Terakhir diperbarui: 20 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 20 February). Manajemen SDM Berkelanjutan: konsep, pengembangan jangka panjang, dan stabilitas. SumberAjar. Retrieved 23 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/manajemen-sdm-berkelanjutan-konsep-pengembangan-jangka-panjang-dan-stabilitas  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Manajemen SDM Berkelanjutan: konsep, pengembangan jangka panjang, dan stabilitas - SumberAjar.com

Manajemen SDM Berkelanjutan: konsep, pengembangan jangka panjang, dan stabilitas

Pendahuluan

Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) berkelanjutan kini menjadi fokus utama organisasi modern yang ingin bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Berbeda dengan pendekatan SDM tradisional yang sering kali hanya menekankan efisiensi dan produktivitas jangka pendek, konsep berkelanjutan mencakup kesejahteraan pekerja, integrasi nilai sosial dan lingkungan, serta kontribusi terhadap stabilitas dan performa organisasi secara menyeluruh. Dalam konteks persaingan global yang semakin dinamis dan tuntutan perubahan cepat di dunia kerja, organisasi dituntut untuk mengadopsi praktik pengelolaan SDM yang tidak hanya memaksimalkan output finansial tetapi juga menjamin keberlangsungan hubungan kerja, perkembangan kompetensi karyawan, serta keseimbangan antara kebutuhan organisasi dan kesejahteraan pekerja. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang definisi dan prinsip manajemen SDM berkelanjutan, pengembangan jangka panjang sumber daya manusia, keseimbangan antara kebutuhan organisasi dan karyawan, peran manajemen SDM berkelanjutan terhadap stabilitas organisasi, berbagai tantangan dalam penerapannya, serta kesimpulan yang merangkum seluruh pembahasan. ([Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id])


Definisi Manajemen SDM Berkelanjutan

Definisi Manajemen SDM Berkelanjutan Secara Umum

Manajemen SDM berkelanjutan dikenal sebagai pendekatan pengelolaan tenaga kerja yang menekankan kesinambungan dan keberlanjutan dalam berbagai aspek HRM, termasuk rekrutmen, pelatihan, pengembangan karir, kesejahteraan karyawan, hingga penilaian kinerja yang mempertimbangkan nilai sosial dan lingkungan. Pendekatan ini berupaya menggabungkan tujuan organisasi dengan kebutuhan jangka panjang karyawan sehingga terjadi keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan. Secara umum, konsep ini melampaui tujuan ekonomi semata dan mencakup aspek sosial, lingkungan, serta keberlanjutan hubungan kerja untuk menghadapi tantangan industri masa depan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Definisi Manajemen SDM Berkelanjutan Dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “berkelanjutan” merujuk pada sesuatu yang berlangsung terus-menerus tanpa henti dan memiliki kesinambungan waktu dan ruang lingkup. Dalam konteks manajemen sumber daya manusia, istilah ini mengacu pada praktik HRM yang tidak bersifat fragmentatif atau episodik, tetapi terencana untuk menciptakan pengembangan sumber daya manusia yang konsisten dan memberi kontribusi jangka panjang terhadap organisasi serta terhadap lingkungan sosial yang lebih luas. (Catatan: definisi KBBI dapat diakses melalui laman resmi KBBI daring sesuai kata “berkelanjutan”).

Definisi Manajemen SDM Berkelanjutan Menurut Para Ahli

Banyak ahli telah menguraikan konsep manajemen SDM berkelanjutan dari beragam perspektif. Menurut Ehnert dan Witt (2024), manajemen SDM berkelanjutan merupakan integrasi antara prinsip keberlanjutan dengan praktik HRM yang menekankan kesejahteraan karyawan serta dampak sosial dan lingkungan organisasi. ([Lihat sumber Disini - research.ou.nl]) Griep (2024) menyatakan bahwa fokus utama dari Sustainable HRM adalah menciptakan hubungan kerja yang stabil, berorientasi pada kesejahteraan pekerja serta tujuan jangka panjang organisasi, bukan sekadar profit jangka pendek. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]) Sementara itu, Bai (2025) memaparkan bahwa Sustainable HRM dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan dengan mengintegrasikan prinsip yang mendukung well-being dan engagement tenaga kerja dalam lingkungan kerja yang berkelanjutan. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com]) Ketiga pandangan ini menunjukkan bahwa aspek manusia, lingkungan kerja yang sehat, dan tujuan keberlanjutan menjadi inti dari Manajemen SDM Berkelanjutan.


Prinsip-Prinsip Manajemen SDM Berkelanjutan

Prinsip dasar dari manajemen SDM berkelanjutan adalah implementasi nilai-nilai keberlanjutan dalam seluruh siklus pengelolaan SDM. Prinsip pertama adalah orientasi jangka panjang, yaitu perencanaan dan pelaksanaan kebijakan HRM yang tidak hanya mengutamakan kebutuhan sesaat tetapi juga mempertimbangkan dampak ke depan bagi karyawan dan organisasi. Pendekatan ini memastikan bahwa semua keputusan HR, seperti rekrutmen, pengembangan kompetensi, dan evaluasi prestasi dilakukan secara strategis sehingga mendukung kontinuitas organisasi dan pertumbuhan individu dalam jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - research.ou.nl])

Prinsip kedua adalah kesejahteraan karyawan, di mana organisasi menyediakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, adil, dan mendukung kesehatan fisik maupun psikologi pekerja. Hal ini tidak hanya meningkatkan loyalitas karyawan tetapi juga mengurangi tingkat turnover, meningkatkan engagement, dan pada gilirannya meningkatkan produktivitas. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])

Prinsip ketiga adalah tanggung jawab sosial dan lingkungan, yang menunjukkan bahwa praktik SDM harus mempertimbangkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan. Misalnya, melalui integrasi prinsip green HRM atau kebijakan ramah lingkungan dalam pelatihan dan penilaian kinerja. ([Lihat sumber Disini - jurnal.faatuatua.com])

Di samping itu, prinsip transparansi dan akuntabilitas menjadi aspek penting agar setiap kebijakan HR yang diterapkan dapat dievaluasi dan diperbaiki secara berkala, sesuai dengan dinamika perubahan organisasi dan kebutuhan pemangku kepentingan. Prinsip ini berkontribusi pada pembangunan budaya kerja yang terpercaya dan berintegritas.


Pengembangan SDM Jangka Panjang

Pengembangan SDM jangka panjang melibatkan strategi yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi, keterampilan, serta kapasitas karyawan sejalan dengan tujuan strategis organisasi. Salah satu aspek penting adalah pendidikan dan pelatihan berkelanjutan yang tidak hanya fokus pada kebutuhan teknis pekerjaan saat ini tetapi juga mempersiapkan tenaga kerja untuk tantangan masa depan. Pelatihan semacam ini dapat mencakup pembelajaran teknologi baru, soft skills, serta keterampilan adaptif yang mendukung fleksibilitas kerja dalam era digital. ([Lihat sumber Disini - online-journal.unja.ac.id])

Program pengembangan SDM juga harus bersifat inklusif dan responsif terhadap perubahan lingkungan eksternal seperti revolusi industri 4.0, dinamika pasar tenaga kerja, serta kebutuhan inovasi organisasi. Dengan demikian, organisasi tidak hanya memanfaatkan sumber daya manusia secara optimal tetapi juga membangun tenaga kerja yang resilient, inovatif, dan siap menghadapi perubahan cepat di masa depan.

Pengembangan karir jangka panjang juga berarti organisasi perlu membangun jalur karier yang jelas bagi karyawan, termasuk promosi, rotasi kerja, mentoring, dan evaluasi prestasi yang berkelanjutan. Proses ini menciptakan motivasi berkelanjutan di antara karyawan karena mereka dapat melihat prospek pertumbuhan yang jelas dalam organisasi. Pendekatan seperti ini berpotensi menciptakan hubungan kerja yang lebih stabil, meningkatkan loyalitas, dan memperkuat daya saing organisasi. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])


Keseimbangan Kebutuhan Organisasi dan Karyawan

Keseimbangan antara kebutuhan organisasi dan kebutuhan karyawan merupakan inti keberhasilan manajemen SDM berkelanjutan. Organisasi harus mampu menciptakan struktur kerja yang efisien dan produktif sekaligus memenuhi aspirasi karyawan dalam hal kesejahteraan, pengembangan pribadi, dan kualitas hidup kerja. Keseimbangan ini dapat dicapai melalui berbagai strategi seperti work-life balance, fleksibilitas jam kerja, dan program kesejahteraan yang komprehensif. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Dalam praktiknya, penerapan kebijakan seperti cuti yang adil, dukungan kesehatan mental, serta fasilitas pembelajaran dapat memberikan efek positif bagi karyawan dan organisasi secara bersamaan. Karyawan yang merasa diperhatikan dan diinvestasikan oleh organisasi cenderung menunjukkan keterlibatan kerja (employee engagement) yang tinggi dan kontribusi produktif yang lebih besar. Dalam jangka panjang, hal ini membantu menciptakan budaya organisasi yang sehat dan hubungan kerja yang tahan banting terhadap perubahan eksternal.

Selain itu, keseimbangan ini juga mencakup pengakuan atas kontribusi individu melalui sistem imbalan yang adil, insentif yang mendorong perilaku berkelanjutan, serta komunikasi dua arah yang efektif antara manajemen dan pekerja. Ketika kebutuhan individu dan tujuan organisasi saling dipenuhi, stabilitas kerja dan kepuasan pekerja pun meningkat secara signifikan.


Peran Manajemen SDM Berkelanjutan terhadap Stabilitas Organisasi

Manajemen SDM berkelanjutan berperan sangat besar dalam menciptakan stabilitas organisasi yang tahan terhadap gejolak internal maupun eksternal. Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam semua fungsi HR, organisasi dapat mengurangi risiko turnover, meningkatkan keterlibatan karyawan, serta menciptakan budaya inovasi yang adaptif terhadap perubahan. Penelitian menunjukkan bahwa praktik SDM berkelanjutan dapat meningkatkan performa organisasi melalui peningkatan keterlibatan kerja, knowledge sharing, serta budaya kerja yang positif. ([Lihat sumber Disini - ejournal.itbwigalumajang.ac.id])

Selain itu, stabilitas organisasi juga dicapai ketika karyawan merasa diperhatikan dari aspek sosial dan lingkungan organisasi. Ketika pekerja merasa bahwa organisasi tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan mereka dan dampak sosial lingkungan, loyalitas serta komitmen karyawan terhadap organisasi pun meningkat. Hal ini menciptakan stabilitas internal yang kuat sehingga mampu menghadapi tekanan kompetitif dan perubahan pasar secara efektif.

Praktik seperti Green HRM, reward sistem yang berfokus pada perilaku berkelanjutan, serta sistem pengembangan karier yang jelas membantu organisasi mempertahankan talenta terbaik, memperkuat reputasi sebagai tempat kerja yang bertanggung jawab, serta memperkuat keunggulan kompetitif dalam pasar global. ([Lihat sumber Disini - jurnal.faatuatua.com])


Tantangan Penerapan Manajemen SDM Berkelanjutan

Meskipun manfaatnya signifikan, penerapan manajemen SDM berkelanjutan tidak tanpa hambatan. Pertama, tantangan budaya internal organisasi sering kali menjadi penghalang utama. Perubahan praktik SDM tradisional ke paradigma berkelanjutan memerlukan perubahan mindset, investasi waktu, serta komitmen dari seluruh level organisasi. Tanpa dukungan kuat dari pimpinan puncak, inisiatif keberlanjutan dapat tertunda atau kurang efektif. ([Lihat sumber Disini - research.ou.nl])

Kedua, sumber daya finansial untuk implementasi program pelatihan, kesejahteraan, serta kebijakan fleksibilitas kerja juga dapat menjadi hambatan terutama bagi usaha kecil dan menengah. Organisasi perlu merancang strategi yang realistis dan berkelanjutan secara finansial sehingga program SDM berkelanjutan dapat berjalan konsisten tanpa mengorbankan stabilitas anggaran. ([Lihat sumber Disini - ejournal.itbwigalumajang.ac.id])

Ketiga, tantangan teknologi dan data menjadi masalah lain karena organisasi perlu memiliki sistem HRIS yang mendukung pengumpulan dan analisis data untuk evaluasi kinerja, perencanaan karier, dan monitoring perkembangan SDM secara real-time. Tanpa sistem pendukung yang memadai, implementasi praktik HRM berkelanjutan dapat terbatas efektivitasnya.


Kesimpulan

Manajemen SDM berkelanjutan adalah pendekatan strategis dalam pengelolaan sumber daya manusia yang menekankan keberlanjutan dalam berbagai aspek HR, mencakup kesejahteraan karyawan, tanggung jawab sosial dan lingkungan, serta pencapaian tujuan jangka panjang organisasi. Konsep ini tidak hanya mencakup praktik administratif, tetapi berfokus pada hubungan kerja yang stabil, peningkatan kompetensi, dan keseimbangan antara kebutuhan organisasi dan karyawan. Praktik SDM berkelanjutan terbukti berkontribusi terhadap stabilitas organisasi, keterlibatan kerja yang lebih tinggi, serta peningkatan performa secara berkelanjutan. Meskipun tantangan seperti perubahan budaya organisasi, keterbatasan sumber daya, dan kebutuhan teknologi menjadi hambatan, manfaat jangka panjangnya jelas terlihat dalam bentuk peningkatan loyalitas karyawan, reputasi organisasi yang positif, serta keunggulan kompetitif yang tahan terhadap dinamika pasar.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Manajemen SDM berkelanjutan adalah pendekatan pengelolaan sumber daya manusia yang menekankan pengembangan jangka panjang, kesejahteraan karyawan, tanggung jawab sosial, serta keseimbangan antara kebutuhan organisasi dan tenaga kerja guna menciptakan stabilitas dan keberlanjutan organisasi.

Tujuan utama manajemen SDM berkelanjutan adalah memastikan keberlangsungan organisasi melalui pengelolaan karyawan yang berorientasi jangka panjang, meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi tenaga kerja, serta menjaga stabilitas dan kinerja organisasi secara berkelanjutan.

Prinsip manajemen SDM berkelanjutan meliputi orientasi jangka panjang, kesejahteraan karyawan, tanggung jawab sosial dan lingkungan, keadilan dalam sistem kerja, transparansi kebijakan SDM, serta pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.

Manajemen SDM berkelanjutan berperan penting dalam menjaga stabilitas organisasi dengan meningkatkan loyalitas dan keterlibatan karyawan, menurunkan tingkat turnover, membangun budaya kerja yang sehat, serta memperkuat daya saing organisasi dalam jangka panjang.

Tantangan penerapan manajemen SDM berkelanjutan antara lain perubahan budaya organisasi, keterbatasan sumber daya finansial, kurangnya komitmen manajemen, serta kebutuhan akan sistem dan teknologi pendukung untuk mengelola SDM secara berkelanjutan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Investasi Jangka Panjang: Konsep dan Nilai Perusahaan Investasi Jangka Panjang: Konsep dan Nilai Perusahaan Inovasi Berkelanjutan: Konsep, Keberlanjutan Inovasi, dan Daya Saing Inovasi Berkelanjutan: Konsep, Keberlanjutan Inovasi, dan Daya Saing Liabilitas Jangka Panjang: Konsep dan Struktur Utang Liabilitas Jangka Panjang: Konsep dan Struktur Utang Terapi Obat Jangka Panjang: Konsep, Risiko, dan Pengendalian Terapi Obat Jangka Panjang: Konsep, Risiko, dan Pengendalian Kualitas Manajemen: Konsep, Praktik Manajerial, dan Kinerja Kualitas Manajemen: Konsep, Praktik Manajerial, dan Kinerja Pengembangan Profesional Guru: konsep, bentuk, dan keberlanjutan Pengembangan Profesional Guru: konsep, bentuk, dan keberlanjutan Manajemen Karier: Konsep, Perencanaan Karier, dan Pengembangan Individu Manajemen Karier: Konsep, Perencanaan Karier, dan Pengembangan Individu Pengembangan SDM: Konsep, Peningkatan Kapasitas, dan Daya Saing Pengembangan SDM: Konsep, Peningkatan Kapasitas, dan Daya Saing Investasi Jangka Pendek: Konsep dan Tujuan Investasi Jangka Pendek: Konsep dan Tujuan Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Pengembangan Karier: Konsep, Jalur Karier, dan Kesiapan Promosi Pengembangan Karier: Konsep, Jalur Karier, dan Kesiapan Promosi Manajemen Hutan: Konsep Perencanaan, Pengelolaan, dan Keberlanjutan Sumber Daya Manajemen Hutan: Konsep Perencanaan, Pengelolaan, dan Keberlanjutan Sumber Daya Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak: konsep, pendekatan klasik, dan modern Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak: konsep, pendekatan klasik, dan modern Liabilitas Jangka Pendek: Konsep dan Kewajiban Lancar Liabilitas Jangka Pendek: Konsep dan Kewajiban Lancar Manajemen SDM Strategis Terapan: konsep, integrasi strategi, dan daya saing Manajemen SDM Strategis Terapan: konsep, integrasi strategi, dan daya saing Edukasi Pasien Berkelanjutan Edukasi Pasien Berkelanjutan Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Keberlanjutan Bisnis: Konsep, Strategi Berkelanjutan, dan Nilai Jangka Panjang Keberlanjutan Bisnis: Konsep, Strategi Berkelanjutan, dan Nilai Jangka Panjang Siklus Pengembangan Sistem Informasi: Tahapan, Metode, dan Contohnya Siklus Pengembangan Sistem Informasi: Tahapan, Metode, dan Contohnya Talent Management: Konsep, Pengelolaan Talenta, dan Keberlanjutan SDM Talent Management: Konsep, Pengelolaan Talenta, dan Keberlanjutan SDM
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…