
Penelitian Lintas Disiplin: Pengertian dan Tantangannya
Pendahuluan
Dalam era modern saat ini, banyak masalah di masyarakat dan dunia akademik yang bersifat kompleks, misalnya perubahan iklim, kesehatan masyarakat, urbanisasi, hingga masalah kebijakan publik. Masalah-masalah tersebut seringkali tidak bisa diselesaikan hanya dengan perspektif satu disiplin ilmu saja. Maka dari itu, pendekatan penelitian yang melibatkan lebih dari satu disiplin, atau yang kita sebut dengan penelitian lintas disiplin, semakin mendapat perhatian. Pendekatan ini memungkinkan integrasi wawasan, metode, dan teori dari berbagai disiplin untuk menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan holistik. Artikel ini akan membahas pengertian penelitian lintas disiplin, dasar-dasarnya, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya.
Definisi Penelitian Lintas Disiplin
Definisi Secara Umum
Penelitian lintas disiplin (interdisciplinary research) secara umum dapat dipahami sebagai upaya penelitian yang melibatkan dua atau lebih bidang keilmuan, baik ilmu alam, sosial, humaniora, teknik, maupun lainnya, untuk bersama-sama menangani suatu masalah atau fenomena spesifik. Dalam pendekatan ini, peneliti tidak beroperasi dalam “silo” disiplin masing-masing, melainkan berusaha menggabungkan perspektif, metode, dan teori dari berbagai disiplin agar memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh. [Lihat sumber Disini - timeshighereducation.com]
Definisi menurut KBBI
Istilah “lintas disiplin” tidak secara eksplisit terdapat dalam edisi daring resmi KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), dalam arti “penelitian lintas disiplin.” Namun, istilah “disiplin” sendiri dalam KBBI merujuk pada bidang ilmu atau cabang pengetahuan. Dengan demikian, “lintas disiplin” dapat diartikan sebagai melintasi atau melibatkan lebih dari satu bidang ilmu. Karena definisi resmi “penelitian lintas disiplin” tidak tersedia secara eksplisit, makna umum seperti disebut di atas lazim digunakan di literatur akademik dan non-akademik.
Definisi Menurut Para Ahli
Berikut definisi penelitian/interdisipliner menurut beberapa ahli atau literatur akademik:
- Menurut ulasan dalam literatur metodologi, penelitian interdisipliner adalah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari dua atau lebih disiplin akademik berbeda, berdasarkan model konseptual yang menghubungkan atau mengintegrasikan kerangka teori dari disiplin tersebut, menggunakan desain penelitian dan metodologi yang tidak terbatas pada satu bidang, serta membutuhkan perspektif dan keahlian dari disiplin-disiplin yang terlibat pada semua fase penelitian: mulai dari perancangan, pengumpulan data, analisis, sampai penulisan hasil. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
- Dalam definisi populer, interdisipliner menekankan integrasi pengetahuan, data, teknik, alat, perspektif, konsep, atau teori dari dua atau lebih disiplin atau bidang pengetahuan untuk memecahkan masalah yang tidak dapat secara memadai diatasi oleh satu disiplin saja. [Lihat sumber Disini - nsf.gov]
- Menurut panduan akademik, interdisipliner merupakan suatu pola pikir atau pendekatan yang menggabungkan konsep atau metode pendidikan/tradisional dari berbagai disiplin untuk menghasilkan cara baru atau solusi baru terhadap fenomena yang kompleks. [Lihat sumber Disini - graduate.oregonstate.edu]
- Literatur lain menekankan bahwa interdisipliner bukan sekadar penggabungan disiplin, tetapi proses sintesis atau integrasi: artinya, teori, metode, dan analisis dari berbagai disiplin dicampur bersama secara sistematis sehingga tercipta “realitas baru” yang koheren dan khas, berbeda dari sekadar menjumlahkan hasil-hasil dari tiap disiplin. [Lihat sumber Disini - cambridge.org]
Karakteristik dan Tujuan Penelitian Lintas Disiplin
Tujuan Utama
Penelitian lintas disiplin memiliki tujuan utama untuk menghadapi dan memecahkan masalah kompleks yang tidak bisa diselesaikan oleh satu disiplin saja. Masalah seperti perubahan lingkungan, kesehatan masyarakat, kebijakan publik, teknologi dan masyarakat, urbanisasi, serta isu sosial-ekonomi sering melibatkan aspek ilmiah, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi secara bersamaan. Dengan mengintegrasikan berbagai disiplin, penelitian lintas disiplin memungkinkan pendekatan menyeluruh untuk memahami dinamika masalah dan menghasilkan solusi yang lebih efektif. [Lihat sumber Disini - moritzcenter.utexas.edu]
Integrasi Teori dan Metodologi
Salah satu karakteristik utama adalah integrasi teori, metode, dan pendekatan dari berbagai disiplin, bukan sekadar bertukar data atau ide, tetapi turut menyatukan landasan teoretis dan metodologis. Dalam prakteknya, ini berarti peneliti perlu memahami setidaknya dasar-dasar disiplin berbeda dan mampu merancang penelitian dengan pendekatan campuran (mixed-methods), atau bahkan mengembangkan metode baru yang bersifat hibrida. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Kolaborasi Multidisiplin yang Terintegrasi
Tidak seperti penelitian multidisiplin yang hanya menyatukan disiplin tanpa integrasi mendalam, penelitian lintas disiplin menuntut kolaborasi intensif: di mana peneliti dari berbagai disiplin berinteraksi, berdiskusi, dan bersinergi dalam merancang kerangka penelitian, mengumpulkan data, menganalisis, dan menyimpulkan. Hasil dari kolaborasi ini tidak hanya sekedar gabungan temuan tiap disiplin, melainkan sintesis baru yang memberikan pemahaman tambahan di “persimpangan” disiplin. [Lihat sumber Disini - cambridge.org]
Penerapan dalam Berbagai Bidang
Penelitian lintas disiplin bisa diterapkan di banyak bidang: kesehatan, lingkungan, teknologi, kebijakan publik, sosial, ekonomi, seni, humaniora, dan lain-lain. Misalnya, penelitian terkait urbanisasi bisa menggabungkan geografi, sosiologi, ekonomi, perencanaan kota, dan kebijakan publik. Pendekatan ini menjadi sangat relevan di era sekarang di mana tantangan global sangat kompleks dan berlapis. [Lihat sumber Disini - moritzcenter.utexas.edu]
Manfaat dari Penelitian Lintas Disiplin
Inovasi dan Solusi Kreatif
Dengan memadukan perspektif berbeda, penelitian lintas disiplin memungkinkan terciptanya ide, teori, serta solusi kreatif dan inovatif, yang mungkin tidak muncul jika disiplin berjalan sendiri-sendiri. Kombinasi metodologi dan teori dari berbagai bidang memungkinkan pendekatan baru dalam melihat dan memecahkan masalah kompleks. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Pemahaman Holistik terhadap Masalah
Pendekatan interdisipliner memungkinkan pemahaman yang lebih menyeluruh dan komprehensif, karena aspek ilmiah, sosial, ekonomi, budaya, teknis, dan kebijakan bisa dipertimbangkan secara bersamaan. Hal ini sangat penting terutama untuk isu yang multidimensional. [Lihat sumber Disini - moritzcenter.utexas.edu]
Relevansi terhadap Isu Kontemporer
Isu-isu kontemporer seperti perubahan iklim, kesehatan masyarakat, urbanisasi, ketimpangan sosial, teknologi–etika, memerlukan pendekatan lintas disiplin. Penelitian lintas disiplin memungkinkan riset yang relevan dengan kebutuhan zaman,menggabungkan aspek ilmiah, sosial, kebijakan, dan budaya untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan atau intervensi nyata. [Lihat sumber Disini - moritzcenter.utexas.edu]
Peningkatan Kapasitas Akademik dan Praktis
Bagi peneliti, terlibat dalam penelitian lintas disiplin dapat memperluas wawasan, kemampuan metodologis, serta memupuk keterampilan kolaborasi dan komunikasi antar-disiplin. Ini juga mendorong perkembangan kemampuan berpikir kritis, fleksibilitas intelektual, dan adaptasi terhadap berbagai perspektif. [Lihat sumber Disini - docs.hss.ed.ac.uk]
Tantangan dalam Penelitian Lintas Disiplin
Masalah Integrasi Pengetahuan (Knowledge Integration)
Salah satu tantangan utama adalah bagaimana mengintegrasikan pengetahuan dari berbagai disiplin secara koheren. Perbedaan cara berpikir, bahasa keilmuan, metode, dan paradigma antara disiplin dapat menyulitkan proses integrasi. Hambatan ini bisa muncul baik di level individu (peneliti), tim, maupun institusi. [Lihat sumber Disini - knowinnovation.com]
Komunikasi dan Bahasa Disiplin yang Berbeda
Perbedaan terminologi, kerangka teori, dan metodologi antara disiplin sering menyebabkan kesulitan komunikasi dan miskonsepsi. Peneliti dari satu disiplin mungkin belum familiar dengan cara berpikir atau metodologi disiplin lain, sehingga kolaborasi dapat terhambat jika tidak ada usaha untuk menyepakati “bahasa bersama.” [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Kesulitan dalam Evaluasi, Publikasi, dan Pengakuan Akademik
Dalam banyak kasus, struktur akademik, sistem review, dan kebijakan publikasi masih berorientasi pada disiplin tradisional. Penelitian lintas disiplin mungkin menghadapi kesulitan dalam publikasi karena kurangnya jurnal yang menerima karya interdisipliner, atau reviewer yang tidak familiar dengan pendekatan multi-disiplin. Penelitian terbaru di bidang rekayasa perangkat lunak menunjukkan bahwa publikasi interdisipliner bisa kurang mendapat pengakuan di konferensi/jurnal tradisional, atau menerima umpan balik negatif. [Lihat sumber Disini - arxiv.org]
Biaya Waktu, Sumber Daya, dan Koordinasi yang Lebih Tinggi
Karena melibatkan banyak disiplin dan perspektif, penelitian lintas disiplin sering membutuhkan waktu lebih lama, sumber daya lebih besar, serta koordinasi antara anggota tim yang beragam (dari segi latar belakang, keahlian, dan cara berpikir). Ini bisa menjadi hambatan besar, terutama dalam pengaturan institusi yang belum mendorong kolaborasi multi-disiplin. [Lihat sumber Disini - direct.mit.edu]
Risiko Kehilangan Kedalaman Disiplin (Superficiality)
Saat mencoba mengakomodasi banyak disiplin, ada risiko bahwa hasil penelitian menjadi terlalu umum atau dangkal, tidak memberi kontribusi mendalam bagi disiplin mana pun. Artinya: kualitas kedalaman teori atau metodologi bisa terkompromi jika integrasi dilakukan secara terburu-buru atau tanpa pemahaman mendalam atas tiap disiplin. [Lihat sumber Disini - ecorrector.com]
Tantangan dan Hambatan dalam Konteks Akademik dan Institusional
Sistem Reward dan Evaluasi Akademik yang Kurang Mendukung
Banyak institusi akademik dan sistem penilaian karier berbasis disiplin tradisional, misalnya, jumlah publikasi di jurnal bereputasi dalam satu disiplin tertentu, posisi penulis, sitasi dalam jurnal disipliner, dll. Pendekatan ini kurang cocok untuk penelitian lintas disiplin, sehingga para peneliti interdisipliner mungkin kurang mendapat apresiasi atau bahkan terhambat dalam karier. [Lihat sumber Disini - direct.mit.edu]
Kurangnya Infrastruktur Institusional dan Sarana Kolaborasi
Penelitian lintas disiplin sering memerlukan struktur kolaborasi, manajemen tim, sumber daya, dan dukungan administratif/institusional. Di banyak universitas atau lembaga riset, struktur ini mungkin belum tersedia, menghambat pelaksanaan penelitian lintas disiplin yang efektif. [Lihat sumber Disini - interdisciplinary.duke.edu]
Kesulitan Mencari Reviewer atau Jurnal yang Tepat
Saat publikasi, peneliti bisa kesulitan menemukan jurnal yang tepat, atau reviewer yang mampu mereview penelitian dengan pendekatan multi-disiplin. Hal ini bisa memperlambat proses publikasi atau menghasilkan penolakan karena reviewer merasa penelitian “terlalu campur aduk.” [Lihat sumber Disini - arxiv.org]
Kompleksitas dalam Desain Penelitian dan Pengelolaan Tim
Merancang penelitian lintas disiplin memerlukan kejelasan tujuan bersama, koordinasi peran, komunikasi intensif, dan manajemen konflik perspektif. Tanpa manajemen tim yang baik, kolaborasi bisa gagal atau hasilnya kurang optimal. [Lihat sumber Disini - interdisciplinary.duke.edu]
Contoh Aplikasi / Relevansi Penelitian Lintas Disiplin
- Isu lingkungan dan perubahan iklim: penelitian tentang dampak perubahan iklim terhadap masyarakat memerlukan kombinasi ilmu lingkungan, sosial, ekonomi, kebijakan publik. Dengan pendekatan lintas disiplin, solusi bisa lebih holistik. [Lihat sumber Disini - moritzcenter.utexas.edu]
- Kesehatan masyarakat: misalnya penelitian anemia pada ibu hamil (seperti proyek yang pernah kamu rencanakan) bisa memadukan aspek medis, nutrisi, budaya lokal, sosial-ekonomi, serta kebijakan kesehatan, agar hasil dan rekomendasi lebih relevan. (meskipun contoh spesifik di artikel ini bukan dari jurnal, namun struktur dan tujuan menunjukkan relevansi interdisipliner)
- Teknologi & kemasyarakatan: bidang seperti human-computer interaction, rekayasa perangkat lunak, etika, sosial, psikologi, ketika digabung, bisa menghasilkan inovasi yang mempertimbangkan aspek teknis sekaligus nilai sosial dan etis. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Kesimpulan
Penelitian lintas disiplin merupakan pendekatan penelitian yang menggabungkan dua atau lebih disiplin ilmu dengan tujuan memperoleh pemahaman dan solusi yang lebih komprehensif terhadap masalah kompleks. Dengan integrasi teori, metode, dan perspektif dari berbagai disiplin, pendekatan ini membuka pintu untuk inovasi, kreativitas, dan solusi multidimensi yang relevan dengan tantangan kontemporer. Meski demikian, implementasinya tidak mudah, banyak tantangan dalam hal integrasi pengetahuan, komunikasi antar-disiplin, dukungan institusional, dan pengakuan akademik. Untuk mengoptimalkan potensi penelitian lintas disiplin, dibutuhkan komitmen kolaboratif, manajemen tim yang baik, fleksibilitas metodologis, dan sistem akademik yang mendukung penghargaan bagi penelitian interdisipliner.