Terakhir diperbarui: 15 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 15 December). Hubungan Asupan Vitamin C dengan Efektivitas Antioksidan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/hubungan-asupan-vitamin-c-dengan-efektivitas-antioksidan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Hubungan Asupan Vitamin C dengan Efektivitas Antioksidan - SumberAjar.com

Hubungan Asupan Vitamin C dengan Efektivitas Antioksidan

Pendahuluan

Vitamin C atau asam askorbat merupakan salah satu mikronutrien esensial yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan tubuh manusia. Vitamin ini tidak dapat disintesis oleh tubuh manusia sehingga harus dipenuhi melalui asupan makanan sehari-hari dari buah-buahan dan sayuran segar seperti jeruk, paprika, stroberi, dan brokoli. Vitamin C dikenal luas karena kemampuannya sebagai antioksidan kuat yang mampu menetralisir radikal bebas dan mengurangi kerusakan oksidatif dalam tubuh, yang merupakan salah satu faktor penyebab berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, dan gangguan degeneratif lainnya. Keefektifan vitamin C dalam menjalankan fungsi antioksidannya sangat terkait dengan asupan harian yang adekuat dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi absorpsinya. Artikel ini membahas hubungan antara asupan vitamin C dengan efektivitas perannya sebagai antioksidan serta implikasi kesehatannya berdasarkan temuan ilmiah terbaru.


Definisi Hubungan Asupan Vitamin C dengan Efektivitas Antioksidan

Definisi Hubungan Asupan Vitamin C dengan Efektivitas Antioksidan Secara Umum

Hubungan antara asupan vitamin C dan efektivitasnya sebagai antioksidan adalah interaksi antara nutrisi yang dikonsumsi melalui makanan atau suplemen dengan kemampuan vitamin C dalam mencegah stres oksidatif di dalam tubuh. Secara umum, semakin tinggi asupan vitamin C yang mencapai kadar plasma yang optimal, semakin efektif pula kemampuannya untuk mendonorkan elektron kepada radikal bebas sehingga menetralisir reaktivitasnya dan mencegah kerusakan pada protein, lipid, dan DNA. Vitamin C berfungsi sebagai molekul antioksidan larut air yang secara langsung bereaksi dengan radikal bebas, seperti anion superoksida dan radikal hidroksil, serta ikut serta dalam regenerasi antioksidan lain seperti vitamin E ke bentuk aktifnya. Mekanisme ini penting untuk menjaga keseimbangan redoks dalam sel dan jaringan sehingga dapat mencegah kerusakan oksidatif yang berkontribusi pada berbagai kondisi penyakit. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Definisi Hubungan Asupan Vitamin C dengan Efektivitas Antioksidan dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), antioksidan adalah zat yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi suatu zat, seperti vitamin C yang dapat mencegah proses oksidasi dalam tubuh dengan cara menghentikan atau menetralkan radikal bebas yang membahayakan sel dan jaringan. Sedangkan hubungan asupan dengan efektivitas merujuk pada keterkaitan antara jumlah vitamin C yang dikonsumsi dan kemampuan vitamin tersebut bekerja secara optimal dalam sistem biologis tubuh sebagai antioksidan. Definisi ini menekankan keterkaitan fungsional dan kuantitatif antara konsumsi nutrisi dan dampaknya terhadap mekanisme fisiologis antioksidan. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Definisi Hubungan Asupan Vitamin C dengan Efektivitas Antioksidan Menurut Para Ahli

  1. Carr & Maggini (2017): Vitamin C merupakan antioksidan kuat yang melindungi sel dari kerusakan oksidatif dengan cara menetralisir radikal bebas serta membantu regenerasi antioksidan lain seperti vitamin E, sehingga berperan penting dalam sistem pertahanan antioksidan tubuh. [Lihat sumber Disini - journal.tritunas.ac.id]

  2. Dosedฤ›l et al. (2021): Vitamin C berperan sebagai antioksidan penting dalam tubuh yang melibatkan mekanisme donasi elektron untuk menetralisir radikal bebas dan mengatur keseimbangan redoks dalam proses metabolisme sel. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  3. Alberts et al. (2025): Vitamin C tidak hanya sebagai antioksidan tetapi juga merupakan kofaktor dalam biosintesis kolagen dan berbagai proses metabolik, menunjukkan keterkaitan antara asupan vitamin C dan efektivitas fungsinya di berbagai jalur biokimia. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  4. Napitupulu et al. (2025): Vitamin C dapat meningkatkan mikrosirkulasi, memperbaiki fungsi imun, dan bertindak sebagai antioksidan protektif dalam kondisi sepsis akibat infeksi, menunjukkan bahwa efektivitas antioksidan vitamin C juga berkaitan dengan konteks fisiologis dan keadaan patologis. [Lihat sumber Disini - jurnal.fkm.untad.ac.id]


Peran Vitamin C sebagai Antioksidan

Vitamin C dikenal luas sebagai salah satu antioksidan penting dalam tubuh manusia. Antioksidan adalah molekul yang memberikan elektron kepada radikal bebas yang sangat reaktif sehingga menetralkan kemampuannya untuk merusak struktur seluler seperti lipid, protein, dan DNA. Vitamin C memiliki struktur kimia yang memungkinkan donasi elektron sehingga dapat menghentikan reaksi berantai oksidasi yang dihasilkan oleh radikal bebas yang terbentuk selama proses metabolisme normal dan paparan lingkungan seperti radiasi UV, polusi, dan merokok. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Sistem pertahanan antioksidan tubuh manusia terdiri dari antioksidan endogen seperti enzim superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase, serta antioksidan eksogen yang diperoleh dari nutrisi seperti vitamin C dan E. Vitamin C turut serta dalam regenerasi antioksidan lain, termasuk vitamin E, sehingga sinergi antara berbagai antioksidan ini menjadi kunci dalam mempertahankan keseimbangan redoks tubuh. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Peran utama vitamin C sebagai antioksidan mencakup kemampuan untuk langsung menetralisir berbagai spesies oksigen reaktif (reactive oxygen species/ROS), termasuk anion superoksida dan radikal hidroksil. Vitamin C juga membantu menghambat peroksidasi lipid, yang merupakan proses oksidasi lemak dalam membran sel yang dapat menyebabkan disfungsi sel dan peradangan kronis apabila tidak dikendalikan. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Selain itu, vitamin C juga berperan dalam beberapa penelitian klinis dan eksperimental yang menunjukkan bahwa suplementasi vitamin C dapat menurunkan biomarker stres oksidatif, seperti malondialdehida (MDA), serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan tubuh, terutama setelah kondisi stres oksidatif meningkat seperti setelah latihan fisik berat. [Lihat sumber Disini - jim.unisma.ac.id]


Sumber Vitamin C dalam Pola Makan

Vitamin C hanya dapat diperoleh dari makanan atau suplemen karena manusia tidak dapat mensintesisnya sendiri. Sumber makanan kaya vitamin C terutama mencakup buah-buahan dan sayuran segar seperti jeruk, lemon, kiwi, stroberi, paprika, brokoli, dan bayam. Kandungan vitamin C dalam makanan segar ini umumnya stabil jika dikonsumsi mentah atau dengan teknik masak yang mempertahankan nutrisi seperti steaming. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya buah dan sayuran tidak hanya meningkatkan asupan vitamin C tetapi juga meningkatkan kapasitas antioksidan total tubuh, yang berkaitan dengan penurunan risiko penyakit terkait stres oksidatif seperti penyakit kardiovaskular dan beberapa kanker. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Penting untuk memastikan variasi sumber makanan dalam pola makan harian untuk memenuhi kebutuhan vitamin C, termasuk memasukkan berbagai jenis buah dan sayuran dalam menu makanan sehari-hari, mengingat tubuh tidak menyimpannya dalam jumlah besar. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]


Hubungan Asupan Vitamin C dengan Stres Oksidatif

Stres oksidatif terjadi ketika terjadi ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan kapasitas antioksidan tubuh untuk menetralisirnya. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan kerusakan oksidatif pada molekul biologis penting seperti DNA, protein, dan lipid, yang selanjutnya meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti aterosklerosis, diabetes, dan beberapa jenis kanker. [Lihat sumber Disini - journal.unesa.ac.id]

Asupan vitamin C yang adekuat berperan penting dalam mengurangi stres oksidatif. Vitamin C dapat bertindak sebagai molekul antioksidan dengan menyumbangkan elektron untuk menetralisir radikal bebas, sehingga menghentikan reaksi berantai oksidasi yang merusak sel. Bukti dari kajian literatur menunjukkan bahwa suplementasi vitamin C pada kondisi stres induksi seperti aktivitas fisik berat dapat meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen dan menurunkan biomarker stres oksidatif seperti malondialdehida (MDA), indikator kerusakan lipid akibat oksidasi. [Lihat sumber Disini - jim.unisma.ac.id]

Sejumlah penelitian observasional juga menunjukkan bahwa diet yang kaya vitamin C terkait dengan peningkatan kapasitas antioksidan dalam tubuh, meskipun hubungan kausal antara asupan vitamin C dan penurunan kejadian penyakit kronis akibat stres oksidatif masih memerlukan studi lebih lanjut. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Vitamin C

Penyerapan vitamin C di usus dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk jumlah asupan, interaksi dengan nutrien lain, serta kondisi fisiologis tubuh. Vitamin C diserap melalui transport aktif di usus halus, dan pada dosis tinggi, transportasi ini dapat mencapai kejenuhan sehingga hanya sebagian kecil saja yang benar-benar diserap ke dalam sirkulasi darah. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Faktor lain yang mempengaruhi penyerapan mencakup status kesehatan individu, usia, dan konsumsi alkohol atau merokok, yang diketahui meningkatkan kebutuhan antioksidan dan dapat menurunkan penyerapan serta retensi vitamin C dalam tubuh. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Asupan makanan yang seimbang dan konsumsi buah serta sayuran secara rutin membantu memastikan kadar vitamin C plasma tetap optimal, yang pada gilirannya mendukung fungsi antioksidan dalam tubuh. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]


Dampak Kekurangan Vitamin C terhadap Kesehatan

Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan sejumlah efek kesehatan negatif. Defisiensi kronis vitamin C dapat berujung pada skorbut, suatu kondisi yang ditandai oleh gejala seperti kelelahan, perdarahan gusi, nyeri sendi, dan gangguan penyembuhan luka karena kolagen tidak dapat disintesis secara efektif tanpa vitamin C. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Kekurangan vitamin C juga berkaitan dengan meningkatnya stres oksidatif karena menurunnya kapasitas antioksidan tubuh, yang dapat memicu atau memperburuk kondisi penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, gangguan metabolic, dan gangguan imun. Kekurangan jangka panjang dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, menyulitkan tubuh dalam menghadapi infeksi dan meningkatkan risiko peradangan kronis. [Lihat sumber Disini - journal.um-surabaya.ac.id]


Kesimpulan

Hubungan antara asupan vitamin C dan efektivitasnya sebagai antioksidan sangat penting dalam konteks kesehatan manusia. Vitamin C berperan sebagai antioksidan larut air yang efektif dalam menetralisir radikal bebas dan membantu regenerasi antioksidan lain, serta merupakan kofaktor dalam banyak proses metabolik. Asupan vitamin C melalui makanan kaya buah dan sayuran segar mendukung kapasitas antioksidan tubuh dan membantu menurunkan stres oksidatif. Penyerapan vitamin C dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk jumlah yang dikonsumsi dan kondisi fisiologis tubuh. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan skorbut serta berkontribusi pada peningkatan stres oksidatif dan risiko penyakit kronis. Untuk mempertahankan kesehatan optimal, penting memastikan asupan vitamin C yang cukup melalui pola makan seimbang setiap hari.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Asupan vitamin C yang cukup berhubungan langsung dengan meningkatnya efektivitas antioksidan dalam tubuh. Vitamin C berperan menetralisir radikal bebas, menjaga keseimbangan oksidatif, serta melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif.

Vitamin C disebut sebagai antioksidan penting karena mampu mendonorkan elektron untuk menetralisir radikal bebas, menghambat reaksi oksidasi, serta membantu regenerasi antioksidan lain seperti vitamin E.

Sumber vitamin C dalam pola makan sehari-hari meliputi buah jeruk, lemon, kiwi, stroberi, jambu biji, paprika, brokoli, tomat, dan sayuran hijau segar yang dikonsumsi dalam kondisi segar atau dimasak minimal.

Asupan vitamin C yang memadai dapat menurunkan stres oksidatif dengan cara mengurangi jumlah radikal bebas dalam tubuh, menekan kerusakan sel, serta meningkatkan aktivitas sistem antioksidan endogen.

Penyerapan vitamin C dipengaruhi oleh jumlah asupan, kondisi kesehatan, usia, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta interaksi dengan zat gizi lain dalam makanan.

Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan skorbut, menurunkan daya tahan tubuh, menghambat penyembuhan luka, meningkatkan stres oksidatif, serta meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular.

โฌ‡
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pengetahuan tentang Antioksidan dan Fungsinya Pengetahuan tentang Antioksidan dan Fungsinya Perilaku Konsumsi Suplemen Antioksidan Perilaku Konsumsi Suplemen Antioksidan Pengetahuan Masyarakat tentang Vitamin Larut Lemak Pengetahuan Masyarakat tentang Vitamin Larut Lemak Hubungan Kurangnya Paparan Matahari dengan Defisiensi Vitamin D Hubungan Kurangnya Paparan Matahari dengan Defisiensi Vitamin D Vitamin Deficiency: Jenis dan Dampaknya Vitamin Deficiency: Jenis dan Dampaknya Dampak Kekurangan Vitamin B Kompleks Dampak Kekurangan Vitamin B Kompleks Risiko Kekurangan Vitamin A pada Balita Risiko Kekurangan Vitamin A pada Balita Hubungan Pengetahuan Obat Vitamin dengan Kepatuhan Konsumsi Hubungan Pengetahuan Obat Vitamin dengan Kepatuhan Konsumsi Pola Konsumsi Suplemen Vitamin Harian Pola Konsumsi Suplemen Vitamin Harian Dampak Defisiensi Vitamin D pada Remaja Dampak Defisiensi Vitamin D pada Remaja Pengaruh Gizi Mikronutrien terhadap Kesehatan Kulit Pengaruh Gizi Mikronutrien terhadap Kesehatan Kulit Asupan Mikronutrien: Konsep, Peran Gizi, dan Kesehatan Asupan Mikronutrien: Konsep, Peran Gizi, dan Kesehatan Asupan Mikronutrien pada Vegetarian Asupan Mikronutrien pada Vegetarian Nutrisi Ibu Menyusui: Kebutuhan dan Pengaruh Nutrisi Ibu Menyusui: Kebutuhan dan Pengaruh Asupan Zat Besi pada Anak Sekolah Asupan Zat Besi pada Anak Sekolah Kebiasaan Konsumsi Multivitamin pada Pegawai Kebiasaan Konsumsi Multivitamin pada Pegawai Pola Makan Berbasis Nabati Pola Makan Berbasis Nabati Asupan Nutrisi dan Daya Tahan Tubuh Asupan Nutrisi dan Daya Tahan Tubuh Hubungan Asupan Kalsium dengan Kesehatan Tulang Hubungan Asupan Kalsium dengan Kesehatan Tulang Hubungan Gizi dan Kesehatan Mental Hubungan Gizi dan Kesehatan Mental
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaruโ€ฆ