Terakhir diperbarui: 06 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 6 January). Overthinking: Konsep dan Dampak Mental. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/overthinking-konsep-dan-dampak-mental  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Overthinking: Konsep dan Dampak Mental - SumberAjar.com

Overthinking: Konsep dan Dampak Mental

Pendahuluan

Overthinking atau berpikir secara berlebihan adalah fenomena psikologis yang semakin banyak dibahas dalam konteks kesehatan mental saat ini. Banyak individu terjebak dalam lingkaran pikiran yang terus berulang tanpa menemukan solusi nyata, sehingga justru memperburuk kondisi emosional dan kognitif mereka. Fenomena ini sering kali diawali oleh respons terhadap tekanan hidup, rasa tidak pasti di masa depan, atau rasa takut membuat keputusan yang salah. Ketika overthinking tidak dikelola dengan baik, bukan hanya produktivitas individu yang menurun, tetapi juga kondisi psikologis dan fisik dapat terganggu, seperti munculnya kecemasan, gangguan tidur, hingga stres berat. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]


Definisi Overthinking

Definisi Overthinking Secara Umum

Secara umum, overthinking merujuk pada kecenderungan seseorang untuk terus menerus memikirkan suatu masalah, situasi, atau keputusan secara berlebihan tanpa menghasilkan solusi yang konstruktif. Siklus berpikir ini sering berfokus pada aspek negatif atau kemungkinan terburuk dari suatu kejadian, sehingga menimbulkan kecemasan dan ketakutan yang tidak proporsional terhadap realitas. Overthinking berbeda dengan pemikiran yang produktif karena tidak mendorong individu ke arah penyelesaian masalah, melainkan membuat individu terjebak dalam pola pikir yang repetitif dan tidak produktif. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]

Definisi Overthinking dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), overthinking dapat diartikan sebagai “terlalu banyak berpikir” atau “berpikir secara berlebihan” tentang suatu permasalahan atau situasi, yang sering kali tidak disertai oleh cara penyelesaian yang nyata atau konstruktif. Definisi ini menekankan pada intensitas dan durasi pemikiran yang sudah melewati batas kebutuhan rasional dan mulai mengganggu kualitas hidup individu. [Lihat sumber Disini - repository.upnjatim.ac.id]

Definisi Overthinking Menurut Para Ahli

Beberapa ahli psikologi telah mengemukakan definisi terkait overthinking, yang menekankan aspek kognitif dan emosional dari fenomena ini:

  1. Wirdatul Anisa, Psikolog, Overthinking adalah penggunaan waktu yang berlebihan untuk memikirkan suatu hal dengan cara yang merugikan, termasuk dalam bentuk ruminasi atau kekhawatiran tentang masa lalu dan masa depan. [Lihat sumber Disini - ugm.ac.id]

  2. Penelitian Tinjauan Overthinking UNESA, Overthinking atau berpikir berlebihan adalah kecenderungan memikirkan sesuatu yang belum atau telah terjadi secara terus menerus tanpa menghasilkan solusi yang membangun. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]

  3. Lyubomirsky dkk. (2015), Ruminasi yang termasuk dalam kategori overthinking adalah proses berpikir repetitif yang bersifat negatif dan memfokuskan diri pada gejala distress serta kemungkinan penyebab dan konsekuensinya. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]

  4. Studi “Understanding the experience of rumination and worry”, Overthinking mencakup dua pengalaman psikologis utama yaitu ruminasi (fokus pada masa lalu) dan worry (fokus pada masa depan), yang mempengaruhi kesejahteraan mental seseorang. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Bentuk-Bentuk Overthinking

Overthinking tidak muncul dalam satu bentuk tunggal, tetapi dapat bervariasi tergantung pada fokus pikiran dan pola repetisi yang terjadi dalam proses kognitif individu. Berikut beberapa bentuk umum overthinking:

  1. Ruminasi

    Ruminasi adalah bentuk overthinking yang berfokus pada kejadian atau pengalaman masa lalu. Individu yang ruminatif akan terus mengulang skenario yang sudah terjadi dalam benaknya, sering kali mempertanyakan keputusan yang telah dibuat atau membayangkan bagaimana hasilnya bisa berbeda. Pola ini sering dikaitkan dengan gejala depresi dan suasana hati negatif yang berkepanjangan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Worry Berlebihan (Kekhawatiran)

    Worry merupakan bentuk overthinking yang berorientasi pada masa depan, di mana individu terus memikirkan kemungkinan negatif atau skenario terburuk yang dapat terjadi. Kekhawatiran ini seringkali tidak proporsional dengan realitas yang ada dan menjadi sumber kecemasan kronis. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

  3. Kepastian Keputusan yang Berlebihan

    Individu yang mengalami bentuk ini akan terus mempertimbangkan setiap kemungkinan terkait keputusan yang harus diambil, seringkali sampai merasa tidak mampu membuat keputusan sama sekali (decision paralysis). Ini sering terjadi pada mereka yang memiliki perfeksionisme tinggi atau ketakutan melakukan kesalahan.

  4. Analisis Berlebihan tanpa Tindakan

    Pola ini terjadi ketika seseorang fokus pada detail kecil dari suatu masalah sampai lupa pada langkah-langkah konkret untuk menyelesaikannya. Alih-alih menemukan solusi, individu justru semakin tenggelam dalam pikiran mereka sendiri, yang pada akhirnya memperburuk stres dan kecemasan.

Bentuk-bentuk overthinking ini menunjukkan bagaimana pikiran bisa menjadi beban tersendiri jika tidak diarahkan secara efektif untuk menyelesaikan masalah.


Faktor Psikologis Penyebab Overthinking

Overthinking tidak muncul begitu saja; ada beberapa faktor psikologis yang secara empiris dikaitkan dengan munculnya pola berpikir ini:

  1. Perfeksionisme

    Individu dengan kecenderungan perfeksionis sering kali menetapkan standar tinggi yang sulit dicapai. Ketika mereka menghadapi situasi yang kompleks, mereka cenderung memikirkan setiap detail ekstrem untuk menghindari kesalahan, yang berujung pada overthinking.

  2. Ketidakpastian dan Ketakutan akan Masa Depan

    Kekhawatiran terhadap masa depan dapat memicu individu untuk mengantisipasi setiap kemungkinan negatif. Ketidakpastian ini sering kali diperparah oleh kurangnya keterampilan regulasi emosi atau pengalaman traumatik sebelumnya. [Lihat sumber Disini - bpsy.telkomuniversity.ac.id]

  3. Rendahnya Kemampuan Koping Emosi

    Individu yang kurang terampil dalam mengelola emosi negatif cenderung terjun lebih dalam dalam siklus pikir mereka, mencari jawaban yang sebenarnya tidak tersedia atau yang tidak akan memberikan solusi. [Lihat sumber Disini - trastmi.pip-semarang.ac.id]

  4. Tekanan Sosial dan Harapan Eksternal

    Tekanan dari lingkungan sosial, seperti tuntutan akademik atau ekspektasi orang lain, dapat memperburuk kecenderungan overthinking. Misalnya, mahasiswa sering kali melaporkan tingkat overthinking yang meningkat akibat tekanan akademik dan kekhawatiran tentang masa depan akademis mereka. [Lihat sumber Disini - jurnalp4i.com]

  5. Penggunaan Media Sosial

    Paparan terus menerus pada konten media sosial dapat menciptakan perbandingan sosial yang tidak realistis dan ekspektasi yang tidak sehat, mengarah pada pola pikir repetitif yang terlalu kritis terhadap diri sendiri. [Lihat sumber Disini - ijfsr.com]

Faktor-faktor ini saling berkaitan satu sama lain dan dapat memicu siklus overthinking yang sulit diputus tanpa strategi koping yang tepat.


Overthinking dan Distorsi Kognitif

Overthinking tidak hanya sekadar berpikir berlebihan; ia sering disertai dengan distorsi kognitif, yaitu pola pikir yang tidak akurat dan bias yang memperkuat kecemasan serta pemikiran negatif. Distorsi kognitif adalah cara berpikir yang tidak realistis mengenai realitas, yang membuat individu melihat dunia melalui lensa negatif. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Beberapa contoh distorsi kognitif yang umum terkait dengan overthinking antara lain:

  1. Catastrophizing (Membayangkan yang Terburuk)

    Individu menganggap skenario negatif kecil sebagai sesuatu yang buruk sekali sampai tak tertahankan. [Lihat sumber Disini - positivepsychology.com]

  2. Black-and-White Thinking (Berpikir Hitam-Putih)

    Individu melihat situasi tanpa nuansa, seolah sesuatu harus sempurna atau gagal total. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  3. Jumping to Conclusions (Menyimpulkan Terlalu Cepat)

    Menarik kesimpulan negatif tanpa bukti yang cukup, sering kali mengarah pada kekhawatiran yang tidak perlu. [Lihat sumber Disini - positivepsychology.com]

  4. Mental Filtering

    Fokus hanya pada aspek negatif dari suatu kejadian sambil mengabaikan aspek positif atau fakta yang seimbang. [Lihat sumber Disini - positivepsychology.com]

Distorsi kognitif memperkuat pola overthinking dengan membuat pikiran terserap dalam skenario negatif berulang kali. Memahami distorsi ini menjadi langkah penting dalam intervensi psikologis untuk membantu individu berpikir lebih adaptif dan realistis.


Dampak Overthinking terhadap Kesehatan Mental

Overthinking dapat membawa dampak serius jika berlangsung lama tanpa strategi koping yang efektif. Beberapa konsekuensi yang telah diidentifikasi oleh penelitian antara lain:

  1. Kecemasan dan Depresi

    Individu yang terjebak dalam pola pikir repetitif negatif memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecemasan kronis dan gejala depresi. Kekhawatiran terus menerus mengenai masa depan atau penyesalan masa lalu dapat menciptakan suasana emosional yang tidak stabil. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]

  2. Gangguan Tidur

    Pikiran yang tidak berhenti sering kali membuat sulit untuk tidur nyenyak atau memulai tidur, yang kemudian dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental yang parah di siang hari. [Lihat sumber Disini - genta.fkip.unja.ac.id]

  3. Penurunan Produktivitas dan Fokus

    Ketika pikiran terlalu fokus pada skenario negatif atau kemungkinan buruk, individu sering kali mengalami kesulitan menyelesaikan tugas nyata atau fokus pada pekerjaan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - jurnalp4i.com]

  4. Masalah Emosional Lainnya

    Overthinking juga dikaitkan dengan ketidakstabilan emosi, mudah tersinggung, dan menurunnya kepercayaan diri akibat perbandingan diri yang berlebihan dengan orang lain. [Lihat sumber Disini - genta.fkip.unja.ac.id]

  5. Gangguan Fisik

    Stres yang berlangsung lama akibat overthinking dapat berdampak pada kesehatan fisik, seperti sakit kepala, masalah pencernaan, dan gangguan kekebalan tubuh. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]

Dampak ini menunjukkan bahwa overthinking bukan hanya masalah pikiran, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup secara menyeluruh jika tidak ditangani dengan tepat.


Upaya Mengelola Overthinking

Mengelola overthinking membutuhkan pendekatan yang sistematis, baik secara kognitif maupun emosional. Beberapa strategi yang telah diidentifikasi oleh penelitian dan praktik psikologi antara lain:

  1. Terapi Perilaku Kognitif (Cognitive Behavioral Therapy/CBT)

    CBT membantu individu mengenali dan menantang pola pikir negatif serta distorsi kognitif yang memperkuat overthinking. Terapi ini telah terbukti efektif dalam mengurangi gejala kecemasan dan kekhawatiran berlebihan dengan mengganti pola pikir maladaptif dengan yang lebih adaptif. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  2. Mindfulness dan Meditasi

    Latihan mindfulness membantu individu membawa perhatian mereka ke momen sekarang, mengurangi fokus pada pikiran masa lalu atau masa depan yang sering memperkuat overthinking.

  3. Jurnal Pikiran (Thought Journaling)

    Menuliskan pikiran secara teratur dapat membantu individu mengidentifikasi pola overthinking mereka dan melihat seberapa realistis atau tidak pikiran tersebut. [Lihat sumber Disini - dayoneapp.com]

  4. Strategi Regulasi Emosi

    Teknik seperti relaksasi progresif, latihan pernapasan dalam, atau aktivitas fisik dapat membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi intensitas pikiran negatif.

  5. Meningkatkan Keterampilan Pengambilan Keputusan

    Belajar membuat keputusan berdasarkan informasi yang tersedia tanpa menunggu kepastian mutlak dapat mengurangi kecenderungan overthinking.

Pendekatan-pendekatan ini, bila dipraktikkan secara konsisten, dapat membantu individu memutus siklus pikir yang tidak produktif dan meningkatkan kesejahteraan mental secara keseluruhan.


Kesimpulan

Overthinking merupakan pola berpikir repetitif dan berlebihan yang sering kali tidak menghasilkan solusi nyata, tetapi justru memperburuk kondisi psikologis individu. Fenomena ini dapat muncul dalam bentuk ruminasi, kekhawatiran tentang masa depan, atau analisis yang berlebihan tanpa tindakan nyata. Overthinking dipicu oleh berbagai faktor psikologis seperti perfeksionisme, ketidakpastian, dan tekanan sosial, serta sering kali diperkuat oleh distorsi kognitif yang membuat pikiran negatif semakin dominan. Dampak dari overthinking cukup luas, mencakup gangguan emosional seperti kecemasan dan depresi, gangguan tidur, hingga penurunan produktivitas. Untuk mengelola overthinking, pendekatan seperti terapi perilaku kognitif, mindfulness, dan strategi regulasi emosi terbukti efektif. Dengan pemahaman dan intervensi yang tepat, individu dapat memutus siklus overthinking dan memperbaiki kesejahteraan mental mereka secara signifikan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Overthinking adalah pola berpikir berlebihan yang ditandai dengan pikiran berulang dan sulit dihentikan terhadap suatu masalah, situasi, atau keputusan tanpa menghasilkan solusi yang konstruktif.

Bentuk overthinking meliputi ruminasi yang berfokus pada masa lalu, kekhawatiran berlebihan terhadap masa depan, analisis keputusan secara berlebihan, serta kecenderungan memikirkan skenario terburuk secara terus-menerus.

Overthinking dapat disebabkan oleh perfeksionisme, ketidakpastian hidup, tekanan sosial, rendahnya kemampuan regulasi emosi, pengalaman traumatis, serta pengaruh media sosial yang memicu perbandingan sosial.

Overthinking sering diperkuat oleh distorsi kognitif seperti catastrophizing, berpikir hitam-putih, menyimpulkan terlalu cepat, dan mental filtering, yang membuat individu menilai situasi secara tidak realistis dan negatif.

Overthinking dapat meningkatkan risiko kecemasan, depresi, gangguan tidur, kelelahan mental, penurunan produktivitas, serta gangguan emosi yang memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.

Overthinking dapat dikelola melalui terapi perilaku kognitif, latihan mindfulness, regulasi emosi, journaling pikiran, serta pengembangan keterampilan pengambilan keputusan yang lebih adaptif.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Beban Mental: Konsep dan Performa Beban Mental: Konsep dan Performa Promosi Kesehatan Mental Promosi Kesehatan Mental Konsep Kesehatan Mental Preventif Konsep Kesehatan Mental Preventif Kesehatan Mental Positif: Konsep dan Pendekatan Kesehatan Mental Positif: Konsep dan Pendekatan Kesehatan Mental Remaja Kesehatan Mental Remaja Konsep Kesehatan Mental Mahasiswa Konsep Kesehatan Mental Mahasiswa Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Mental Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Mental Mental Toughness: Konsep dan Ketahanan Diri Mental Toughness: Konsep dan Ketahanan Diri Status Mental Pasien: Konsep, Metode Penilaian, dan Klasifikasi Status Mental Pasien: Konsep, Metode Penilaian, dan Klasifikasi Status Mental Pasien: Pengertian dan Penilaian Status Mental Pasien: Pengertian dan Penilaian Akses Layanan Kesehatan Mental Akses Layanan Kesehatan Mental Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Stigma terhadap Gangguan Mental Stigma terhadap Gangguan Mental Gizi dan Kesehatan Mental: Konsep, Mekanisme, dan Keterkaitan Gizi dan Kesehatan Mental: Konsep, Mekanisme, dan Keterkaitan Ketahanan Mental: Konsep dan Faktor Pendukung Ketahanan Mental: Konsep dan Faktor Pendukung Hubungan Kesiapan Mental Ibu dengan Keberhasilan IMD Hubungan Kesiapan Mental Ibu dengan Keberhasilan IMD Hubungan Gizi dan Kesehatan Mental Hubungan Gizi dan Kesehatan Mental Konsep Ketahanan Mental Akademik Konsep Ketahanan Mental Akademik Self-Care Ibu Hamil dalam Menjaga Kesehatan Mental Self-Care Ibu Hamil dalam Menjaga Kesehatan Mental Dukungan Psikologis: Konsep dan Kesehatan Mental Dukungan Psikologis: Konsep dan Kesehatan Mental
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…