Terakhir diperbarui: 06 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 6 December). Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/metode-waterfall-tahapan-kelebihan-dan-kekurangan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan - SumberAjar.com

Metode Waterfall: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangan

Pendahuluan

Metode pengembangan perangkat lunak memerlukan kerangka kerja (methodology) yang jelas agar proyek dapat dikelola secara sistematis, dari awal hingga akhir. Salah satu metode klasik dan banyak digunakan dalam pengembangan sistem atau aplikasi adalah metode Waterfall. Meskipun muncul berbagai metode modern seperti agile, Waterfall tetap relevan terutama dalam proyek dengan kebutuhan yang jelas sejak awal dan sedikit perubahan. Artikel ini akan membahas definisi, tahapan, kelebihan, kekurangan, contoh proyek yang cocok, dan perbandingan Waterfall dengan metode lain.


Definisi Waterfall

Definisi Waterfall Secara Umum

Waterfall adalah model pengembangan perangkat lunak yang bersifat linier dan sekuensial, di mana proses pengembangan dilakukan dalam serangkaian fase yang harus diselesaikan satu per satu secara berurutan. Setiap fase selesai dulu sebelum fase berikutnya dimulai, layaknya aliran “air terjun” dari atas ke bawah. [Lihat sumber Disini - kd-cibiru.upi.edu]

Definisi Waterfall dalam KBBI

Istilah “Waterfall” dalam konteks pengembangan perangkat lunak tidak ditemukan sebagai entri resmi dalam kamus biasa seperti KBBI, karena ini adalah istilah teknis bahasa Inggris. Oleh karena itu definisi formal dari KBBI untuk “Waterfall” tidak tersedia, ini umum terjadi untuk istilah teknis/asing yang belum di-indonesiakan secara resmi.

Definisi Waterfall Menurut Para Ahli

  • Menurut Roger S. Pressman, model Waterfall adalah pendekatan klasik (classic life-cycle) yang sistematis dan berurutan dalam pembangunan perangkat lunak. [Lihat sumber Disini - fikti.umsu.ac.id]

  • Menurut artikel dari institusi pendidikan di Indonesia, Waterfall didefinisikan sebagai pendekatan dalam Software Development Life Cycle (SDLC) yang paling awal, di mana pengembangan perangkat lunak mengikuti urutan fase: analisis kebutuhan, desain, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. [Lihat sumber Disini - it.telkomuniversity.ac.id]

  • Dalam penelitian ilmiah INFOMAN’S disebut bahwa Waterfall adalah model SDLC yang sering digunakan untuk pengembangan sistem informasi, dengan pendekatan sistematis dan berurutan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  • Menurut literatur yang mengulas evolusi metodologi, Waterfall dianggap sebagai salah satu metodologi paling awal dalam rekayasa perangkat lunak, dengan sifat yang linier dan fase yang tidak dapat diubah setelah ditentukan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Tahapan Pengembangan pada Waterfall

Model Waterfall mengorganisasikan proses pengembangan perangkat lunak ke dalam beberapa fase yang dijalankan secara berurutan. Versi paling umum (dan banyak digunakan di literatur Indonesia) membagi fase sebagai berikut: analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. [Lihat sumber Disini - it.telkomuniversity.ac.id]

  • Analisis Kebutuhan (Requirement Analysis)

    Pada fase ini, dilakukan pengumpulan dan pemahaman kebutuhan pengguna serta spesifikasi sistem yang akan dibangun. Semua persyaratan, baik fungsional maupun non-fungsional, dicatat secara mendetail agar menjadi acuan pembangunan. [Lihat sumber Disini - it.telkomuniversity.ac.id]

  • Perancangan (Design)

    Dari hasil analisis kebutuhan, tim merancang desain sistem: arsitektur, struktur data, alur kerja, dan antarmuka jika perlu. Desain ini mencakup aspek teknis maupun logis sistem agar implementasi menjadi jelas dan terarah. [Lihat sumber Disini - it.telkomuniversity.ac.id]

  • Implementasi (Coding / Development)

    Setelah desain selesai, tim mulai melakukan coding, mengubah desain menjadi kode program. Implementasi mengikuti spesifikasi yang sudah ditetapkan pada fase analisis dan desain. [Lihat sumber Disini - it.telkomuniversity.ac.id]

  • Pengujian (Testing / Verification)

    Setelah kode selesai, dilakukan pengujian untuk memastikan bahwa perangkat lunak memenuhi spesifikasi dan kebutuhan pengguna, serta bebas dari bug atau kesalahan logika. Fase ini penting untuk menjamin kualitas sistem. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  • Pemeliharaan (Maintenance)

    Setelah sistem dirilis, fase pemeliharaan mencakup perbaikan bug yang muncul, perbaikan kinerja, atau penyesuaian jika ada kebutuhan baru. Pemeliharaan penting agar sistem tetap berfungsi sesuai kebutuhan pengguna dalam jangka panjang. [Lihat sumber Disini - it.telkomuniversity.ac.id]

Beberapa literatur menyebut bahwa model Waterfall kadang juga memasukkan fase seperti deployment (penginstalan), integrasi, dan evaluasi akhir tergantung kompleksitas proyek. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Kelebihan Metode Waterfall

Menggunakan Waterfall menawarkan sejumlah keuntungan, terutama dalam konteks proyek dengan kebutuhan jelas dan stabil sejak awal:

  • Struktur sangat terorganisir dan sistematis, setiap fase punya urutan dan batasan jelas, mempermudah manajemen proyek. [Lihat sumber Disini - dicoding.com]

  • Dokumentasi lengkap dan rinci: karena setiap fase diarsip dengan dokumentasi (kebutuhan, desain, kode, pengujian), hal ini memudahkan pemeliharaan sistem di masa depan, misalnya ketika tim diganti atau proyek diperluas. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Mudah dipahami bagi tim maupun pemangku kepentingan, alur linier memudahkan perencanaan, estimasi waktu dan biaya, serta pengawasan proyek. [Lihat sumber Disini - dicoding.com]

  • Cocok untuk proyek dengan persyaratan yang stabil dan telah ditetapkan sejak awal, ketika scope tidak banyak berubah, Waterfall memungkinkan efisiensi dan pemenuhan spesifikasi secara konsisten. [Lihat sumber Disini - repository.upi.edu]

  • Pengendalian jadwal dan anggaran lebih mudah karena tiap fase diprediksi lebih awal, meminimalkan risiko perubahan besar di tengah jalan. [Lihat sumber Disini - it.telkomuniversity.ac.id]


Kekurangan Metode Waterfall

Namun, Waterfall bukan tanpa kelemahan. Beberapa kekurangan utama metode ini:

  • Kurang fleksibel terhadap perubahan, jika di tengah jalan ada kebutuhan berubah, sulit untuk kembali ke fase sebelumnya tanpa risiko besar atau biaya tambahan. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  • Risiko besar jika analisis atau desain awal kurang tepat, karena pengujian dan verifikasi dilakukan di akhir, kesalahan di awal bisa berakibat fatal dan sulit diperbaiki tanpa pengerjaan ulang besar. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Tidak cocok untuk proyek dengan kebutuhan yang dinamis atau belum jelas sejak awal, di lingkungan yang cepat berubah, Waterfall bisa gagal menangkap kebutuhan baru. [Lihat sumber Disini - journal.unesa.ac.id]

  • Potensi waktu pengerjaan lama jika tidak direncanakan dengan baik, fase bertahap dan tunggu selesai tiap tahap bisa memperlambat proses, terutama jika tim atau sumber daya terbatas. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  • Fleksibilitas tim terbatas, karena alur kaku, sulit melakukan iterasi atau adaptasi jika user feedback muncul terlambat. [Lihat sumber Disini - kd-cibiru.upi.edu]


Contoh Proyek yang Cocok Menggunakan Waterfall

Beberapa jenis proyek di mana Waterfall cocok digunakan, antara lain:

  • Pengembangan sistem informasi atau aplikasi dengan spesifikasi kebutuhan yang jelas dan stabil, misalnya sistem akademik, sistem inventaris, sistem internal perusahaan. Contoh: pada penelitian penerapan Waterfall untuk sistem informasi akademik berbasis web di sebuah sekolah. [Lihat sumber Disini - jurnas.saintekmu.ac.id]

  • Proyek dengan skala besar dan kompleksitas tinggi namun persyaratannya tetap, di mana penting adanya dokumentasi lengkap, kontrol ketat terhadap jadwal dan biaya. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  • Sistem yang memerlukan audit, kepatuhan, dan standar yang jelas, misalnya sistem manajemen data, inventaris, atau aplikasi enterprise di mana perubahan minimal di masa pengembangan. [Lihat sumber Disini - jurnalmahasiswa.com]

  • Proyek di lingkungan di mana klien tidak sering meminta perubahan atau fitur tambahan selama pengembangan, sehingga iterasi bukan prioritas.


Perbandingan Waterfall dengan Metode Lain

Untuk memahami kelebihan dan keterbatasan Waterfall, sering dibandingkan dengan metode lain, misalnya metode Agile atau metode RAD (Rapid Application Development).

  • Berbeda dengan Agile yang iteratif dan fleksibel, Agile memungkinkan revisi dan perubahan kebutuhan selama proses, sementara Waterfall linier dan tidak iteratif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Waterfall unggul dari segi dokumentasi, struktur, dan kontrol anggaran/jadwal dibanding metode seperti RAD yang lebih cepat dan fleksibel namun bisa mengorbankan dokumentasi mendetail. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  • Jika proyek memerlukan kecepatan dan iterasi cepat (misalnya startup, prototyping, produk dengan feedback cepat), metode fleksibel seperti Agile/RAD lebih cocok. Namun jika kebutuhan stabil dan proyek besar maka Waterfall sering lebih dapat diandalkan. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]


Kesimpulan

Metode Waterfall adalah model pengembangan perangkat lunak yang klasik, sistematis, dan linier, mengikuti fase berurutan mulai dari analisis kebutuhan hingga pemeliharaan. Kekuatannya terletak pada struktur yang jelas, dokumentasi lengkap, serta kemudahan manajemen proyek dan anggaran. Namun, keterbatasan utamanya adalah rendahnya fleksibilitas terhadap perubahan, serta risiko besar jika spesifikasi awal kurang tepat. Waterfall paling cocok diterapkan pada proyek dengan kebutuhan yang stabil, jelas sejak awal, serta sedikit kemungkinan perubahan di masa pengembangan. Sementara untuk proyek dengan kebutuhan dinamis, perubahan sering, atau iterasi cepat, metode fleksibel seperti Agile atau RAD bisa menjadi alternatif yang lebih sesuai.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Metode Waterfall adalah model pengembangan perangkat lunak yang berjalan secara linier dan berurutan, dimulai dari analisis kebutuhan hingga pemeliharaan. Setiap tahap harus diselesaikan sebelum tahap berikutnya dimulai.

Tahapan utama dalam metode Waterfall meliputi analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Semua tahapan berjalan secara berurutan sesuai alur pengembangan.

Kelebihan Waterfall antara lain struktur yang sistematis, dokumentasi lengkap, mudah dipahami, serta memudahkan estimasi jadwal dan anggaran.

Kekurangan Waterfall mencakup kurang fleksibel terhadap perubahan, risiko kesalahan pada fase awal, dan tidak cocok untuk proyek dengan kebutuhan yang sering berubah.

Waterfall cocok untuk proyek dengan kebutuhan stabil dan jelas sejak awal, seperti sistem informasi internal, sistem akademik, atau aplikasi dengan standar dokumentasi ketat.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Siklus Pengembangan Sistem Informasi: Tahapan, Metode, dan Contohnya Siklus Pengembangan Sistem Informasi: Tahapan, Metode, dan Contohnya Metodologi Pengembangan Sistem Metodologi Pengembangan Sistem Metode Pengembangan Sistem Informasi Pendidikan Metode Pengembangan Sistem Informasi Pendidikan Metode Agile: Konsep, Prinsip, dan Contoh Metode Agile: Konsep, Prinsip, dan Contoh SDLC: Pengertian, Tahapan, dan Contoh SDLC: Pengertian, Tahapan, dan Contoh Risiko Kekurangan Nutrisi: Konsep, Identifikasi, dan Pencegahan Risiko Kekurangan Nutrisi: Konsep, Identifikasi, dan Pencegahan Dampak Kekurangan Iodium terhadap Perkembangan Kognitif Dampak Kekurangan Iodium terhadap Perkembangan Kognitif Risiko Kekurangan Nutrisi: Konsep dan Pencegahan Risiko Kekurangan Nutrisi: Konsep dan Pencegahan Metode Spiral dalam Pengembangan Software Metode Spiral dalam Pengembangan Software Faktor yang Mempengaruhi Kekurangan Zat Besi pada Anak Faktor yang Mempengaruhi Kekurangan Zat Besi pada Anak Instrumen: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Pengumpulan Data beserta Sumber [PDF] Instrumen: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Pengumpulan Data beserta Sumber [PDF] Dampak Kekurangan Vitamin B Kompleks Dampak Kekurangan Vitamin B Kompleks Pengetahuan Masyarakat tentang Vitamin Larut Lemak Pengetahuan Masyarakat tentang Vitamin Larut Lemak Workflow Penelitian: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya Workflow Penelitian: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya Faktor Penyebab Kekurangan Energi Kronis Faktor Penyebab Kekurangan Energi Kronis Teknik Sampling Non-Random: Jenis dan Contohnya Teknik Sampling Non-Random: Jenis dan Contohnya Langkah Analisis Data: Tahapan, Tujuan, dan Contoh Ilmiah Langkah Analisis Data: Tahapan, Tujuan, dan Contoh Ilmiah Dampak Kekurangan Asam Folat pada Pertumbuhan Janin Dampak Kekurangan Asam Folat pada Pertumbuhan Janin Risiko Malnutrisi: Konsep, Faktor Penyebab, dan Pencegahan Risiko Malnutrisi: Konsep, Faktor Penyebab, dan Pencegahan Kelebihan dan Kelemahan Metode Eksperimen Kelebihan dan Kelemahan Metode Eksperimen
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…