Terakhir diperbarui: 31 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 31 December). Kepuasan Layanan Kesehatan: Konsep, Dimensi SERVQUAL, dan Evaluasi Mutu. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kepuasan-layanan-kesehatan-konsep-dimensi-servqual-dan-evaluasi-mutu  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kepuasan Layanan Kesehatan: Konsep, Dimensi SERVQUAL, dan Evaluasi Mutu - SumberAjar.com

Kepuasan Layanan Kesehatan: Konsep, Dimensi SERVQUAL, dan Evaluasi Mutu

Pendahuluan

Kepuasan layanan kesehatan merupakan konsep pusat dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang efektif dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Dalam konteks sistem kesehatan modern, kemampuan suatu fasilitas kesehatan untuk memenuhi harapan pasien tidak hanya menentukan persepsi individu terhadap kualitas layanan, tetapi juga berdampak pada loyalitas, penggunaan layanan kembali, serta penyebaran rekomendasi positif secara sosial. Layanan kesehatan yang berkualitas tinggi dapat mengurangi insiden ketidakpuasan yang berujung pada komplikasi klinis maupun administratif, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan publik ataupun privat. Penelitian-penelitian kontemporer telah menempatkan kepuasan pasien sebagai indikator utama efektivitas pelayanan kesehatan, dengan fokus pada dimensi-dimensi kualitas pelayanan yang terukur seperti yang diidentifikasi dalam model SERVQUAL. Artikel ini membahas konsep kepuasan layanan kesehatan, dimensi SERVQUAL, faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pasien, hubungan kepuasan dengan loyalitas, metode evaluasi kepuasan layanan, serta peran kepuasan dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan dari perspektif empiris dan teoritis.


Definisi Kepuasan Layanan Kesehatan

Definisi Kepuasan Layanan Kesehatan Secara Umum

Kepuasan layanan kesehatan secara umum dapat diartikan sebagai tingkat persepsi individu terhadap pengalaman pelayanan kesehatan yang mereka terima, seberapa jauh pengalaman tersebut memenuhi atau melampaui harapan mereka. Kepuasan ini mencakup berbagai aspek interaksi antara pasien dengan fasilitas kesehatan, termasuk kompetensi tenaga medis, waktu tunggu layanan, komunikasi, serta pelayanan administratif. Penelitian menunjukkan bahwa hubungan yang positif antara kualitas pelayanan dan pengukuran kepuasan pasien menjadi tolok ukur keberhasilan pelayanan kesehatan secara keseluruhan, mencerminkan kualitas sistem layanan dan kemampuan organisasi kesehatan dalam memenuhi kebutuhan pasien. [Lihat sumber Disini - jurnal.poltekkespalembang.ac.id]

Definisi Kepuasan Layanan Kesehatan dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kepuasan didefinisikan sebagai keadaan atau perasaan senang karena sesuatu yang diharapkan atau diinginkan tercapai. Dalam konteks layanan kesehatan, kepuasan pasien menunjukkan sejauh mana pasien merasa pelayanan yang diberikan telah memenuhi harapan mereka terhadap proses pengobatan, layanan medis, dan aspek non-medis lainnya dalam pengalaman perawatan kesehatan. Hal ini berarti bahwa aspek emosional, fungsional, dan rasional dari layanan kesehatan bersama-sama berkontribusi pada persepsi kepuasan pasien. (KBBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Definisi Kepuasan Layanan Kesehatan Menurut Para Ahli

  1. Ware, Snyder, Wright, dan Davies mendefinisikan kepuasan pasien sebagai ukuran persepsi klien mengenai pengalaman perawatan medis yang melampaui sekadar hasil klinis, termasuk aspek komunikasi, kenyamanan, ketersediaan informasi, dan keseimbangan antara harapan dan realitas layanan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Menurut Dimensi SERVQUAL, kepuasan layanan kesehatan adalah respons psikologis pasien terhadap perbandingan antara harapan dan persepsi nyata atas layanan yang diterima, di mana perbedaan (gap) antara harapan dan realisasi ini menentukan tingkat kepuasan. [Lihat sumber Disini - jrssem.publikasiindonesia.id]

  3. Sianturi et al. menjelaskan bahwa kepuasan pasien merupakan hasil evaluasi pasien terhadap kualitas dan kinerja pelayanan kesehatan secara keseluruhan, terutama dalam lima dimensi kualitas layanan pokok: bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. [Lihat sumber Disini - ejournal.medistra.ac.id]

  4. Dalam kerangka evaluasi layanan kesehatan, kepuasan sering diukur melalui kuesioner yang mencakup dimensi teknis dan interpersonal pelayanan, menekankan pentingnya hubungan pasien-staf, komunikasi efektif, serta fasilitas pelayanan yang memadai. [Lihat sumber Disini - ojs.phb.ac.id]


Dimensi SERVQUAL dalam Pelayanan Kesehatan

Lima dimensi utama SERVQUAL terdiri dari bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Model SERVQUAL digunakan secara luas dalam penelitian evaluasi kualitas layanan, menjadi kerangka utama untuk menilai gap antara harapan pasien dan persepsi mereka terhadap layanan yang diterima.

Bukti Fisik (Tangibles)

Bukti fisik mencakup fasilitas, kebersihan lingkungan kesehatan, peralatan medis, serta aspek visual lain yang dapat dilihat pasien. Fasilitas yang bersih, modern, dan terawat memberi dampak positif terhadap persepsi pasien akan kualitas keseluruhan pelayanan. Empiris menunjukkan bahwa bukti fisik menjadi salah satu faktor yang secara signifikan memengaruhi persepsi kualitas layanan, walaupun dalam beberapa studi hubungannya terhadap kepuasan bisa bervariasi tergantung pada harapan lokal pasien. [Lihat sumber Disini - jurnal.unw.ac.id]

Keandalan (Reliability)

Keandalan menunjukkan kemampuan organisasi dalam memberikan layanan yang dijanjikan secara konsisten dan akurat tanpa kesalahan. Dalam konteks layanan kesehatan, hal ini meliputi ketepatan diagnosis, konsistensi dalam prosedur medis, serta pelayanan yang sesuai standar medis. Keandalan sering kali menjadi prediktor utama kepuasan pasien, karena kesalahan atau kegagalan dalam layanan dapat segera berdampak pada rasa aman pasien. [Lihat sumber Disini - jrssem.publikasiindonesia.id]

Daya Tanggap (Responsiveness)

Daya tanggap mencerminkan kesigapan staf pelayanan dalam merespons kebutuhan pasien, termasuk waktu respons terhadap permintaan informasi atau bantuan medis. Penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara respon cepat tenaga kesehatan dengan niat pasien untuk kembali menggunakan layanan di masa depan. [Lihat sumber Disini - ojs.phb.ac.id]

Jaminan (Assurance)

Jaminan mencakup pengetahuan, kompetensi, dan sikap meyakinkan dari tenaga kesehatan yang menciptakan rasa percaya dan aman bagi pasien. Staf kesehatan yang terampil dan profesional membantu pasien merasa bahwa mereka berada di tangan yang tepat, yang meningkatkan kepuasan secara substansial. [Lihat sumber Disini - jrssem.publikasiindonesia.id]

Empati (Empathy)

Empati merupakan kemampuan tenaga kesehatan untuk memahami kebutuhan, kekhawatiran, dan kondisi pasien secara individu. Dimensi ini sering dianggap sebagai faktor dominan dalam kepuasan layanan kesehatan karena hubungan interpersonal antara pasien dan tenaga kesehatan sangat berdampak pada pengalaman keseluruhan pasien. [Lihat sumber Disini - jrssem.publikasiindonesia.id]


Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien

Banyak penelitian empiris menyoroti berbagai faktor yang memengaruhi tingkat kepuasan pasien dalam layanan kesehatan. Kualitas pelayanan secara keseluruhan, terutama dalam dimensi keandalan dan empati, sering kali dikaitkan dengan peningkatan kepuasan pasien. [Lihat sumber Disini - ejournal.medistra.ac.id] Selain itu, faktor seperti fasilitas fisik, waktu tunggu layanan, dan kualitas komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien juga memberikan kontribusi signifikan terhadap persepsi pasien. [Lihat sumber Disini - journal.adpebi.com]

Penelitian lain menegaskan bahwa kehadiran fasilitas medis yang baik, komunikasi efektif antara pasien dan tenaga medis, serta efisiensi operasional secara langsung berdampak pada persepsi kepuasan pasien. [Lihat sumber Disini - jurnal.unw.ac.id] Faktor-faktor psikologis seperti rasa percaya dan rasa aman juga memainkan peran penting dalam pengalaman pasien dan harus dipertimbangkan dalam desain layanan kesehatan yang berfokus pada pasien.


Hubungan Kepuasan dengan Loyalitas Pasien

Kepuasan pasien tidak hanya berdampak pada persepsi langsung terhadap pengalaman layanan, tetapi juga berkaitan erat dengan loyalitas pasien terhadap penyedia layanan kesehatan tertentu. Pasien yang puas cenderung memilih kembali fasilitas yang sama di masa depan, merekomendasikan kepada keluarga atau teman, serta menunjukkan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi terhadap penyedia layanan tersebut. [Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id]

Beberapa studi empiris menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan memiliki efek langsung dan tidak langsung pada loyalitas pasien, dengan kepuasan sebagai mediator penting dalam hubungan ini. [Lihat sumber Disini - pasca-umi.ac.id] Loyalitas pasien terkait erat dengan pengalaman positif dalam layanan, rasa percaya terhadap tenaga medis, serta persepsi bahwa kebutuhan mereka dipahami dan dihormati oleh staf layanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - journal.stiemb.ac.id]


Metode Evaluasi Kepuasan Layanan

Evaluasi kepuasan layanan kesehatan dapat dilakukan melalui berbagai metode kuantitatif dan kualitatif. Salah satu pendekatan yang paling umum digunakan adalah survei berbasis model SERVQUAL yang mengukur gap antara harapan pasien dan persepsi atas layanan yang diberikan. [Lihat sumber Disini - jurnal.unitri.ac.id]

Selain itu, alat ukur lain seperti HCAHPS (Hospital Consumer Assessment of Healthcare Providers and Systems) dan PSQ-18 (Patient Satisfaction Questionnaire Short Form) sering dipakai untuk membandingkan dimensi emosional dan fungsional pengalaman pasien. [Lihat sumber Disini - jurnal.unitri.ac.id] Studi literatur sistematis juga menyoroti pentingnya memilih instrument evaluasi yang sesuai dengan konteks demografis dan budaya pasien untuk menangkap sisi emosional pengalaman pasien secara akurat. [Lihat sumber Disini - jurnal.unitri.ac.id]


Peran Kepuasan dalam Peningkatan Mutu Pelayanan

Kepuasan pasien berperan sebagai indikator penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Perhatian pada aspek-aspek yang memengaruhi kepuasan, seperti keandalan layanan, empati tenaga kesehatan, efektivitas komunikasi, dan kualitas fasilitas, dapat membantu organisasi kesehatan dalam merancang strategi peningkatan mutu pelayanan. Respons terhadap feedback pasien juga menjadi komponen inti dalam proses continuous quality improvement di rumah sakit maupun fasilitas layanan primer.

Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pasien melalui evaluasi yang sistematis, penyedia layanan kesehatan dapat mengidentifikasi area perbaikan, menetapkan prioritas strategis dalam pengembangan layanan, serta memastikan bahwa kebutuhan pasien selalu menjadi fokus utama dalam setiap upaya peningkatan layanan.


Kesimpulan

Secara keseluruhan, kepuasan layanan kesehatan merupakan hasil dari interaksi kompleks antara harapan pasien dan performa layanan yang nyata. Dimensi-dimensi kualitas layanan dalam model SERVQUAL, bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati, memberikan kerangka yang kuat untuk memahami bagaimana pasien mengevaluasi layanan yang mereka terima. Kepuasan pasien dipengaruhi oleh kualitas pelayanan secara menyeluruh serta pengalaman spesifik yang dialami pasien selama proses perawatan. Kepuasan tersebut memiliki hubungan yang erat dengan loyalitas pasien, menunjukkan bahwa layanan yang berkualitas tidak hanya menciptakan pengalaman positif namun juga membangun hubungan jangka panjang antara pasien dan penyedia layanan kesehatan. Evaluasi sistematis terhadap kepuasan pasien menggunakan berbagai metode pengukuran membantu fasilitas kesehatan dalam mengimplementasikan perbaikan berkelanjutan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara komprehensif.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kepuasan layanan kesehatan adalah tingkat perasaan senang atau tidak senang pasien setelah membandingkan antara harapan mereka dengan pelayanan kesehatan yang benar-benar diterima, baik dari aspek medis maupun non-medis.

Kepuasan pasien penting karena menjadi indikator mutu pelayanan kesehatan, memengaruhi loyalitas pasien, kepercayaan terhadap fasilitas kesehatan, serta menjadi dasar evaluasi dan perbaikan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Dimensi SERVQUAL dalam pelayanan kesehatan meliputi bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy) yang digunakan untuk menilai kualitas layanan berdasarkan persepsi pasien.

Kepuasan pasien dipengaruhi oleh kualitas pelayanan medis, komunikasi tenaga kesehatan, waktu tunggu layanan, fasilitas fisik, sikap empati petugas, serta rasa aman dan kepercayaan pasien terhadap layanan kesehatan.

Pasien yang merasa puas cenderung memiliki loyalitas lebih tinggi, seperti kembali menggunakan layanan kesehatan yang sama, merekomendasikan kepada orang lain, dan menunjukkan kepercayaan jangka panjang terhadap fasilitas kesehatan.

Kepuasan layanan kesehatan dapat diukur melalui survei kepuasan pasien, kuesioner berbasis SERVQUAL, wawancara, maupun instrumen penilaian kepuasan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan pasien.

Kepuasan pasien berperan sebagai umpan balik penting bagi fasilitas kesehatan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pelayanan, sehingga dapat digunakan sebagai dasar perencanaan strategi peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kepuasan Pasien Farmasi: Konsep, Determinan, dan Mutu Layanan Kepuasan Pasien Farmasi: Konsep, Determinan, dan Mutu Layanan Dimensi Teori: Pengertian, Jenis, dan Contoh Dimensi Teori: Pengertian, Jenis, dan Contoh Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Persepsi Masyarakat terhadap Pelayanan Publik: Konsep dan Penilaian Persepsi Masyarakat terhadap Pelayanan Publik: Konsep dan Penilaian Kepuasan Pasien terhadap Fasilitas Kesehatan Kepuasan Pasien terhadap Fasilitas Kesehatan Tingkat Kepuasan Pasien di Klinik Bersalin Tingkat Kepuasan Pasien di Klinik Bersalin Mutu Pelayanan Kesehatan: Konsep, evaluasi, dan peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Konsep, evaluasi, dan peningkatan Kepuasan Pasien: Konsep, faktor penentu, dan mutu pelayanan Kepuasan Pasien: Konsep, faktor penentu, dan mutu pelayanan Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan X-Dimension Research: Konsep dan Penerapan dalam Kajian Multivariat X-Dimension Research: Konsep dan Penerapan dalam Kajian Multivariat Kepuasan Hidup: Konsep dan Determinan Kepuasan Hidup: Konsep dan Determinan Kepuasan User Sistem Informasi: Konsep, Tingkat Kepuasan, dan Penerimaan Sistem Kepuasan User Sistem Informasi: Konsep, Tingkat Kepuasan, dan Penerimaan Sistem Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Administrasi Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Administrasi Kepuasan Peserta JKN Kepuasan Peserta JKN Kepuasan Pasien terhadap Telemedicine Kepuasan Pasien terhadap Telemedicine Mutu Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan Mutu Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan Kepuasan Kerja: Konsep, Faktor Psikologis, dan Implikasi Organisasi Kepuasan Kerja: Konsep, Faktor Psikologis, dan Implikasi Organisasi Kepuasan Belajar: Konsep dan Faktor Psikologis Kepuasan Belajar: Konsep dan Faktor Psikologis SPK Analisis Kepuasan Pengguna SPK Analisis Kepuasan Pengguna Mutu Pelayanan Peserta JKN Mutu Pelayanan Peserta JKN
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…