Terakhir diperbarui: 24 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 24 January). Investasi Jangka Pendek: Konsep dan Tujuan. SumberAjar. Retrieved 24 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/investasi-jangka-pendek-konsep-dan-tujuan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Investasi Jangka Pendek: Konsep dan Tujuan - SumberAjar.com

Investasi Jangka Pendek: Konsep dan Tujuan

Pendahuluan

Investasi jangka pendek merupakan salah satu elemen penting dalam manajemen keuangan perusahaan dan sangat berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan kas yang sifatnya mendadak maupun operasional sehari-hari. Dalam lingkungan bisnis yang dinamis, surplus kas sering kali terjadi, sehingga perusahaan perlu menempatkan dana tersebut secara efisien agar tidak mengendap dalam bentuk kas yang tidak produktif. Investasi jangka pendek memungkinkan perusahaan mengoptimalkan penggunaan dana sementara sambil tetap menjaga kemampuan likuiditas. Selain itu, investasi jenis ini sering dijadikan indikator kesehatan finansial yang mencerminkan kemampuan suatu entitas dalam memanfaatkan sumber daya secara efektif dalam jangka waktu singkat.


Definisi Investasi Jangka Pendek

Definisi Investasi Jangka Pendek Secara Umum

Investasi jangka pendek adalah aset finansial yang dimiliki oleh perusahaan dengan tujuan memperoleh imbal hasil dan mudah dicairkan menjadi kas dalam waktu relatif singkat, biasanya kurang dari satu tahun. Aset tersebut mencakup surat berharga yang dapat dijual di pasar sekunder, deposito berjangka yang jangka waktunya pendek, hingga instrumen pasar uang lainnya. Investasi jenis ini sering disebut juga temporary investments atau marketable securities karena sifatnya yang sangat likuid dan fleksibel dalam konversi menjadi kas. ([Lihat sumber Disini - auroratrainingadvantage.com])

Definisi Investasi Jangka Pendek dalam KBBI

Menurut definisi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi adalah penanaman modal dalam bentuk aktiva tertentu yang diharapkan memberikan hasil di masa depan. Investasi jangka pendek, dalam konteks KBBI, merupakan penanaman modal yang dilakukan untuk memperoleh hasil dalam jangka waktu singkat yang dapat segera direalisasikan dalam bentuk likuid. (KBBI daring menjelaskan istilah investasi dan jangka pendek mencakup istilah tersebut secara implisit; terdapat istilah investasi dan jangka waktu).

Definisi Investasi Jangka Pendek Menurut Para Ahli

  1. Menurut para pakar akuntansi dan keuangan, investasi jangka pendek adalah aset lancar berupa surat berharga yang dapat segera dicairkan menjadi kas dalam rentang waktu satu tahun atau kurang, yang dipilih berdasarkan tujuan pengelolaan kas yang optimal dan mempertimbangkan risiko rendah terhadap nilai pasar. ([Lihat sumber Disini - bpkad.badungkab.go.id])

  2. Dalam perspektif finansial korporat, investasi jangka pendek adalah instrumen atau sekuritas yang dimaksudkan untuk dijual atau ditukar menjadi kas dalam periode singkat untuk memaksimalkan likuiditas perusahaan tanpa menanggung risiko pasar yang tinggi. ([Lihat sumber Disini - investopedia.com])

  3. Beberapa literatur manajemen keuangan menyatakan investasi jangka pendek sebagai alokasi dana ke instrumen finansial yang sangat likuid seperti treasury bills, sertifikat deposito, atau rekening pasar uang untuk mendapatkan return sambil menjaga dana tetap tersedia untuk kebutuhan operasional. ([Lihat sumber Disini - sbctc.edu])

  4. Dari sudut pandang akuntansi keuangan, investasi jangka pendek mempunyai karakteristik mudah diperjualbelikan, berisiko rendah, dan termasuk dalam aset lancar pada laporan posisi keuangan suatu entitas. ([Lihat sumber Disini - scribd.com])


Tujuan Perusahaan Melakukan Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek dilakukan oleh perusahaan bukan hanya untuk sekedar mengamankan dana yang tidak terpakai, tetapi juga memiliki sejumlah tujuan strategis dalam manajemen finansial. Tujuan utama investasi jangka pendek antara lain:

  1. Memperoleh Pengembalian atas Kelebihan Kas
    Perusahaan sering menghadapi situasi di mana kas yang tersedia melebihi kebutuhan operasional saat itu. Menempatkan kelebihan kas ini ke dalam investasi jangka pendek memungkinkan perusahaan mendapatkan return yang lebih tinggi dibandingkan jika kas hanya dibiarkan mengendap. Hal ini membantu meningkatkan profitabilitas perusahaan dalam jangka pendek tanpa mengorbankan likuiditas. ([Lihat sumber Disini - auroratrainingadvantage.com])

  2. Menjaga Likuiditas Perusahaan
    Salah satu tujuan utama investasi jangka pendek adalah untuk mempertahankan likuiditas yang kuat. Instrumen investasi jangka pendek dirancang agar dapat segera dicairkan ketika perusahaan menghadapi kebutuhan kas mendesak atau peluang investasi lain. Likuiditas yang terjaga penting dalam menjaga solvabilitas jangka pendek dan kepercayaan pemangku kepentingan. ([Lihat sumber Disini - beaumont-capitalmarkets.co.uk])

  3. Manajemen Risiko
    Investasi jangka pendek biasanya memiliki risiko yang relatif rendah dibandingkan investasi jangka panjang. Melalui alokasi dana ke instrumen yang aman seperti surat berharga yang mudah diperjualbelikan, perusahaan dapat meminimalkan risiko fluktuasi pasar yang tajam yang sering terjadi pada instrumen jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - bpkad.badungkab.go.id])

  4. Mendukung Kebutuhan Dana Tak Terduga
    Adanya cadangan dana yang mudah dicairkan sangat penting dalam menghadapi kebutuhan tidak terduga, seperti pembayaran utang jangka pendek, biaya darurat atau situasi pasar yang berubah cepat. Investasi jangka pendek menyediakan fleksibilitas ini karena dapat dengan cepat dikonversi menjadi kas. ([Lihat sumber Disini - beaumont-capitalmarkets.co.uk])

  5. Optimalisasi Struktur Modal
    Dengan mengelola dana tidak terpakai melalui investasi jangka pendek, perusahaan dapat menjaga komposisi modal kerja yang sehat, yang berdampak langsung pada indikator likuiditas seperti current ratio dan quick ratio. Hal ini penting dalam analisis kredit dan penilaian terhadap kesehatan finansial perusahaan. ([Lihat sumber Disini - sejurnal.com])


Jenis-Jenis Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek meliputi berbagai instrumen yang dipilih berdasarkan kepentingan likuiditas, risiko, dan return yang diharapkan. Beberapa jenis umum dari investasi jangka pendek antara lain:

  1. Surat Berharga Pasar Uang
    Instrumen seperti commercial paper atau sertifikat deposito yang mempunyai jangka waktu kurang dari satu tahun sering digunakan sebagai investasi jangka pendek oleh perusahaan karena sifatnya yang sangat likuid dan memiliki risiko rendah. ([Lihat sumber Disini - sbctc.edu])

  2. Treasury Bills dan Obligasi Jangka Pendek
    Surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah dengan jangka waktu kurang dari satu tahun, seperti treasury bills, merupakan pilihan populer karena keamanan investasi yang sangat tinggi dan likuiditas yang optimal. ([Lihat sumber Disini - sbctc.edu])

  3. Deposito Berjangka
    Deposito berjangka dengan tenor pendek, misalnya antara tiga hingga dua belas bulan, seringkali dipandang sebagai investasi jangka pendek yang relatif aman sambil menawarkan bunga yang lebih baik dibandingkan rekening tabungan biasa. ([Lihat sumber Disini - bpkad.badungkab.go.id])

  4. Reksa Dana Pasar Uang
    Instrumen ini menginvestasikan dana pada portofolio surat berharga jangka pendek dan menawarkan likuiditas tinggi serta diversifikasi risiko dalam satu produk investasi. ([Lihat sumber Disini - investopedia.com])

  5. Saham Likuid dengan Jangka Realisasi Cepat
    Walaupun saham biasanya dipandang sebagai investasi jangka panjang, saham dari perusahaan blue-chip dengan likuiditas tinggi dapat dimasukkan dalam kategori investasi jangka pendek jika tujuan utama adalah realisasi keuntungan dalam waktu singkat. ([Lihat sumber Disini - investopedia.com])


Pengakuan dan Pengukuran Investasi Jangka Pendek

Pengakuan investasi jangka pendek dalam akuntansi mengikuti prinsip bahwa aset harus dicatat ketika entitas memperoleh kontrol atas manfaat ekonomisnya. Pengukuran awal umumnya didasarkan pada biaya perolehan termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Setelah pengakuan awal, instrumen investasi jangka pendek biasanya diukur menggunakan nilai wajar karena pasar yang aktif menyediakan informasi harga yang andal. Perubahan nilai wajar mencerminkan dampak fluktuasi pasar dan biasanya diakui dalam laporan laba rugi. ([Lihat sumber Disini - content.one.lumenlearning.com])

Standar akuntansi seperti IFRS 9 mengatur klasifikasi dan pengukuran aset keuangan, termasuk investasi jangka pendek, dengan fokus pada karakteristik arus kas dan model bisnis entitas dalam mengelola aset tersebut. ([Lihat sumber Disini - ifrs.org])


Penyajian Investasi Jangka Pendek dalam Laporan Keuangan

Investasi jangka pendek disajikan sebagai bagian dari aset lancar pada laporan posisi keuangan karena sifatnya yang mudah direalisasikan menjadi kas dalam jangka waktu satu tahun atau siklus operasi normal entitas. Sebagai aset lancar, pos ini membantu pengguna laporan dalam menilai kemampuan entitas memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Penyajian ini juga mencakup pengungkapan yang cukup mengenai sifat investasi, metode pengukuran yang diterapkan, serta dampak nilai wajar jika relevan. ([Lihat sumber Disini - beaumont-capitalmarkets.co.uk])


Peran Investasi Jangka Pendek terhadap Likuiditas

Investasi jangka pendek memainkan peran penting dalam menjaga dan memperkuat likuiditas perusahaan. Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya tanpa menimbulkan kerugian signifikan. Aset yang mudah dicairkan seperti investasi jangka pendek dapat segera digunakan untuk menutupi kebutuhan kas mendesak sehingga membantu mempertahankan rasio likuiditas yang sehat. Penelitian manajemen likuiditas menunjukkan bahwa pengelolaan komponen aset lancar, termasuk investasi jangka pendek, dapat mempengaruhi stabilitas finansial perusahaan secara keseluruhan dan kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek. ([Lihat sumber Disini - sejurnal.com])


Kesimpulan

Investasi jangka pendek merupakan instrumen strategis dalam manajemen keuangan yang memungkinkan perusahaan memperoleh return atas surplus kas tanpa mengorbankan likuiditas. Didefinisikan sebagai investasi yang dapat dicairkan dalam jangka waktu singkat, investasi ini mencakup berbagai instrumen seperti surat berharga pasar uang, treasury bills, deposito berjangka, dan reksa dana pasar uang. Tujuan utamanya adalah mengoptimalkan penggunaan dana sementara, menjaga likuiditas, serta mendukung manajemen risiko dan kebutuhan kas tak terduga. Dalam konteks akuntansi, investasi jangka pendek diukur dan dicatat sesuai dengan standar pengakuan aset keuangan, dan disajikan sebagai bagian dari aset lancar dalam laporan keuangan. Peran investasi jangka pendek terhadap likuiditas perusahaan sangat penting karena membantu entitas memenuhi kewajiban jangka pendek dan menunjukkan kesehatan finansial yang baik.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Investasi jangka pendek adalah penanaman dana pada instrumen keuangan yang direncanakan untuk dicairkan dalam waktu singkat, umumnya kurang dari satu tahun, dengan tujuan memperoleh keuntungan sekaligus menjaga likuiditas perusahaan.

Perusahaan melakukan investasi jangka pendek untuk mengoptimalkan kelebihan kas, menjaga likuiditas, memperoleh pendapatan tambahan, serta memastikan ketersediaan dana untuk kebutuhan operasional atau kewajiban jangka pendek.

Contoh investasi jangka pendek antara lain deposito berjangka jangka pendek, surat berharga pasar uang, treasury bills, reksa dana pasar uang, serta surat berharga yang mudah diperdagangkan di pasar sekunder.

Investasi jangka pendek disajikan sebagai bagian dari aset lancar dalam laporan posisi keuangan karena dapat direalisasikan menjadi kas dalam waktu kurang dari satu tahun atau satu siklus operasi perusahaan.

Investasi jangka pendek berperan penting dalam menjaga likuiditas perusahaan karena dapat dengan cepat dicairkan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa mengganggu aktivitas operasional.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Manajemen Investasi: Konsep, Pengelolaan Modal, dan Risiko Manajemen Investasi: Konsep, Pengelolaan Modal, dan Risiko Return on Investment (ROI): Konsep, Pengukuran, dan Evaluasi Investasi Return on Investment (ROI): Konsep, Pengukuran, dan Evaluasi Investasi SPK Penilaian Risiko Investasi SPK Penilaian Risiko Investasi Liabilitas Jangka Pendek: Konsep dan Kewajiban Lancar Liabilitas Jangka Pendek: Konsep dan Kewajiban Lancar Laporan Arus Kas: Konsep, Aktivitas, dan Analisis Laporan Arus Kas: Konsep, Aktivitas, dan Analisis Kas dan Setara Kas: Konsep dan Pengendalian Kas dan Setara Kas: Konsep dan Pengendalian Cash Flow Analysis: Konsep, Arus Kas, dan Kesehatan Keuangan Cash Flow Analysis: Konsep, Arus Kas, dan Kesehatan Keuangan Aset Lancar: Konsep, Jenis, dan Likuiditas Aset Lancar: Konsep, Jenis, dan Likuiditas Persepsi Investor terhadap Laporan Keuangan: Konsep dan Respons Pasar Persepsi Investor terhadap Laporan Keuangan: Konsep dan Respons Pasar Manajemen Kas: Konsep, Arus Kas, dan Likuiditas Manajemen Kas: Konsep, Arus Kas, dan Likuiditas Akun Liabilitas: Konsep dan Kewajiban Perusahaan Akun Liabilitas: Konsep dan Kewajiban Perusahaan Rasio Likuiditas: Konsep, Pengukuran, dan Kemampuan Bayar Rasio Likuiditas: Konsep, Pengukuran, dan Kemampuan Bayar Aset Tidak Lancar: Konsep dan Manfaat Jangka Panjang Aset Tidak Lancar: Konsep dan Manfaat Jangka Panjang Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Liabilitas Jangka Panjang: Konsep dan Struktur Utang Liabilitas Jangka Panjang: Konsep dan Struktur Utang Kapasitas Keuangan Perusahaan: Konsep dan Kemampuan Pendanaan Kapasitas Keuangan Perusahaan: Konsep dan Kemampuan Pendanaan Perilaku Keuangan: Konsep, Psikologi Keuangan, dan Keputusan Individu Perilaku Keuangan: Konsep, Psikologi Keuangan, dan Keputusan Individu Literasi Keuangan: Konsep, Pemahaman Finansial, dan Keputusan Literasi Keuangan: Konsep, Pemahaman Finansial, dan Keputusan Analisis Kelayakan Bisnis: Konsep, Studi Kelayakan, dan Keputusan Analisis Kelayakan Bisnis: Konsep, Studi Kelayakan, dan Keputusan Capital Structure: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Capital Structure: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…