Terakhir diperbarui: 08 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 8 December). Keamanan Pasien di Ruang Perawatan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/keamanan-pasien-di-ruang-perawatan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Keamanan Pasien di Ruang Perawatan - SumberAjar.com

Keamanan Pasien di Ruang Perawatan

Pendahuluan

Pelayanan kesehatan di rumah sakit tidak hanya menekankan aspek kesembuhan, melainkan juga harus menjamin bahwa pasien memperoleh perawatan dalam kondisi yang aman, tanpa risiko cedera akibat kesalahan medis atau prosedur. Karena kompleksitas layanan kesehatan, risiko terhadap keselamatan pasien dapat muncul dari berbagai aspek: prosedur medis, pengobatan, komunikasi, lingkungan perawatan, dan lain-lain. Oleh sebab itu, penerapan prinsip dan standar keselamatan pasien (patient safety) menjadi sangat penting sebagai bagian dari mutu pelayanan. Artikel ini bertujuan membahas secara mendalam aspek-aspek penting dalam keselamatan pasien di ruang perawatan, mulai dari definisi, prinsip, risiko, pencegahan kesalahan, peran perawat, standar, hingga contoh insiden dan penanganannya.


Definisi Keamanan Pasien (Patient Safety)

Definisi secara umum

Keselamatan Pasien (atau dikenal sebagai Patient Safety) secara umum merujuk pada suatu sistem di mana rumah sakit atau fasilitas layanan kesehatan berupaya menjadikan asuhan/pelayanan terhadap pasien sebagai lebih aman, dengan tujuan mencegah cedera atau bahaya yang dapat dihindari akibat kesalahan dalam tindakan medis maupun kelalaian dalam memberikan tindakan yang seharusnya. [Lihat sumber Disini - repository.stikes-yrsds.ac.id]

Definisi menurut KBBI

Menurut sebuah definisi nasional yang disadur dari konsep layanan kesehatan, keselamatan pasien mengacu pada kondisi “tanpa bahaya yang dapat dicegah” bagi pasien selama proses pelayanan kesehatan, yakni memastikan bahwa setiap tindakan medis atau perawatan tidak menyebabkan bahaya yang seharusnya bisa dihindari. [Lihat sumber Disini - economics.pubmedia.id]

Definisi menurut para ahli

  • Dalam penelitian literatur, disebutkan bahwa keselamatan pasien meliputi “asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden serta tindak lanjutnya, dan implementasi solusi untuk meminimalkan risiko serta mencegah cedera/pengaruh negatif.” [Lihat sumber Disini - journal.literasisains.id]

  • World Health Organization (WHO) dalam kerangka global mendefinisikan patient safety sebagai upaya sistematis untuk mencegah, mengurangi, dan mengatasi kesalahan medis atau kejadian yang merugikan pasien selama pelayanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Berdasarkan modul manajemen keselamatan pasien, keselamatan pasien merupakan bagian dari dimensi mutu pelayanan kesehatan yang kompleks, mencakup aspek struktur, proses, dan outcome layanan. [Lihat sumber Disini - repositori.ubs-ppni.ac.id]

  • Penelitian kontemporer menunjukkan bahwa keselamatan pasien bukan hanya aspek teknis, tetapi juga dipengaruhi budaya organisasi, pengetahuan dan kompetensi tenaga kesehatan, sistem pelaporan insiden dan pembelajaran dari insiden tersebut. [Lihat sumber Disini - journal.ipm2kpe.or.id]


Prinsip-Prinsip Keselamatan Pasien


Jenis Risiko Keamanan di Rumah Sakit

Beberapa jenis risiko dan insiden yang mengancam keselamatan pasien di rumah sakit antara lain:


Pencegahan Kesalahan Medik

Untuk mencegah kesalahan medik dan insiden, beberapa strategi dan intervensi penting:

  • Penerapan protokol yang jelas untuk pemberian obat, identifikasi pasien, prosedur invasif, dokumentasi, dan verifikasi sebelum tindakan.

  • Pelatihan dan edukasi berkelanjutan bagi tenaga kesehatan (termasuk perawat) tentang patient safety, risiko, cara pelaporan insiden, pencegahan, dan komunikasi efektif. Sesuai hasil penelitian di 2025, edukasi signifikan meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan terhadap keselamatan pasien. [Lihat sumber Disini - jurnalpengabdianmasyarakatbangsa.com]

  • Membangun budaya keselamatan, mendorong pelaporan insiden tanpa rasa takut, analisis akar penyebab (root cause analysis), belajar dari kejadian, dan perbaikan sistematik. [Lihat sumber Disini - journal.ipm2kpe.or.id]

  • Sistem manajemen dan tata kelola keselamatan pasien yang baik (leadership, supervisi, kebijakan, alur pelaporan, follow-up). [Lihat sumber Disini - scholarhub.ui.ac.id]

  • Monitoring dan evaluasi berkala terhadap penerapan keselamatan, audit internal, survei budaya keselamatan, penilaian risiko, evaluasi outcome pasien. [Lihat sumber Disini - repositori.ubs-ppni.ac.id]


Peran Perawat dalam Keselamatan Pasien

Perawat memegang peranan sentral dalam menjaga keselamatan pasien, antara lain:

  • Melakukan identifikasi pasien secara benar (nama, identitas, data medis) untuk menghindari kesalahan medik atau tindakan.

  • Menjalankan asesmen risiko (misalnya risiko jatuh, infeksi, reaksi obat) dan melakukan tindakan preventif (penjagaan lingkungan, pengawasan, edukasi pasien).

  • Memantau kondisi pasien secara rutin, dokumentasi, dan memastikan protokol perawatan dipatuhi.

  • Melaporkan insiden, nyaris insiden (near miss), atau potensi bahaya agar bisa dianalisis dan diambil tindakan korektif. Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, supervisi, dan budaya keselamatan mempengaruhi pelaporan oleh perawat. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]

  • Berpartisipasi dalam tim keselamatan (safety team), meningkatkan komunikasi, koordinasi, serta mendukung implementasi dan evaluasi sistem keselamatan. [Lihat sumber Disini - journal.ipm2kpe.or.id]


Standar WHO untuk Patient Safety

Organisasi WHO telah menetapkan kerangka dan standar global untuk keselamatan pasien, mendorong rumah sakit dan fasilitas kesehatan di seluruh dunia untuk:


Contoh Insiden Keselamatan Pasien dan Penanganannya

Contoh nyata dari insiden keselamatan pasien di ruang rawat inap berdasarkan penelitian:

  • Dalam sebuah studi di rumah sakit, insiden terkait prosedur bedah menyumbang 27% dari keseluruhan insiden, diikuti kesalahan pengobatan (18, 3%) dan infeksi terkait perawatan (12%) sebagai penyebab kejadian yang merugikan pasien. [Lihat sumber Disini - jurnal.fkm.umi.ac.id]

  • Di kalangan pasien dengan disabilitas, insiden umum termasuk jatuh, kesalahan medikasi, infeksi, luka bakar, kebocoran cairan bawah kulit, menunjukkan bahwa kelompok rentan memerlukan perhatian khusus. [Lihat sumber Disini - jurnal.htp.ac.id]

  • Dalam kasus di sebuah rumah sakit di Indonesia, rendahnya pelaporan insiden keselamatan pasien disebabkan oleh persepsi tenaga kesehatan terhadap pelaporan, kurangnya kepemimpinan dan motivasi, serta sikap terhadap budaya keselamatan. [Lihat sumber Disini - ejournal.urindo.ac.id]

  • Penanganan dilakukan melalui edukasi ulang kepada tenaga kesehatan, implementasi sistem pelaporan yang aman dan terstruktur, serta memperkuat budaya keselamatan di institusi. Hasilnya: setelah edukasi, pengetahuan dan kesadaran tentang patient safety meningkat signifikan. [Lihat sumber Disini - jurnalpengabdianmasyarakatbangsa.com]


Kesimpulan

Keselamatan pasien (patient safety) adalah fondasi utama mutu pelayanan di rumah sakit, memastikan bahwa pasien menerima perawatan tidak hanya efektif, tetapi juga aman dari risiko yang dapat dihindari. Dengan mendefinisikan patient safety secara jelas, memahami prinsip-prinsip, mengenali jenis risiko, serta menerapkan tindakan pencegahan melalui sistem, pendidikan, dan budaya keselamatan, banyak insiden merugikan dapat diminimalkan. Perawat sebagai ujung tombak pelayanan memainkan peran krusial dalam menjaga keselamatan melalui identifikasi risiko, perawatan, pelaporan, dan kolaborasi tim. Standar global dari WHO memberikan panduan bagi institusi kesehatan untuk menerapkan sistem keselamatan secara konsisten dan berkelanjutan. Upaya terus-menerus, dari manajemen rumah sakit hingga staf lapangan, dibutuhkan agar ruang perawatan menjadi lingkungan yang benar-benar aman bagi setiap pasien.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Keamanan pasien di ruang perawatan adalah serangkaian upaya untuk mencegah cedera, kesalahan medis, dan risiko lain yang dapat merugikan pasien selama menerima layanan kesehatan.

Prinsip keselamatan pasien mencakup pencegahan risiko, identifikasi dan manajemen risiko, pelaporan insiden, pembelajaran berkelanjutan, serta penerapan budaya keselamatan di seluruh fasilitas kesehatan.

Jenis risiko meliputi kesalahan pemberian obat, infeksi nosokomial, pasien jatuh, cedera akibat prosedur medis, kesalahan identifikasi, dan kegagalan komunikasi antar tenaga kesehatan.

Kesalahan medis dapat dicegah dengan menerapkan protokol standar, edukasi tenaga kesehatan, pelaporan insiden, analisis akar masalah, serta membangun budaya keselamatan pasien.

Perawat berperan dalam identifikasi pasien, asesmen risiko, pemantauan kondisi pasien, pelaporan insiden, edukasi pasien, serta memastikan protokol keselamatan dijalankan dengan benar.

WHO menetapkan standar mencakup sistem pelaporan insiden, budaya keselamatan, prosedur klinis aman, audit berkelanjutan, dan peningkatan kualitas layanan untuk meminimalkan risiko terhadap pasien.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Keamanan Pasien di Ruang Perawatan: Konsep, Prinsip, dan Penerapan Keamanan Pasien di Ruang Perawatan: Konsep, Prinsip, dan Penerapan Keterlibatan Pasien: Konsep, Partisipasi Aktif, dan Pengambilan Keputusan Keterlibatan Pasien: Konsep, Partisipasi Aktif, dan Pengambilan Keputusan Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Perubahan Pola Komunikasi Pasien Perubahan Pola Komunikasi Pasien Edukasi Pasien Berkelanjutan Edukasi Pasien Berkelanjutan Manajemen Pelaksanaan Perawatan Mandiri Manajemen Pelaksanaan Perawatan Mandiri Tingkat Ketergantungan Pasien: Konsep, Klasifikasi, dan Implikasi Perawatan Tingkat Ketergantungan Pasien: Konsep, Klasifikasi, dan Implikasi Perawatan Kontinuitas Perawatan Kesehatan: Konsep, Kesinambungan Layanan, dan Outcome Kontinuitas Perawatan Kesehatan: Konsep, Kesinambungan Layanan, dan Outcome Perawatan Luka Mandiri: Prosedur dan Edukasi Pasien Perawatan Luka Mandiri: Prosedur dan Edukasi Pasien Perawatan Mandiri Pasien: Konsep, Kesiapan, dan Dukungan Keperawatan Perawatan Mandiri Pasien: Konsep, Kesiapan, dan Dukungan Keperawatan Keamanan Data Rekam Medis Pasien Keamanan Data Rekam Medis Pasien Hubungan Komunikasi dan Kepuasan Pasien Hubungan Komunikasi dan Kepuasan Pasien Respon Pasien terhadap Edukasi Obat Respon Pasien terhadap Edukasi Obat Perubahan Pola Komunikasi Pasien: Konsep, Penyebab, dan Implikasi Perubahan Pola Komunikasi Pasien: Konsep, Penyebab, dan Implikasi Risiko Perilaku Tidak Aman Pasien Risiko Perilaku Tidak Aman Pasien Perawatan Pasien dengan Alat Medis Perawatan Pasien dengan Alat Medis Kepuasan Pasien: Konsep, faktor penentu, dan mutu pelayanan Kepuasan Pasien: Konsep, faktor penentu, dan mutu pelayanan Pelayanan Farmasi Berbasis Pasien: Konsep, Paradigma, dan Implementasi Pelayanan Farmasi Berbasis Pasien: Konsep, Paradigma, dan Implementasi Kepuasan Pasien Farmasi: Konsep, Determinan, dan Mutu Layanan Kepuasan Pasien Farmasi: Konsep, Determinan, dan Mutu Layanan Perawatan Pasien dengan Alat Medis: Konsep, Prinsip Keselamatan Perawatan Pasien dengan Alat Medis: Konsep, Prinsip Keselamatan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…