Terakhir diperbarui: 22 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 22 January). Return on Investment (ROI): Konsep, Pengukuran, dan Evaluasi Investasi. SumberAjar. Retrieved 22 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/return-on-investment-roi-konsep-pengukuran-dan-evaluasi-investasi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Return on Investment (ROI): Konsep, Pengukuran, dan Evaluasi Investasi - SumberAjar.com

Return on Investment (ROI): Konsep, Pengukuran, dan Evaluasi Investasi

Pendahuluan

Investasi merupakan kegiatan menempatkan modal dengan harapan memperoleh keuntungan di masa depan. Dalam dunia bisnis dan keuangan, pengambilan keputusan yang tepat sangat bergantung pada kemampuan untuk mengevaluasi seberapa efektif suatu investasi dalam menghasilkan nilai tambah atau profit. Salah satu alat yang paling banyak digunakan oleh perusahaan, investor, dan analis untuk menilai efektivitas investasi adalah Return on Investment atau yang dikenal dengan singkatan ROI. ROI membantu dalam mengukur hasil yang diperoleh dari suatu investasi relatif terhadap biaya yang telah dikeluarkan, sehingga menjadi indikator penting dalam perumusan strategi bisnis dan alokasi modal yang efisien. Di tengah dunia yang kompetitif, pemahaman mendalam mengenai ROI menjadi fundamental agar perusahaan dapat memastikan bahwa sumber daya yang dimiliki digunakan secara optimal untuk menghasilkan keuntungan. ([Lihat sumber Disini - investopedia.com])


Definisi Return on Investment (ROI)

Definisi Return on Investment (ROI) Secara Umum

Return on Investment (ROI) secara umum adalah suatu ukuran yang digunakan untuk menilai seberapa besar hasil atau keuntungan yang berhasil diperoleh dari suatu investasi dalam kaitannya dengan biaya atau modal yang telah dikeluarkan. ROI biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase, sehingga mempermudah perbandingan antar investasi yang berbeda. Dengan menggunakan ROI, investor atau perusahaan dapat memperoleh pandangan yang jelas mengenai efisiensi investasi yang dilakukan. Secara praktis, ROI mencerminkan profitabilitas investasi dan membantu dalam menentukan apakah suatu investasi memberikan pengembalian yang layak dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. ([Lihat sumber Disini - interaction-design.org])

Definisi Return on Investment (ROI) dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “return on investment” diartikan sebagai laba atas investasi, yakni ukuran yang menunjukkan tingkat keuntungan yang dihasilkan dari modal atau dana yang diinvestasikan dalam suatu usaha. Definisi ini menggarisbawahi peran ROI sebagai indikator efisiensi dalam penggunaan modal, yang menunjukkan rasio antara hasil yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan. Dalam konteks KBBI, ROI mencakup aspek perhitungan laba bersih yang diperoleh setelah investasi terhadap biaya total investasi yang menjadi dasar evaluasi. (Sumber definisi KBBI dapat diakses pada laman resmi KBBI Online).

Definisi Return on Investment (ROI) Menurut Para Ahli

Para ahli memberikan pengertian yang lebih terperinci mengenai ROI, berikut beberapa definisi menurut pakar yang diakui dalam literatur keuangan:

  1. Menurut Garrison dkk (2007), ROI menunjukkan tingkat laba yang dihasilkan dari setiap unit modal yang diinvestasikan dalam operasi segmen tertentu. Semakin tinggi nilai ROI, semakin besar pula keuntungan yang diperoleh dari investasi tersebut. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

  2. Menurut Kasmir (2019), ROI adalah rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari seluruh dana yang diinvestasikan dalam aktiva yang digunakan untuk operasi perusahaan. ([Lihat sumber Disini - e-jurnal.lppmunsera.org])

  3. Menurut Munawir (2010), ROI adalah salah satu bentuk rasio profitabilitas yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan perusahaan dengan dana yang diinvestasikan untuk menghasilkan keuntungan. ([Lihat sumber Disini - journal.stmikjayakarta.ac.id])

  4. Menurut Ernayani dan Budianto (2023), ROI adalah rasio keuangan klasik yang mengukur seberapa efektif perusahaan menginvestasikan asetnya untuk menghasilkan laba, sehingga nilai ROI yang tinggi menunjukkan efisiensi manajemen dalam memaksimalkan pengembalian investasi. ([Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id])

Dengan demikian, menurut para ahli, ROI tidak hanya sekadar indikator matematis, tetapi juga mencerminkan kemampuan manajemen dalam memanfaatkan dana perusahaan untuk menghasilkan laba yang optimal.


Komponen Perhitungan Return on Investment

Dalam praktiknya, menghitung ROI melibatkan beberapa komponen penting yang menggambarkan baik sisi biaya maupun sisi keuntungan dari sebuah investasi. Komponen-komponen tersebut meliputi:

  1. Investasi Awal (Cost of Investment), Komponen ini mencakup seluruh biaya atau modal yang diinvestasikan pada awal proyek atau usaha, termasuk biaya pembelian aset, biaya operasional, dan biaya lain yang terkait dengan memulai investasi. ROI menilai seberapa besar hasil yang akan dikembalikan dibandingkan modal awal ini. ([Lihat sumber Disini - salesforce.com])

  2. Keuntungan atau Return (Net Gain), Komponen ini mengukur selisih antara nilai akhir investasi dengan biaya awal yang dikeluarkan. Keuntungan ini biasanya dinyatakan sebagai laba bersih setelah dikurangi semua biaya dan pengeluaran yang terkait investasi. ([Lihat sumber Disini - salesforce.com])

  3. Hasil dalam Bentuk Persentase, ROI umumnya dinyatakan dalam bentuk persentase untuk mempermudah perbandingan antar investasi yang berbeda, terutama saat membandingkan berbagai pilihan investasi di berbagai sektor. ([Lihat sumber Disini - interaction-design.org])

  4. Biaya Tidak Langsung, Meskipun tidak selalu termasuk dalam perhitungan dasar, biaya tidak langsung seperti biaya peluang, inflasi, atau risiko investasi sering kali menjadi pertimbangan lanjutan untuk interpretasi yang lebih realistis dari nilai ROI. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Secara sederhana, formula perhitungan ROI adalah membandingkan nilai keuntungan bersih investasi terhadap total biaya investasi, yang kemudian diubah menjadi persentase untuk menunjukkan seberapa besar profit yang dihasilkan dibanding dengan modal awal yang dikeluarkan. ([Lihat sumber Disini - interaction-design.org])


Return on Investment sebagai Indikator Kinerja Investasi

ROI memainkan peran penting sebagai indikator kinerja investasi karena beberapa alasan:

  1. Membantu Evaluasi Profitabilitas Proyek
    ROI memberikan gambaran jelas tentang seberapa besar keuntungan yang dihasilkan dari suatu investasi dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Dengan menggunakan ROI, manajer investasi dan pemangku kepentingan dapat menilai apakah suatu investasi memberikan tingkat pengembalian yang memadai atau tidak dibandingkan alternatif lainnya. ([Lihat sumber Disini - investopedia.com])

  2. Alat Perbandingan Antar Investasi
    ROI memungkinkan investor untuk membandingkan profitabilitas beberapa peluang investasi berbeda. Karena dinyatakan dalam bentuk persentase, ROI mudah digunakan untuk mengevaluasi investasi yang berbeda jenis atau dalam jangka waktu yang berbeda. ([Lihat sumber Disini - interaction-design.org])

  3. Dasar Pengambilan Keputusan Strategis
    Data ROI sering dijadikan referensi untuk menentukan keputusan strategis, termasuk keputusan untuk mempertahankan, mengubah, atau menghentikan suatu investasi. ROI juga dapat memberikan insight terhadap alokasi sumber daya yang lebih efektif. ([Lihat sumber Disini - onlinedegrees.siu.edu])

  4. Indikator Kinerja Manajemen
    Tingkat ROI yang tinggi sering mencerminkan manajemen yang efisien dalam memanfaatkan aset dan modal yang tersedia untuk menghasilkan laba. Sebaliknya, ROI rendah dapat menunjukkan adanya masalah dalam strategi investasi atau operasional perusahaan. ([Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id])

Karena alasan-alasan tersebut, ROI menjadi tolok ukur penting dalam dunia investasi, baik pada level perusahaan maupun pada portofolio investasi individu.


Analisis Return on Investment dalam Evaluasi Investasi

Analisis ROI dalam evaluasi investasi tidak hanya menghitung nilai persentase, tetapi juga membutuhkan pemahaman konteks investasi secara menyeluruh. Hal ini mencakup:

  1. Analisis Kualitatif dan Konteks Industri
    ROI harus dianalisis bersama konteks industri, tren pasar, kondisi ekonomi, dan risiko yang menyertainya. ROI tinggi dalam satu industri belum tentu sama maknanya jika dibandingkan dengan ROI di industri lain karena karakteristik pasar berbeda-beda. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Perbandingan ROI Antar Periode
    Evaluasi ROI antar periode dapat mengungkap tren pertumbuhan atau penurunan efektivitas investasi dari waktu ke waktu. Hal ini penting bagi perusahaan untuk mengetahui apakah strategi yang dijalankan mampu meningkatkan profitabilitas investasi. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

  3. ROI dalam Hubungan dengan Harga Saham
    Beberapa penelitian empiris menunjukkan bahwa ROI berpengaruh terhadap pergerakan harga saham perusahaan di bursa efek: ROI yang tinggi menunjukkan persepsi investor tentang kinerja keuangan yang baik dan dapat meningkatkan permintaan saham sehingga mendorong harga saham. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  4. Pertimbangan Risiko yang Dihadapi

    ROI harus dianalisis bersamaan dengan risiko investasi. Investasi dengan ROI tinggi biasanya memiliki risiko besar, sehingga investor perlu mempertimbangkan trade-off antara risiko dan imbal hasil.

Dengan demikian, analisis ROI dalam evaluasi investasi tidak sekedar angka, tetapi memerlukan interpretasi yang komprehensif agar hasilnya benar-benar mencerminkan kinerja investasi secara valid.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return on Investment

Beberapa faktor dapat mempengaruhi nilai ROI suatu investasi, antara lain:

  1. Biaya Investasi Awal
    Semakin besar biaya awal investasi, semakin tinggi hasil ROI yang dibutuhkan agar investasi tersebut layak. Biaya awal mencakup tidak hanya modal pembelian, tetapi juga biaya operasional awal. ([Lihat sumber Disini - interaction-design.org])

  2. Pendapatan atau Keuntungan Bersih
    Komponen utama ROI adalah keuntungan bersih yang diperoleh dari investasi setelah dikurangi semua biaya. Tingkat keuntungan yang tinggi akan meningkatkan ROI, begitu pula sebaliknya. ([Lihat sumber Disini - salesforce.com])

  3. Risiko Pasar

    Faktor eksternal seperti volatilitas pasar, perubahan kebijakan ekonomi, dan kondisi industri dapat mempengaruhi hasil investasi sehingga ROI yang diharapkan berubah.

  4. Manajemen Investasi
    Efektivitas Manajemen dalam memanfaatkan modal dan aset berpengaruh langsung terhadap peningkatan atau penurunan ROI. ROI yang meningkat sering mencerminkan kemampuan manajemen yang baik dalam perencanaan dan eksekusi investasi. ([Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id])

  5. Faktor Ekonomi Makro

    Inflasi, suku bunga, dan kondisi ekonomi makro lainnya dapat mengubah biaya modal serta hasil investasi sehingga mempengaruhi ROI secara keseluruhan.

Memahami faktor-faktor ini membantu investor dan perusahaan dalam mengoptimalkan strategi investasi untuk mencapai hasil yang lebih tinggi.


Keterbatasan Return on Investment sebagai Alat Ukur

Walaupun ROI adalah metrik yang luas digunakan, alat ini memiliki keterbatasan yang perlu diperhatikan:

  1. Tidak Memperhitungkan Waktu
    ROI tradisional tidak mempertimbangkan dimensi waktu, berapa lama investasi dilakukan, sehingga tidak cocok untuk perbandingan investasi dengan periode yang berbeda. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Keterbatasan Data Tidak Langsung
    ROI sederhana mungkin tidak memasukkan biaya tidak langsung atau biaya peluang yang relevan dalam perhitungan, sehingga hasilnya kurang akurat. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Tidak Mengukur Risiko Secara Langsung
    ROI hanya mencerminkan keuntungan relatif biaya dan tidak mengukur risiko investasi secara eksplisit, sehingga perlu dikombinasikan dengan metrik lain seperti Internal Rate of Return (IRR) untuk analisis yang lebih mendalam. ([Lihat sumber Disini - investopedia.com])

  4. Interpretasi yang Bisa Bias

    ROI dapat dipengaruhi oleh cara perhitungan yang dipilih (misalnya komponen biaya yang dimasukkan), sehingga hasil ROI bisa bias jika tidak standar perhitungannya.

Karena keterbatasan ini, dalam praktik evaluasi investasi biasanya ROI tidak berdiri sendiri, tetapi digunakan bersama dengan metrik lain agar analisis menjadi lebih komprehensif.


Kesimpulan

Return on Investment (ROI) merupakan konsep fundamental dalam evaluasi investasi yang membantu mengukur efektivitas penggunaan modal dalam menghasilkan keuntungan. Secara umum, ROI dinyatakan dalam bentuk persentase yang menggambarkan seberapa besar keuntungan yang diperoleh relatif terhadap biaya investasi. Berbagai definisi dari ahli menguatkan peranannya sebagai indikator kinerja investasi yang penting dalam pengambilan keputusan bisnis. ROI tidak hanya membantu menilai profitabilitas investasi, tetapi juga menjadi dasar untuk membandingkan berbagai pilihan investasi. Namun demikian, ROI memiliki keterbatasan dalam hal memperhitungkan waktu dan risiko, sehingga perlu dikombinasikan dengan alat analisis lain untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Secara keseluruhan, pemahaman yang baik tentang komponen, analisis, dan faktor yang mempengaruhi ROI sangat penting bagi investor dan perusahaan agar dapat membuat keputusan investasi yang efektif dan berkelanjutan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Return on Investment (ROI) adalah indikator keuangan yang digunakan untuk mengukur tingkat keuntungan suatu investasi dengan membandingkan laba yang diperoleh terhadap modal atau biaya investasi yang dikeluarkan. ROI biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase.

Return on Investment penting karena membantu investor dan manajemen menilai efektivitas penggunaan modal, membandingkan beberapa alternatif investasi, serta menjadi dasar dalam pengambilan keputusan strategis terkait kelanjutan atau penghentian suatu investasi.

Komponen utama dalam perhitungan ROI meliputi biaya investasi awal, keuntungan atau laba bersih yang diperoleh dari investasi, serta hasil perhitungan yang biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase untuk memudahkan analisis dan perbandingan.

ROI digunakan sebagai indikator kinerja investasi dengan menunjukkan seberapa efisien suatu investasi menghasilkan keuntungan. Nilai ROI yang tinggi mencerminkan investasi yang efektif dan kinerja manajemen yang baik dalam memanfaatkan modal.

Nilai ROI dipengaruhi oleh biaya investasi awal, tingkat keuntungan bersih, efektivitas manajemen, risiko pasar, serta kondisi ekonomi makro seperti inflasi dan suku bunga.

Keterbatasan ROI antara lain tidak mempertimbangkan faktor waktu investasi, tidak mengukur risiko secara langsung, serta potensi bias perhitungan akibat perbedaan metode penentuan biaya dan laba.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Return on Equity (ROE): Konsep, Profitabilitas, dan Kinerja Pemegang Saham Return on Equity (ROE): Konsep, Profitabilitas, dan Kinerja Pemegang Saham Rasio Profitabilitas: Konsep, Jenis Rasio, dan Analisis Kinerja Rasio Profitabilitas: Konsep, Jenis Rasio, dan Analisis Kinerja Analisis Kelayakan Sistem Informasi Analisis Kelayakan Sistem Informasi Skala Pengukuran Data: Jenis dan Contoh Skala Pengukuran Data: Jenis dan Contoh Model Kirkpatrick: Tahapan dan Contoh Aplikasi Model Kirkpatrick: Tahapan dan Contoh Aplikasi Feasibility Study Pengembangan Sistem Feasibility Study Pengembangan Sistem Strategi Pemasaran: Konsep, Perencanaan Strategi, dan Keunggulan Bersaing Strategi Pemasaran: Konsep, Perencanaan Strategi, dan Keunggulan Bersaing Kapasitas Keuangan Perusahaan: Konsep dan Kemampuan Pendanaan Kapasitas Keuangan Perusahaan: Konsep dan Kemampuan Pendanaan Promosi Digital: Konsep, Media Promosi, dan Efektivitas Pemasaran Promosi Digital: Konsep, Media Promosi, dan Efektivitas Pemasaran Penelitian Meta-Evaluasi: Pengertian dan Manfaat Penelitian Meta-Evaluasi: Pengertian dan Manfaat Yield Data: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Analisis Ilmiah Yield Data: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Analisis Ilmiah SPK Penilaian Risiko Investasi SPK Penilaian Risiko Investasi Kinerja Keuangan: Konsep, Rasio Keuangan, dan Profitabilitas Kinerja Keuangan: Konsep, Rasio Keuangan, dan Profitabilitas Sequence Diagram dalam Pengembangan Sistem Sequence Diagram dalam Pengembangan Sistem Reliabilitas Instrumen: Pengujian dan Interpretasi Reliabilitas Instrumen: Pengujian dan Interpretasi Kinerja Keuangan Perusahaan: Konsep, Indikator, dan Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan: Konsep, Indikator, dan Evaluasi Posttest Only Design: Pengertian dan Contoh Posttest Only Design: Pengertian dan Contoh Literasi Keuangan: Konsep, Pemahaman Finansial, dan Keputusan Literasi Keuangan: Konsep, Pemahaman Finansial, dan Keputusan Operasionalisasi Variabel: Definisi, Langkah, dan Contoh Operasionalisasi Variabel: Definisi, Langkah, dan Contoh Validitas dan Reliabilitas dalam Eksperimen Validitas dan Reliabilitas dalam Eksperimen
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…