri serta pembentukan identitas diri.

Perilaku sosial penting karena melalui interaksi sosial, remaja belajar mengenali peran, nilai, dan norma sosial yang membantu mereka membentuk identitas diri yang stabil serta memahami posisi mereka dalam masyarakat.

Perilaku sosial remaja dipengaruhi oleh faktor psikososial seperti teman sebaya, keluarga, lingkungan sekolah, perubahan psikologis internal, serta pengaruh media sosial dan teknologi komunikasi.

Kelompok sebaya dapat memberikan pengaruh positif berupa dukungan sosial dan pembelajaran keterampilan sosial, namun juga dapat berdampak negatif melalui tekanan konformitas yang mendorong perilaku berisiko.

Perilaku sosial berdampak pada perkembangan emosi, keterampilan sosial, kepercayaan diri, dan identitas diri remaja. Perilaku sosial yang sehat mendukung perkembangan positif, sedangkan perilaku sosial negatif dapat menghambat proses pendewasaan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Krisis Identitas Remaja: Konsep dan Dinamika Sosial Krisis Identitas Remaja: Konsep dan Dinamika Sosial Faktor Risiko Kehamilan Remaja Faktor Risiko Kehamilan Remaja Sikap Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukannya Sikap Sosial Remaja: Konsep dan Pembentukannya Kesehatan Remaja Kesehatan Remaja Pergaulan Remaja: Konsep dan Kontrol Sosial Pergaulan Remaja: Konsep dan Kontrol Sosial Persepsi Remaja Putri terhadap Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi Rutin Persepsi Remaja Putri terhadap Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi Rutin Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi Identitas Diri: Konsep dan Perkembangan Psikologis Identitas Diri: Konsep dan Perkembangan Psikologis Persepsi Remaja Putri terhadap KB Pasca Nikah Persepsi Remaja Putri terhadap KB Pasca Nikah Kehamilan Remaja: Konsep, Risiko Kesehatan, dan Pencegahan Kehamilan Remaja: Konsep, Risiko Kesehatan, dan Pencegahan Perilaku Hidup Sehat pada Remaja Perilaku Hidup Sehat pada Remaja Perilaku Konsumsi Susu pada Remaja Perilaku Konsumsi Susu pada Remaja Identitas Budaya: Konsep, Pembentuk, dan Perannya Identitas Budaya: Konsep, Pembentuk, dan Perannya Sikap Remaja terhadap Seks Pra Nikah Sikap Remaja terhadap Seks Pra Nikah Identitas Kelompok: Konsep, Pengaruh, dan Perannya Identitas Kelompok: Konsep, Pengaruh, dan Perannya Transisi Remaja ke Dewasa: Konsep dan Tantangan Sosial Transisi Remaja ke Dewasa: Konsep dan Tantangan Sosial Kesehatan Mental Remaja Kesehatan Mental Remaja Perilaku Minum Obat Remaja Perilaku Minum Obat Remaja Status Gizi Remaja Putri Status Gizi Remaja Putri Pengetahuan Remaja tentang Makan Malam Sehat Pengetahuan Remaja tentang Makan Malam Sehat
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…