Terakhir diperbarui: 15 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 15 December). Pengetahuan tentang Antioksidan dan Fungsinya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/pengetahuan-tentang-antioksidan-dan-fungsinya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Pengetahuan tentang Antioksidan dan Fungsinya - SumberAjar.com

Pengetahuan tentang Antioksidan dan Fungsinya

Pendahuluan

Antioksidan merupakan topik penting dalam kesehatan masyarakat modern, terutama karena perannya dalam menjaga keseimbangan biologis tubuh dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Stres oksidatif yang dihasilkan oleh radikal bebas merupakan faktor utama dalam perkembangan penyakit degeneratif seperti kanker, penyakit kardiovaskular, dan penuaan dini; hal ini membuat pemahaman tentang antioksidan semakin relevan dalam konteks nutrisi dan pola hidup sehat. Artinya, selain sebagai molekul kimia, antioksidan juga merupakan bagian dari strategi pencegahan dan promosi kesehatan yang terus diteliti di berbagai disiplin ilmu, termasuk kedokteran, gizi, dan ilmu pangan. Pemahaman yang komprehensif tentang antioksidan, jenisnya, sumber alaminya dari pangan, serta hubungan pengetahuan dengan pola konsumsi menjadi fondasi penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan nutrisi yang lebih sehat dan berbasis bukti.


Definisi Antioksidan

Definisi Antioksidan Secara Umum

Antioksidan secara umum merujuk pada senyawa yang mampu menunda, memperlambat, atau mencegah reaksi oksidasi pada molekul lain. Proses oksidasi sendiri adalah reaksi kimia yang menghasilkan radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat merusak sel, sehingga antioksidan berperan sebagai “penangkal” utama dalam menghadapi kerusakan tersebut. Dalam konteks biologi manusia, antioksidan membantu menjaga homeostasis seluler dengan menetralkan radikal bebas dan meminimalkan stres oksidatif yang dapat mempercepat penuaan dan memicu berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker. Hal ini didukung oleh penelitian yang menyatakan bahwa antioksidan dapat menangkal molekul bebas dan mencegah penyakit degeneratif melalui mekanisme pendonoran elektron untuk menghentikan reaksi berantai radikal bebas. [Lihat sumber Disini - journalofmedula.com]

Definisi Antioksidan dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), antioksidan diartikan sebagai zat yang dapat menghambat oksidasi. Oksidasi merupakan proses kimia di mana molekul kehilangan elektron, dan dalam konteks biologi dapat menghasilkan radikal bebas yang memicu kerusakan sel. Dengan demikian, antioksidan diklasifikasikan sebagai substansi yang berfungsi sebagai pencegah atau penghambat reaksi oksidatif tersebut. KBBI sendiri menyatakan antioksidan sebagai unsur penting dalam ilmu gizi dan kesehatan karena sifatnya yang melindungi komponen sel dari kerusakan oksidatif (sumber dari KBBI daring).

Definisi Antioksidan Menurut Para Ahli

Beberapa ahli mendeskripsikan antioksidan sebagai berikut:

  1. Dr. C. Zehiroglu menyatakan bahwa antioksidan adalah kelompok senyawa yang menetralkan radikal bebas dan spesies oksigen reaktif di dalam sel, sehingga berperan penting dalam memerangi stres oksidatif. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Ida Ayu Putu Widiasriani dkk. menjelaskan antioksidan sebagai senyawa yang dapat mencegah proliferasi radikal bebas dengan mekanisme seperti penghambatan pembentukan ROS (Reactive Oxygen Species) dan eliminasi spesies berbahaya tersebut di dalam tubuh, khususnya melalui senyawa metabolit sekunder dalam tumbuhan seperti flavonoid. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]

  3. Ramadhani (2022) dalam kajiannya menyebut antioksidan adalah substansi yang stabil secara kimia sehingga mampu mendonorkan elektron atau atom hidrogen kepada molekul radikal bebas, menetralkan mereka dan menghentikan kerusakan berantai akibat stres oksidatif. [Lihat sumber Disini - jurnal.umj.ac.id]

  4. Artikel analisis aktivitas antioksidan mendeskripsikan antioksidan sebagai senyawa yang dapat menunda atau menghambat reaksi oksidatif dalam tubuh, umumnya ditemukan dalam sayur, buah, dan tumbuhan lainnya yang kaya bioaktif seperti polifenol. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]


Jenis Antioksidan dan Perannya dalam Tubuh

Antioksidan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis utama berdasarkan asal dan sifat kimianya:

1. Antioksidan Endogen (Diproduksi Tubuh)

Tubuh manusia memiliki sistem pertahanan antioksidan endogen yang berfungsi melindungi sel dari kerusakan oksidatif secara internal. Contohnya termasuk enzim seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase (GPx) yang bekerja secara sinergis untuk menetralisir spesies radikal bebas yang terbentuk selama proses metabolisme normal. Ketika produksi radikal bebas meningkat melebihi kapasitas sistem ini, maka tubuh memerlukan antioksidan eksogen tambahan dari makanan. [Lihat sumber Disini - semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id]

2. Antioksidan Eksogen (Diperoleh dari Makanan)

Antioksidan eksogen merupakan senyawa yang diperoleh dari luar tubuh, terutama melalui pangan. Vitamin A, C, dan E merupakan contoh antioksidan yang secara luas dikenal karena perannya dalam menjaga fungsi sistem imun serta melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Vitamin C, misalnya, bekerja sebagai antioksidan larut air yang membantu menangkal radikal bebas di plasma dan sel, sedangkan vitamin E yang larut dalam lemak berfungsi dalam melindungi membran sel dari oksidasi lipid. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

3. Senyawa Fitokimia / Bioaktif

Banyak senyawa antioksidan alami berasal dari tumbuhan, terutama polifenol seperti flavonoid, katekin, tanin, dan komponen fenolik lainnya yang memiliki potensi kuat dalam melawan radikal bebas. Flavonoid, misalnya, tidak hanya menghambat pembentukan ROS tetapi juga meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen melalui berbagai mekanisme biokimia. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]
Peran utama antioksidan dalam tubuh meliputi:

Antioxidant types can also be synthetic or natural, but natural antioxidants are often preferred in health contexts because of their multifunctional effects and origin from diet or plant sources. [Lihat sumber Disini - journals2.ums.ac.id]


Tingkat Pemahaman Masyarakat tentang Antioksidan

Pemahaman masyarakat mengenai antioksidan bervariasi secara signifikan tergantung pada faktor pendidikan, akses informasi, dan pengalaman pribadi dengan isu nutrisi dan kesehatan. Sejumlah studi menyatakan bahwa pemahaman masyarakat tentang antioksidan masih terbatas, terutama dalam konteks pengetahuan tentang fungsi sebenarnya dan penerapan dalam pola makan sehari-hari.

Beberapa penelitian pengabdian masyarakat di Indonesia menunjukkan bahwa pemahaman terhadap antioksidan, khususnya sebagai senyawa yang melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif, masih perlu ditingkatkan melalui edukasi yang lebih intensif, karena banyak masyarakat belum sepenuhnya memahami konsep dan manfaatnya. [Lihat sumber Disini - jurnal.seaninstitute.or.id]

Penelitian survei dari luar negeri juga memperlihatkan fenomena serupa: dalam beberapa studi, hanya sebagian responden yang mengetahui istilah “antioxidant” dan fungsinya dalam kesehatan, serta kesadaran mengenai konsumsi buah dan sayuran kaya antioksidan masih belum merata di seluruh kelompok populasi. Studi lain melaporkan bahwa pengetahuan terkait antioksidan cenderung meningkat pada kelompok dengan pendidikan lebih tinggi atau yang memiliki keakraban dengan isu nutrisi dan kesehatan. [Lihat sumber Disini - jetir.org]

Secara keseluruhan, meskipun istilah antioksidan mungkin dikenal luas di media populer, pemahaman mendalam mengenai fungsinya dan bagaimana mempraktikkannya melalui pola makan harian masih menunjukkan gap pengetahuan yang perlu dijembatani oleh edukasi kesehatan dan strategi komunikasi publik yang efektif.


Sumber Antioksidan Alami dari Pangan

Sumber pangan antioksidan alami sangat beragam dan mencakup berbagai kelompok makanan, terutama yang berasal dari tumbuhan. Beberapa sumber utama antioksidan alami antara lain:

1. Buah-buahan, Banyak buah kaya akan vitamin C dan polifenol seperti jeruk, strawberries, blueberries, mangga, apel, dan lain-lain yang telah lama diidentifikasi sebagai sumber antioksidan penting. Vitamin C dalam buah membantu menangkal radikal bebas dalam plasma dan jaringan tubuh. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

2. Sayuran, Sayuran hijau gelap dan berwarna cerah seperti kale, brokoli, bayam, paprika, dan ubijalar kaya akan vitamin A (beta-karoten), vitamin C, serta senyawa fitokimia seperti flavonoid yang berperan sebagai antioksidan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

3. Kacang-kacangan & Biji-bijian, Almond, kacang tanah, biji bunga matahari, dan kacang lainnya juga merupakan sumber vitamin E yang memiliki aktivitas antioksidan kuat, terutama dalam melindungi lipid dari oksidasi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

4. Rempah dan Herbal, Banyak rempah tradisional seperti kunyit, jahe, dan rosemary mengandung senyawa aktif seperti kurkumin dan polifenol yang menunjukkan aktivitas antioksidan dalam uji laboratorium dan penelitian klinis. [Lihat sumber Disini - semnas.biologi.fmipa.unp.ac.id]

Sumber-sumber alami ini tidak hanya menyediakan satu jenis antioksidan tetapi kombinasi berbagai senyawa bioaktif yang bekerja secara sinergis, sehingga diet beragam pada umumnya memberikan manfaat antioksidan yang lebih komprehensif daripada suplemen tunggal. [Lihat sumber Disini - exonpublications.com]


Hubungan Pengetahuan dengan Pola Konsumsi

Pengetahuan yang baik tentang antioksidan cenderung berhubungan erat dengan pola konsumsi makanan sehat yang mendukung asupan antioksidan. Individu yang memahami pentingnya antioksidan secara umum lebih mungkin memilih pola makan yang kaya buah, sayuran, biji-bijian, dan sumber nabati lainnya, makanan yang dikenal kaya antioksidan serta nutrisi penting lain seperti serat, vitamin, dan mineral.

Berdasarkan temuan penelitian di berbagai konteks, pola diet yang kaya antioksidan sering terkait dengan pola makan berawalan nabati dan beragam jenis buah dan sayur, dibandingkan dengan pola makan yang tinggi lemak jenuh atau olahan. Pola makan seperti itu telah dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah dan kesejahteraan jangka panjang. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Tingkat pemahaman yang rendah tentang fungsi antioksidan dapat menjadi hambatan dalam adopsi pola makan sehat tersebut, karena tanpa kesadaran akan manfaatnya, konsumsi buah dan sayuran yang kaya antioksidan sering kali tidak menjadi prioritas. Edukasi gizi yang efektif dapat membantu individu memahami hubungan antara antioksidan, kesehatan, dan pilihan makanan, sehingga mendorong pola konsumsi yang lebih bermanfaat secara biokimia maupun kesehatan jangka panjang.


Peran Edukasi Gizi dalam Pemenuhan Antioksidan

Edukasi gizi memainkan peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang konsep antioksidan dan bagaimana menerapkannya dalam pola konsumsi sehari-hari. Program edukasi yang efektif dapat membantu menjembatani gap antara pengetahuan ilmiah dan praktik konsumsi makanan sehat di masyarakat. Edukasi gizi yang terpadu biasanya mencakup:

  • Pengetahuan dasar tentang antioksidan dan fungsinya dalam mencegah stres oksidatif,

  • Informasi tentang sumber pangan antioksidan alami yang mudah diakses,

  • Strategi konsumsi makanan yang seimbang dan beragam untuk meningkatkan intake antioksidan.

Dalam studi pelatihan kesehatan dan penyuluhan masyarakat, pendekatan yang melibatkan demonstrasi langsung, materi cetak, serta penyuluhan berbasis komunitas telah terbukti meningkatkan pengetahuan serta kesadaran mereka tentang manfaat antioksidan. Hal ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pengetahuan tetapi juga perubahan perilaku konsumsi makanan yang lebih sehat. [Lihat sumber Disini - journal.unjani.ac.id]


Kesimpulan

Antioksidan merupakan senyawa penting yang berperan dalam menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan sel akibat stres oksidatif. Definisi antioksidan mencakup konsep kimia dan biologis, serta diakui oleh berbagai ahli dan literatur ilmiah sebagai bagian fundamental dari pertahanan seluler terhadap oksidasi. Antioksidan terdiri dari antioksidan endogen yang diproduksi tubuh dan antioksidan eksogen yang diperoleh dari pangan, terutama sayur, buah, rempah, kacang, dan biji-bijian.

Tingkat pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan manfaat antioksidan secara umum masih beragam dan memerlukan intervensi edukatif guna memperbaiki pola konsumsi yang mendukung kesehatan jangka panjang. Edukasi gizi menjadi elemen kunci dalam upaya tersebut, sebab meningkatkan wawasan tentang antioksidan secara langsung memengaruhi pilihan makanan sehat dan pola konsumsi yang kaya akan nutrisi penting.

Dengan demikian, pemahaman yang meningkat tentang antioksidan dapat meningkatkan kesadaran publik untuk mengadopsi pola makan seimbang yang kaya sumber alami antioksidan, yang pada akhirnya berkontribusi pada pencegahan penyakit kronis dan peningkatan kesehatan populasi secara keseluruhan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Antioksidan adalah senyawa yang berfungsi menghambat atau menetralkan radikal bebas dalam tubuh sehingga dapat mencegah kerusakan sel dan menurunkan risiko penyakit degeneratif.

Antioksidan penting karena mampu melindungi sel dari stres oksidatif, menjaga fungsi sistem imun, memperlambat proses penuaan, serta berperan dalam pencegahan berbagai penyakit kronis.

Jenis antioksidan meliputi antioksidan endogen yang diproduksi oleh tubuh dan antioksidan eksogen yang diperoleh dari makanan seperti vitamin C, vitamin E, beta-karoten, flavonoid, dan polifenol.

Sumber antioksidan alami dapat ditemukan pada buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, serta rempah-rempah seperti kunyit dan jahe yang kaya senyawa bioaktif.

Pengetahuan yang baik tentang antioksidan berpengaruh positif terhadap pola makan, karena individu cenderung memilih makanan sehat yang kaya antioksidan untuk mendukung kesehatan jangka panjang.

Edukasi gizi berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang fungsi antioksidan, sumber pangan yang tepat, serta mendorong perubahan perilaku konsumsi menuju pola makan seimbang.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Perilaku Konsumsi Suplemen Antioksidan Perilaku Konsumsi Suplemen Antioksidan Hubungan Asupan Vitamin C dengan Efektivitas Antioksidan Hubungan Asupan Vitamin C dengan Efektivitas Antioksidan Pengaruh Gizi Mikronutrien terhadap Kesehatan Kulit Pengaruh Gizi Mikronutrien terhadap Kesehatan Kulit Diet Nabati: Konsep, Manfaat Kesehatan, dan Keberlanjutan Diet Nabati: Konsep, Manfaat Kesehatan, dan Keberlanjutan Penggunaan Obat Herbal untuk Anti-Stres Penggunaan Obat Herbal untuk Anti-Stres Pola Minum Teh dan Dampaknya pada Kesehatan Pola Minum Teh dan Dampaknya pada Kesehatan Pengetahuan Masyarakat tentang Vitamin Larut Lemak Pengetahuan Masyarakat tentang Vitamin Larut Lemak Pola Penggunaan Obat Herbal Anti-Inflamasi Pola Penggunaan Obat Herbal Anti-Inflamasi Risiko Interaksi Suplemen-Obat Risiko Interaksi Suplemen-Obat Factorial Design Factorial Design Pola Makan Berbasis Nabati Pola Makan Berbasis Nabati UML: Jenis Diagram dan Fungsinya UML: Jenis Diagram dan Fungsinya Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Buah Harian Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Buah Harian Pengetahuan Ibu tentang Zat Aditif dalam Makanan Pengetahuan Ibu tentang Zat Aditif dalam Makanan Diet Mediterania: Pengetahuan dan Penerapan Diet Mediterania: Pengetahuan dan Penerapan Kearifan Lokal: Konsep dan Fungsinya dalam Masyarakat Kearifan Lokal: Konsep dan Fungsinya dalam Masyarakat Epistemologi: Pengertian, Ruang Lingkup, dan Contoh dalam Ilmu Pengetahuan Epistemologi: Pengertian, Ruang Lingkup, dan Contoh dalam Ilmu Pengetahuan Pola Konsumsi Buah pada Anak Sekolah Pola Konsumsi Buah pada Anak Sekolah Pengetahuan Pasien terhadap Obat Anti-Inflamasi Pengetahuan Pasien terhadap Obat Anti-Inflamasi Pola Konsumsi Suplemen Vitamin Harian Pola Konsumsi Suplemen Vitamin Harian
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…