Terakhir diperbarui: 03 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 11 June). Korelasi: Pengertian, Jenis, dan Peranannya dalam Kajian Ilmiah. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/korelasi-pengertian-jenis-dan-peranannya-dalam-kajian-ilmiah  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Korelasi: Pengertian, Jenis, dan Peranannya dalam Kajian Ilmiah - SumberAjar.com

Korelasi: Pengertian, Jenis, dan Peranannya dalam Kajian Ilmiah

Pendahuluan

Dalam penelitian ilmiah, memahami hubungan antar variabel sering kali menjadi kunci dalam menjawab pertanyaan riset, menguji hipotesis, atau menarik kesimpulan yang bermakna. Salah satu konsep utama yang digunakan untuk menggambarkan derajat hubungan ini adalah korelasi. Korelasi memberikan gambaran apakah dan seberapa kuat sebuah variabel berhubungan dengan variabel lain, tanpa mesti menyatakan adanya sebab-akibat. Penggunaan korelasi sangat luas: dari ilmu sosial, pendidikan, hingga kesehatan dan sains alami. Oleh karena itu, penting bagi peneliti (mahasiswa, akademisi, maupun praktisi) untuk memahami pengertian korelasi, jenis-jenisnya, serta bagaimana peranan korelasi dalam kajian ilmiah agar interpretasi data menjadi tepat dan terhindar dari kesimpulan yang menyesatkan.


Definisi Korelasi

Definisi Korelasi Secara Umum

Secara umum, korelasi adalah suatu cara atau teknik yang dipakai untuk mencari hubungan antara dua variabel atau lebih. [Lihat sumber Disini - penerbitdeepublish.com] Korelasi tidak selalu menunjukkan sebab-akibat; melainkan menunjukkan ada tidaknya keterkaitan, dan seberapa kuat keterkaitannya, antara variabel-variabel tersebut. [Lihat sumber Disini - binus.ac.id]

Definisi Korelasi dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), korelasi diartikan sebagai “hubungan timbal balik atau sebab akibat” antara dua hal atau lebih. [Lihat sumber Disini - repository.ump.ac.id] Dalam konteks umum sehari-hari, penggunaan istilah ini cenderung mengarah pada arti hubungan sebab-akibat, meskipun dalam kajian ilmiah tidak selalu demikian.

Definisi Korelasi Menurut Para Ahli

Berikut beberapa definisi korelasi dari para ahli:

  • Menurut Jonathan Sarwono, korelasi adalah teknik analisis yang termasuk dalam kelompok teknik pengukuran asosiasi (measures of association), yaitu teknik statistik bivariat untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel. [Lihat sumber Disini - repository.ump.ac.id]
  • Berdasarkan uraian di repository akademik terbaru, korelasi diartikan sebagai bentuk dan ukuran yang menunjukkan bahwa beberapa variabel saling berhubungan, digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan, seberapa kuat, dan arah hubungan antar variabel. [Lihat sumber Disini - repository.uinfasbengkulu.ac.id]
  • Dalam literatur metodologi penelitian kuantitatif, korelasi dipahami sebagai teknik statistik untuk mengukur hubungan linear atau asosiasi antara dua atau lebih variabel kuantitatif. [Lihat sumber Disini - j-innovative.org]
  • Secara ringkas, beberapa sumber mendefinisikan korelasi sebagai ukuran statistik yang menunjukkan sejauh mana dua variabel berkaitan, apakah saat satu variabel berubah, variabel lain cenderung berubah juga. [Lihat sumber Disini - binus.ac.id]

Dengan demikian, meskipun definisi dapat sedikit berbeda tergantung konteks (bahasa sehari-hari, KBBI, atau metodologi statistik), intinya adalah, korelasi menunjukkan keterkaitan atau asosiasi antara variabel-variabel dalam penelitian.


Jenis-Jenis dan Bentuk Korelasi

Dalam praktik penelitian dan analisis data, korelasi tidaklah tunggal. Berikut beberapa jenis atau bentuk korelasi serta karakteristiknya:

Korelasi Berdasarkan Skala dan Teknik Analisis Statistik

  • Pearson correlation coefficient (r / product-moment Pearson), jenis korelasi yang paling umum. Digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah hubungan linear antara dua variabel kuantitatif. [Lihat sumber Disini - online-journal.unja.ac.id]
  • Spearman rank correlation (ρ / rs), korelasi non-parametrik, digunakan ketika data tidak memenuhi asumsi normalitas atau berskala ordinal. Spearman mengukur seberapa monoton hubungan antara dua variabel. [Lihat sumber Disini - e-jurnal.unisda.ac.id]
  • Korelasi jenis lain dalam literatur: korelasi biserial, point-biserial, phi, tetrachoric, kendall’s tau, contingency, dan lainnya, tergantung jenis data dan tujuan analisis. [Lihat sumber Disini - penerbitdeepublish.com]

Korelasi Berdasarkan Banyak Variabel / Kompleksitas

  • Korelasi Sederhana (Bivariat), mengukur hubungan antara dua variabel saja (variabel X dan Y). Cocok untuk penelitian dengan dua variabel utama. [Lihat sumber Disini - penerbitdeepublish.com]
  • Korelasi Berganda / Multivariat, melibatkan lebih dari dua variabel, misalnya memeriksa hubungan antara satu variabel dependen dengan beberapa variabel independen. Berguna ketika variabel-variabel saling mempengaruhi secara kompleks. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]

Korelasi Sesuai Tujuan Penelitian

Dalam literatur penelitian, khususnya pada penelitian kuantitatif non-eksperimental, dikenal istilah penelitian korelasional (correlational research): metode yang digunakan untuk mencari hubungan (korelasi) antar variabel tanpa manipulasi eksperimental. [Lihat sumber Disini - publisherqu.com] Tujuan penelitian korelasional biasanya dua: mendeskripsikan tingkat hubungan antar variabel; dan memprediksi variabel berdasarkan variabel lain (jika korelasi cukup kuat). [Lihat sumber Disini - j-innovative.org]


Peranan Korelasi dalam Kajian Ilmiah

Korelasi memiliki sejumlah peranan penting dalam penelitian ilmiah, terutama penelitian kuantitatif. Berikut aspek-aspek utama di mana korelasi berperan signifikan:

Mendeskripsikan Hubungan Antar Variabel

Dengan menggunakan korelasi, peneliti bisa menentukan apakah dua variabel saling berkaitan, misalnya, apakah tingkat motivasi belajar siswa berhubungan dengan prestasi belajar. Dalam salah satu studi, ditemukan bahwa motivasi belajar dan kemandirian belajar mahasiswa berkorelasi positif saat pembelajaran daring di masa pandemi. [Lihat sumber Disini - journal.iteba.ac.id] Hal ini membantu peneliti memahami pola hubungan empiris antara variabel sebelum membuat inferensi lebih lanjut.

Alat Prediksi & Dasar Pemodelan

Jika korelasi terbukti kuat dan signifikan, hubungan tersebut bisa dipakai untuk memprediksi variabel lain. Misalnya, variabel X dapat digunakan untuk memperkirakan atau memprediksi variabel Y berdasarkan model statistika, suatu hal berguna untuk perencanaan, intervensi, atau kebijakan. [Lihat sumber Disini - jiip.stkipyapisdompu.ac.id]

Membantu Menentukan Rancangan/Pendekatan Penelitian

Mengetahui adanya korelasi memungkinkan peneliti memilih metode penelitian yang sesuai, apakah cukup dengan penelitian korelasional (observasional), atau perlu metode eksperimental. Hal ini terutama relevan ketika peneliti ingin mengeksplorasi hubungan tanpa memanipulasi variabel. [Lihat sumber Disini - ulilalbabinstitute.id]

Memberikan Bukti Awal (Preliminary Evidence)

Dalam banyak bidang (pendidikan, kesehatan, sosial), korelasi sering digunakan sebagai langkah awal untuk mendeteksi pola atau hubungan umum, sebelum dilakukan penelitian eksperimental atau longitudinal. Sebagai contoh: studi korelasi bisa menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengelolaan layanan pustaka di digital library dengan motivasi belajar mahasiswa. [Lihat sumber Disini - jurnal.uny.ac.id]

Mengarahkan Hipotesis untuk Penelitian Lanjutan

Hasil korelasi bisa menjadi dasar bagi hipotesis penelitian lebih lanjut, misalnya, apakah variabel A menyebabkan perubahan pada B, atau apakah ada mediator/pengelola ketiga. Walaupun korelasi tidak membuktikan kausalitas, pola kuat dari korelasi bisa menjadi indikator untuk diuji lebih jauh.

Memudahkan Interpretasi Kuantitatif dalam Penelitian

Analisis korelasi, seperti Pearson atau Spearman, memberikan ukuran kuantitatif (koefisien korelasi) yang relatif mudah diinterpretasikan, dari −1 sampai +1 (atau dari sangat negatif ke sangat positif), atau “tidak ada korelasi”. Ini memudahkan penyajian hasil di laporan penelitian maupun publikasi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Keterbatasan dan Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Korelasi

Meskipun sangat berguna, korelasi memiliki batasan penting yang harus diperhatikan agar interpretasi tidak keliru:

Korelasi ≠ Kausalitas

Salah satu prinsip mendasar: hanya karena dua variabel berkorelasi, tidak berarti satu menyebabkan yang lain. Korelasi bisa muncul karena variabel ketiga, kebetulan, atau faktor luar lainnya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Hanya Mengukur Hubungan Linear (Tergantung Koefisien)

Bentuk analisis korelasi seperti Pearson hanya mengukur hubungan linear antara variabel. Jika hubungan bersifat non-linear, kuat di bagian tertentu tapi tidak linier, koefisien korelasi bisa rendah meskipun variabel sebenarnya terhubung kompleks. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Sensitif Terhadap Distribusi Data dan Asumsi Statistik

Beberapa jenis korelasi (misalnya Pearson) membutuhkan data kuantitatif, berskala interval/rasio, dan memenuhi asumsi tertentu (misalnya normalitas). Jika data ordinal atau distribusinya tidak normal, maka alternatif seperti Spearman lebih cocok. [Lihat sumber Disini - e-jurnal.unisda.ac.id]

Tidak Memberi Informasi Mengenai Arah Hubungan (Saat Hanya Korelasional)

Karena korelasi hanya menunjukkan asosiasi, tidak dapat menentukan arah hubungan (mana penyebab, mana akibat). Untuk menjawab kausalitas, diperlukan desain penelitian lain (eksperimen, longitudinal, kontrol variabel, dsb.).


Peran Korelasi dalam Penelitian Ilmiah: Contoh Empiris di Indonesia

Beberapa studi ilmiah di Indonesia menggunakan analisis korelasi untuk menggali hubungan antar variabel,menunjukkan betapa pentingnya konsep korelasi dalam riset lokal:

Temuan-temuan seperti ini membantu pembuat kebijakan pendidikan, guru, orang tua, maupun peneliti lain melihat faktor-faktor yang saling terkait, serta merancang intervensi lebih tepat berdasarkan bukti empiris.


Kesimpulan

Korelasi merupakan konsep fundamental dalam penelitian kuantitatif, sebagai teknik untuk mengukur dan menggambarkan keterkaitan antara dua atau lebih variabel. Definisinya bisa bervariasi tergantung konteks: dari definisi umum, makna dalam KBBI, hingga definisi menurut para ahli statistik dan metodologi penelitian.

Dengan memahami jenis-jenis korelasi (bivariat, multivariat; Pearson, Spearman, dll) dan perannya, mulai dari mendeskripsikan hubungan, memprediksi, hingga membentuk dasar hipotesis, peneliti dapat memanfaatkan korelasi secara efektif dalam kajian ilmiah.

Namun, penting diingat bahwa korelasi tidak otomatis menunjukkan sebab-akibat, dan analisis korelasi memiliki keterbatasan, terutama dalam hal asumsi data dan interpretasi. Oleh karena itu, hasil korelasi perlu diinterpretasikan dengan hati-hati, idealnya disertai desain penelitian tambahan atau metode komplementer jika ingin mengeksplorasi kausalitas.

Dengan demikian, korelasi tetap menjadi alat analisis yang sangat berguna, asalkan digunakan dengan pemahaman yang baik atas kekuatan dan keterbatasannya.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Korelasi adalah teknik statistik yang digunakan untuk mengukur dan menggambarkan hubungan antara dua variabel atau lebih, tanpa menyimpulkan hubungan sebab-akibat.

Jenis korelasi meliputi korelasi Pearson, korelasi Spearman, korelasi Kendall, korelasi sederhana, dan korelasi berganda tergantung jenis data dan tujuan analisis.

Tidak. Korelasi tidak menunjukkan sebab-akibat, melainkan hanya menunjukkan hubungan atau keterkaitan antar variabel.

Korelasi penting untuk menggambarkan hubungan variabel, membantu proses prediksi, menentukan arah penelitian, dan menjadi dasar pembentukan hipotesis dalam kajian ilmiah.

Korelasi digunakan saat peneliti ingin mengetahui ada tidaknya hubungan antar variabel tanpa melakukan eksperimen atau manipulasi variabel.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Interpretasi Korelasi Pearson dan Spearman Interpretasi Korelasi Pearson dan Spearman Analisis Korelasi: Jenis dan Interpretasi Analisis Korelasi: Jenis dan Interpretasi Analisis Korelasi Parsial: Pengertian dan Contoh Analisis Korelasi Parsial: Pengertian dan Contoh Korelasi Spearman Rank: Pengertian dan Contoh Korelasi Spearman Rank: Pengertian dan Contoh Teori: Definisi, Karakteristik, dan Peranannya dalam Penelitian Teori: Definisi, Karakteristik, dan Peranannya dalam Penelitian Metode Korelasional: Tujuan dan Analisis Metode Korelasional: Tujuan dan Analisis Studi Korelasional: Pengertian, Tujuan, dan Contoh Studi Korelasional: Pengertian, Tujuan, dan Contoh Objek Kajian Ilmiah: Jenis, Ciri, dan Contoh Objek Kajian Ilmiah: Jenis, Ciri, dan Contoh Gugus Variabel: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Analisis Data Gugus Variabel: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Analisis Data Analisis Faktor: Tujuan dan Langkah Pelaksanaan Analisis Faktor: Tujuan dan Langkah Pelaksanaan Uji Validitas Empiris: Pengertian dan Penerapan Uji Validitas Empiris: Pengertian dan Penerapan Linearitas Hubungan: Pengertian dan Contoh Linearitas Hubungan: Pengertian dan Contoh Validitas Isi dan Kriteria: Perbandingan dan Contoh Validitas Isi dan Kriteria: Perbandingan dan Contoh Motivasi: Definisi, Faktor, dan Peranannya dalam Dunia Pendidikan Motivasi: Definisi, Faktor, dan Peranannya dalam Dunia Pendidikan Hubungan Kausal: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Hubungan Kausal: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Pengujian Multikolinearitas: Langkah dan Interpretasi Pengujian Multikolinearitas: Langkah dan Interpretasi Reliabilitas: Definisi, Jenis, dan Cara Mengukurnya beserta sumber [pdf] Reliabilitas: Definisi, Jenis, dan Cara Mengukurnya beserta sumber [pdf] Validitas Konstruk: Pengertian dan Pengujian Validitas Konstruk: Pengertian dan Pengujian Hubungan Motivasi dengan Hasil Belajar Hubungan Motivasi dengan Hasil Belajar Studi Kausalitas: Pengertian dan Implementasinya Studi Kausalitas: Pengertian dan Implementasinya
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…