Terakhir diperbarui: 19 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 19 January). Keputusan Pendanaan: Konsep, Sumber Dana, dan Biaya Modal. SumberAjar. Retrieved 19 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/keputusan-pendanaan-konsep-sumber-dana-dan-biaya-modal  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Keputusan Pendanaan: Konsep, Sumber Dana, dan Biaya Modal - SumberAjar.com

Keputusan Pendanaan: Konsep, Sumber Dana, dan Biaya Modal

Pendahuluan

Dalam dunia manajemen keuangan perusahaan, keputusan pendanaan memegang peranan yang sangat penting dalam menjamin keberlanjutan operasional, pertumbuhan, dan penciptaan nilai bagi pemegang saham. Keputusan pendanaan bukan sekadar memilih dari mana perusahaan akan memperoleh dana, tetapi juga menyangkut bagaimana dana tersebut akan digunakan secara efisien sehingga mempengaruhi struktur modal, biaya modal, serta kinerja perusahaan secara keseluruhan. Perusahaan dihadapkan pada berbagai pilihan sumber dana seperti modal internal, hutang bank, penerbitan obligasi hingga penerbitan saham baru, masing-masing memiliki implikasi berbeda terhadap risiko dan biaya yang harus ditanggung. Pemahaman yang mendalam terhadap konsep, sumber dana, dan biaya modal dalam keputusan pendanaan menjadi krusial bagi manajer keuangan untuk memaksimalkan nilai perusahaan di tengah dinamika ekonomi dan persaingan pasar.


Definisi Keputusan Pendanaan

Definisi Keputusan Pendanaan Secara Umum

Keputusan pendanaan secara umum dapat dipahami sebagai keputusan finansial yang diambil oleh manajemen perusahaan tentang sumber dana mana yang akan digunakan untuk membiayai operasi, investasi, dan aktivitas perusahaan lainnya. Keputusan ini mencakup analisis terkait apakah dana yang dibutuhkan akan dipenuhi melalui dana internal seperti laba ditahan atau melalui sumber eksternal seperti hutang maupun penerbitan saham baru. Keputusan pendanaan bertujuan untuk memastikan perusahaan memiliki dana yang cukup dengan struktur yang optimal agar dapat menjalankan strategi bisnisnya tanpa menimbulkan beban biaya yang tidak perlu. ([Lihat sumber Disini - eprints.perbanas.ac.id])

Definisi Keputusan Pendanaan dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “pendanaan” didefinisikan sebagai proses atau tindakan memasok atau memperoleh dana untuk tujuan tertentu, seperti kegiatan operasional atau investasi. Dengan demikian, keputusan pendanaan merupakan pilihan strategis yang dilakukan perusahaan dalam rangka mendapatkan sumber modal yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Sumber dana tersebut dapat berupa sumber internal maupun eksternal. Sumber direktori KBBI daring.

Definisi Keputusan Pendanaan Menurut Para Ahli

  1. Harmono (2011) menyatakan bahwa keputusan pendanaan adalah analisis kondisi sumber pendanaan perusahaan baik melalui hutang maupun modal yang dialokasikan untuk mendukung aktivitas operasional perusahaan, baik modal kerja maupun aktiva tetap. ([Lihat sumber Disini - eprints.perbanas.ac.id])

  2. Khasanah (2015) mendefinisikan keputusan pendanaan sebagai keputusan yang berhubungan dengan penentuan sumber dana yang akan digunakan serta pertimbangan pendanaan optimal dari internal atau eksternal perusahaan. ([Lihat sumber Disini - ecampus.utmj.ac.id])

  3. Menurut Sudana (2011), keputusan pendanaan adalah keputusan keuangan tentang asal dana untuk membeli aktiva, yang mencakup dana pinjaman seperti utang bank dan obligasi serta modal sendiri seperti laba ditahan dan saham. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

  4. Dalam literatur manajemen keuangan, keputusan pendanaan sering disamakan dengan kebijakan struktur modal yang mencerminkan bagaimana perusahaan memilih kombinasi hutang dan ekuitas untuk memaksimalkan nilai perusahaan. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])


Jenis-Jenis Sumber Pendanaan

Dalam praktik manajemen keuangan, sumber pendanaan perusahaan dibagi menjadi dua kategori utama yakni pendanaan internal dan eksternal. Setiap sumber memiliki karakteristik biaya, risiko, dan implikasi strategis yang berbeda.

1. Sumber Pendanaan Internal

Sumber pendanaan internal adalah dana yang berasal dari dalam perusahaan tanpa harus mencari pendukung eksternal. Sumber utama jenis ini antara lain:

  • Laba ditahan, keuntungan perusahaan yang tidak dibagikan sebagai dividen tetapi ditahan untuk membiayai investasi atau ekspansi usaha.

  • Depresiasi dan amortisasi, aliran kas non-tunai yang tetap memberikan kontribusi dalam pendanaan aktivitas operasional atau investasi. ([Lihat sumber Disini - jurnal.unissula.ac.id])

Keunggulan utama dari pendanaan internal adalah biayanya yang relatif lebih rendah karena tidak dikenai bunga atau biaya penerbitan, serta tidak menambah beban hutang perusahaan secara langsung. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

2. Sumber Pendanaan Eksternal

Sumber pendanaan eksternal berasal dari luar perusahaan. Ini dapat dibagi menjadi:

a. Pendanaan melalui Hutang (Debt Financing)

Hutang meliputi:

Pendanaan hutang membawa kewajiban pembayaran bunga periodik dan pengembalian pokok, namun dapat memberi manfaat pajak melalui pengurangan beban pajak utang (tax shield). Hutang harus dikelola dengan baik karena tingkat leverage yang tinggi dapat meningkatkan risiko kebangkrutan. ([Lihat sumber Disini - ijicc.net])

b. Pendanaan melalui Ekuitas (Equity Financing)

Pendanaan ekuitas mencakup:

  • Penerbitan saham baru,

  • Modal investor eksternal lain.

Pendanaan jenis ini tidak memerlukan pembayaran bunga tetap seperti hutang, tetapi pemegang saham akan menuntut pengembalian berupa dividen atau capital gain, serta akan mengalami pengenceran kepemilikan (dilusi). ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

3. Klasifikasi Lain Berdasarkan Kriteria

Beberapa penelitian juga mengelompokkan sumber pendanaan sebagai:

Pemilihan sumber pendanaan yang tepat sangat menentukan struktur modal optimal dan keberlanjutan perusahaan untuk menghadapi kondisi pasar yang dinamis.


Biaya Modal dalam Keputusan Pendanaan

Biaya modal (cost of capital) adalah konsep krusial dalam keputusan pendanaan karena mencerminkan tingkat pengembalian minimum yang harus dihasilkan perusahaan untuk memenuhi ekspektasi investor dan kreditur atas dana yang diberikan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

1. Komponen Utama Biaya Modal

Biaya modal terdiri dari dua komponen pokok:

  • Biaya hutang (cost of debt), biaya yang harus dibayar perusahaan atas dana yang dipinjam, biasanya berupa bunga pinjaman. Secara efektif, biaya hutang setelah pajak sering lebih rendah karena bunga dapat dikurangkan dari pajak. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  • Biaya ekuitas (cost of equity), tingkat imbal hasil yang diharapkan oleh pemegang saham atas modal yang mereka investasikan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

2. Pentingnya Biaya Modal dalam Keputusan Pendanaan

Dalam membuat keputusan pendanaan, manajer harus memperhatikan besarnya biaya modal dari setiap sumber dana karena hal ini akan mempengaruhi nilai investasi dan keputusan perusahaan. Biaya modal yang tinggi berarti perusahaan harus menghasilkan laba lebih besar agar investasi tetap layak secara finansial. Sebaliknya, biaya modal yang rendah dapat meningkatkan peluang perusahaan untuk memperoleh keuntungan dan pertumbuhan jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

3. Pengaruh Struktur Modal Terhadap Biaya Modal

Struktur modal, yaitu kombinasi antara hutang dan ekuitas, berdampak langsung terhadap biaya modal keseluruhan (WACC). WACC (Weighted Average Cost of Capital) merupakan rata-rata tertimbang dari biaya hutang dan biaya ekuitas yang digunakan perusahaan untuk membiayai operasi dan investasi. Prinsipnya adalah mencari kombinasi optimal yang menghasilkan biaya modal terendah, sehingga nilai perusahaan dapat dimaksimalkan. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])


Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pendanaan

Keputusan pendanaan tidak hanya bergantung pada pilihan sumber dana semata, tetapi juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor internal dan eksternal perusahaan:

1. Profitabilitas Perusahaan

Perusahaan dengan profitabilitas tinggi cenderung memiliki akses lebih besar terhadap pendanaan internal, sehingga mengurangi kebutuhan untuk pendanaan eksternal yang berbiaya tinggi. ([Lihat sumber Disini - journal-iasssf.com])

2. Struktur Aset dan Ukuran Perusahaan

Perusahaan dengan proporsi aset tetap yang tinggi lebih mungkin menggunakan hutang karena aset tersebut dapat dijadikan jaminan dalam pinjaman. Selain itu, perusahaan besar biasanya memiliki akses lebih mudah ke pasar modal dibandingkan perusahaan kecil. ([Lihat sumber Disini - journal-iasssf.com])

3. Kondisi Pasar dan Risiko Eksternal

Kondisi ekonomi makro, suku bunga pasar, dan volatilitas pasar modal dapat memengaruhi keputusan pendanaan. Misalnya, dalam kondisi suku bunga rendah, perusahaan cenderung mengambil hutang karena biaya utang menjadi lebih rendah. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

4. Kebijakan Perpajakan dan Regulasi

Peraturan perpajakan seperti fasilitas tax shield untuk bunga hutang dapat mengubah preferensi perusahaan terhadap sumber dana tertentu. Sementara itu, kebijakan dan regulasi pasar modal juga memengaruhi ketersediaan dan biaya ekuitas. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Keputusan Pendanaan dan Struktur Modal

Struktur modal adalah hasil dari keputusan pendanaan yang menentukan proporsi hutang dan ekuitas dalam pembiayaan perusahaan. Tujuan utama dari struktur modal adalah untuk mencapai keseimbangan yang optimal antara risiko dan biaya modal, sehingga nilai perusahaan dapat dimaksimalkan. ([Lihat sumber Disini - aeaweb.org])

Konsep teori seperti Pecking Order Theory menjelaskan bahwa perusahaan akan menggunakan sumber pendanaan berdasarkan urutan preferensi yang meminimalkan biaya dan risiko, yaitu retained earnings → hutang → penerbitan saham. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Terdapat juga Trade-Off Theory dan teori lainnya yang menilai struktur modal dari sudut pandang keseimbangan antara manfaat hutang (seperti tax shield) dan biaya (seperti risiko kebangkrutan). ([Lihat sumber Disini - aeaweb.org])

Perusahaan yang berhasil menyeimbangkan struktur modalnya akan memperoleh keuntungan berupa biaya modal yang lebih rendah dan potensi nilai perusahaan yang lebih tinggi, sehingga mendorong keunggulan kompetitif dan kinerja finansial yang lebih baik. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])


Dampak Keputusan Pendanaan terhadap Kinerja

Keputusan pendanaan tidak hanya mempengaruhi struktur modal tetapi juga berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan. Beberapa dampak penting antara lain:

1. Pengaruh terhadap Profitabilitas

Keputusan pendanaan yang efektif dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan karena biaya modal yang lebih rendah memberikan ruang bagi perusahaan untuk memperoleh margin keuntungan yang lebih tinggi. ([Lihat sumber Disini - journal-iasssf.com])

2. Pengaruh terhadap Risiko Keuangan

Semakin besar proporsi hutang dalam struktur modal, semakin tinggi pula risiko keuangan yang mungkin dihadapi perusahaan, termasuk risiko gagal bayar. Namun, hutang yang dikelola dengan baik juga dapat meningkatkan efisiensi pajak dan profitabilitas. ([Lihat sumber Disini - ijicc.net])

3. Pengaruh terhadap Nilai Perusahaan

Studi empiris menunjukkan hubungan antara struktur modal dan nilai perusahaan, di mana keputusan pendanaan yang optimal dapat berdampak positif pada nilai perusahaan karena kombinasi proporsi hutang dan ekuitas yang efisien. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

4. Pengaruh terhadap Biaya Modal

Seperti dibahas sebelumnya, keputusan pendanaan yang tepat dapat menurunkan biaya modal ratarata tertimbang (WACC) sehingga perusahaan lebih efisien dalam penggunaan modalnya. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])


Kesimpulan

Secara keseluruhan, keputusan pendanaan merupakan salah satu pilar utama dalam manajemen keuangan perusahaan karena menentukan dari mana perusahaan akan mendapatkan dana serta bagaimana dana tersebut dikelola untuk mendukung operasional dan investasi. Keputusan ini melibatkan pemilihan sumber dana internal maupun eksternal, yang masing-masing memiliki struktur biaya dan risiko yang berbeda. Biaya modal sebagai hasil dari keputusan pendanaan berperan penting dalam mengevaluasi efektivitas keputusan tersebut terhadap nilai perusahaan. Faktor-faktor seperti profitabilitas, struktur aset, kondisi pasar, dan aspek regulasi turut memengaruhi pilihan sumber dana. Keputusan pendanaan yang tepat akan berdampak positif terhadap struktur modal yang optimal, kinerja keuangan, serta nilai perusahaan secara keseluruhan. Dengan memahami konsep ini, manajemen dapat membuat keputusan yang selaras dengan strategi jangka panjang dan tujuan penciptaan nilai pemegang saham.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Keputusan pendanaan adalah keputusan manajemen keuangan dalam menentukan sumber dana yang digunakan perusahaan untuk membiayai kegiatan operasional dan investasi, baik yang berasal dari sumber internal maupun sumber eksternal.

Sumber pendanaan perusahaan terdiri dari pendanaan internal seperti laba ditahan dan depresiasi, serta pendanaan eksternal seperti hutang bank, obligasi, dan penerbitan saham.

Biaya modal penting karena menunjukkan tingkat pengembalian minimum yang harus dicapai perusahaan agar investasi yang dilakukan tetap menguntungkan dan mampu meningkatkan nilai perusahaan.

Keputusan pendanaan menentukan komposisi antara hutang dan ekuitas yang digunakan perusahaan, sehingga membentuk struktur modal yang akan mempengaruhi risiko keuangan dan biaya modal perusahaan.

Keputusan pendanaan yang tepat dapat menurunkan biaya modal, meningkatkan efisiensi keuangan, mengoptimalkan struktur modal, serta berdampak positif terhadap profitabilitas dan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Sistem Web Donasi Digital Sistem Web Donasi Digital Sistem Informasi Keuangan Pendidikan: Konsep dan Model Sistem Informasi Keuangan Pendidikan: Konsep dan Model Struktur Modal: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Struktur Modal: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Sistem Informasi Laporan Keuangan Sekolah Sistem Informasi Laporan Keuangan Sekolah Start-Up Management: Konsep, Pengelolaan Startup, dan Pertumbuhan Start-Up Management: Konsep, Pengelolaan Startup, dan Pertumbuhan Strategi Biaya Rendah: Konsep, Efisiensi Biaya, dan Daya Saing Strategi Biaya Rendah: Konsep, Efisiensi Biaya, dan Daya Saing Manajemen Investasi: Konsep, Pengelolaan Modal, dan Risiko Manajemen Investasi: Konsep, Pengelolaan Modal, dan Risiko Analisis Kelayakan Sistem Informasi Analisis Kelayakan Sistem Informasi Sistem Informasi Donasi Online Sistem Informasi Donasi Online Manajemen Kas: Konsep, Arus Kas, dan Likuiditas Manajemen Kas: Konsep, Arus Kas, dan Likuiditas Efisiensi: Definisi, Cara Mengukur, dan Contohnya Efisiensi: Definisi, Cara Mengukur, dan Contohnya Etika Profesional dalam Penelitian Akademik Etika Profesional dalam Penelitian Akademik Kolaborasi Akademik Internasional: Strategi dan Dampak Kolaborasi Akademik Internasional: Strategi dan Dampak SPK Penentuan Harga Produk UMKM SPK Penentuan Harga Produk UMKM Dashboard Penelitian: Pengertian dan Contoh Desainnya Dashboard Penelitian: Pengertian dan Contoh Desainnya Open Access Journal: Pengertian dan Manfaatnya Open Access Journal: Pengertian dan Manfaatnya Manajemen Data Pendidikan: Konsep, Standar, dan Implementasi Manajemen Data Pendidikan: Konsep, Standar, dan Implementasi Supply Chain Management: Konsep, Aliran Rantai Pasok, dan Efisiensi Supply Chain Management: Konsep, Aliran Rantai Pasok, dan Efisiensi Open Science Movement: Prinsip dan Manfaatnya Open Science Movement: Prinsip dan Manfaatnya
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…