
Pengetahuan Ibu tentang Zat Aditif dalam Makanan
Pendahuluan
Zat aditif dalam makanan saat ini menjadi salah satu isu penting dalam kesehatan masyarakat karena semakin tingginya konsumsi makanan olahan dan siap saji. Bahan tambahan ini secara luas digunakan dalam industri pangan untuk meningkatkan daya simpan, rasa, warna, dan tekstur produk, tetapi penggunaan yang tidak tepat dan berlebihan dapat berdampak negatif bagi kesehatan konsumen. Pemahaman ibu, sebagai pengambil keputusan utama dalam pemilihan makanan keluarga, terhadap zat aditif sangat berpengaruh pada pola konsumsi keluarga dan kesehatan jangka panjang anak-anaknya. Studi‐studi menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang zat aditif di kalangan masyarakat umumnya masih beragam, dan edukasi gizi yang tepat sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan memilih makanan yang lebih aman dan sehat. [Lihat sumber Disini - jamsi.jurnal-id.com]
Definisi Zat Aditif dalam Makanan
Definisi Zat Aditif dalam Makanan Secara Umum
Zat aditif merupakan bahan yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan selama proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan, atau perlakuan lain yang bertujuan untuk memperbaiki karakteristik makanan. Fungsi zat aditif dapat mencakup peningkatan rasa, aroma, warna, tekstur, serta perpanjangan masa simpan produk sehingga makanan tetap layak dikonsumsi dalam waktu lebih lama. Meskipun dalam jumlah kecil, zat aditif dapat memengaruhi kualitas organoleptik makanan dan menjadikan produk lebih menarik bagi konsumen. [Lihat sumber Disini - yakestelkom.or.id]
Definisi Zat Aditif dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), aditif diartikan sebagai zat yang ditambahkan pada suatu produk, misalnya sebagai penambah warna, penyedap rasa, dan pengawet dalam makanan. Sehingga secara terminologi linguistik, zat aditif adalah unsur tambahan yang dimasukkan ke dalam makanan untuk tujuan tertentu yang bukan merupakan bahan utama makanan. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]
Definisi Zat Aditif Menurut Para Ahli
-
Branen et al. (2002) menyatakan bahwa zat aditif adalah bahan kimia yang ditambahkan dalam tahap produksi pangan untuk memengaruhi rasa, tekstur, atau masa simpan, serta ditetapkan secara regulatif agar aman dikonsumsi dalam batas tertentu. [Lihat sumber Disini - jamsi.jurnal-id.com]
-
Amir et al. (2021) menjelaskan bahwa zat aditif mencakup berbagai kategori, seperti pewarna, pengawet, antioksidan, dan lain-lain yang diformulasikan untuk meningkatkan stabilitas produk makanan modern. [Lihat sumber Disini - ejournal.medistra.ac.id]
-
Martins et al. (2019) membagi zat aditif ke dalam kelompok fungsional seperti pengawet, pemanis, penguat rasa, emulsifier, yang dipilih berdasarkan efek yang diinginkan pada makanan. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]
-
FAO/WHO (Codex Alimentarius) menyatakan bahwa zat aditif adalah substansi yang bukan merupakan pangan utama, ditambahkan dengan sengaja untuk tujuan fungsional tertentu, dan harus memenuhi standar keamanan sebelum disetujui. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]
Jenis Zat Aditif yang Umum Digunakan
Zat aditif memiliki beragam jenis yang masing-masing memiliki peran spesifik dalam produk makanan. Beberapa kategori utama yang sering digunakan dalam industri pangan antara lain:
Zat pengawet adalah kelompok aditif yang mencegah pertumbuhan mikroorganisme sehingga makanan tetap aman dari pembusukan. Contoh zat pengawet yang biasa ditemukan adalah asam benzoat dan natrium nitrit. [Lihat sumber Disini - yakestelkom.or.id]
Zat pewarna digunakan untuk memberi atau memperkuat warna makanan agar lebih menarik secara visual. Zat ini bisa berasal dari pewarna alami maupun sintetik yang diperbolehkan regulasi. [Lihat sumber Disini - yakestelkom.or.id]
Zat pemanis ada dalam bentuk alami dan buatan. Pemanis buatan seperti aspartam atau sakarin ditambahkan untuk memberikan rasa manis tanpa menambah kalori signifikan. [Lihat sumber Disini - yakestelkom.or.id]
Penguat rasa (misalnya MSG atau monosodium glutamat) sering digunakan untuk meningkatkan intensitas cita rasa makanan, terutama dalam produk olahan dan makanan cepat saji. [Lihat sumber Disini - alodokter.com]
Antioksidan adalah jenis zat aditif yang memperlambat oksidasi lemak dan komponen lain yang dapat menyebabkan bau tengik atau kualitas makanan menurun. [Lihat sumber Disini - yakestelkom.or.id]
Selain itu, terdapat ester emulsifier, pengatur keasaman, pengental, dan agen pembentuk gel yang membantu mempertahankan struktur dan konsistensi makanan. [Lihat sumber Disini - yakestelkom.or.id]
Tingkat Pemahaman Ibu tentang Dampak Zat Aditif
Pengetahuan ibu mengenai zat aditif makanan sangat beragam dalam berbagai populasi. Beberapa survei global menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang zat aditif dan dampaknya berkorelasi dengan perilaku pembelian dan kebiasaan konsumsi keluarga. Sebuah studi di Saudi Arabia menemukan bahwa kurang lebih 46, 6% ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang zat aditif, dan pengetahuan ini berkorelasi positif dengan pola pembelian makanan yang lebih sehat. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Di Indonesia, banyak masyarakat yang menyadari keberadaan zat aditif tetapi belum memahami sepenuhnya efek kesehatan yang mungkin ditimbulkan oleh konsumsinya secara berlebihan. Dalam intervensi penyuluhan, pemahaman peserta terhadap zat aditif berbahaya dapat meningkat secara signifikan, menunjukkan masih adanya gap pengetahuan sebelum edukasi diberikan. [Lihat sumber Disini - jamsi.jurnal-id.com]
Pengetahuan yang cukup tentang jenis zat aditif dan potensi dampaknya dapat memengaruhi pilihan terhadap produk makanan yang lebih sehat, meminimalkan paparan aditif sintetik yang berlebihan, serta mendorong perilaku konsumsi yang lebih rasional.
Pengaruh Label Pangan terhadap Pengetahuan
Label pangan merupakan alat edukatif tersentral bagi konsumen dalam membuat keputusan pembelian yang lebih sehat. Label yang informatif membantu konsumen memahami kandungan zat aditif dalam produk dan jenisnya sehingga mereka dapat membandingkan produk serta menghindari zat aditif yang tidak diinginkan. Studi global menunjukkan bahwa label yang jelas dan transparan dapat mendorong konsumen untuk memilih makanan yang lebih sehat dan mengurangi risiko konsumsi aditif berlebih. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
Peraturan label pangan di Indonesia mewajibkan pencantuman daftar bahan termasuk zat aditif yang digunakan, sehingga konsumen dapat membaca dan memahami kandungan produk sebelum membeli. Regulasi semacam ini memiliki peran penting dalam memperkuat pengetahuan konsumen tentang zat aditif yang aman dan yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. [Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id]
Pemahaman terhadap label sering kali masih rendah di kalangan masyarakat umum tanpa edukasi yang memadai, terutama jika label menggunakan istilah kimia yang sulit dipahami. Oleh karena itu, edukasi lanjutan diperlukan untuk memperkuat literasi pangan di masyarakat.
Risiko Kesehatan akibat Konsumsi Berlebih Zat Aditif
Konsumsi zat aditif dalam jumlah yang aman umumnya dianggap tidak berbahaya, tetapi paparan berlebih terhadap beberapa jenis zat aditif tertentu dapat memberikan risiko kesehatan. Dalam kajian ilmiah, beberapa zat selalu dipantau ketat karena potensi dampaknya bila dikonsumsi melebihi batas aman yang ditetapkan. [Lihat sumber Disini - jamsi.jurnal-id.com]
Pewarna sintetik tertentu telah dikaitkan dengan reaksi alergi dan gangguan gastrointestinal, sedangkan pengawet tertentu bila digunakan secara tidak sesuai bisa memicu gangguan saraf atau sensitisasi alergi. [Lihat sumber Disini - jamsi.jurnal-id.com]
Selain itu, konsumsi aditif yang berlebihan melalui makanan ultra-diproses sering dihubungkan dengan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit metabolik lainnya karena kombinasi bahan tambahan, gula, dan lemak tidak sehat yang sering hadir bersamaan. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kombinasi beberapa jenis aditif dalam pola konsumsi real life dapat menunjukkan efek kesehatan yang lebih besar dibanding efek satu jenis aditif saja. [Lihat sumber Disini - wsj.com]
Peran Edukasi Gizi dalam Pemilihan Makanan
Edukasi gizi memainkan peran krusial dalam meningkatkan kemampuan konsumen, khususnya ibu, untuk mengevaluasi pilihan makanan dan membaca label produk secara kritis. Program edukasi yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman tentang zat aditif dapat membantu mengurangi risiko konsumsi zat yang tidak diinginkan. [Lihat sumber Disini - ejournal.medistra.ac.id]
Penyuluhan tentang identifikasi zat aditif pada makanan serta pengaruhnya terhadap kesehatan telah terbukti meningkatkan pemahaman peserta serta mendorong perubahan perilaku dalam memilih makanan yang lebih sehat. [Lihat sumber Disini - ejournal.medistra.ac.id]
Edukasi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan tetapi juga mengubah sikap serta praktik konsumsi, sehingga dapat menurunkan paparan terhadap aditif berbahaya dan meningkatkan pemilihan makanan segar dibanding makanan ultra-diproses.
Kesimpulan
Zat aditif memainkan peran penting dalam industri pangan modern, tetapi pemahaman yang kuat tentang jenis, fungsi, serta risiko kesehatannya sangat penting bagi konsumen, utamanya ibu yang berperan dalam memilih makanan bagi keluarga. Definisi zat aditif mencakup berbagai bahan tambahan makanan yang ditambahkan untuk tujuan fungsional tertentu dan diatur secara ketat oleh badan regulasi. Jenis-jenis zat aditif yang umum digunakan, seperti pengawet, pewarna, pemanis, dan penguat rasa memiliki fungsi penting namun juga potensi risiko apabila dikonsumsi berlebihan. Tingkat pemahaman ibu terhadap dampak zat aditif masih bervariasi dan banyak dipengaruhi oleh edukasi gizi serta kemampuan membaca dan menginterpretasi label pangan. Label yang informatif serta edukasi gizi yang kuat terbukti meningkatkan pengetahuan dan perilaku pemilihan makanan yang lebih sehat. Dengan meningkatkan literasi tentang zat aditif serta menerapkan prinsip konsumsi yang bijak, risiko kesehatan akibat konsumsi aditif berlebih dapat diminimalkan dan pola makan yang lebih sehat dapat diterapkan secara luas.