Terakhir diperbarui: 18 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 18 December). Kepuasan Peserta JKN. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kepuasan-peserta-jkn  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kepuasan Peserta JKN - SumberAjar.com

Kepuasan Peserta JKN

Pendahuluan

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program jaminan kesehatan komprehensif yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan merata kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui sistem asuransi sosial kesehatan yang berlaku secara nasional. JKN dirancang agar setiap warga negara dan penduduk yang telah memenuhi ketentuan dapat memperoleh akses layanan kesehatan tanpa terkecuali. Keberhasilan suatu sistem jaminan kesehatan seperti JKN tidak hanya diukur dari jumlah kepesertaan atau cakupan pelayanannya, tetapi sangat ditentukan oleh tingkat kepuasan peserta JKN terhadap layanan yang mereka terima. Tingkat kepuasan ini menjadi indikator penting yang mencerminkan kualitas pelayanan, efektivitas sistem, serta kesetaraan akses layanan kesehatan di seluruh Indonesia. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Definisi Kepuasan Peserta JKN

Definisi Kepuasan Peserta JKN Secara Umum

Kepuasan peserta JKN secara umum dapat dipahami sebagai respons emosional dan kognitif yang dialami peserta setelah menerima pelayanan kesehatan melalui program JKN. Kepuasan ini timbul dari perbandingan antara harapan peserta sebelum mendapatkan layanan dan realitas kualitas pelayanan yang mereka alami. Jika pelayanan yang diberikan memenuhi atau melampaui harapan, maka peserta akan merasa puas, sedangkan ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan layanan akan menimbulkan ketidakpuasan. [Lihat sumber Disini - perpus-utama.poltekkes-malang.ac.id]

Definisi Kepuasan Peserta JKN dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kepuasan adalah keadaan atau perasaan puas, yakni perasaan senang atau lega yang timbul karena suatu keadaan atau hasil yang sesuai dengan harapan seseorang. Dalam konteks peserta JKN, istilah ini menggambarkan sejauh mana peserta merasa kebutuhan layanan kesehatan mereka terpenuhi oleh sistem JKN. [Lihat sumber Disini - perpus-utama.poltekkes-malang.ac.id]

Definisi Kepuasan Peserta JKN Menurut Para Ahli

  1. Philip Kotler & Kevin Lane Keller (2009): Kepuasan merupakan perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan kinerja produk atau layanan yang diterima dengan harapannya. Dalam konteks JKN, layanan yang diterima dari fasilitas kesehatan atau sistem JKN dibandingkan dengan ekspektasi peserta yang telah mereka bentuk sebelumnya. [Lihat sumber Disini - perpus-utama.poltekkes-malang.ac.id]

  2. Tjiptono & Chandra (2011): Kepuasan adalah evaluasi konsumen terhadap pengalaman layanan setelah menggunakan suatu produk atau layanan. Di ranah JKN, evaluasi ini berkaitan dengan pengalaman peserta dalam menerima layanan kesehatan melalui sistem JKN. [Lihat sumber Disini - perpus-utama.poltekkes-malang.ac.id]

  3. Hafizurrachman (2015): Kepuasan pasien adalah tingkat perasaan pasien yang muncul sebagai akibat dari kinerja pelayanan kesehatan yang diterima dibandingkan dengan yang diharapkan. Terminologi ini dapat diterapkan langsung pada peserta JKN yang mendapatkan layanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama atau rujukan. [Lihat sumber Disini - perpus-utama.poltekkes-malang.ac.id]

  4. Mahadewi, Heryana & Kuswanti (2019): Kepuasan peserta JKN merupakan hasil persepsi peserta terhadap pelayanan yang diterima, termasuk aspek pelayanan klinis, fasilitas, komunikasi tenaga kesehatan, dan kepuasan terhadap administrasi JKN. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]


Indikator Kepuasan Peserta JKN

Indikator kepuasan peserta JKN umumnya diukur melalui beberapa dimensi kualitas layanan yang dikenal luas dalam literatur pelayanan kesehatan, khususnya menggunakan model SERVQUAL yang telah banyak diterapkan dalam penelitian pelayanan kesehatan di Indonesia. Dimensi, dimensi tersebut mencakup:

  1. Tangible (Bukti Fisik): mencakup kondisi fasilitas fisik, peralatan medis, kenyamanan ruang tunggu, serta sarana pendukung lain di fasilitas kesehatan. [Lihat sumber Disini - perpus-utama.poltekkes-malang.ac.id]

  2. Reliability (Kehandalan): kemampuan layanan untuk memberikan pelayanan secara konsisten dan akurat sesuai dengan informasi yang dijanjikan kepada peserta. [Lihat sumber Disini - perpus-utama.poltekkes-malang.ac.id]

  3. Responsiveness (Daya Tanggap): kemampuan tenaga kesehatan dan administrasi pelayanan untuk merespons kebutuhan dan pertanyaan peserta dengan cepat dan tepat. [Lihat sumber Disini - perpus-utama.poltekkes-malang.ac.id]

  4. Assurance (Jaminan): kepercayaan peserta terhadap kemampuan tenaga kesehatan dan sistem administrasi BPJS dalam memberikan layanan yang aman, profesional, dan tanpa risiko. [Lihat sumber Disini - perpus-utama.poltekkes-malang.ac.id]

  5. Empathy (Empati): tindakan dan komunikasi personal tenaga kesehatan yang menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan individu peserta. [Lihat sumber Disini - perpus-utama.poltekkes-malang.ac.id]

Penelitian empiris menunjukkan bahwa kelima dimensi ini sering berkaitan langsung dengan tingkat kepuasan peserta JKN, di mana kelayakan fasilitas, responsifnya tenaga kesehatan, serta kemampuan membangun kepercayaan menjadi variabel penting dalam menciptakan kepuasan peserta. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]


Faktor Pelayanan yang Mempengaruhi Kepuasan

Kepuasan peserta JKN tidak tercapai hanya melalui pemahaman indikator teknis pelayanan saja, tetapi juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor di dalam sistem pelayanan kesehatan dan organisasi penyelenggara JKN:

Kualitas Pelayanan Klinis

Pelayanan klinis yang berkualitas, aman, dan tepat waktu menjadi faktor utama yang memengaruhi kepuasan peserta. Aspek ini meliputi kemampuan tenaga medis dalam memberikan diagnosis dan terapi yang sesuai serta keterlibatan komunikasi antara tenaga medis dan peserta. Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas pelayanan klinis dengan kepuasan pasien JKN. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]

Kualitas Administrasi dan Proses Pelayanan

Proses administrasi yang efisien, transparan, dan mudah dimengerti oleh peserta JKN dapat meningkatkan pengalaman peserta secara keseluruhan, terutama dalam hal pendaftaran, pengajuan rujukan, klaim, dan penggunaan aplikasi digital seperti Mobile JKN. [Lihat sumber Disini - plj.ac.id]

Aplikasi Teknologi dan Digitalisasi Layanan

Inovasi digital seperti Mobile JKN berperan penting dalam memenuhi kebutuhan peserta, yang dapat mempercepat proses administrasi, memberikan informasi layanan, serta memudahkan akses peserta terhadap berbagai fitur administrasi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kualitas layanan digital secara signifikan memengaruhi kepuasan peserta. [Lihat sumber Disini - plj.ac.id]

Sarana dan Prasarana Fasilitas Kesehatan

Fasilitas kesehatan yang lengkap, bersih, dan sesuai standar medis menciptakan rasa aman dan nyaman bagi peserta, sehingga meningkatkan tingkat kepuasan. Fasilitas yang kurang memadai sering kali menjadi penyebab utama ketidakpuasan peserta terhadap pelayanan JKN. [Lihat sumber Disini - ejournal.pps-unisti.ac.id]


Persepsi Peserta terhadap Kualitas Layanan

Persepsi peserta JKN terhadap kualitas layanan mencerminkan sejauh mana peserta menilai layanan itu memuaskan berdasarkan pengalaman mereka. Persepsi ini dibentuk dari beberapa aspek sebagai berikut:

Persepsi Terhadap Kecepatan dan Ketepatan Pelayanan

Peserta sering menilai kualitas pelayanan berdasarkan kecepatan layanan, waktu tunggu di fasilitas kesehatan, serta ketepatan penanganan medis yang diterima. Layanan yang cepat dan efektif meningkatkan penilaian positif peserta terhadap program JKN. [Lihat sumber Disini - ejournal.pps-unisti.ac.id]

Persepsi Terhadap Komunikasi dan Interaksi Tenaga Kesehatan

Interaksi yang jelas, informatif, serta komunikasi yang efektif dari tenaga medis dan staf administrasi menjadi faktor signifikan dalam meningkatkan kepuasan peserta. Komunikasi yang buruk justru dapat menimbulkan ketidakpastian dan ketidakpercayaan. [Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id]

Persepsi Kesetaraan Layanan

Persepsi terhadap kesetaraan layanan antara peserta JKN dengan pasien umum juga sering menjadi pembanding bagi peserta. Penelitian membandingkan kepuasan pasien JKN versus pasien umum menunjukkan bahwa tingkat kepuasan peserta JKN cenderung lebih rendah pada beberapa dimensi, terutama pada aspek respon dan empati. [Lihat sumber Disini - myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id]


Hubungan Kepuasan dengan Keberlanjutan Kepesertaan

Tingkat kepuasan peserta JKN berkaitan erat dengan keberlanjutan kepesertaan mereka dalam program JKN. Peserta yang merasa puas cenderung tetap bertahan sebagai pengguna JKN serta lebih mungkin merekomendasikan program ini kepada orang lain, sedangkan peserta yang tidak puas memiliki kecenderungan untuk menarik diri atau mencari layanan alternatif di luar JKN.

Dalam konteks sistem jaminan kesehatan nasional, keberlanjutan kepesertaan ini penting untuk menjaga stabilitas finansial program sekaligus memastikan perlindungan kesehatan jangka panjang bagi seluruh warga Indonesia.


Upaya Peningkatan Kepuasan Peserta JKN

Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan

Peningkatan kualitas layanan kesehatan pada fasilitas kesehatan mitra JKN dapat dilakukan melalui pelatihan tenaga kesehatan, penyediaan sarana medis yang memadai, serta standarisasi prosedur pelayanan.

Perbaikan Sistem Administrasi dan Digitalisasi

Mengoptimalkan sistem digital seperti aplikasi Mobile JKN dan layanan informasi berbasis teknologi dapat mempermudah peserta dalam mengakses layanan JKN dan mengurangi hambatan administratif.

Peningkatan Interaksi dan Komunikasi

Pelatihan komunikasi interpersonal bagi tenaga medis dan staf administrasi akan membantu meningkatkan pengalaman peserta, terutama dalam hal empati dan responsivitas pelayanan.

Evaluasi dan Umpan Balik Peserta

Membangun mekanisme umpan balik yang efektif, seperti survei kepuasan berkala dan papan skor kualitas layanan, membantu BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan mitra mengevaluasi pelayanan mereka dan merespons kebutuhan peserta secara proaktif.


Kesimpulan

Kepuasan peserta JKN merupakan indikator fundamental dalam menilai efektivitas dan kualitas layanan sistem jaminan kesehatan nasional di Indonesia. Kepuasan ini dipengaruhi oleh berbagai aspek pelayanan kesehatan, termasuk kualitas klinis, proses administrasi, ketersediaan fasilitas, serta komunikasi antara penyedia layanan dengan peserta. Indikator kepuasan peserta JKN yang baik tidak hanya mencerminkan pelayanan kesehatan yang berkualitas tetapi juga menjadi faktor penting dalam mempertahankan keberlanjutan kepesertaan dalam program JKN. Oleh karena itu, upaya peningkatan mutu layanan secara menyeluruh, digitalisasi yang efektif, serta komunikasi yang baik bersama peserta merupakan strategi penting untuk menciptakan kepuasan peserta yang tinggi, sekaligus menjamin keberlanjutan dan relevansi program JKN bagi seluruh penduduk Indonesia.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kepuasan peserta JKN adalah tingkat perasaan dan penilaian peserta terhadap pelayanan kesehatan yang diterima melalui program Jaminan Kesehatan Nasional, yang muncul dari perbandingan antara harapan peserta dan kualitas layanan yang dirasakan.

Kepuasan peserta JKN penting karena mencerminkan kualitas pelayanan kesehatan, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta berpengaruh terhadap keberlanjutan kepesertaan dan stabilitas program JKN secara nasional.

Indikator kepuasan peserta JKN meliputi kualitas fasilitas kesehatan, kehandalan pelayanan, daya tanggap tenaga kesehatan, jaminan pelayanan, serta empati dan komunikasi yang diberikan kepada peserta.

Kepuasan peserta JKN dipengaruhi oleh kualitas pelayanan klinis, kemudahan administrasi, kecepatan layanan, ketersediaan sarana prasarana, serta pemanfaatan teknologi seperti layanan digital BPJS Kesehatan.

Peserta yang merasa puas terhadap layanan JKN cenderung mempertahankan kepesertaannya, membayar iuran secara rutin, dan merekomendasikan program JKN kepada orang lain, sehingga mendukung keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional.

Upaya peningkatan kepuasan peserta JKN dapat dilakukan melalui peningkatan mutu layanan kesehatan, perbaikan sistem administrasi, optimalisasi layanan digital, peningkatan komunikasi tenaga kesehatan, serta evaluasi berkala terhadap masukan peserta.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Mutu Pelayanan Peserta JKN Mutu Pelayanan Peserta JKN Kepuasan Belajar: Konsep dan Faktor Psikologis Kepuasan Belajar: Konsep dan Faktor Psikologis Kepuasan Hidup: Konsep dan Determinan Kepuasan Hidup: Konsep dan Determinan Sistem Web Penyelenggaraan Seminar Sistem Web Penyelenggaraan Seminar Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Kepuasan User Sistem Informasi: Konsep, Tingkat Kepuasan, dan Penerimaan Sistem Kepuasan User Sistem Informasi: Konsep, Tingkat Kepuasan, dan Penerimaan Sistem Pemanfaatan BPJS Kesehatan Pemanfaatan BPJS Kesehatan Kepuasan Kerja: Konsep, Faktor Psikologis, dan Implikasi Organisasi Kepuasan Kerja: Konsep, Faktor Psikologis, dan Implikasi Organisasi Kepuasan Pasien Farmasi: Konsep, Determinan, dan Mutu Layanan Kepuasan Pasien Farmasi: Konsep, Determinan, dan Mutu Layanan Kepuasan Pasien terhadap Fasilitas Kesehatan Kepuasan Pasien terhadap Fasilitas Kesehatan Kepuasan Pasien: Konsep, faktor penentu, dan mutu pelayanan Kepuasan Pasien: Konsep, faktor penentu, dan mutu pelayanan Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan Kepuasan Layanan Kesehatan: Konsep, Dimensi SERVQUAL, dan Evaluasi Mutu Kepuasan Layanan Kesehatan: Konsep, Dimensi SERVQUAL, dan Evaluasi Mutu Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Administrasi Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Administrasi Kepuasan Pasien terhadap Telemedicine Kepuasan Pasien terhadap Telemedicine Tingkat Kepuasan Pasien di Klinik Bersalin Tingkat Kepuasan Pasien di Klinik Bersalin Kendala Administrasi BPJS Kendala Administrasi BPJS SPK Analisis Kepuasan Pengguna SPK Analisis Kepuasan Pengguna Hubungan Komunikasi dan Kepuasan Pasien Hubungan Komunikasi dan Kepuasan Pasien Model Kirkpatrick: Tahapan dan Contoh Aplikasi Model Kirkpatrick: Tahapan dan Contoh Aplikasi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…