Terakhir diperbarui: 07 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 7 February). Volume Lalu Lintas: Konsep, Arus Kendaraan, dan Kapasitas. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/volume-lalu-lintas-konsep-arus-kendaraan-dan-kapasitas  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Volume Lalu Lintas: Konsep, Arus Kendaraan, dan Kapasitas - SumberAjar.com

Volume Lalu Lintas: Konsep, Arus Kendaraan, dan Kapasitas

Pendahuluan

Volume lalu lintas merupakan salah satu indikator utama kondisi pergerakan kendaraan di suatu ruas jalan. Volume ini tidak hanya mencerminkan jumlah kendaraan yang melintas, tetapi juga menggambarkan tingkat pemanfaatan jalan, potensi kemacetan, dan kebutuhan perencanaan transportasi di masa depan. Analisis volume lalu lintas seringkali digunakan oleh insinyur transportasi dan perencana kota untuk menilai performa jalan serta merumuskan strategi rekayasa lalu lintas agar mobilitas masyarakat dapat berlangsung secara aman, lancar, dan efisien. Studi tentang volume lalu lintas juga berperan penting dalam mengidentifikasi pola arus kendaraan, jam-jam puncak, serta hubungan antara volume, kapasitas, dan kecepatan yang menjadi dasar perencanaan manajemen jalan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Definisi Volume Lalu Lintas

Definisi Volume Lalu Lintas Secara Umum

Volume lalu lintas secara umum merujuk pada jumlah kendaraan yang melewati suatu titik atau segmen jalan tertentu dalam periode waktu tertentu, seperti per jam, per hari, atau per tahun. Konsep ini digunakan untuk mengevaluasi beban lalu lintas pada infrastruktur jalan sehingga dapat dianalisis seberapa padat arus kendaraan yang terjadi serta implikasinya terhadap operasi jalan. Penelitian-penelitian dalam rekayasa lalu lintas menjelaskan bahwa volume lalu lintas merupakan parameter fundamental dalam memahami perubahan kondisi arus kendaraan dari waktu ke waktu. ([Lihat sumber Disini - faculty.uobasrah.edu.iq])

Definisi Volume Lalu Lintas dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), volume diartikan sebagai banyaknya barang, benda, atau hal yang memenuhi ruang tertentu. Ketika dikaitkan dengan konteks transportasi dan lalu lintas, volume mengacu pada banyaknya kendaraan yang melewati suatu titik pada jalan dalam satuan waktu tertentu. Definisi ini mengintegrasikan konsep kuantitatif dan pengukuran yang objektif untuk membantu perencanaan infrastruktur dan penelitian lalu lintas. ([Lihat sumber Disini - repository.unwira.ac.id])

Definisi Volume Lalu Lintas Menurut Para Ahli

Beberapa ahli rekayasa lalu lintas memberikan definisi volume lalu lintas yang lebih spesifik:

  1. Luttinen menyatakan bahwa volume lalu lintas merupakan jumlah kendaraan yang melewati suatu titik pada jalan selama interval waktu tertentu, dengan satuan kendaraan per jam atau kendaraan per hari. ([Lihat sumber Disini - eprints.uny.ac.id])

  2. Manual rekayasa lalu lintas menjelaskan volume atau arus lalu lintas sebagai jumlah kendaraan yang lewat pada suatu titik pengamatan dalam periode tertentu, yang dinyatakan dalam kendaraan per satuan waktu (misalnya kendaraan/jam). ([Lihat sumber Disini - eprints.itenas.ac.id])

  3. Definisi dalam pedoman perencanaan lalu lintas juga mengidentifikasi volume lalu lintas sebagai ukuran penting dalam menentukan intensitas lalu lintas dalam perencanaan fasilitas transportasi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  4. Penelitian teknis lain menyebutkan bahwa volume ini tidak hanya menunjukkan banyaknya kendaraan, tetapi juga memberi gambaran tentang distribusi kendaraan berdasarkan waktu dan jenisnya, sehingga dapat dianalisis lebih lanjut dalam konteks kinerja jaringan jalan. ([Lihat sumber Disini - jurnal-unsultra.ac.id])


Karakteristik Arus Lalu Lintas

Arus lalu lintas menggambarkan bagaimana kendaraan bergerak dalam suatu sistem jalan. Karakteristik ini melibatkan tiga variabel utama yang sering digunakan dalam kajian rekayasa transportasi, yaitu volume, kecepatan, dan kepadatan arus kendaraan. Volume menunjukkan banyaknya kendaraan per satuan waktu, kecepatan merujuk pada laju kendaraan rata-rata, dan kepadatan menggambarkan jumlah kendaraan per panjang ruas jalan. Ketiga variabel ini berkaitan satu sama lain dan digunakan untuk mengukur kinerja arus lalu lintas pada suatu segmen jalan. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

Volume lalu lintas yang tinggi dapat mengindikasikan kondisi operasi jalan yang sibuk, terutama pada saat jam sibuk atau peak hour, ketika jumlah kendaraan mencapai puncaknya. Distribusi volume sepanjang hari biasanya tidak merata, sehingga pengukuran pada periode tertentu diperlukan untuk memahami pola arus lalu lintas secara keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - eprints.itenas.ac.id])

Karakteristik lain dari arus lalu lintas melibatkan komposisi kendaraan. Dalam analisis lanjutan, volume dapat ditransformasikan ke satuan ekivalen mobil penumpang (smp) untuk menstandarkan berbagai jenis kendaraan yang memiliki karakteristik berbeda seperti sepeda motor, mobil ringan, dan kendaraan berat. Penggunaan transformasi ini membantu dalam evaluasi kapasitas dan analisis tingkat pelayanan jalan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.umsb.ac.id])


Pengukuran Volume Lalu Lintas

Pengukuran volume lalu lintas penting untuk berbagai tujuan perencanaan dan evaluasi operasional jalan. Metode pengukuran melibatkan pengamatan kendaraan yang melewati titik tertentu pada jalan dan pencatatan dalam interval waktu yang ditentukan, misalnya 15 menit, satu jam, atau bahkan sepanjang hari. Data ini kemudian dianalisis untuk memberikan gambaran volume kendaraan yang ada. ([Lihat sumber Disini - scribd.com])

Beberapa parameter yang umum digunakan dalam pengukuran volume adalah Average Daily Traffic (ADT), yaitu volume lalu lintas rata-rata harian yang dihitung dari pengamatan selama beberapa hari, serta Annual Average Daily Traffic (AADT) yang mewakili rata-rata volume harian selama satu tahun. Ukuran-ukuran ini penting untuk perencanaan jangka panjang dan evaluasi tren lalu lintas. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Selain itu, peak hour volume juga menjadi parameter penting dalam pengukuran volume lalu lintas. Ini merujuk pada jumlah kendaraan tertinggi yang melewati suatu titik dalam satu jam tertentu, yang sering digunakan untuk menentukan tingkat kemacetan dan kebutuhan rekayasa lalu lintas pada jam sibuk. ([Lihat sumber Disini - faculty.uobasrah.edu.iq])


Hubungan Volume Lalu Lintas dengan Kapasitas Jalan

Hubungan antara volume lalu lintas dan kapasitas jalan merupakan hal fundamental dalam rekayasa transportasi. Kapasitas jalan dapat didefinisikan sebagai kemampuan maksimum suatu ruas jalan untuk menampung kendaraan dalam satu satuan waktu tanpa menyebabkan gangguan signifikan terhadap aliran kendaraan, yang dinyatakan dalam kendaraan per jam atau satuan mobil penumpang per jam. ([Lihat sumber Disini - jdih.kemenkeu.go.id])

Volume lalu lintas yang mendekati atau melebihi kapasitas jalan dapat mengakibatkan kemacetan atau penurunan kinerja jalan, yang sering diukur melalui derajat kejenuhan (DS) atau rasio volume terhadap kapasitas (V/C). Rasio ini digunakan untuk menentukan tingkat pelayanan jalan (Level of Service/LOS), yang menggambarkan kondisi operasi jalan dari arus bebas hingga kondisi sangat padat. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

Penelitian empiris menunjukkan bahwa hubungan antara volume dan kapasitas berpengaruh langsung terhadap kecepatan arus lalu lintas. Ketika volume meningkat mendekati kapasitas, kecepatan rata-rata kendaraan cenderung menurun karena ruang bergerak bagi kendaraan terbatas, yang berdampak pada kenyamanan dan waktu tempuh. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Volume Lalu Lintas

Volume lalu lintas dipengaruhi oleh berbagai faktor yang mencakup karakteristik jalan, kondisi lingkungan sekitar, serta perilaku pengguna jalan. Geometri jalan seperti lebar lajur, jumlah lajur, serta pengaturan simpang dan hambatan samping dapat memengaruhi seberapa banyak kendaraan yang mampu melewati suatu segmen jalan dalam waktu tertentu. ([Lihat sumber Disini - digilib.ptdisttd.ac.id])

Selain itu, distribusi waktu penggunaan jalan juga berpengaruh. Volume lalu lintas biasanya lebih tinggi pada jam sibuk pagi dan sore hari ketika banyak pengguna jalan melakukan aktivitas perjalanan, sehingga pola volume berubah sepanjang hari dan hari dalam minggu. ([Lihat sumber Disini - eprints.itenas.ac.id])

Faktor lain seperti demografi dan penggunaan lahan di sekitar ruas jalan juga berkontribusi terhadap volume lalu lintas. Kawasan komersial atau perumahan yang padat cenderung menghasilkan volume kendaraan yang lebih tinggi dibandingkan kawasan dengan aktivitas rendah. ([Lihat sumber Disini - jurnal.umsb.ac.id])


Volume Lalu Lintas dalam Analisis Jalan

Dalam analisis jalan, volume lalu lintas digunakan sebagai dasar dalam berbagai studi, seperti perencanaan perluasan jalan, evaluasi kinerja operasional jalan, hingga penentuan prioritas investasi infrastruktur transportasi. Data volume yang akurat memungkinkan perencana untuk mengevaluasi kebutuhan rekayasa lalu lintas, termasuk pengaturan signal, perbaikan geometri jalan, serta penentuan kebutuhan lajur tambahan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Analisis volume juga penting dalam desain sistem transportasi terpadu, evaluasi dampak lalu lintas dari pembangunan baru, serta dalam penetapan kebijakan pengelolaan permintaan lalu lintas seperti manajemen transportasi dan kebijakan parkir. Data volume menjadi ukuran fundamental dalam semua kegiatan ini karena menunjukkan intensitas penggunaan jalan oleh masyarakat. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Kesimpulan

Volume lalu lintas merupakan indikator penting dalam kajian rekayasa transportasi yang mencerminkan banyaknya kendaraan yang melewati suatu titik jalan selama periode waktu tertentu dan digunakan untuk memahami kondisi arus dan kebutuhan pengelolaan jalan. Definisi volume dalam konteks lalu lintas mencakup aspek kuantitatif dan operasional yang dibahas secara umum, dalam KBBI, serta menurut para ahli rekayasa lalu lintas. Karakteristik arus lalu lintas melibatkan hubungan antara volume, kecepatan, dan kepadatan yang membantu menentukan performa jalan. Pengukuran volume melalui parameter seperti ADT, AADT, dan peak hour volume sangat penting untuk perencanaan, sementara hubungan antara volume dan kapasitas jalan menentukan tingkat pelayanan jalan. Volume lalu lintas dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk karakteristik jalan dan pola penggunaan, serta menjadi dasar dalam analisis teknis dan perencanaan transportasi yang efektif.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Volume lalu lintas adalah jumlah kendaraan yang melewati suatu titik atau ruas jalan tertentu dalam periode waktu tertentu, seperti per jam atau per hari. Volume lalu lintas digunakan untuk menggambarkan tingkat kepadatan dan intensitas penggunaan jalan.

Volume lalu lintas penting karena menjadi dasar dalam menilai kinerja jalan, menentukan kapasitas yang dibutuhkan, serta merencanakan perbaikan atau pengembangan infrastruktur jalan agar mampu melayani arus kendaraan secara optimal.

Volume lalu lintas diukur dengan menghitung jumlah kendaraan yang melewati titik tertentu dalam interval waktu tertentu. Pengukuran dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan alat otomatis, dan hasilnya dinyatakan dalam satuan kendaraan per jam atau per hari.

Hubungan volume lalu lintas dengan kapasitas jalan menunjukkan tingkat pemanfaatan jalan. Jika volume mendekati atau melebihi kapasitas, kinerja jalan akan menurun dan berpotensi menimbulkan kemacetan serta penurunan kecepatan arus kendaraan.

Volume lalu lintas dipengaruhi oleh kondisi geometrik jalan, penggunaan lahan di sekitar jalan, waktu perjalanan seperti jam sibuk, pertumbuhan penduduk, serta aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Hambatan Samping: Konsep, Pengaruh Lalu Lintas, dan Kapasitas Hambatan Samping: Konsep, Pengaruh Lalu Lintas, dan Kapasitas Kapasitas Jalan: Konsep, Karakteristik Arus, dan Hambatan Samping Kapasitas Jalan: Konsep, Karakteristik Arus, dan Hambatan Samping Beban Lalu Lintas: Konsep, Repetisi Beban, dan Kerusakan Jalan Beban Lalu Lintas: Konsep, Repetisi Beban, dan Kerusakan Jalan Derajat Kejenuhan: Konsep, Tingkat Pelayanan, dan Kinerja Jalan Derajat Kejenuhan: Konsep, Tingkat Pelayanan, dan Kinerja Jalan SPK Pengelolaan Parkir Kampus SPK Pengelolaan Parkir Kampus Kekasaran Permukaan Jalan: Konsep, Kenyamanan Berkendara, dan Keselamatan Kekasaran Permukaan Jalan: Konsep, Kenyamanan Berkendara, dan Keselamatan Analisis Biaya-Volume-Laba: konsep dan perencanaan Analisis Biaya-Volume-Laba: konsep dan perencanaan Perkerasan Kaku: Konsep, Distribusi Beban, dan Ketahanan Pelat Perkerasan Kaku: Konsep, Distribusi Beban, dan Ketahanan Pelat Perkerasan Lentur: Konsep, Perilaku Material, dan Struktur Lapis Perkerasan Lentur: Konsep, Perilaku Material, dan Struktur Lapis Umur Rencana Jalan: Konsep, Beban Lalu Lintas, dan Ketahanan Umur Rencana Jalan: Konsep, Beban Lalu Lintas, dan Ketahanan Kerusakan Jalan: Konsep, Jenis Kerusakan, dan Penyebab Teknis Kerusakan Jalan: Konsep, Jenis Kerusakan, dan Penyebab Teknis Nilai IRI: Konsep, Pengukuran Kekasaran, dan Kualitas Jalan Nilai IRI: Konsep, Pengukuran Kekasaran, dan Kualitas Jalan Alur Perkerasan (Rutting): Konsep, Deformasi Permanen, dan Beban Lalu Lintas Alur Perkerasan (Rutting): Konsep, Deformasi Permanen, dan Beban Lalu Lintas Tebal Perkerasan: Konsep, Desain Struktur Jalan, dan Umur Rencana Tebal Perkerasan: Konsep, Desain Struktur Jalan, dan Umur Rencana Kapasitas Keuangan Perusahaan: Konsep dan Kemampuan Pendanaan Kapasitas Keuangan Perusahaan: Konsep dan Kemampuan Pendanaan Penelitian Lintas Disiplin: Pengertian dan Tantangannya Penelitian Lintas Disiplin: Pengertian dan Tantangannya Kapasitas Sambungan: Konsep, Ketahanan Sambungan, dan Mode Kegagalan Kapasitas Sambungan: Konsep, Ketahanan Sambungan, dan Mode Kegagalan Susut Beton: Konsep, Mekanisme Penyusutan, dan Dampak Struktur Susut Beton: Konsep, Mekanisme Penyusutan, dan Dampak Struktur Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan: Konsep, Dampak, dan Pencegahan Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan: Konsep, Dampak, dan Pencegahan Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…