Terakhir diperbarui: 24 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 24 January). Investasi Jangka Panjang: Konsep dan Nilai Perusahaan. SumberAjar. Retrieved 24 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/investasi-jangka-panjang-konsep-dan-nilai-perusahaan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Investasi Jangka Panjang: Konsep dan Nilai Perusahaan - SumberAjar.com

Investasi Jangka Panjang: Konsep dan Nilai Perusahaan

Pendahuluan

Investasi merupakan salah satu elemen vital dalam dunia ekonomi dan keputusan finansial. Dalam konteks perusahaan maupun individu, keputusan tentang jenis investasi dan periode waktu investasi dapat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan ekonomi di masa depan. Investasi jangka panjang, khususnya, menjadi pilihan strategis karena potensinya memberikan keuntungan yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan nilai perusahaan secara fundamental. Investasi jangka panjang tidak ditujukan untuk sekadar mendapatkan keuntungan jangka pendek, tetapi bertujuan untuk menciptakan nilai tambah dan stabilitas finansial dalam periode yang lebih panjang, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan aset dan peningkatan daya saing perusahaan di pasar modal maupun ekonomi global. ([Lihat sumber Disini - sequis.co.id])


Definisi Investasi Jangka Panjang

Definisi Investasi Jangka Panjang Secara Umum

Investasi jangka panjang secara umum merupakan penanaman modal atau penempatan dana pada berbagai instrumen investasi dengan harapan mendapatkan imbal hasil dalam periode yang cukup lama, biasanya lebih dari lima tahun. Pada investasi jangka panjang, investor tidak terlalu memikirkan fluktuasi jangka pendek, tetapi fokus pada pertumbuhan nilai investasi secara bertahap dan berkelanjutan. Periode investasi yang panjang ini memungkinkan penggunaan strategi diversifikasi dan reinvestasi untuk meningkatkan potensi pengembalian. ([Lihat sumber Disini - sunlife.co.id])

Definisi Investasi Jangka Panjang dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi pada umumnya didefinisikan sebagai penanaman modal, sedangkan jangka panjang menunjukkan periode waktu relatif lama untuk mencapai tujuan investasi tersebut. Dengan demikian, investasi jangka panjang dapat diartikan sebagai tindakan penanaman modal yang dilakukan selama periode cukup lama dengan tujuan memperoleh manfaat finansial di masa depan. (Catatan: Definisi KBBI bisa dilihat langsung di situs resmi KBBI Online).

Definisi Investasi Jangka Panjang Menurut Para Ahli

Menurut para ahli, investasi jangka panjang dikaitkan dengan keputusan strategis dalam perencanaan finansial yang mencakup periode lebih dari satu tahun. Berikut ini beberapa penjelasan ahli:

  1. Kasmir (2019), Investasi adalah penanaman modal dalam suatu kegiatan yang memiliki jangka waktu relatif panjang dalam berbagai bidang. ([Lihat sumber Disini - repository.stei.ac.id])

  2. Samsul (2006), Pasar modal tempat bertemunya penawaran dan permintaan instrumen keuangan termasuk investasi jangka panjang yang menyediakan peluang pendanaan perusahaan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id])

  3. Artikel hukumonline.com, Menyatakan investasi jangka panjang merupakan penanaman modal dari seseorang atau perusahaan guna mendapatkan penghasilan tetap yang kembali dalam jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - hukumonline.com])

  4. Setyowati (dalam sumber investasi jangka panjang Indonesia), Investasi jangka panjang memiliki karakteristik keuntungan yang lebih besar dari waktu ke waktu, dan cenderung menyimpan aset dalam jangka lama. ([Lihat sumber Disini - pintu.co.id])

Definisi-definisi ini memperkuat bahwa investasi jangka panjang mencakup komitmen finansial dalam jangka waktu yang relatif panjang, dengan ekspektasi pertumbuhan nilai atau imbal hasil yang stabil.


Tujuan Investasi Jangka Panjang

Tujuan dari investasi jangka panjang pada dasarnya berfokus pada pencapaian keuntungan serta kestabilan finansial di masa depan. Beberapa tujuan umum investasi jangka panjang adalah:

1. Mewujudkan Tujuan Finansial Masa Depan

Investasi jangka panjang sering kali digunakan untuk merencanakan tujuan finansial utama seperti dana pensiun, biaya pendidikan anak, pembelian properti, dan tujuan besar lainnya yang memerlukan waktu pengumpulan modal cukup lama. Hal ini karena melalui strategi jangka panjang, investor memiliki peluang mengatasi volatilitas pasar dan memperoleh akumulasi modal sesuai target finansialnya. ([Lihat sumber Disini - sunlife.co.id])

2. Proteksi Terhadap Inflasi

Dengan periode investasi yang panjang, investasi jangka panjang dapat melindungi nilai kekayaan dari dampak inflasi yang menggerus daya beli uang dari waktu ke waktu. Nilai investasi yang meningkat umumnya mampu melampaui tingkat inflasi, sehingga mempertahankan nilai riil dari aset yang dimiliki. ([Lihat sumber Disini - lbs.id])

3. Pertumbuhan Modal

Investasi jangka panjang berpotensi memberikan pertumbuhan aset yang lebih tinggi melalui strategi reinvestasi, dividen, atau apresiasi nilai aset seperti saham dan properti. Imbal hasil yang diperoleh sering kali lebih besar bila dibandingkan dengan investasi jangka pendek karena efek akumulatif dari pertumbuhan nilai. ([Lihat sumber Disini - sunlife.co.id])

4. Pendapatan Dividen atau Bunga

Beberapa instrumen investasi jangka panjang, seperti obligasi dan saham, memberikan pendapatan reguler berupa bunga atau dividen yang masuk secara periodik, memberikan sumber pendapatan pasif bagi investor. ([Lihat sumber Disini - sequis.co.id])


Jenis-Jenis Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang bisa terdiri dari berbagai instrumen keuangan maupun aset riil. Secara umum, jenis investasi jangka panjang di antaranya:

1. Saham

Saham adalah salah satu bentuk investasi jangka panjang yang sangat populer karena potensi pertumbuhan nilai yang signifikan. Investor membeli saham perusahaan dengan harapan harga saham meningkat seiring pertumbuhan kinerja perusahaan, dan/atau mendapatkan dividen. ([Lihat sumber Disini - sunlife.co.id])

2. Obligasi

Obligasi merupakan surat utang jangka panjang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah. Investor obligasi menerima pembayaran bunga berkala dan pelunasan pokok pada saat jatuh tempo, sehingga cocok untuk strategi investasi jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - sequis.co.id])

3. Reksa Dana

Reksa dana jangka panjang menggabungkan dana dari banyak investor untuk diinvestasikan profesional dalam portofolio saham, obligasi, atau campuran keduanya, memberikan diversifikasi risiko yang lebih baik. ([Lihat sumber Disini - sequis.co.id])

4. Properti

Properti termasuk aset riil yang sering digunakan sebagai investasi jangka panjang karena cenderung meningkat nilainya seiring waktu. Properti seperti rumah, tanah, atau gedung dapat menghasilkan keuntungan melalui apresiasi dan sewa. ([Lihat sumber Disini - sequis.co.id])

5. Instrumen Lainnya

Instrumen lain seperti emas, sukuk, atau investasi syariah juga termasuk opsi investasi jangka panjang dengan karakteristik yang berbeda dari segi risiko dan likuiditas, namun tetap memiliki fokus periode waktu yang panjang. ([Lihat sumber Disini - sunlife.co.id])


Pengakuan dan Pengukuran Investasi Jangka Panjang

Dalam akuntansi dan pelaporan keuangan, investasi jangka panjang harus diakui dan diukur secara tepat agar pemegang saham maupun investor mendapatkan gambaran performa perusahaan yang akurat. Pada prinsipnya:

1. Pengakuan Akuntansi

Investasi jangka panjang diakui dalam neraca perusahaan sebagai aset tidak lancar bila dimaksudkan untuk dimiliki lebih dari satu periode akuntansi. Aset ini tidak dicairkan dalam jangka pendek dan memberikan manfaat ekonomi di masa depan. ([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])

2. Pengukuran Awal

Pada pengakuan awal, investasi jangka panjang biasanya dicatat sebesar biaya perolehan, yaitu jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan. Pengukuran ini mencakup biaya terkait pembelian serta biaya transaksi yang relevan. ([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])

3. Pengukuran Selanjutnya

Setelah pengakuan awal, investasi jangka panjang dapat diukur berdasarkan nilai wajar atau biaya, tergantung pada jenis investasi serta ketentuan standar pelaporan yang berlaku. Misalnya, investasi dalam saham publik mungkin diukur berdasarkan nilai pasar. ([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])

4. Relevansi Informasi

Arus kas masa depan dan informasi laporan keuangan seperti arus kas relevan dalam penilaian investasi jangka panjang, menunjukkan bagaimana investasi tersebut mampu menghasilkan nilai tambah perusahaan dari waktu ke waktu. ([Lihat sumber Disini - jurnal.amertainstitute.com])


Investasi Jangka Panjang dan Nilai Perusahaan

Nilai perusahaan (firm value) mencerminkan persepsi investor terhadap prospek masa depan dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Investasi jangka panjang memiliki hubungan erat dengan nilai perusahaan karena:

1. Keputusan Investasi Mempengaruhi Nilai Perusahaan

Penelitian akademik menunjukkan bahwa keputusan investasi perusahaan, termasuk investasi jangka panjang, memainkan peran penting dalam meningkatkan nilai perusahaan. Perusahaan yang melakukan investasi strategis berpotensi meningkatkan aset, efisiensi operasional, dan pertumbuhan laba, sehingga meningkatkan kepercayaan investor. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.univbatam.ac.id])

2. Hubungan Empiris di Pasar Modal

Beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa keputusan investasi jangka panjang, terutama diukur melalui alokasi modal untuk aktiva tetap atau CAPEX, dapat berdampak signifikan terhadap nilai perusahaan yang diukur melalui indikator pasar seperti harga saham, Price-to-Earnings Ratio, dan Price-to-Book Value. ([Lihat sumber Disini - journal.unesa.ac.id])

3. Kebijakan Investasi Jangka Panjang Berkontribusi pada Pertumbuhan Nilai

Strategi investasi yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang secara konsisten terkait dengan peningkatan nilai pasar saham perusahaan, terutama bila keputusan investasi dilakukan dengan analisis risiko yang kuat dan dukungan manajemen risiko yang efektif. ([Lihat sumber Disini - economics.pubmedia.id])

4. Kualitas Pelaporan Menunjang Kepercayaan Investor

Laporan keuangan yang transparan dan akurat juga membantu investor melihat prospek investasi jangka panjang perusahaan, sehingga mendorong keputusan investasi yang menguntungkan bagi nilai perusahaan. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Penyajian Investasi Jangka Panjang dalam Laporan Keuangan

Dalam laporan keuangan perusahaan, investasi jangka panjang biasanya disajikan pada:

1. Neraca (Balance Sheet)

Investasi jangka panjang muncul dalam bagian aset tidak lancar (non-current assets), menunjukkan komitmen perusahaan untuk kepemilikan aset yang memberikan manfaat ekonomi di masa depan. Pos ini mencerminkan jumlah nilai investasi yang belum akan direalisasikan dalam periode akuntansi berjalan. ([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])

2. Catatan atas Laporan Keuangan

Detail lebih lanjut tentang investasi jangka panjang disajikan dalam catatan atas laporan keuangan, termasuk metode pengukuran, nilai wajar, perubahan nilai, risiko yang terkait, dan informasi penting lainnya yang membantu pengguna laporan dalam menilai posisi keuangan perusahaan secara lebih komprehensif. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

3. Arus Kas (Cash Flow Statement)

Dalam bagian arus kas, aktivitas investasi biasanya dicatat pada arus kas dari aktivitas investasi yang mencerminkan aliran kas keluar atau masuk terkait investasi aset jangka panjang. Ini membantu investor memahami bagaimana perusahaan mengalokasikan sumber daya finansialnya terhadap investasi jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Kesimpulan

Investasi jangka panjang merupakan strategi fundamental yang mampu memberikan dampak signifikan terhadap pencapaian tujuan finansial perusahaan maupun individu. Secara umum, investasi jangka panjang adalah penanaman modal pada instrumen yang memiliki periode lebih dari lima tahun dan fokus pada pertumbuhan nilai jangka panjang. Tujuan utamanya adalah untuk mencapai kestabilan finansial, menghadapi inflasi, dan menciptakan aliran pendapatan yang berkelanjutan. Investasi jangka panjang memiliki berbagai bentuk, termasuk saham, obligasi, reksa dana, dan properti, dan memiliki hubungan yang erat dengan nilai perusahaan, baik dalam dimensi keputusan investasi, persepsi pasar, maupun pertumbuhan nilai saham di pasar modal. Penyajian investasi jangka panjang dalam laporan keuangan harus dilakukan secara akurat agar memberikan gambaran yang jelas tentang posisi dan kinerja investasi tersebut.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Investasi jangka panjang adalah penanaman modal atau penempatan dana pada suatu aset atau instrumen investasi yang dimiliki dalam jangka waktu lebih dari satu tahun dengan tujuan memperoleh manfaat ekonomi dan pertumbuhan nilai di masa depan.

Tujuan utama investasi jangka panjang adalah untuk mencapai pertumbuhan modal, melindungi nilai kekayaan dari inflasi, memperoleh pendapatan pasif, serta meningkatkan stabilitas dan nilai ekonomi di masa depan.

Jenis investasi jangka panjang meliputi saham, obligasi, reksa dana, properti, emas, serta instrumen investasi lain yang dirancang untuk dimiliki dalam jangka waktu panjang.

Dalam akuntansi, investasi jangka panjang diakui sebagai aset tidak lancar dalam neraca perusahaan karena memberikan manfaat ekonomi lebih dari satu periode akuntansi.

Investasi jangka panjang dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui pertumbuhan aset, peningkatan kinerja operasional, dan kepercayaan investor, yang tercermin dalam harga saham dan nilai pasar perusahaan.

Investasi jangka panjang disajikan dalam neraca pada bagian aset tidak lancar, serta dijelaskan lebih rinci dalam catatan atas laporan keuangan dan arus kas aktivitas investasi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Manajemen Investasi: Konsep, Pengelolaan Modal, dan Risiko Manajemen Investasi: Konsep, Pengelolaan Modal, dan Risiko Investasi Jangka Pendek: Konsep dan Tujuan Investasi Jangka Pendek: Konsep dan Tujuan Return on Investment (ROI): Konsep, Pengukuran, dan Evaluasi Investasi Return on Investment (ROI): Konsep, Pengukuran, dan Evaluasi Investasi Nilai Perusahaan: Konsep, Penilaian Bisnis, dan Persepsi Investor Nilai Perusahaan: Konsep, Penilaian Bisnis, dan Persepsi Investor Capital Structure: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Capital Structure: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan SPK Penilaian Risiko Investasi SPK Penilaian Risiko Investasi Laporan Arus Kas: Konsep, Aktivitas, dan Analisis Laporan Arus Kas: Konsep, Aktivitas, dan Analisis Cash Flow Analysis: Konsep, Arus Kas, dan Kesehatan Keuangan Cash Flow Analysis: Konsep, Arus Kas, dan Kesehatan Keuangan Reputasi Perusahaan: Konsep, Citra Publik, dan Kepercayaan Pasar Reputasi Perusahaan: Konsep, Citra Publik, dan Kepercayaan Pasar Rasio Likuiditas: Konsep, Pengukuran, dan Kemampuan Bayar Rasio Likuiditas: Konsep, Pengukuran, dan Kemampuan Bayar Kapasitas Keuangan Perusahaan: Konsep dan Kemampuan Pendanaan Kapasitas Keuangan Perusahaan: Konsep dan Kemampuan Pendanaan Struktur Modal: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Struktur Modal: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Keputusan Pendanaan: Konsep, Sumber Dana, dan Biaya Modal Keputusan Pendanaan: Konsep, Sumber Dana, dan Biaya Modal Asset Management Ratio: Konsep, Efisiensi Aset, dan Analisis Kinerja Asset Management Ratio: Konsep, Efisiensi Aset, dan Analisis Kinerja Kinerja Keuangan Perusahaan: Konsep, Indikator, dan Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan: Konsep, Indikator, dan Evaluasi Manajemen Kas: Konsep, Arus Kas, dan Likuiditas Manajemen Kas: Konsep, Arus Kas, dan Likuiditas Debt to Equity Ratio (DER): Konsep, Analisis Struktur Modal, dan Risiko Debt to Equity Ratio (DER): Konsep, Analisis Struktur Modal, dan Risiko Liabilitas Jangka Panjang: Konsep dan Struktur Utang Liabilitas Jangka Panjang: Konsep dan Struktur Utang Akun Ekuitas: Konsep dan Kepemilikan Modal Akun Ekuitas: Konsep dan Kepemilikan Modal Rasio Profitabilitas: Konsep, Jenis Rasio, dan Analisis Kinerja Rasio Profitabilitas: Konsep, Jenis Rasio, dan Analisis Kinerja
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…