Terakhir diperbarui: 08 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 8 February). Kekasaran Permukaan Jalan: Konsep, Kenyamanan Berkendara, dan Keselamatan. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kekasaran-permukaan-jalan-konsep-kenyamanan-berkendara-dan-keselamatan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kekasaran Permukaan Jalan: Konsep, Kenyamanan Berkendara, dan Keselamatan - SumberAjar.com

Kekasaran Permukaan Jalan: Konsep, Kenyamanan Berkendara, dan Keselamatan

Pendahuluan

Kekasaran permukaan jalan merupakan salah satu komponen penting dalam sistem infrastruktur transportasi yang secara langsung mempengaruhi kualitas perjalanan, kenyamanan berkendara, hingga tingkat keselamatan lalu lintas. Dalam konteks pembangunan dan pemeliharaan jaringan jalan, kekasaran permukaan jalan bukan hanya isu estetika, melainkan juga indikator kinerja jalan yang harus dipantau secara berkala untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna. Ketidakteraturan atau kekasaran permukaan yang tinggi akan berpotensi meningkatkan beban dinamis pada kendaraan, menurunkan kontrol kendaraan oleh pengemudi, serta memperbesar risiko kecelakaan, terutama ketika kendaraan melaju pada kecepatan tinggi di jalan luar kota atau area urban. Oleh karena itu, pemahaman komprehensif tentang konsep kekasaran permukaan jalan, faktor penyebab, hubungan dengan kenyamanan berkendara dan keselamatan lalu lintas, serta metode pengukurannya sangat penting bagi perencana, teknisi jalan, dan pengambil kebijakan dalam rangka meningkatkan kinerja dan layanan jaringan jalan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.polines.ac.id])


Definisi Kekasaran Permukaan Jalan

Definisi Kekasaran Permukaan Jalan Secara Umum

Secara umum, kekasaran permukaan jalan atau road surface roughness merujuk pada tingkat ketidakrataan profil permukaan jalan yang tercermin dari variasi elevasi atau bentuk jalan dari kondisi ideal yang rata. Kekasaran ini merupakan gambaran sejauh mana permukaan jalan menyimpang dari garis normal yang halus yang akan dialami kendaraan yang melintas. Permukaan jalan yang kasar akan menciptakan respons dinamis pada kendaraan seperti getaran, bouncing, atau perubahan gaya normal pada ban, yang kemudian berdampak pada kualitas perjalanan dan kenyamanan pengendara serta penumpang. Konsep ini juga menjadi parameter utama dalam evaluasi kondisi befungsinya suatu ruas jalan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Kekasaran Permukaan Jalan dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kekasaran dapat dipahami sebagai keadaan tidak halus atau tidak rata, sedangkan permukaan jalan merujuk pada lapisan atas dari badan jalan yang bersentuhan dengan ban kendaraan dan menjadi jalur utama pergerakan lalu lintas. Kekasaran dalam konteks jalan ini mencakup fenomena ketidakteraturan profil jalan yang dapat dirasakan secara fisik oleh pengguna jalan saat berkendara. KBBI memuat istilah kekasaran sebagai “keadaan permukaan yang tidak halus” dan jalan sebagai “prasarana transportasi darat yang meliputi permukaan atas untuk lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki”. Sumber resmi KBBI daring dapat dipakai sebagai rujukan utama definisi istilah-istilah ini.

Definisi Kekasaran Permukaan Jalan Menurut Para Ahli

Menurut para ahli dan penelitian dalam bidang rekayasa jalan, kekasaran permukaan jalan adalah parameter objektif kondisi perkerasan yang menggambarkan derajat ketidakteraturan permukaan jalan dari permukaan ideal, sering diukur melalui indeks seperti International Roughness Index (IRI). IRI adalah indeks yang paling banyak dipakai di dunia untuk mengevaluasi kondisi permukaan jalan berdasarkan profil longitudinalnya, yang diperoleh dari alat pengukur profil dan dinyatakan dalam satuan m/km. IRI yang tinggi menunjukkan permukaan jalan yang kasar dan tidak nyaman bagi kendaraan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Prof. L. O. Kalengkongan menyatakan bahwa metode pengukuran kekasaran sejak NAASRA hingga IRI merupakan alat penting dalam menilai kondisi jalan untuk kenyamanan berkendara dan efektivitas pemeliharaan jalan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id])

Dr. R. Hafel dalam kajiannya menunjukkan bahwa kekasaran permukaan jalan sangat mempengaruhi tingkat kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, dan harus diidentifikasi secara kontinu guna perencanaan pemeliharaan yang efektif. ([Lihat sumber Disini - pdfs.semanticscholar.org])

Penelitian pada konteks teknologi mengungkapkan bahwa kekasaran permukaan juga mencakup respon dinamis antara kendaraan dan profil jalan yang berkontribusi pada pengaruh getaran kendaraan, konsumsi bahan bakar, dan beban dinamis pada infrastruktur. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])


Faktor-Faktor Penyebab Kekasaran Permukaan Jalan

Kekasaran permukaan jalan dapat disebabkan oleh beragam faktor, baik yang bersifat struktural pada desain dan konstruksi jalan maupun faktor eksternal yang berkaitan dengan kondisi lingkungan dan lalu lintas.

Pertama, kondisi fisik struktur perkerasan jalan seperti material perkerasan, metode konstruksi, dan kualitas pelaksanaan memiliki peran besar dalam menentukan profil permukaan akhir. Permukaan aspal yang tidak compact secara merata, penggunaan agregat yang tidak sesuai, atau kualitas beton yang kurang baik dapat menyebabkan penyimpangan profil jalan dari kondisi rata. Hal ini menyebabkan permukaan jalan lebih cepat mengalami deformasi dan ketidakteraturan. Faktor ini dijelaskan sebagai unsur variabel utama dalam penentuan kinerja perkerasan jalan. ([Lihat sumber Disini - kern.upnjatim.ac.id])

Kedua, beban lalu lintas yang berlebih terutama dari kendaraan berat menjadi faktor dinamika yang signifikan. Kendaraan berat yang melintas berulang kali akan menimbulkan penurunan dan ketidakteraturan bentuk permukaan jalan terutama pada daerah yang tidak cukup kuat mendukung beban dinamis ini. Aktivitas lalu lintas yang padat bahkan dapat mempercepat munculnya retak, lubang, dan deformasi alur yang berkontribusi meningkatnya kekasaran jalan. ([Lihat sumber Disini - journal.uir.ac.id])

Ketiga, kondisi lingkungan seperti iklim, curah hujan, dan drainase jalan sangat memengaruhi kondisi perkerasan. Terlalu banyak air yang tergenang di atas atau di bawah permukaan perkerasan dapat menyebabkan pelemahan struktur subgrade dan pondasi jalan yang akhirnya mempercepat terbentuknya bentuk permukaan yang tidak rata. Hal ini sering terlihat pada daerah dengan drainase yang buruk yang mengakibatkan deformasi lokal dan pengembangan alur. ([Lihat sumber Disini - repository.usbypkp.ac.id])

Keempat, faktor desain seperti geometri jalan, kemiringan, dan transisi jalur juga turut mempengaruhi kekasaran. Jalan dengan radius tikungan yang tajam tanpa perencanaan yang memadai akan lebih rentan terhadap deformasi dibandingkan segmen lurus. Geometri yang kurang optimal juga menyebabkan kendaraan mengalami gaya lateral yang lebih besar saat melaju yang berdampak pada permukaan jalan. ([Lihat sumber Disini - ojs.unigal.ac.id])


Hubungan Kekasaran dengan Kenyamanan Berkendara

Kekasaran permukaan jalan mempunyai dampak langsung terhadap kenyamanan berkendara. Permukaan jalan yang kasar atau tidak rata akan menyebabkan respons dinamis pada kendaraan berupa getaran, bouncing, dan guncangan yang tidak diinginkan. Kondisi ini membuat pengalaman berkendara menjadi tidak nyaman karena penumpang dan pengemudi merasakan vibrasi lebih tinggi yang menyebabkan kelelahan bahkan dalam perjalanan relatif singkat. Salah satu indikator objektif yang sering dikaitkan dengan kenyamanan ini adalah nilai IRI, di mana nilai yang tinggi umumnya berkorelasi dengan kenyamanan yang buruk. ([Lihat sumber Disini - jurnal.polines.ac.id])

Dampak ketidakteraturan permukaan jalan terhadap kenyamanan juga dijelaskan melalui penelitian mengenai hubungan antara karakteristik permukaan jalan dan getaran kendaraan. Ketidakteraturan profil jalan berkontribusi pada gaya vertical yang bekerja pada kendaraan dan sistem suspensinya. Respons suspensi terhadap ketidakteraturan tersebut menentukan seberapa besar vibrasi yang dirasakan oleh pengemudi dan penumpang, yang dalam desain kendaraan modern sudah dipertimbangkan namun tetap tidak sepenuhnya menghilangkan ketidaknyamanan akibat kekasaran tinggi. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])

Sejumlah studi mengaitkan bahwa kenyamanan berkendara menurun seiring dengan meningkatnya nilai kekasaran, di mana nilai IRI yang tinggi menandakan permukaan jalan yang lebih kasar yang akan berpengaruh pada kualitas perjalanan. Dalam beberapa konteks, nilai IRI rendah diidentifikasi sebagai kondisi jalan yang nyaman dan layak untuk perjalanan, sedangkan nilai tinggi menandakan perlunya perbaikan atau pemeliharaan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.polines.ac.id])


Pengaruh Kekasaran terhadap Keselamatan Lalu Lintas

Kekasaran permukaan jalan tak hanya memengaruhi kenyamanan, tetapi juga keselamatan pengguna jalan. Permukaan jalan yang kasar dapat mengurangi kontrol kendaraan oleh pengemudi, terutama pada kecepatan tinggi, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Kekasaran yang ekstrem dapat menyebabkan kendaraan mengalami bouncing atau kehilangan kontak optimal antara ban dan permukaan jalan, meningkatkan jarak pengereman serta peluang selip terutama pada kondisi cuaca basah. ([Lihat sumber Disini - doaj.org])

Selain itu, risiko kehilangan kendali dapat lebih besar pada tikungan dengan profil permukaan yang tidak rata. Ketika kendaraan melewati tikungan dengan permukaan kasar, gaya lateral yang terjadi dikombinasikan dengan ketidakteraturan permukaan dapat menyebabkan slip atau penguncian roda, yang berpotensi meningkatkan kemungkinan kecelakaan. Faktor ini sering menjadi perhatian khusus dalam perencanaan dan desain keselamatan jalan, terutama pada segmen-segmen kritis seperti tikungan tajam dan area menurun/menanjak. ([Lihat sumber Disini - digilib.itb.ac.id])

Kondisi kekasaran juga berimplikasi pada waktu reaksi pengendara dan kehilangan kontrol. Pengemudi yang tiba-tiba menghadapi perubahan profil jalan yang ekstrem sering kali harus mengubah perilaku kendaraannya secara mendadak, yang dapat menyebabkan kesalahan pengendalian seperti pengereman mendadak atau oversteer, yang merupakan situasi berisiko tinggi dalam keselamatan lalu lintas. ([Lihat sumber Disini - doaj.org])


Pengukuran Kekasaran Permukaan Jalan

Pengukuran kekasaran permukaan jalan dilakukan dengan berbagai metode, dari inspeksi visual hingga metode instrumentasi modern. Indeks yang paling umum digunakan secara global adalah International Roughness Index (IRI), yang menghitung profil longitudinal permukaan jalan menggunakan model kendaraan standar. IRI dihitung dari respons dinamis model kendaraan terhadap profil jalan yang direkam dan biasanya dinyatakan dalam satuan m/km atau in/mi. Nilai IRI ini mencerminkan ketidakteraturan profil yang dapat dibandingkan antar ruas jalan atau periode waktu tertentu untuk evaluasi kinerja jalan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Metode lainnya termasuk pengukuran visual atau subjektif seperti Road Condition Index (RCI) dan Surface Distress Index (SDI) yang mempertimbangkan aspek visual kerusakan jalan seperti retak, lubang, dan deformasi, yang kemudian dikonversi menjadi nilai numerik kondisi permukaan. Masing-masing metode pengukuran ini memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung pada tujuan evaluasi, instrumentasi seperti IRI memberikan data yang lebih objektif dan konsisten, sedangkan metode visual bisa lebih fleksibel dan cepat untuk survei awal atau area kecil. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id])

Perkembangan teknologi juga memungkinkan penggunaan aplikasi smartphone berbasis sensor seperti GPS dan akselerometer untuk mengestimasi nilai IRI secara lebih murah dan luas jangkauannya, sehingga memberikan alternatif yang cost-effective dalam pengumpulan data permukaan jalan untuk pemetaan jaringan jalan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.polines.ac.id])


Kekasaran Permukaan dalam Evaluasi Kinerja Jalan

Dalam evaluasi kinerja jalan, kekasaran permukaan adalah salah satu indikator penting dalam menilai layanan fungsional jalan. Jalan yang berkinerja baik idealnya memiliki nilai kekasaran yang rendah, yang mencerminkan permukaan rata dan nyaman bagi kendaraan. Nilai IRI yang tinggi sering dijadikan dasar untuk prioritas pemeliharaan, rehabilitasi, atau peningkatan infrastruktur jalan agar pelayanan terhadap pengguna jalan tetap optimal. ([Lihat sumber Disini - binamarga.pu.go.id])

Kekasaran permukaan juga berkorelasi dengan biaya operasi kendaraan, konsumsi bahan bakar, dan tingkat kerusakan kendaraan akibat getaran dan gaya dinamis yang dihasilkan oleh permukaan jalan yang kasar. Evaluasi kinerja jalan dengan memasukkan parameter kekasaran tidak hanya membantu dalam pemeliharaan jangka pendek, tetapi juga perencanaan investasi infrastruktur jalan jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])


Kesimpulan

Kekasaran permukaan jalan adalah aspek fundamental dalam menilai kualitas dan kinerja jaringan transportasi yang berpengaruh besar terhadap kenyamanan berkendara dan keselamatan lalu lintas. Secara umum, kekasaran merujuk pada ketidakteraturan profil permukaan jalan yang dapat diukur secara objektif melalui indeks seperti IRI atau melalui penilaian visual seperti RCI dan SDI. Banyak faktor yang menyebabkan kekasaran, mulai dari kualitas konstruksi, beban lalu lintas, kondisi lingkungan, hingga desain geometrik jalan. Ketidakteraturan permukaan yang tinggi berpotensi menurunkan kenyamanan berkendara melalui peningkatan getaran dan beban dinamis pada kendaraan, serta meningkatkan risiko kecelakaan melalui penurunan kontrol kendaraan. Pengukuran kekasaran adalah elemen penting dalam evaluasi kinerja jalan yang menjadi dasar penentuan prioritas pemeliharaan dan perbaikan. Dengan pemantauan dan tindakan pemeliharaan yang tepat, kualitas permukaan jalan dapat ditingkatkan, yang pada gilirannya mendukung kenyamanan, keselamatan, dan efisiensi sistem transportasi secara keseluruhan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kekasaran permukaan jalan adalah tingkat ketidakrataan profil permukaan jalan yang menyimpang dari kondisi ideal yang rata, yang dapat dirasakan oleh kendaraan saat melintas dan memengaruhi kenyamanan serta keselamatan berkendara.

Kekasaran permukaan jalan disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kualitas konstruksi perkerasan, beban lalu lintas terutama kendaraan berat, kondisi lingkungan seperti curah hujan dan drainase, serta desain geometrik jalan yang kurang optimal.

Permukaan jalan yang kasar menyebabkan getaran dan guncangan pada kendaraan sehingga meningkatkan kelelahan pengemudi dan penumpang. Semakin tinggi tingkat kekasaran, semakin rendah tingkat kenyamanan berkendara.

Kekasaran permukaan jalan dapat mengurangi kontrol kendaraan, memperpanjang jarak pengereman, serta meningkatkan risiko selip dan kecelakaan, terutama pada kecepatan tinggi dan kondisi jalan basah.

Kekasaran permukaan jalan umumnya diukur menggunakan International Roughness Index (IRI) yang dihitung berdasarkan profil longitudinal jalan. Selain itu, terdapat metode visual seperti Road Condition Index (RCI) dan teknologi berbasis sensor untuk estimasi kekasaran.

Kekasaran permukaan merupakan indikator utama kinerja fungsional jalan yang digunakan untuk menilai kualitas pelayanan jalan, menentukan prioritas pemeliharaan, serta mendukung perencanaan rehabilitasi dan peningkatan infrastruktur jalan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Nilai IRI: Konsep, Pengukuran Kekasaran, dan Kualitas Jalan Nilai IRI: Konsep, Pengukuran Kekasaran, dan Kualitas Jalan Kerusakan Jalan: Konsep, Jenis Kerusakan, dan Penyebab Teknis Kerusakan Jalan: Konsep, Jenis Kerusakan, dan Penyebab Teknis Drainase Jalan: Konsep, Pengendalian Air, dan Perlindungan Perkerasan Drainase Jalan: Konsep, Pengendalian Air, dan Perlindungan Perkerasan Kapasitas Jalan: Konsep, Karakteristik Arus, dan Hambatan Samping Kapasitas Jalan: Konsep, Karakteristik Arus, dan Hambatan Samping Hambatan Samping: Konsep, Pengaruh Lalu Lintas, dan Kapasitas Hambatan Samping: Konsep, Pengaruh Lalu Lintas, dan Kapasitas Tebal Perkerasan: Konsep, Desain Struktur Jalan, dan Umur Rencana Tebal Perkerasan: Konsep, Desain Struktur Jalan, dan Umur Rencana Derajat Kejenuhan: Konsep, Tingkat Pelayanan, dan Kinerja Jalan Derajat Kejenuhan: Konsep, Tingkat Pelayanan, dan Kinerja Jalan SPK Pemetaan Kerusakan Jalan SPK Pemetaan Kerusakan Jalan Perkerasan Lentur: Konsep, Perilaku Material, dan Struktur Lapis Perkerasan Lentur: Konsep, Perilaku Material, dan Struktur Lapis Umur Rencana Jalan: Konsep, Beban Lalu Lintas, dan Ketahanan Umur Rencana Jalan: Konsep, Beban Lalu Lintas, dan Ketahanan Alur Perkerasan (Rutting): Konsep, Deformasi Permanen, dan Beban Lalu Lintas Alur Perkerasan (Rutting): Konsep, Deformasi Permanen, dan Beban Lalu Lintas Beban Lalu Lintas: Konsep, Repetisi Beban, dan Kerusakan Jalan Beban Lalu Lintas: Konsep, Repetisi Beban, dan Kerusakan Jalan Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Volume Lalu Lintas: Konsep, Arus Kendaraan, dan Kapasitas Volume Lalu Lintas: Konsep, Arus Kendaraan, dan Kapasitas Retak Perkerasan: Konsep, Mekanisme Retak, dan Penurunan Mutu Retak Perkerasan: Konsep, Mekanisme Retak, dan Penurunan Mutu Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif: Konsep, Risiko, dan Pencegahan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif: Konsep, Risiko, dan Pencegahan Mutu Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan Mutu Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan Daya Lekat Beton dan Baja: Konsep, Mekanisme Ikatan, dan Transfer Gaya Daya Lekat Beton dan Baja: Konsep, Mekanisme Ikatan, dan Transfer Gaya Perkerasan Kaku: Konsep, Distribusi Beban, dan Ketahanan Pelat Perkerasan Kaku: Konsep, Distribusi Beban, dan Ketahanan Pelat Beban Angin: Konsep, Tekanan Angin, dan Respons Struktur Beban Angin: Konsep, Tekanan Angin, dan Respons Struktur
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…