Terakhir diperbarui: 13 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 13 January). Pendidikan Karakter Sosial: Konsep dan Internalisasi Nilai. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/pendidikan-karakter-sosial-konsep-dan-internalisasi-nilai  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Pendidikan Karakter Sosial: Konsep dan Internalisasi Nilai - SumberAjar.com

PENDIDIKAN KARAKTER SOSIAL: KONSEP DAN INTERNALISASI NILAI

Pendahuluan

Pendidikan karakter sosial merupakan fondasi penting dalam pembentukan individu yang mampu hidup dan berfungsi secara efektif serta harmonis di tengah masyarakat. Dalam konteks global yang semakin dinamis dan kompleks, pengembangan karakter sosial bukan hanya menjadi tanggung jawab sistem pendidikan formal, tetapi juga unsur keluarga serta lingkungan sosial secara luas. Pendidikan karakter sosial berperan untuk membekali peserta didik dengan nilai-nilai moral, etika, sikap empati, tanggung jawab, dan keterampilan sosial yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari serta kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini selaras dengan urgensi yang dikemukakan oleh penelitian mengenai internalisasi pendidikan karakter di sekolah, yang menunjukkan bahwa pendidikan karakter dilakukan melalui habituasi, integrasi, dan contoh nyata agar nilai-nilai dapat terinternalisasi secara efektif dalam kehidupan peserta didik. ([Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id])


Definisi Pendidikan Karakter Sosial

Definisi Pendidikan Karakter Sosial Secara Umum

Pendidikan karakter sosial pada dasarnya merupakan proses pendidikan yang disengaja dan terstruktur untuk menanamkan nilai-nilai moral dan sosial dalam diri peserta didik. Pendidikan ini tidak hanya mencakup aspek kognitif, namun juga mencakup perkembangan afektif dan perilaku pada individu agar memiliki kualitas nilai moral dan etika yang kuat, serta kemampuan bersikap dan bertindak secara bertanggung jawab di lingkungan sosial. Berdasarkan kajian literatur, pendidikan karakter umumnya dipahami sebagai sebuah usaha menciptakan perubahan perilaku peserta didik melalui pembentukan sikap moral dan sosial yang positif seperti kejujuran, empati, tanggung jawab, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

Definisi Pendidikan Karakter Sosial dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah ‘karakter’ merujuk pada tabiat; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain yang mencerminkan watak seseorang secara psikologis maupun sosial. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]) Dalam kaitannya dengan pendidikan, karakter sosial dimaknai sebagai nilai dan sikap yang tercermin dalam tindakan sosial seseorang, menunjukkan bagaimana peserta didik berinteraksi, menghormati orang lain, bertanggung jawab dalam hubungan sosial, serta berperilaku positif terhadap lingkungan sosialnya.

Definisi Pendidikan Karakter Sosial Menurut Para Ahli

  1. Ratna Megawangi (1992), Pendidikan karakter merupakan sebuah usaha sadar dan terencana untuk membantu peserta didik mengambil keputusan yang baik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam konteks hubungan sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat. ([Lihat sumber Disini - repository.iainkudus.ac.id])

  2. M. Hidayat (2022), Pendidikan karakter, termasuk karakter sosial, adalah bentuk pendidikan yang diinternalisasikan melalui berbagai strategi pembelajaran formal dan informal di sekolah untuk membentuk sikap sosial positif seperti empati dan kerja sama melalui habituasi dan teladan. ([Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id])

  3. Prihatina et al. (2022), Internalizing the social care value of elementary school students through character education, menunjukkan bahwa internalisasi nilai kepedulian sosial menjadi elemen penting dari pendidikan karakter sosial di sekolah. ([Lihat sumber Disini - ejournal.insuriponorogo.ac.id])

  4. Marasabessy et al. (2022), Pendidikan karakter, termasuk internalisasi nilai, merupakan solusi untuk memperkuat peradaban bangsa dengan menanamkan nilai-nilai sosial seperti moral dan etika melalui proses pendidikan yang berkelanjutan. ([Lihat sumber Disini - jayapanguspress.penerbit.org])


Nilai-Nilai dalam Pendidikan Karakter Sosial

Pendidikan karakter sosial tidak hanya sekedar teori, tetapi juga implementasi nilai-nilai sosial dalam kehidupan individu. Nilai-nilai sosial ini merupakan landasan moral yang membentuk perilaku sosial yang baik dan harmonis. Beberapa nilai utama yang menjadi fokus pendidikan karakter sosial antara lain:

  1. Empati, yaitu kemampuan memahami dan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Nilai ini menjadi penting dalam membangun hubungan antarmanusia yang saling menghormati, serta mengurangi konflik sosial. ([Lihat sumber Disini - ejournal.edutechjaya.com])

  2. Tanggung Jawab Sosial, yakni kesadaran seseorang untuk menjalankan perannya dalam masyarakat secara bijak, bertanggung jawab, serta memenuhi kewajiban sosial yang menjadi bagian dari kehidupan bersama.

  3. Kerja Sama merupakan kemampuan individu berkolaborasi dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama, baik dalam konteks keluarga, sekolah, maupun masyarakat luas.

  4. Toleransi, yakni sikap menghargai keberagaman budaya, agama, dan pandangan yang berbeda di masyarakat. Dalam konteks Indonesia yang plural, nilai ini sangat krusial.

  5. Kepedulian dan Solidaritas, yaitu nilai yang mendorong individu untuk peduli terhadap kesejahteraan orang lain, membantu mereka yang membutuhkan, dan aktif terlibat dalam kegiatan sosial. Nilai ini memberi dasar moral bagi tindakan pro-sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai kepedulian sosial melalui pendidikan karakter dapat memperkuat keterlibatan siswa dalam kehidupan sosial dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial mereka. ([Lihat sumber Disini - ejournal.insuriponorogo.ac.id])


Strategi Internalisasi Nilai Karakter

Internalisasi nilai karakter sosial adalah suatu proses pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk tidak hanya memahami nilai-nilai sosial, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Strategi internalisasi ini mencakup berbagai pendekatan dalam proses pendidikan yang efektif, seperti:

  1. Pembiasaan (Habituation), Strategi ini dilakukan secara konsisten melalui rutinitas sekolah seperti jam sosial, pembiasaan bersikap sopan, berbagi tanggung jawab dalam tugas kelompok, serta kegiatan berbasis nilai sosial lainnya sehingga nilai-nilai tersebut menjadi kebiasaan dalam kehidupan peserta didik. ([Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id])

  2. Integrasi Nilai dalam Kurikulum Pendidikan, Mengintegrasikan nilai-nilai karakter sosial dalam berbagai mata pelajaran, baik melalui pembelajaran langsung maupun pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kehidupan sosial peserta didik.

  3. Teladan dan Keteladanan Guru, Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjadi contoh nyata dalam menerapkan nilai-nilai sosial di lingkungan sekolah. Keteladanan guru dalam perilaku sosial memberikan dampak besar terhadap pola interaksi sosial peserta didik.

  4. Pembelajaran Kontekstual dan Partisipatif, Melibatkan peserta didik dalam kegiatan sosial di luar kelas, seperti kerja bakti, proyek sosial, dan kegiatan komunitas untuk menerapkan nilai-nilai karakter sosial secara langsung serta memperkuat rasa tanggung jawab dan solidaritas dalam masyarakat.

  5. Kolaborasi dengan Keluarga dan Lingkungan, Pendidikan karakter harus menjadi upaya bersama antara sekolah, keluarga, serta masyarakat untuk memberikan pengalaman sosial yang konsisten dan berkelanjutan bagi peserta didik.

Setiap strategi ini dirancang agar nilai-nilai karakter sosial tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diaplikasikan secara praktis dan berkelanjutan dalam kehidupan peserta didik sehari-hari.


Pendidikan Karakter dan Perilaku Sosial

Pendidikan karakter sosial memiliki keterkaitan erat dengan perilaku sosial individu dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku sosial sendiri mencerminkan bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain dalam konteks hubungan sosialnya. Pendidikan karakter sosial memberikan dasar moral serta prinsip etika yang mendasari perilaku sosial yang baik, seperti rasa hormat, kerja sama, empati, dan rasa tanggung jawab sosial.

Penelitian mengenai dampak pendidikan karakter menunjukkan bahwa pendidikan nilai karakter dapat berkontribusi pada perkembangan sosial dan emosional siswa, seperti peningkatan keterampilan interpersonal dan perilaku prososial di sekolah serta dalam komunitasnya. ([Lihat sumber Disini - jmi.rivierapublishing.id])

Pendidikan karakter sosial juga memengaruhi kemampuan siswa untuk mengatasi konflik, berkomunikasi secara efektif, serta memahami tanggung jawab mereka terhadap lingkungan sosialnya. Melalui pembiasaan nilai-nilai sosial dalam kehidupan sekolah, siswa dapat terbentuk pola perilaku yang positif, adaptif, dan bertanggung jawab dalam berbagai situasi sosial.


Peran Sekolah dalam Pendidikan Karakter

Sekolah memiliki peran sentral dalam pendidikan karakter sosial karena sekolah merupakan pusat interaksi sosial utama bagi peserta didik di masa tumbuh kembang mereka. Peran sekolah mencakup berbagai aspek:

  1. Lingkungan Pembelajaran yang Mendukung, Sekolah harus menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan karakter sosial, termasuk budaya sekolah yang menghargai kerja sama, rasa hormat, dan keterlibatan sosial.

  2. Integrasi Nilai Sosial dalam Kurikulum, Nilai-nilai sosial perlu dimasukkan ke dalam berbagai mata pelajaran serta kegiatan ekstrakurikuler agar peserta didik dapat melihat hubungan antara pembelajaran akademik dan nilai sosial dalam kehidupan nyata.

  3. Pelatihan Perilaku Sosial, Sekolah dapat menyelenggarakan pelatihan keterampilan sosial yang melatih peserta didik dalam situasi nyata, seperti debat, kerja tim, pelayanan masyarakat, dan simulasi konflik.

  4. Evaluasi dan Penguatan Perilaku Sosial, Evaluasi terhadap kompetensi karakter sosial harus menjadi bagian dari sistem penilaian sekolah, dilakukan melalui observasi perilaku, refleksi diri, dan umpan balik positif.

  5. Kolaborasi dengan Orang Tua dan Komunitas, Sekolah perlu membangun kemitraan dengan orang tua serta komunitas untuk menciptakan konsistensi dalam penanaman nilai karakter sosial di luar sekolah. Kerja sama ini penting agar nilai-nilai karakter sosial tidak hanya menjadi teori, tetapi juga dialami dalam kehidupan peserta didik di rumah dan masyarakat.

Melalui peran-peran ini, sekolah dapat menjadi pusat pembentukan karakter sosial yang efektif dan berkelanjutan.


Pendidikan Karakter Sosial dalam Masyarakat

Pendidikan karakter sosial tidak hanya relevan dalam lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat secara luas. Masyarakat dapat berperan sebagai lingkungan sosial di mana nilai-nilai karakter diuji dan diterapkan. Beberapa peran masyarakat dalam pengembangan karakter sosial individu antara lain:

  1. Model Perilaku Sosial Positif, Masyarakat menjadi tempat peserta didik melihat contoh perilaku sosial yang baik seperti gotong royong, toleransi, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama.

  2. Kegiatan Sosial dan Komunitas, Partisipasi dalam kegiatan sosial di masyarakat memungkinkan peserta didik menerapkan nilai-nilai sosial yang telah dipelajari di sekolah dalam konteks yang nyata, memperkuat pemahaman mereka tentang tanggung jawab sosial.

  3. Norma dan Nilai Budaya, Nilai-nilai budaya lokal yang tercermin dalam kebiasaan sosial, tradisi, dan aturan komunitas membantu menginternalisasi nilai-nilai sosial tersebut dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pendidikan karakter sosial menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

Masyarakat yang memiliki budaya sosial yang baik dan nilai-nilai yang kuat akan memperkuat karakter sosial individu sekaligus memberikan dampak positif dalam membangun kehidupan bersama yang harmonis dan inklusif.


Kesimpulan

Pendidikan karakter sosial adalah proses pendidikan terencana yang bertujuan untuk membentuk perilaku sosial yang positif dalam kehidupan individu serta masyarakat secara luas. Melalui internalisasi nilai seperti empati, tanggung jawab sosial, kerja sama, dan toleransi, peserta didik dipersiapkan untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab, adaptif, serta beretika dalam berbagai konteks sosial. Peran sekolah, keluarga, dan masyarakat secara bersama-sama sangat penting dalam pengembangan karakter sosial, sehingga nilai-nilai sosial dapat melekat kuat dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter sosial bukan hanya pelajaran di sekolah, tetapi suatu kewajiban kolektif yang membentuk fondasi moral dan etika generasi masa depan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Pendidikan karakter sosial adalah proses pendidikan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai sosial seperti empati, tanggung jawab, toleransi, kerja sama, dan kepedulian sosial agar individu mampu berperilaku positif dan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat.

Pendidikan karakter sosial penting karena membantu membentuk perilaku sosial peserta didik, meningkatkan kemampuan berinteraksi, menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial, serta mencegah perilaku menyimpang dalam kehidupan sekolah dan masyarakat.

Nilai-nilai utama dalam pendidikan karakter sosial meliputi empati, toleransi, tanggung jawab sosial, kerja sama, kejujuran, kepedulian, dan solidaritas yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Strategi internalisasi nilai pendidikan karakter sosial dilakukan melalui pembiasaan perilaku positif, keteladanan guru, integrasi nilai dalam kurikulum, pembelajaran kontekstual, serta kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Sekolah berperan sebagai lingkungan utama pembentukan karakter sosial melalui budaya sekolah, pembelajaran berbasis nilai, kegiatan ekstrakurikuler, keteladanan pendidik, serta evaluasi perilaku sosial peserta didik.

Pendidikan karakter sosial dalam masyarakat diterapkan melalui keterlibatan individu dalam kegiatan sosial, penerapan norma dan nilai budaya, gotong royong, serta interaksi sosial yang mencerminkan kepedulian dan tanggung jawab bersama.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Internalitas Nilai Sosial: Konsep dan Proses Sosialisasi Internalitas Nilai Sosial: Konsep dan Proses Sosialisasi Nilai Sosial: Konsep dan Fungsi dalam Masyarakat Nilai Sosial: Konsep dan Fungsi dalam Masyarakat Sistem Web Penilaian Sikap Sistem Web Penilaian Sikap Konsep Psikologi Positif Konsep Psikologi Positif Hegemoni: Pengertian, Karakteristik, dan Contoh dalam Kajian Sosial Hegemoni: Pengertian, Karakteristik, dan Contoh dalam Kajian Sosial Konsep Realitas Sosial: Definisi dan Analisis Konsep Realitas Sosial: Definisi dan Analisis Perubahan Nilai Sosial: Konsep dan Dinamika Masyarakat Perubahan Nilai Sosial: Konsep dan Dinamika Masyarakat Budaya Sekolah: Konsep dan Nilai Institusional Budaya Sekolah: Konsep dan Nilai Institusional Teori Relativitas Sosial dalam Kajian Ilmiah Teori Relativitas Sosial dalam Kajian Ilmiah Pendidikan sebagai Agen Sosialisasi: Konsep dan Peran Pendidikan sebagai Agen Sosialisasi: Konsep dan Peran Ketertiban Sosial: Konsep dan Mekanisme Pengendalian Ketertiban Sosial: Konsep dan Mekanisme Pengendalian Kontrol Sosial: Konsep, Mekanisme, dan Penerapan Kontrol Sosial: Konsep, Mekanisme, dan Penerapan Kearifan Lokal: Konsep dan Fungsinya dalam Masyarakat Kearifan Lokal: Konsep dan Fungsinya dalam Masyarakat Hubungan Ilmu dan Nilai: Kajian Filosofis Hubungan Ilmu dan Nilai: Kajian Filosofis Norma Sosial: Konsep, Fungsi, dan Contoh Penerapan Norma Sosial: Konsep, Fungsi, dan Contoh Penerapan Idealisme Ilmiah: Konsep dan Contohnya Idealisme Ilmiah: Konsep dan Contohnya Nilai Ilmiah: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya Nilai Ilmiah: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya Sistem Web Notifikasi Nilai Otomatis Sistem Web Notifikasi Nilai Otomatis Harmonisasi Sosial: Konsep, Peran, dan Faktor Pendukung Harmonisasi Sosial: Konsep, Peran, dan Faktor Pendukung Idealisme dan Realisme dalam Penelitian Idealisme dan Realisme dalam Penelitian
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…