
Investasi Jangka Panjang: Konsep dan Nilai Perusahaan
Pendahuluan
Investasi merupakan salah satu elemen vital dalam dunia ekonomi dan keputusan finansial. Dalam konteks perusahaan maupun individu, keputusan tentang jenis investasi dan periode waktu investasi dapat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan ekonomi di masa depan. Investasi jangka panjang, khususnya, menjadi pilihan strategis karena potensinya memberikan keuntungan yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan nilai perusahaan secara fundamental. Investasi jangka panjang tidak ditujukan untuk sekadar mendapatkan keuntungan jangka pendek, tetapi bertujuan untuk menciptakan nilai tambah dan stabilitas finansial dalam periode yang lebih panjang, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan aset dan peningkatan daya saing perusahaan di pasar modal maupun ekonomi global. ([Lihat sumber Disini - sequis.co.id])
Definisi Investasi Jangka Panjang
Definisi Investasi Jangka Panjang Secara Umum
Investasi jangka panjang secara umum merupakan penanaman modal atau penempatan dana pada berbagai instrumen investasi dengan harapan mendapatkan imbal hasil dalam periode yang cukup lama, biasanya lebih dari lima tahun. Pada investasi jangka panjang, investor tidak terlalu memikirkan fluktuasi jangka pendek, tetapi fokus pada pertumbuhan nilai investasi secara bertahap dan berkelanjutan. Periode investasi yang panjang ini memungkinkan penggunaan strategi diversifikasi dan reinvestasi untuk meningkatkan potensi pengembalian. ([Lihat sumber Disini - sunlife.co.id])
Definisi Investasi Jangka Panjang dalam KBBI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi pada umumnya didefinisikan sebagai penanaman modal, sedangkan jangka panjang menunjukkan periode waktu relatif lama untuk mencapai tujuan investasi tersebut. Dengan demikian, investasi jangka panjang dapat diartikan sebagai tindakan penanaman modal yang dilakukan selama periode cukup lama dengan tujuan memperoleh manfaat finansial di masa depan. (Catatan: Definisi KBBI bisa dilihat langsung di situs resmi KBBI Online).
Definisi Investasi Jangka Panjang Menurut Para Ahli
Menurut para ahli, investasi jangka panjang dikaitkan dengan keputusan strategis dalam perencanaan finansial yang mencakup periode lebih dari satu tahun. Berikut ini beberapa penjelasan ahli:
-
Kasmir (2019), Investasi adalah penanaman modal dalam suatu kegiatan yang memiliki jangka waktu relatif panjang dalam berbagai bidang. ([Lihat sumber Disini - repository.stei.ac.id])
-
Samsul (2006), Pasar modal tempat bertemunya penawaran dan permintaan instrumen keuangan termasuk investasi jangka panjang yang menyediakan peluang pendanaan perusahaan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id])
-
Artikel hukumonline.com, Menyatakan investasi jangka panjang merupakan penanaman modal dari seseorang atau perusahaan guna mendapatkan penghasilan tetap yang kembali dalam jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - hukumonline.com])
-
Setyowati (dalam sumber investasi jangka panjang Indonesia), Investasi jangka panjang memiliki karakteristik keuntungan yang lebih besar dari waktu ke waktu, dan cenderung menyimpan aset dalam jangka lama. ([Lihat sumber Disini - pintu.co.id])
Definisi-definisi ini memperkuat bahwa investasi jangka panjang mencakup komitmen finansial dalam jangka waktu yang relatif panjang, dengan ekspektasi pertumbuhan nilai atau imbal hasil yang stabil.
Tujuan Investasi Jangka Panjang
Tujuan dari investasi jangka panjang pada dasarnya berfokus pada pencapaian keuntungan serta kestabilan finansial di masa depan. Beberapa tujuan umum investasi jangka panjang adalah:
1. Mewujudkan Tujuan Finansial Masa Depan
Investasi jangka panjang sering kali digunakan untuk merencanakan tujuan finansial utama seperti dana pensiun, biaya pendidikan anak, pembelian properti, dan tujuan besar lainnya yang memerlukan waktu pengumpulan modal cukup lama. Hal ini karena melalui strategi jangka panjang, investor memiliki peluang mengatasi volatilitas pasar dan memperoleh akumulasi modal sesuai target finansialnya. ([Lihat sumber Disini - sunlife.co.id])
2. Proteksi Terhadap Inflasi
Dengan periode investasi yang panjang, investasi jangka panjang dapat melindungi nilai kekayaan dari dampak inflasi yang menggerus daya beli uang dari waktu ke waktu. Nilai investasi yang meningkat umumnya mampu melampaui tingkat inflasi, sehingga mempertahankan nilai riil dari aset yang dimiliki. ([Lihat sumber Disini - lbs.id])
3. Pertumbuhan Modal
Investasi jangka panjang berpotensi memberikan pertumbuhan aset yang lebih tinggi melalui strategi reinvestasi, dividen, atau apresiasi nilai aset seperti saham dan properti. Imbal hasil yang diperoleh sering kali lebih besar bila dibandingkan dengan investasi jangka pendek karena efek akumulatif dari pertumbuhan nilai. ([Lihat sumber Disini - sunlife.co.id])
4. Pendapatan Dividen atau Bunga
Beberapa instrumen investasi jangka panjang, seperti obligasi dan saham, memberikan pendapatan reguler berupa bunga atau dividen yang masuk secara periodik, memberikan sumber pendapatan pasif bagi investor. ([Lihat sumber Disini - sequis.co.id])
Jenis-Jenis Investasi Jangka Panjang
Investasi jangka panjang bisa terdiri dari berbagai instrumen keuangan maupun aset riil. Secara umum, jenis investasi jangka panjang di antaranya:
1. Saham
Saham adalah salah satu bentuk investasi jangka panjang yang sangat populer karena potensi pertumbuhan nilai yang signifikan. Investor membeli saham perusahaan dengan harapan harga saham meningkat seiring pertumbuhan kinerja perusahaan, dan/atau mendapatkan dividen. ([Lihat sumber Disini - sunlife.co.id])
2. Obligasi
Obligasi merupakan surat utang jangka panjang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah. Investor obligasi menerima pembayaran bunga berkala dan pelunasan pokok pada saat jatuh tempo, sehingga cocok untuk strategi investasi jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - sequis.co.id])
3. Reksa Dana
Reksa dana jangka panjang menggabungkan dana dari banyak investor untuk diinvestasikan profesional dalam portofolio saham, obligasi, atau campuran keduanya, memberikan diversifikasi risiko yang lebih baik. ([Lihat sumber Disini - sequis.co.id])
4. Properti
Properti termasuk aset riil yang sering digunakan sebagai investasi jangka panjang karena cenderung meningkat nilainya seiring waktu. Properti seperti rumah, tanah, atau gedung dapat menghasilkan keuntungan melalui apresiasi dan sewa. ([Lihat sumber Disini - sequis.co.id])
5. Instrumen Lainnya
Instrumen lain seperti emas, sukuk, atau investasi syariah juga termasuk opsi investasi jangka panjang dengan karakteristik yang berbeda dari segi risiko dan likuiditas, namun tetap memiliki fokus periode waktu yang panjang. ([Lihat sumber Disini - sunlife.co.id])
Pengakuan dan Pengukuran Investasi Jangka Panjang
Dalam akuntansi dan pelaporan keuangan, investasi jangka panjang harus diakui dan diukur secara tepat agar pemegang saham maupun investor mendapatkan gambaran performa perusahaan yang akurat. Pada prinsipnya:
1. Pengakuan Akuntansi
Investasi jangka panjang diakui dalam neraca perusahaan sebagai aset tidak lancar bila dimaksudkan untuk dimiliki lebih dari satu periode akuntansi. Aset ini tidak dicairkan dalam jangka pendek dan memberikan manfaat ekonomi di masa depan. ([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])
2. Pengukuran Awal
Pada pengakuan awal, investasi jangka panjang biasanya dicatat sebesar biaya perolehan, yaitu jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan. Pengukuran ini mencakup biaya terkait pembelian serta biaya transaksi yang relevan. ([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])
3. Pengukuran Selanjutnya
Setelah pengakuan awal, investasi jangka panjang dapat diukur berdasarkan nilai wajar atau biaya, tergantung pada jenis investasi serta ketentuan standar pelaporan yang berlaku. Misalnya, investasi dalam saham publik mungkin diukur berdasarkan nilai pasar. ([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])
4. Relevansi Informasi
Arus kas masa depan dan informasi laporan keuangan seperti arus kas relevan dalam penilaian investasi jangka panjang, menunjukkan bagaimana investasi tersebut mampu menghasilkan nilai tambah perusahaan dari waktu ke waktu. ([Lihat sumber Disini - jurnal.amertainstitute.com])
Investasi Jangka Panjang dan Nilai Perusahaan
Nilai perusahaan (firm value) mencerminkan persepsi investor terhadap prospek masa depan dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Investasi jangka panjang memiliki hubungan erat dengan nilai perusahaan karena:
1. Keputusan Investasi Mempengaruhi Nilai Perusahaan
Penelitian akademik menunjukkan bahwa keputusan investasi perusahaan, termasuk investasi jangka panjang, memainkan peran penting dalam meningkatkan nilai perusahaan. Perusahaan yang melakukan investasi strategis berpotensi meningkatkan aset, efisiensi operasional, dan pertumbuhan laba, sehingga meningkatkan kepercayaan investor. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.univbatam.ac.id])
2. Hubungan Empiris di Pasar Modal
Beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa keputusan investasi jangka panjang, terutama diukur melalui alokasi modal untuk aktiva tetap atau CAPEX, dapat berdampak signifikan terhadap nilai perusahaan yang diukur melalui indikator pasar seperti harga saham, Price-to-Earnings Ratio, dan Price-to-Book Value. ([Lihat sumber Disini - journal.unesa.ac.id])
3. Kebijakan Investasi Jangka Panjang Berkontribusi pada Pertumbuhan Nilai
Strategi investasi yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang secara konsisten terkait dengan peningkatan nilai pasar saham perusahaan, terutama bila keputusan investasi dilakukan dengan analisis risiko yang kuat dan dukungan manajemen risiko yang efektif. ([Lihat sumber Disini - economics.pubmedia.id])
4. Kualitas Pelaporan Menunjang Kepercayaan Investor
Laporan keuangan yang transparan dan akurat juga membantu investor melihat prospek investasi jangka panjang perusahaan, sehingga mendorong keputusan investasi yang menguntungkan bagi nilai perusahaan. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])
Penyajian Investasi Jangka Panjang dalam Laporan Keuangan
Dalam laporan keuangan perusahaan, investasi jangka panjang biasanya disajikan pada:
1. Neraca (Balance Sheet)
Investasi jangka panjang muncul dalam bagian aset tidak lancar (non-current assets), menunjukkan komitmen perusahaan untuk kepemilikan aset yang memberikan manfaat ekonomi di masa depan. Pos ini mencerminkan jumlah nilai investasi yang belum akan direalisasikan dalam periode akuntansi berjalan. ([Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id])
2. Catatan atas Laporan Keuangan
Detail lebih lanjut tentang investasi jangka panjang disajikan dalam catatan atas laporan keuangan, termasuk metode pengukuran, nilai wajar, perubahan nilai, risiko yang terkait, dan informasi penting lainnya yang membantu pengguna laporan dalam menilai posisi keuangan perusahaan secara lebih komprehensif. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])
3. Arus Kas (Cash Flow Statement)
Dalam bagian arus kas, aktivitas investasi biasanya dicatat pada arus kas dari aktivitas investasi yang mencerminkan aliran kas keluar atau masuk terkait investasi aset jangka panjang. Ini membantu investor memahami bagaimana perusahaan mengalokasikan sumber daya finansialnya terhadap investasi jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])
Kesimpulan
Investasi jangka panjang merupakan strategi fundamental yang mampu memberikan dampak signifikan terhadap pencapaian tujuan finansial perusahaan maupun individu. Secara umum, investasi jangka panjang adalah penanaman modal pada instrumen yang memiliki periode lebih dari lima tahun dan fokus pada pertumbuhan nilai jangka panjang. Tujuan utamanya adalah untuk mencapai kestabilan finansial, menghadapi inflasi, dan menciptakan aliran pendapatan yang berkelanjutan. Investasi jangka panjang memiliki berbagai bentuk, termasuk saham, obligasi, reksa dana, dan properti, dan memiliki hubungan yang erat dengan nilai perusahaan, baik dalam dimensi keputusan investasi, persepsi pasar, maupun pertumbuhan nilai saham di pasar modal. Penyajian investasi jangka panjang dalam laporan keuangan harus dilakukan secara akurat agar memberikan gambaran yang jelas tentang posisi dan kinerja investasi tersebut.