Terakhir diperbarui: 03 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 3 January). Kematangan Emosi: Konsep dan Indikator. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kematangan-emosi-konsep-dan-indikator 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kematangan Emosi: Konsep dan Indikator - SumberAjar.com

Kematangan Emosi: Konsep dan Indikator

Pendahuluan

Kematangan emosi merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan psikologis manusia. Di era modern ini, kemampuan individu dalam memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi dengan cara yang efektif sangat menentukan kualitas kehidupan pribadi, hubungan sosial, serta penyesuaian diri dalam berbagai situasi kehidupan. Orang yang memiliki kematangan emosi yang baik cenderung mampu menghadapi tekanan, konflik, dan tantangan hidup dengan lebih bijak dan adaptif. Berbeda dengan sekadar usia biologis, kematangan emosi lebih berkaitan dengan kemampuan psikologis seseorang untuk mengendalikan emosi yang muncul agar tidak merugikan dirinya sendiri maupun orang lain di sekitarnya. Kondisi ini tidak hanya relevan pada konteks individu dewasa tetapi juga penting dalam perkembangan remaja, hubungan pernikahan, pendidikan, serta kehidupan kerja. Beragam penelitian dalam psikologi menunjukkan bahwa peningkatan kematangan emosi berkontribusi pada kesejahteraan psikologis, hubungan interpersonal yang sehat, serta keterampilan dalam menyelesaikan masalah secara efektif. [Lihat sumber Disini - ejournal.up45.ac.id]


Definisi Kematangan Emosi

Definisi Kematangan Emosi Secara Umum

Kematangan emosi secara umum dapat dipahami sebagai kemampuan individu untuk mengenali, memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosinya secara tepat sesuai konteks situasi sosial dan pribadi yang dihadapi. Hal ini mencakup kontrol terhadap reaksi emosional impulsif, kemampuan untuk mengambil keputusan yang matang tanpa didominasi oleh emosi sesaat, serta ketahanan emosional dalam menghadapi tekanan kehidupan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - ijip.in]

Definisi Kematangan Emosi dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah “emosi” sendiri didefinisikan sebagai luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat serta merupakan reaksi psikologis atau fisiologis terhadap suatu kejadian atau stimulus. Walaupun KBBI tidak secara langsung mendefinisikan “kematangan emosi”, penjelasan tentang emosi memberikan landasan bahwa kematangan emosi berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menghadapi dan mengelola luapan perasaan tersebut agar tetap stabil dan bisa diterima dalam konteks sosial. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Kematangan Emosi Menurut Para Ahli

  1. Davidof menyatakan bahwa kematangan emosi adalah kemampuan individu untuk menggunakan emosinya secara efektif, menyalurkan emosi pada hal-hal yang bermanfaat, dan bukan sekadar menahan atau menghilangkan emosi tersebut. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]

  2. Kartono memaknai kematangan emosi sebagai kondisi di mana individu mampu mengontrol atau mengendalikan emosinya sehingga tidak mudah terpengaruh oleh rangsangan dari dalam maupun luar dirinya. [Lihat sumber Disini - journals.upi-yai.ac.id]

  3. Patton (1998) berpendapat bahwa kematangan emosi adalah kemampuan untuk menggunakan emosi secara efektif untuk mencapai tujuan, membangun hubungan produktif, dan meraih keberhasilan dalam kehidupan sosial. [Lihat sumber Disini - jurnal.untag-sby.ac.id]

  4. Hurlock mengemukakan kematangan emosi sebagai situasi di mana seseorang mampu menilai situasi secara kritis sebelum bereaksi secara emosional, sehingga respons yang diberikan sesuai dengan tuntutan situasi. [Lihat sumber Disini - repository.radenfatah.ac.id]


Ciri-Ciri Individu dengan Kematangan Emosi

Individu yang memiliki kematangan emosi menunjukkan sejumlah ciri khas yang dapat diamati dalam perilaku sehari-hari. Ciri-ciri ini menjadi indikator penting dalam mengevaluasi seberapa matang emosional seseorang:


Indikator Kematangan Emosi

Indikator kematangan emosi bisa dilihat dari berbagai aspek perilaku dan keterampilan psikologis yang dimiliki oleh individu. Indikator-indikator berikut sering digunakan dalam penelitian psikologi untuk menilai tingkat kematangan emosi:


Faktor yang Mempengaruhi Kematangan Emosi

Kematangan emosi tidak muncul begitu saja; terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi prosesnya:


Kematangan Emosi dan Penyesuaian Diri

Penyesuaian diri adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dalam berbagai situasi kehidupan, baik itu hubungan interpersonal, pekerjaan, maupun perubahan sosial. Kematangan emosi berkontribusi secara signifikan terhadap proses ini. Individu yang matang secara emosional lebih mampu menghadapi stres kehidupan, konflik interpersonal, serta tantangan adaptasi lainnya tanpa mengalami gangguan emosional yang berarti. Penelitian menunjukkan bahwa kematangan emosi berkorelasi positif dengan penyesuaian diri yang baik dalam kehidupan pernikahan, pekerjaan, dan hubungan sosial lainnya, karena individu mampu mengelola respons emosional dengan cara yang konstruktif dan adaptif. [Lihat sumber Disini - ejournal.up45.ac.id]


Kematangan Emosi dalam Kehidupan Sosial

Dalam kehidupan sosial, kematangan emosi memainkan peran penting dalam membentuk hubungan yang sehat dan efektif. Individu yang memiliki kematangan emosional lebih cenderung dapat:

  • Berkomunikasi secara kooperatif dalam konflik tanpa terjebak dalam reaksi emosional yang destruktif.

  • Menunjukkan empati dan dukungan kepada orang lain dalam konteks hubungan sosial yang beragam.

  • Menjaga hubungan interpersonal yang sehat di berbagai lingkungan sosial, termasuk keluarga, sekolah, maupun tempat kerja.

  • Berperilaku adaptif dalam kelompok, sehingga menghargai pendapat orang lain dan mendukung kerjasama sosial dalam kegiatan bersama. [Lihat sumber Disini - ojs.unimal.ac.id]


Kesimpulan

Kematangan emosi merupakan kemampuan psikologis penting yang mencakup pengenalan, pengelolaan, dan ekspresi emosi yang tepat dalam berbagai situasi kehidupan. Secara umum, kematangan emosi menggambarkan kemampuan individu untuk mengendalikan respons emosionalnya, memahami dirinya sendiri serta orang lain, dan menyesuaikan diri dengan tuntutan sosial secara adaptif. Definisi menurut para ahli menekankan pengendalian emosi dan respons yang matang, sedangkan indikatornya meliputi kontrol emosi, pemahaman diri, adaptasi sosial, dan pengambilan keputusan yang bijak. Faktor-faktor seperti pengalaman hidup, lingkungan sosial, usia, serta dukungan sosial turut memengaruhi perkembangan kematangan emosi. Kematangan emosi berperan penting dalam penyesuaian diri serta hubungan sosial yang sehat dan produktif. Dengan demikian, pengembangan kematangan emosi bukan hanya aspek psikologis personal, tetapi juga komponen esensial dalam kehidupan sosial dan kesejahteraan psikologis individu.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kematangan emosi adalah kemampuan individu untuk mengenali, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi secara tepat sesuai dengan situasi yang dihadapi, tanpa dikuasai oleh reaksi emosional yang impulsif atau merugikan.

Individu yang matang secara emosional umumnya mampu mengendalikan diri, bersikap tenang saat menghadapi masalah, menunjukkan empati, berpikir objektif, serta mampu menerima realitas dan perbedaan pendapat dalam kehidupan sosial.

Indikator kematangan emosi meliputi kemampuan mengontrol emosi, pemahaman diri, ketahanan terhadap stres, pengambilan keputusan rasional, empati, serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan sosial.

Kematangan emosi dipengaruhi oleh pengalaman hidup, lingkungan keluarga dan sosial, pendidikan, usia, dukungan sosial, serta proses pembelajaran individu dalam menghadapi berbagai situasi emosional.

Kematangan emosi penting dalam kehidupan sosial karena membantu individu menjalin hubungan yang sehat, mengelola konflik secara konstruktif, meningkatkan empati, serta mendukung penyesuaian diri dalam berbagai konteks sosial.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Konsep Kematangan Emosi Mahasiswa Kematangan Karier: Konsep dan Perencanaan Stabilitas Emosi: Konsep dan Implikasi Perilaku Ekspresi Emosi: Bentuk dan Faktor Budaya Regulasi Emosi: Konsep, Proses, dan Strateginya Konsep Regulasi Emosi dalam Kehidupan Akademik Konsep Keseimbangan Emosi Emosi Negatif: Jenis dan Dampaknya Emosi Positif: Manfaat dan Contoh Ketidakstabilan Emosi Pasien: Konsep, Pendekatan, dan Dukungan Ketidakstabilan Emosi Pasien: Faktor dan Pendekatan Indikator: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Kecerdasan Emosional: Komponen dan Pengaruhnya dalam Belajar Emotional Intelligence Akademik: Konsep dan Prestasi Perubahan Emosi pada Ibu Hamil Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Toxic Positivity: Konsep dan Kritik Psikologis Perubahan Emosi Kehamilan: Konsep, Adaptasi Psikologis, dan Dukungan Keseimbangan Emosional: Konsep dan Stabilitas Mental Neurotisisme: Konsep dan Implikasi Psikologis
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna