Terakhir diperbarui: 04 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 4 February). Pengukuran Fisika: Konsep Besaran, Satuan, dan Ketelitian. SumberAjar. Retrieved 4 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/pengukuran-fisika-konsep-besaran-satuan-dan-ketelitian  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Pengukuran Fisika: Konsep Besaran, Satuan, dan Ketelitian - SumberAjar.com

Pengukuran Fisika: Konsep Besaran, Satuan, dan Ketelitian

Pendahuluan

Pengukuran fisika merupakan landasan penting dalam memahami fenomena alam secara kuantitatif. Tanpa pengukuran yang tepat, informasi tentang besaran fisika seperti panjang, massa, waktu, atau suhu hanya berupa data kualitatif yang sulit diuji, dibandingkan, atau dikomunikasikan secara ilmiah. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan modern, pengukuran yang akurat dan konsisten menjadi sangat krusial dalam riset, teknologi, dan aplikasi fisika teoretis maupun eksperimental. Menetapkan suatu nilai besaran dengan benar memungkinkan ilmuwan untuk membuat perbandingan, menjelaskan hukum-hukum fisika, dan melakukan peramalan berdasarkan data yang dikumpulkan dalam eksperimen. Landasan teori pengukuran tersebut memiliki akar kuat dalam metrologi, yaitu ilmu dan teknik pengukuran yang terstandarisasi, serta mampu meminimalkan ketidakpastian dalam pencapaian hasil yang dapat diterima secara universal. Sumber: Britannica tentang arti pengukuran legal dan fundamentalnya proses asosiasi angka dengan besaran fisik. ([Lihat sumber Disini - britannica.com])


Definisi Pengukuran Fisika

Definisi Pengukuran Fisika Secara Umum

Pengukuran dalam fisika dapat didefinisikan sebagai kegiatan membandingkan suatu besaran yang ingin diukur dengan besaran lain yang sudah memiliki nilai baku sebagai satuan standar. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan nilai numerik pada suatu fenomena fisik sehingga dapat ditentukan ukurannya secara kuantitatif. Dengan membandingkan besaran yang terukur dengan besaran standar tersebut, hasil pengukuran dapat diekspresikan sebagai angka ditambah satuan yang sesuai. Pengukuran tidak hanya sekedar membaca nilai dari alat ukur, tetapi juga melibatkan standar yang distandarisasi agar hasilnya dapat diterima dan dipahami secara luas dalam komunitas ilmiah. Definisi ini menekankan bahwa pengukuran adalah proses sistematis yang harus dilaksanakan dengan teknik yang benar agar hasilnya bermakna dan dapat dipakai untuk analisis lebih lanjut dalam konteks ilmiah. Sumber: Modul pengukuran fisika umum tentang proses membandingkan besaran dan standar. ([Lihat sumber Disini - repository.ut.ac.id])

Definisi Pengukuran Fisika dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengukuran berarti tindakan atau proses menentukan ukuran, jumlah, atau derajat sesuatu menggunakan alat atau standar baku tertentu. Dalam konteks fisika, makna ini diperluas sehingga selain mengukur dimensi suatu objek, juga mencakup pengukuran besaran fisik lain seperti massa, waktu, dan energi yang semua memiliki satuan baku yang digunakan untuk mengekspresikan hasilnya. Dengan kata lain, pengukuran secara bahasa merupakan proses penentuan nilai suatu karakteristik suatu fenomena atau objek yang dapat diukur. Standardisasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa hasil pengukuran dapat dipahami secara konsisten oleh siapa pun yang menggunakannya. Sumber langsung KBBI dapat diakses untuk definisi umum kata pengukuran.

Definisi Pengukuran Fisika Menurut Para Ahli

Para ahli di bidang metrologi dan fisika telah memberikan berbagai definisi yang lebih teknis mengenai pengukuran fisika, yang meliputi:

  1. Halliday & Resnick (teks pengajaran fisika) menjelaskan bahwa pengukuran adalah proses pembandingan suatu besaran dengan standar yang telah ditentukan, sehingga menghasilkan nilai numerik dan satuan yang dapat digunakan untuk ciri kuantitatif suatu fenomena. Pengertian ini sering dipakai dalam kurikulum fisika dasar untuk memperkenalkan konsep besaran dan satuan. ([Lihat sumber Disini - repository.ut.ac.id])

  2. Modul Pembelajaran Metode Pengukuran Fisika menyatakan bahwa pengukuran merupakan proses sistematis untuk membandingkan nilai besaran yang diukur dengan besaran lain sejenis yang dijadikan acuan, yang memerlukan alat yang sesuai serta prosedur yang benar. Istilah ini sering dipakai dalam konteks eksperimen fisika dasar. ([Lihat sumber Disini - repository.uki.ac.id])

  3. Artikel dalam jurnal metrologi pendidikan menyebutkan bahwa pengukuran adalah usaha untuk mendefinisikan karakteristik suatu fenomena secara kuantitatif melalui pembandingan dengan satuan tertentu sebagaimana yang telah disepakati. Ini menekankan aspek metrologi sebagai dasar ilmiah pengukuran. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])

  4. Rizaldi dalam Jurnal Aktualisasi Konsep Pengukuran menjelaskan secara praktis bahwa pengukuran bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung, di mana nilai besaran yang ingin diukur dapat diperoleh secara langsung dari alat ukur atau melalui konversi dari besaran lain yang diukur terlebih dahulu. ([Lihat sumber Disini - jurnal.uinsyahada.ac.id])


Konsep Pengukuran dalam Fisika

Pengukuran dalam fisika adalah proses fundamental untuk memahami karakteristik suatu fenomena. Secara praktis, ini melibatkan pembandingan suatu besaran fisik yang ingin diukur dengan standar satuan yang telah ditetapkan. Besaran fisik mencakup segala hal yang dapat dinyatakan secara kuantitatif, seperti panjang, massa, waktu, serta besaran turunan yang dibentuk dari kombinasi besaran pokok. Untuk memastikan hasil yang dapat dipahami dan dibandingkan di seluruh dunia, pengukuran dilakukan berdasarkan sistem satuan standar yang komperehensif. Proses ini bukan sekedar membaca angka dari alat ukur saja; melainkan sebuah rangkaian sistematis dari pengukuran, pencatatan, dan analisis sehingga hasilnya dapat memberi kontribusi pada pemahaman hukum fisika, penelitian eksperimental, dan pengembangan teknologi. Tanpa pengukuran yang tepat, penafsiran fenomena fisika akan sangat terbatas dan kurang bermakna secara ilmiah. Sumber: Pengukuran fisika dan besaran satuan sebagai standar ilmiah. ([Lihat sumber Disini - scribd.com])


Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Dalam kajian fisika, besaran fisika dibagi menjadi dua kelompok besar: besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran dasar yang tidak dapat dijabarkan dari besaran lainnya dan menjadi fondasi untuk membentuk besaran lain melalui hubungan matematika. Contoh besaran pokok antara lain panjang, massa, waktu, arus listrik, temperatur, jumlah zat, dan intensitas cahaya, yang masing-masing memiliki satuannya sendiri dalam sistem satuan internasional. Besaran turunan, di sisi lain, merupakan besaran yang terbentuk dari kombinasi besaran pokok melalui operasi matematis seperti perkalian atau pembagian. Misalnya, kecepatan merupakan besaran turunan dari panjang dan waktu, sementara massa jenis merupakan besaran turunan dari massa dan volume. Pemahaman tentang kedua kelompok besaran ini penting karena setiap hukum fisika dijelaskan melalui besaran yang dapat diukur dan dinyatakan melalui satuan yang tepat. Sumber: Definisi besaran pokok dan turunan serta hubungan mereka dalam sistem pengukuran. ([Lihat sumber Disini - courses.lumenlearning.com])


Sistem Satuan Internasional (SI)

Sistem Satuan Internasional (SI) adalah sistem satuan standar yang digunakan secara global untuk mengukur besaran fisik. Sistem ini mencakup tujuh besaran pokok dasar, yaitu panjang, massa, waktu, arus listrik, temperatur, jumlah zat, dan intensitas cahaya, masing-masing dengan satuan yang ditetapkan secara internasional. SI memastikan bahwa hasil pengukuran dapat dikomunikasikan dan dipahami secara konsisten di berbagai negara dan disiplin ilmu. Dasar pembentukan SI adalah standar internasional yang distandarisasi sehingga setiap pengukuran memiliki konteks yang sama dan meminimalkan ketidakpastian yang timbul akibat perbedaan satuan. Sistem ini juga memungkinkan pembentukan satuan turunan melalui kombinasi sistematis dari besaran pokok tersebut, membantu dalam menentukan besaran lain seperti kecepatan, gaya, energi, dan tekanan. Sumber: Informasi struktural SI sebagai sistem standar global. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Alat Ukur dan Teknik Pengukuran

Alat ukur merupakan perangkat penting dalam proses pengukuran fisika karena memungkinkan pengukuran besaran fisik secara langsung maupun tidak langsung. Alat-alat ukur tersebut bisa berupa mistar, neraca, stopwatch, jangka sorong, mikrometer sekrup, termometer, dan lainnya yang sesuai dengan besaran yang ingin diukur. Teknik pengukuran mencakup prosedur penggunaan alat dengan benar, membaca hasil ukur secara cermat, serta memahami batas-batas kemampuan alat tersebut, termasuk ketelitian skala yang tersedia. Pentingnya teknik pengukuran terletak pada upaya untuk memperoleh hasil yang valid dan dapat ditindaklanjuti. Perbaikan teknik, pengenalan kesalahan potensial seperti kesalahan paralaks, serta kalibrasi alat merupakan bagian integral untuk mencapai hasil yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Sumber: Dasar-dasar alat ukur dan pentingnya teknik dalam pengukuran. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])


Ketelitian dan Ketepatan Pengukuran

Ketelitian dan ketepatan adalah konsep kunci dalam pengukuran fisika yang sering disalahpahami jika tidak dijelaskan dengan benar. Ketepatan (accuracy) menunjukkan seberapa dekat hasil pengukuran terhadap nilai sebenarnya dari besaran yang diukur, sedangkan ketelitian (precision) mencerminkan konsistensi hasil pengukuran ketika pengukuran dilakukan berulang kali. Ketidakpastian dalam pengukuran muncul karena alat ukur tidak sempurna, prosedur pengukuran memiliki batas kemampuan, serta faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi hasil. Konsep angka signifikan juga digunakan untuk mengomunikasikan tingkat ketelitian dalam nilai yang dilaporkan, dengan jumlah digit tertentu mencerminkan batas ketelitian alat ukur yang digunakan. Pemahaman detail terhadap kedua konsep ini penting agar ilmuwan dapat menilai kualitas data yang diperoleh dan membuat keputusan yang akurat dalam eksperimen fisika. Sumber: Pengertian ketepatan dan ketelitian serta perannya dalam evaluasi hasil pengukuran. ([Lihat sumber Disini - sparkl.me])


Pentingnya Pengukuran dalam Eksperimen Fisika

Pengukuran merupakan inti dari eksperimen fisika karena memberikan informasi kuantitatif tentang fenomena yang diamati. Tanpa hasil ukur yang dapat diuji, eksperimen tidak memiliki dasar untuk evaluasi hipotesis atau pembuktian teori. Hasil pengukuran memberikan data yang dapat dianalisis untuk menguji kesesuaian teori dengan kenyataan, mengevaluasi prediksi model fisika, serta membuka wawasan baru dalam penelitian ilmiah. Selain itu, ketelitian dalam pengukuran berperan besar dalam inovasi teknologi dan penerapan ilmu fisika di bidang teknik, industri, dan ilmu terapan lainnya. Karena itu, setiap eksperimen fisika harus dibangun di atas prosedur pengukuran yang tepat agar hasilnya valid dan layak untuk dipublikasikan atau dikembangkan lebih lanjut. Sumber: Relevansi pengukuran dalam eksperimentasi ilmiah. ([Lihat sumber Disini - britannica.com])


Kesimpulan

Pengukuran fisika adalah proses fundamental yang menghubungkan fenomena fisik dengan angka dan satuan yang terstandarisasi sehingga dapat dikomunikasikan dan dianalisis secara ilmiah. Definisi pengukuran mencakup proses pembandingan dengan satuan baku, dan untuk mencapai hasil yang bermakna diperlukan pemahaman besaran pokok, besaran turunan, serta sistem satuan internasional (SI). Alat ukur dan teknik pengukuran memainkan peran penting dalam memperoleh data yang valid, sementara konsep ketelitian dan ketepatan menjadi dasar evaluasi kualitas hasil pengukuran. Karena pengukuran merupakan langkah awal dalam rangkaian riset fisika, pemahaman yang mendalam terhadap konsep-konsep di atas sangat penting dalam eksperimen, penelitian, dan aplikasi teknologi pada berbagai disiplin ilmu.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Pengukuran fisika adalah proses membandingkan suatu besaran fisik dengan besaran lain yang dijadikan sebagai satuan baku, sehingga diperoleh nilai kuantitatif yang dapat dinyatakan dengan angka dan satuan.

Pengukuran penting dalam fisika karena menjadi dasar dalam eksperimen dan penelitian ilmiah. Tanpa pengukuran yang akurat, fenomena fisika tidak dapat dianalisis, dibandingkan, atau diuji secara ilmiah.

Besaran pokok adalah besaran dasar yang tidak diturunkan dari besaran lain, seperti panjang, massa, dan waktu. Besaran turunan adalah besaran yang dibentuk dari kombinasi besaran pokok, seperti kecepatan, percepatan, dan gaya.

Sistem Satuan Internasional (SI) adalah sistem satuan baku yang digunakan secara global untuk menyatakan hasil pengukuran besaran fisika agar seragam dan dapat dipahami secara internasional.

Ketepatan menunjukkan kedekatan hasil pengukuran terhadap nilai sebenarnya, sedangkan ketelitian menunjukkan konsistensi hasil pengukuran ketika dilakukan secara berulang.

Contoh alat ukur dalam fisika antara lain mistar untuk panjang, neraca untuk massa, stopwatch untuk waktu, termometer untuk suhu, serta jangka sorong dan mikrometer sekrup untuk pengukuran yang lebih teliti.

Dalam eksperimen fisika, pengukuran berfungsi untuk mengumpulkan data kuantitatif yang digunakan dalam pengujian hipotesis, pembuktian teori, dan analisis fenomena alam secara ilmiah.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Fisika Terapan: Konsep Penerapan Fisika dan Teknologi Modern Fisika Terapan: Konsep Penerapan Fisika dan Teknologi Modern Analisis Dimensi: Konsep Satuan Fisika dan Konsistensi Persamaan Analisis Dimensi: Konsep Satuan Fisika dan Konsistensi Persamaan Fisika Teoretis: Konsep Model Matematis dan Prediksi Fenomena Fisika Teoretis: Konsep Model Matematis dan Prediksi Fenomena Fisika: Konsep Dasar, Ruang Lingkup, dan Peran dalam Sains Fisika: Konsep Dasar, Ruang Lingkup, dan Peran dalam Sains Vektor dalam Fisika: Konsep Vektor, Operasi Matematis, dan Aplikasi Vektor dalam Fisika: Konsep Vektor, Operasi Matematis, dan Aplikasi Fisika Kuantum: Konsep Dasar, Ruang Lingkup, dan Revolusi Sains Fisika Kuantum: Konsep Dasar, Ruang Lingkup, dan Revolusi Sains Fisika Modern: Konsep Relativitas, Kuantum, dan Implikasi Fisika Modern: Konsep Relativitas, Kuantum, dan Implikasi Fisika Klasik: Konsep Fundamental, Hukum Alam, dan Aplikasi Fisika Klasik: Konsep Fundamental, Hukum Alam, dan Aplikasi Fisika Eksperimental: Konsep Eksperimen, Alat Ukur, dan Validasi Data Fisika Eksperimental: Konsep Eksperimen, Alat Ukur, dan Validasi Data Astrofisika: Konsep Fisika Kosmik, Objek Langit, dan Fenomena Alam Astrofisika: Konsep Fisika Kosmik, Objek Langit, dan Fenomena Alam Kesalahan Pengukuran: Konsep Error, Ketidakpastian, dan Analisis Kesalahan Pengukuran: Konsep Error, Ketidakpastian, dan Analisis Unit Analisis: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Unit Analisis: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Sintaksis: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Linguistik Sintaksis: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Linguistik Skala Pengukuran Data: Jenis dan Contoh Skala Pengukuran Data: Jenis dan Contoh Kosmologi: Konsep Alam Semesta, Evolusi Kosmik, dan Observasi Kosmologi: Konsep Alam Semesta, Evolusi Kosmik, dan Observasi Astronomi: Konsep Dasar, Ruang Lingkup, dan Perkembangan Ilmu Astronomi: Konsep Dasar, Ruang Lingkup, dan Perkembangan Ilmu Realisme Ilmiah: Pengertian dan Contoh dalam Kajian Alam Realisme Ilmiah: Pengertian dan Contoh dalam Kajian Alam  Ilmu dan Metafisika: Hubungan dan Perbedaannya Ilmu dan Metafisika: Hubungan dan Perbedaannya Eksperimen Laboratorium: Definisi, Langkah, dan Contoh Eksperimen Laboratorium: Definisi, Langkah, dan Contoh Logika: Pengertian, Jenis, dan Contohnya di bidang Sains Logika: Pengertian, Jenis, dan Contohnya di bidang Sains
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…