Terakhir diperbarui: 03 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 3 January). Ekspresi Emosi: Bentuk dan Faktor Budaya. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/ekspresi-emosi-bentuk-dan-faktor-budaya 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Ekspresi Emosi: Bentuk dan Faktor Budaya - SumberAjar.com

Ekspresi Emosi: Bentuk dan Faktor Budaya

Pendahuluan

Ekspresi emosi merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia yang berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara individu satu dengan yang lain. Ketika seseorang merasakan sesuatu, seperti bahagia, marah, sedih, atau takut, emosi tersebut tidak hanya dirasakan secara internal namun juga tampak secara eksternal melalui berbagai bentuk ekspresi, baik verbal maupun nonverbal. Karena emosi adalah pengalaman psikologis yang universal namun cara mengekspresikannya sangat dipengaruhi oleh konteks budaya, pemahaman terhadap ekspresi emosi menjadi sangat penting dalam interaksi sosial dan lintas budaya. Penelitian menunjukkan bahwa pola ekspresi dan intensitas ekspresi emosi dapat sangat bervariasi di antara kelompok budaya yang berbeda, sehingga semakin menegaskan pentingnya memahami hubungan antara emosi dan budaya dalam komunikasi antarpribadi serta dinamika sosial yang kompleks. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Definisi Ekspresi Emosi

Definisi Ekspresi Emosi Secara Umum

Ekspresi emosi secara umum mengacu pada cara individu menampilkan perasaan batinnya melalui tanda-tanda yang dapat diamati, seperti gerakan wajah, bahasa tubuh, suara, dan perilaku lainnya. Dalam psikologi, ekspresi emosi merupakan manifestasi dari keadaan emosional seseorang yang tidak hanya mencakup aspek verbal, tetapi juga nonverbal, yang bertujuan menyampaikan pesan emosional kepada orang lain dan lingkungan sosial. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

Definisi Ekspresi Emosi dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), meskipun tidak terdapat entri khusus “ekspresi emosi”, kata “emosi” didefinisikan sebagai luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat serta merupakan keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis terhadap suatu situasi. Kata “ekspresi” sendiri didefinisikan sebagai pengungkapan atau proses menyatakan maksud, gagasan, dan perasaan, termasuk melalui gerak anggota badan dan air muka. Gabungan makna ini secara implisit membentuk pemahaman “ekspresi emosi” sebagai pengungkapan perasaan melalui indikator-indikator fisik dan komunikasi. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Ekspresi Emosi Menurut Para Ahli

Para ahli psikologi telah menjelaskan ekspresi emosi dari berbagai perspektif teoretis:

  1. Paul Ekman, seorang peneliti emosi terkemuka, menyatakan bahwa ekspresi emosi adalah manifestasi fisik dari perasaan internal yang dapat dikenali secara universal melalui wajah, postur, dan isyarat nonverbal lainnya. Ekman menunjukkan adanya emosi dasar yang dikenali lintas budaya seperti bahagia, marah, sedih, takut, jijik, dan terkejut. [Lihat sumber Disini - buletin.k-pin.org]

  2. Dacher Keltner, dalam kajian teoritisnya, memandang ekspresi emosi sebagai perilaku koheren yang mencerminkan pengalaman subjektif tertentu dan berfungsi sebagai sinyal dalam konteks sosial. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Hertinjung & Partini mengemukakan bahwa ekspresi emosi mencakup tindakan yang melibatkan tanggapan jasmani, termasuk suara, postur tubuh, gestur, dan respon fisiologis sebagai cara manusia mengungkapkan emosi. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]

  4. Bruner & Tagiuri, melalui kritik terhadap universalitas ekspresi wajah, menyatakan bahwa ekspresi emosional juga dipelajari secara sosial dan budaya, sehingga meskipun ada elemen biologis, banyak aspek ekspresi yang merupakan hasil konstruksi budaya. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Bentuk-Bentuk Ekspresi Emosi

Ekspresi emosi dapat muncul melalui beragam bentuk perilaku, baik verbal maupun nonverbal. Bentuk-bentuk ini mencerminkan cara manusia menampilkan kondisi emosionalnya dalam kehidupan sehari-hari.

Ekspresi Wajah

Salah satu bentuk ekspresi emosi yang paling jelas adalah ekspresi wajah. Raut wajah dapat menunjukkan emosi seperti bahagia, sedih, marah, takut, jijik, dan terkejut, yang diidentifikasi sebagai emosi dasar oleh banyak penelitian psikologi. Gerakan otot wajah seperti senyum, dahi berkerut, atau mata membesar merupakan tanda yang mudah dikenali dan biasanya menunjukkan keadaan emosional seseorang. [Lihat sumber Disini - buletin.k-pin.org]

Bahasa Tubuh dan Gestur

Selain wajah, tubuh juga memainkan peran penting dalam mengekspresikan emosi. Bahasa tubuh seperti postur tubuh yang tegak atau membungkuk, tangan yang mengepal, atau langkah kaki yang cepat dapat menandakan emosi tertentu seperti kepercayaan diri, kecemasan, atau kemarahan. Gestur tangan yang terbuka bisa menunjukkan keterbukaan emosional, sedangkan gestur tertutup mungkin mencerminkan sikap defensif atau marah.

Suara dan Nada Bicara

Ekspresi emosi juga terlihat dari cara seseorang berbicara, termasuk intonasi, volume suara, dan tempo bicara. Suara yang meninggi dapat menandakan marah atau tergesa-gesa, sementara suara yang lembut dengan nada rendah mungkin menunjukkan kesedihan atau ketenangan. Efek emosional dalam suara ini merupakan cara penting untuk memahami keadaan batin individu tanpa melihat ekspresi fisik mereka secara langsung.

Ekspresi Verbal

Selain isyarat nonverbal, emosi juga dapat diungkapkan melalui kata-kata secara langsung, seperti ketika seseorang mengatakan, “Saya sangat marah” atau “Saya merasa sangat bahagia.” Penggunaan kosakata emosional dan kalimat deskriptif berkontribusi dalam menyampaikan apa yang dirasakan seseorang secara jelas.

Bentuk-bentuk ekspresi ini saling melengkapi dan sering digunakan secara bersamaan untuk menyampaikan keadaan emosional secara penuh dalam komunikasi sehari-hari. Perpaduan antara ekspresi wajah, bahasa tubuh, suara, dan kata-kata verbal memungkinkan pesan emosional diterima secara tepat oleh lawan bicara. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]


Faktor Individu dalam Ekspresi Emosi

Ekspresi emosi tidak hanya dipengaruhi oleh budaya, tetapi juga oleh faktor-faktor yang ada dalam diri individu. Beberapa faktor internal ini menentukan bagaimana seorang individu mengekspresikan emosinya.

Kondisi Psikologis Individual

Setiap individu memiliki karakter psikologis yang unik, yang mencakup cara mereka merasakan dan mengekspresikan emosi. Tingkat kesadaran emosional seseorang, seberapa baik mereka mengenali dan memahami perasaan mereka sendiri, dapat memengaruhi ekspresi emosionalnya. Individu yang memiliki kesadaran emosional tinggi biasanya dapat mengkomunikasikan emosinya secara lebih jelas dan efektif dibandingkan individu dengan kesadaran rendah. [Lihat sumber Disini - jurnalmahasiswa.uma.ac.id]

Temperamen dan Kepribadian

Kepribadian seseorang, termasuk sifat dasar seperti ekstroversi, neurotisisme, atau stabilitas emosi, juga memengaruhi ekspresi emosi. Misalnya, individu dengan tingkat ekstroversi tinggi cenderung lebih terbuka dalam mengekspresikan perasaan mereka, sementara individu dengan neurotisisme tinggi mungkin menunjukkan ekspresi emosional yang lebih intens atau tidak stabil.

Pengalaman Hidup dan Pembelajaran

Pengalaman emosional masa lalu, hubungan interpersonal, dan pembelajaran sosial berkontribusi pada cara seseorang mengekspresikan emosi. Misalnya, seseorang yang sering menghadapi situasi konflik sejak kecil mungkin belajar mengekspresikan kemarahan secara berbeda dibandingkan mereka yang dibesarkan dalam lingkungan yang damai.

Kemampuan Regulasi Emosi

Regulasi emosi adalah kemampuan individu untuk mengelola dan mengekspresikan emosinya secara adaptif. Individu dengan kemampuan regulasi yang tinggi mampu menyesuaikan ekspresi emosinya sesuai konteks sosial, sementara mereka dengan keterampilan regulasi rendah mungkin bereaksi secara impulsif atau tidak tepat dalam situasi sosial. Faktor-faktor seperti keterampilan kontrol diri, strategi koping, dan dukungan sosial memiliki peran dalam regulasi emosional ini. [Lihat sumber Disini - jurnalmahasiswa.uma.ac.id]


Pengaruh Budaya terhadap Ekspresi Emosi

Budaya merupakan salah satu faktor paling signifikan yang memengaruhi ekspresi emosi. Sistem nilai, norma sosial, dan aturan budaya membentuk bagaimana individu dalam suatu masyarakat mengekspresikan dan menginterpretasikan emosi.

Nilai Budaya dan Norma Ekspresi

Budaya menentukan aturan tidak tertulis yang mengarahkan kapan, di mana, dan bagaimana emosi dapat diekspresikan. Misalnya, budaya kolektivis cenderung mendorong pengaturan ekspresi emosi yang lebih tertahan demi menjaga keharmonisan kelompok, sementara budaya individualis mungkin lebih menerima ekspresi emosional yang terbuka sebagai bentuk autentisitas pribadi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Display Rules dalam Budaya

Display rules adalah norma budaya yang menentukan jenis ekspresi emosional yang dapat diterima dalam konteks sosial tertentu. Norma-norma ini mencakup kapan emosi harus diperlihatkan atau disembunyikan dan tingkat intensitas ekspresi yang dianggap pantas dalam situasi sosial tertentu. Perbedaan display rules ini dapat menjelaskan mengapa ekspresi marah atau sedih di satu budaya dianggap wajar tetapi di budaya lain mungkin dihindari. [Lihat sumber Disini - davidmatsumoto.com]

Perbedaan Intensitas dan Saluran Ekspresi

Penelitian menunjukkan bahwa budaya juga memengaruhi intensitas ekspresi dan saluran yang digunakan. Misalnya, individu dari budaya tertentu mungkin mengekspresikan emosi melalui gestur nonverbal lebih sering, sementara budaya lain lebih mengandalkan ekspresi verbal atau ekspresi wajah intens. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Ekspresi Emosi dalam Interaksi Sosial

Ekspresi emosi memainkan peran penting dalam dinamika interaksi sosial karena membantu individu memahami satu sama lain, membangun hubungan, serta mengatur konflik. Ekspresi emosional yang sesuai memungkinkan komunikasi menjadi lebih jujur dan efektif, membantu menyampaikan empati, dukungan, atau peringatan sosial dalam konteks interpersonal.

Teori psikologis menyatakan bahwa dalam situasi sosial, ekspresi emosi tidak sekadar mencerminkan perasaan internal, tetapi juga berfungsi sebagai sinyal yang memengaruhi perilaku orang lain. Misalnya, senyum dapat memperkuat hubungan sosial, sedangkan ekspresi kemarahan dapat menunjukkan kebutuhan akan perubahan atau batasan dalam interaksi interpersonal. Interpretasi ekspresi emosi dalam interaksi sosial juga dipengaruhi oleh norma budaya yang berlaku, yang menentukan bagaimana lawan bicara mempersepsikan dan merespons ekspresi tersebut. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Perbedaan Ekspresi Emosi Antarbudaya

Penelitian lintas budaya menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam ekspresi emosi di antara kelompok budaya yang berbeda. Studi komparatif menunjukkan bahwa standar sosial yang mengatur ekspresi emosi, termasuk kapan dan bagaimana emosi ditampilkan, bervariasi secara signifikan di antara budaya-budaya yang berbeda. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Misalnya, penelitian psikologi di Indonesia menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam ekspresi emosi antara individu dari suku Batak, Jawa, Melayu, dan Minangkabau, yang disebabkan oleh aturan budaya masing-masing mengenai ekspresi emosi dalam konteks sosial. [Lihat sumber Disini - ejournal.uin-suska.ac.id]

Perbedaan ekspresi emosi lintas budaya ini mencerminkan peran display rules dan nilai-nilai budaya yang memengaruhi bagaimana individu menunjukkan emosi mereka, termasuk intensitas, jenis emosi yang ditampilkan, serta kecepatan respons emosional. Pemahaman tentang perbedaan ini penting dalam komunikasi antarbudaya, terutama dalam konteks globalisasi dan interaksi sosial yang semakin kompleks. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Kesimpulan

Secara keseluruhan, ekspresi emosi merupakan manifestasi perilaku dan komunikasi dari keadaan batin yang mencerminkan perasaan manusia dalam konteks sosial. Baik faktor individu seperti karakter psikologis dan regulasi emosi maupun faktor budaya seperti nilai-nilai dan norma sosial memainkan peran penting dalam menentukan bagaimana emosi tersebut diungkapkan dan dipahami. Ekspresi emosi tidak hanya penting sebagai alat komunikasi interpersonal, tetapi juga sebagai elemen penting dalam memahami dinamika sosial dan perbedaan budaya dalam masyarakat global. Penelitian lintas budaya menunjukkan bahwa meskipun beberapa bentuk ekspresi emosi bersifat universal, penerapannya sangat dipengaruhi oleh konteks budaya yang membentuk aturan dan makna ekspresi tersebut. Pemahaman ini memberikan wawasan penting dalam praktik psikologi, pendidikan, dan interaksi sosial lintas budaya.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Ekspresi emosi adalah cara individu mengungkapkan perasaan yang dialaminya melalui berbagai bentuk, seperti ekspresi wajah, bahasa tubuh, intonasi suara, serta ungkapan verbal dalam interaksi sosial.

Bentuk-bentuk ekspresi emosi meliputi ekspresi wajah, bahasa tubuh dan gestur, nada dan volume suara, serta ekspresi verbal berupa kata-kata yang menggambarkan perasaan seseorang.

Ekspresi emosi dipengaruhi oleh faktor individu seperti kepribadian, temperamen, pengalaman hidup, dan kemampuan regulasi emosi, serta faktor eksternal seperti norma sosial dan budaya.

Budaya memengaruhi ekspresi emosi melalui nilai, norma, dan aturan sosial yang mengatur kapan, bagaimana, dan seberapa intens emosi boleh diekspresikan dalam suatu masyarakat.

Perbedaan ekspresi emosi antarbudaya terjadi karena setiap budaya memiliki aturan ekspresi emosi (display rules) yang berbeda, sehingga cara individu mengekspresikan dan menafsirkan emosi tidak selalu sama.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Regulasi Emosi: Konsep, Proses, dan Strateginya Konsep Regulasi Emosi dalam Kehidupan Akademik Emosi Negatif: Jenis dan Dampaknya Konsep Keseimbangan Emosi Stabilitas Emosi: Konsep dan Implikasi Perilaku Emosi Positif: Manfaat dan Contoh Konsep Kematangan Emosi Mahasiswa Ketidakstabilan Emosi Pasien: Konsep, Pendekatan, dan Dukungan Kematangan Emosi: Konsep dan Indikator Ketidakstabilan Emosi Pasien: Faktor dan Pendekatan Homogenisasi Budaya: Konsep dan Kritik Sosial Globalisasi Budaya: Konsep dan Implikasi Sosial Kecerdasan Emosional: Komponen dan Pengaruhnya dalam Belajar Budaya Populer: Konsep dan Konstruksi Sosial Emotional Intelligence Akademik: Konsep dan Prestasi Toxic Positivity: Konsep dan Kritik Psikologis Perubahan Emosi pada Ibu Hamil Kebudayaan Kontemporer: Konsep, Unsur, dan Ciri Identitas Budaya: Konsep, Pembentuk, dan Perannya Akulturasi Budaya: Konsep dan Proses Interaksi
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna