Terakhir diperbarui: 30 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 30 November). Penentuan Nilai p-Value: Interpretasi dan Contoh. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/penentuan-nilai-pvalue-interpretasi-dan-contoh  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Penentuan Nilai p-Value: Interpretasi dan Contoh - SumberAjar.com

Penentuan Nilai p-Value: Interpretasi dan Contoh

Pendahuluan

Pengujian hipotesis merupakan salah satu aspek penting dalam penelitian kuantitatif, baik di bidang ilmu sosial, kesehatan, pendidikan, maupun sains. Salah satu elemen kunci dalam pengujian hipotesis adalah nilai p-value, yang secara luas digunakan untuk membantu peneliti menentukan apakah hasil yang diperoleh dalam sampel cukup kuat untuk menolak hipotesis nol (null hypothesis). Pemahaman yang benar atas p-value sangat penting: jika salah diinterpretasikan, bisa menyebabkan kesimpulan penelitian yang menyesatkan. Artikel ini berupaya menjelaskan pengertian p-value secara umum, menurut definisi kamus dan para ahli, bagaimana cara interpretasinya, serta memberikan contoh konkret agar konsep ini lebih aplikatif dan tidak rawan kesalahpahaman.


Definisi p-Value

Definisi p-Value Secara Umum

Dalam statistika, p-value adalah probabilitas untuk memperoleh hasil uji (test statistic) sekadar atau lebih ekstrem daripada hasil yang sebenarnya diperoleh, dengan asumsi bahwa hipotesis nol (Hβ‚€) benar. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Dengan kata lain, p-value menunjukkan “seberapa konsisten” data yang diperoleh dengan asumsi bahwa tidak ada efek atau perbedaan yang dihipotesiskan. Semakin kecil p-value, semakin kecil kemungkinan hasil tersebut terjadi hanya karena kebetulan, dan oleh karena itu, semakin kuat alasan untuk menolak Hβ‚€. [Lihat sumber Disini - dqlab.id]

Definisi p-Value dalam KBBI

Karena p-value adalah istilah teknis dari statistika modern, saya tidak menemukan entri resmi dalam versi daring publik dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang langsung mendefinisikan “p-value” sebagai istilah statistik. Istilah ini lebih banyak dijelaskan dalam literatur statistik atau metode penelitian daripada dalam kamus umum. Oleh sebab itu, untuk keperluan penulisan akademis sering digunakan definisi dari literatur statistik, bukan kamus umum.

Definisi p-Value Menurut Para Ahli

Berikut ini beberapa pendapat dari literatur/statistik yang mendefinisikan p-value:

  • Menurut referensi “Statistik: Panduan Praktis untuk Analisis Data”, p-value adalah ukuran signifikansi statistik untuk membantu menentukan apakah hasil uji “bermakna” atau hanya kebetulan. [Lihat sumber Disini - repository.mediapenerbitindonesia.com]
  • Menurut sumber pengantar data analysis, p-value mengukur probabilitas bahwa hasil yang diamati (atau yang lebih ekstrem) terjadi jika asumsi bahwa tidak ada efek benar. Semakin kecil p-value, semakin kuat bukti terhadap hipotesis alternatif. [Lihat sumber Disini - dqlab.id]
  • Literatur praktis statistik menyebut bahwa p-value dapat dianggap sebagai probabilitas “kesalahan” jika kita menolak Hβ‚€, yaitu, kemungkinan bahwa hasil yang diamati bisa terjadi meskipun Hβ‚€ benar. [Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id]
  • Artikel panduan statistik populer juga menyatakan bahwa p-value membantu menilai apakah hasil penelitian “signifikan secara statistik”, dan penting dicatat bahwa signifikansi statistik bukan sama dengan signifikansi praktis atau klinis. [Lihat sumber Disini - roegan.com]

Interpretasi dan Penentuan p-Value

Tingkat Signifikansi (α) dan Perbandingan dengan p-Value

Dalam pengujian hipotesis, peneliti biasanya menetapkan terlebih dahulu ambang signifikansi (significance level), yang disebut α, contohnya 0,05 (5%) atau 0,01 (1%). [Lihat sumber Disini - hmpsstatistikafmipaunm.com]
Setelah analisis data menghasilkan nilai p-value, p-value tersebut dibandingkan dengan α:

Makna Signifikansi Statistik vs. Signifikansi Praktis

Perlu dipahami bahwa p-value hanya menunjukkan signifikansi statistik, yaitu seberapa konsisten data dengan Hβ‚€. P-value tidak mengukur besar efek (effect size), manfaat praktis, atau relevansi klinis. [Lihat sumber Disini - roegan.com]
Sebagai contoh, dalam studi dengan sampel besar, bahkan efek kecil sekalipun bisa menghasilkan p-value sangat kecil (signifikan secara statistik), padahal efeknya secara praktis mungkin tidak berarti banyak. Sebaliknya, di sampel kecil bisa jadi p-value tidak signifikan meskipun efek praktis cukup besar, hal ini karena keterbatasan daya analisis (statistical power). [Lihat sumber Disini - roegan.com]

Catatan: p-Value Bukan Probabilitas Hipotesis

Satu kesalahpahaman umum: p-value bukan probabilitas bahwa Hβ‚€ benar atau probabilitas bahwa data terjadi secara kebetulan saja. p-value adalah probabilitas memperoleh data (atau lebih ekstrem) dengan asumsi Hβ‚€ benar. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Dengan demikian, p-value tidak memberikan probabilitas langsung bahwa hipotesis alternatif benar, atau bahwa efek yang diukur benar-benar ada di populasi, hanya memberi indikasi apakah data yang diamati konsisten dengan Hβ‚€ atau tidak.


Contoh Penerapan p-Value dalam Penelitian

Misalnya dalam sebuah penelitian tentang pengaruh “keaktifan organisasi mahasiswa” terhadap “kesiapan kerja alumni”. Di penelitian tersebut, diperoleh hasil bahwa korelasi antara keaktifan organisasi dan kesiapan kerja adalah signifikan, dengan p-value = 0,00 < 0,05 → maka peneliti menyimpulkan ada pengaruh positif dan signifikan antara keaktifan organisasi terhadap kesiapan kerja. [Lihat sumber Disini - jurnal.uns.ac.id]

Contoh lain: penelitian pasar/pembelian kopi, jika dalam analisis didapatkan p-value < 0,05, maka variabel independen dianggap berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. [Lihat sumber Disini - jurnal.uns.ac.id]

Dalam pengujian uji normalitas atau validitas soal dalam pendidikan juga sering digunakan p-value: misalnya, butir soal dikatakan valid jika nilai p-value lebih besar dari taraf signifikansi (α = 0,05). [Lihat sumber Disini - jurnal.pnj.ac.id]


Keterbatasan & Kesalahpahaman Umum tentang p-Value

  • Banyak peneliti salah mengartikan p-value sebagai “peluang bahwa hasil penelitian benar”, padahal p-value hanya menunjukkan konsistensi data dengan Hβ‚€. [Lihat sumber Disini - risetku.com]
  • Signifikansi statistik (p-value kecil) tidak selalu sama dengan signifikan secara praktis, efek mungkin terlalu kecil untuk memiliki implikasi nyata. [Lihat sumber Disini - roegan.com]
  • Jika sampel sangat besar, akan sangat mudah mendapatkan p-value kecil walau efek kecil; sebaliknya, sampel kecil bisa membuat p-value tidak signifikan walau efek besar, ini menyulitkan interpretasi jika hanya mengandalkan p-value. [Lihat sumber Disini - roegan.com]

Karena itu, praktik terbaik dalam penelitian adalah melengkapi p-value dengan ukuran efek (effect size), interval kepercayaan (confidence interval), serta mempertimbangkan relevansi praktis/klinis hasil. [Lihat sumber Disini - roegan.com]


Kesimpulan

p-Value adalah tools penting dalam statistika untuk membantu menilai apakah hasil penelitian cukup kuat, secara statistik, untuk menolak hipotesis nol. Nilai ini mengukur probabilitas mendapatkan hasil seperti yang diamati (atau lebih ekstrem) jika asumsi bahwa tidak ada efek/perbedaan benar. Namun, p-value bukan ukuran kebenaran hipotesis, bukan ukuran kekuatan efek, dan bukan penentu relevansi praktis.

Untuk itu, interpretasi hasil penelitian penuh sebaiknya tidak hanya mengandalkan p-value, tetapi juga mempertimbangkan ukuran efek, konteks penelitian, serta relevansi praktis atau klinis hasil. Dengan pemahaman dan pelaporan yang tepat, p-value dapat digunakan secara bijak dan memberi kontribusi signifikan pada validitas penelitian.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

p-value adalah probabilitas untuk memperoleh hasil uji yang sama atau lebih ekstrem dari data yang diamati dengan asumsi bahwa hipotesis nol benar. Nilai ini digunakan untuk menentukan apakah suatu hasil signifikan secara statistik.

p-value ditafsirkan dengan membandingkannya dengan tingkat signifikansi (alpha). Jika p-value lebih kecil dari alpha, maka hipotesis nol ditolak dan hasil penelitian dianggap signifikan secara statistik.

p-value < 0.05 berarti kemungkinan hasil tersebut terjadi karena kebetulan sangat kecil jika hipotesis nol benar. Karena itu, hasil penelitian dianggap signifikan secara statistik dan H0 ditolak.

p-value adalah ukuran probabilitas berdasarkan data, sedangkan signifikansi statistik adalah keputusan akhir yang dibuat berdasarkan perbandingan p-value dengan tingkat signifikansi. Signifikansi statistik tidak selalu berarti signifikan secara praktis.

Tidak. p-value tidak mengukur besarnya efek atau relevansi praktis. Untuk mengukur kekuatan efek, diperlukan analisis seperti effect size atau interval kepercayaan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Interpretasi: Pengertian, Tahap, dan Contoh dalam Penelitian beserta Sumber [PDF] Interpretasi: Pengertian, Tahap, dan Contoh dalam Penelitian beserta Sumber [PDF] Hubungan Ilmu dan Nilai: Kajian Filosofis Hubungan Ilmu dan Nilai: Kajian Filosofis SPK Penentuan Harga Sewa Peralatan SPK Penentuan Harga Sewa Peralatan SPK Penentuan Lokasi Usaha Baru SPK Penentuan Lokasi Usaha Baru Interpretasi Data: Definisi, Langkah, dan Contoh dalam Penelitian Ilmiah Interpretasi Data: Definisi, Langkah, dan Contoh dalam Penelitian Ilmiah SPK Penentuan Harga Produk UMKM SPK Penentuan Harga Produk UMKM Interpretasi Korelasi Pearson dan Spearman Interpretasi Korelasi Pearson dan Spearman Uji Normalitas: Definisi, Langkah, dan Contoh dalam Statistik Uji Normalitas: Definisi, Langkah, dan Contoh dalam Statistik Penelitian Hermeneutik: Prinsip dan Tahapan Penelitian Hermeneutik: Prinsip dan Tahapan Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Jurusan Siswa Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Jurusan Siswa SPK Penentuan Tingkat Kelayakan Restoran SPK Penentuan Tingkat Kelayakan Restoran SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif Perubahan Nilai Sosial: Konsep dan Dinamika Masyarakat Perubahan Nilai Sosial: Konsep dan Dinamika Masyarakat Pengujian Normalitas dengan Shapiro-Wilk Pengujian Normalitas dengan Shapiro-Wilk Analisis Mann-Whitney U: Contoh dan Interpretasi Analisis Mann-Whitney U: Contoh dan Interpretasi Uji t-Test Independen: Pengertian dan Cara Menghitungnya Uji t-Test Independen: Pengertian dan Cara Menghitungnya SPK Penentuan Kandidat Penerima Bantuan Sosial SPK Penentuan Kandidat Penerima Bantuan Sosial Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov SPK Penentuan Pola Belajar Siswa SPK Penentuan Pola Belajar Siswa Nilai Ilmiah: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya Nilai Ilmiah: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…