
Perilaku Ekonomi Masyarakat: Konsep dan Faktor Sosial
Pendahuluan
Perilaku ekonomi masyarakat merupakan fenomena kompleks yang tidak hanya mengacu pada aksi membeli, menjual, bekerja, dan menabung, tetapi juga melibatkan interaksi sosial, norma budaya, serta struktur sosial tempat individu itu berada. Dalam konteks kehidupan sosial kontemporer, perilaku ekonomi masyarakat terletak pada persimpangan antara kebutuhan material dan hubungan sosial yang memengaruhi cara individu membuat keputusan ekonomi, berkooperasi dan berkompetisi dalam pasar serta komunitasnya. Hal ini penting dipahami sebab pola perilaku ekonomi bukan sekadar pilihan rasional individu, tetapi juga bentuk pengaruh dari lingkungan sosial yang luas, seperti keluarga, kelompok referensi, dan nilai masyarakat yang melekat dalam setiap tindakan ekonomi masyarakat. Definisi perilaku ekonomi harus dirujuk secara ilmiah supaya kajiannya bukan hanya teori normatif, tetapi juga didukung penelitian empiris yang dipublikasikan, terutama dari literatur Indonesia maupun hasil riset global terkini.
Definisi Perilaku Ekonomi Masyarakat
Definisi Perilaku Ekonomi Masyarakat Secara Umum
Perilaku ekonomi masyarakat secara umum mencakup seluruh tindakan yang dilakukan individu atau kelompok untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, termasuk memilih, memproduksi, mengonsumsi, menabung dan mendistribusikan sumber daya yang terbatas. Di ranah ilmu sosial, perilaku ekonomi tidak hanya dilihat sebagai respon terhadap insentif material, tetapi juga mencakup aspek psikologis dan sosial dalam menentukan keputusan ekonomi. Menurut International Encyclopedia of the Social & Behavioral Sciences, perilaku ekonomi mencakup tindakan seperti bekerja, membeli, menabung, pemberian (giving), hingga pengelolaan utang yang semuanya dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal di masyarakat.
Definisi Perilaku Ekonomi Masyarakat dalam KBBI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perilaku ekonomi merujuk pada “cara bertindak, tingkah laku atau kebiasaan yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi”, termasuk pola konsumsi, produksi, distribusi dan penggunaan sumber daya. Definisi ini memberi konteks bahwa perilaku ekonomi dipandang sebagai perilaku yang dapat diobservasi pada masyarakat secara luas, bukan hanya terikat pada teori ekonomi rasional klasik tetapi juga aktivitas sosial yang muncul dalam hubungan antar-individu dan komunitas. (Sumber KBBI daring, link resmi KBBI online).
Definisi Perilaku Ekonomi Masyarakat Menurut Para Ahli
Beberapa ahli dalam kajian ekonomi dan sosiologi ekonomi memformulasikan perilaku ekonomi sebagai berikut:
Karl Polanyi berpendapat bahwa aktivitas ekonomi tidak bisa dipisahkan dari struktur sosial karena tindakan ekonomi selalu tertanam (embedded) dalam jaringan sosial, norma dan hubungan kultural masyarakat. Pandangan ini menolak gagasan bahwa ekonomi hanyalah tindakan rasional yang terlepas dari hubungan sosial.
Mark Granovetter melampaui pandangan Polanyi dan menjelaskan bahwa perilaku ekonomi tercipta melalui hubungan jaringan sosial yang terus berlangsung, sehingga keputusan ekonomi juga dipengaruhi oleh ikatan sosial antar pelaku ekonomi.
Jeff Klassen et al. melalui kajian Socioeconomics and Economic Sociology menyatakan bahwa perilaku ekonomi adalah hasil interaksi antara sistem ekonomi dengan struktur sosial, budaya, hukum dan institusi yang memberi kerangka pada bagaimana masyarakat membuat keputusan ekonomi.
Para ekonom perilaku (behavioral economists) mengemukakan bahwa norma sosial dan nilai pribadi memengaruhi keputusan ekonomi lebih dari sekadar motivasi utilitas ekonomi, yang berarti perilaku ekonomi merupakan hasil dari dinamika sosial dan psikologis.
Faktor Sosial dalam Perilaku Ekonomi
Faktor sosial merupakan variabel yang muncul dari lingkungan masyarakat dan memiliki peranan penting dalam membentuk perilaku ekonomi. Hal ini termasuk norma, nilai, pola interaksi, struktur masyarakat dan kelompok sosial yang memengaruhi bagaimana individu membuat keputusan ekonomi.
Kelompok Referensi dan Keluarga
Kelompok sosial seperti keluarga, teman, komunitas kerja dan kelompok referensi memiliki dampak langsung terhadap preferensi konsumsi dan pilihan ekonomi individu. Misalnya, keputusan membeli suatu produk atau layanan sering dipengaruhi oleh pengalaman atau rekomendasi dari kelompok tersebut.
Status dan Peran Sosial
Status sosial atau posisi individu dalam masyarakat memengaruhi preferensi ekonominya. Individu dalam kelas sosial yang lebih tinggi cenderung memiliki pola konsumsi berbeda dibanding kelas sosial menengah atau rendah. Ketimpangan status ini merupakan salah satu pendorong perbedaan perilaku konsumsi dan investasi dalam masyarakat.
Nilai Budaya dan Norma Sosial
Norma sosial yang berlaku di masyarakat membentuk aturan tidak tertulis tentang perilaku yang dianggap tepat atau tidak dalam konteks ekonomi. Norma ini bisa mempengaruhi preferensi konsumsi, pola tabungan, pilihan investasi, hingga cara berinteraksi dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.
Jaringan Sosial
Jaringan sosial yang melekat dalam komunitas memegang peran dalam mendistribusikan informasi ekonomi dan peluang kerja sehingga memengaruhi tindakan ekonomi masyarakat. Interaksi dalam jaringan ini memengaruhi kepercayaan, kerjasama dan pengambilan keputusan ekonomi.
Nilai dan Norma dalam Aktivitas Ekonomi
Nilai dan norma sosial adalah landasan budaya yang mengatur perilaku yang dianggap pantas dalam masyarakat, termasuk dalam konteks ekonomi. Nilai budaya membentuk preferensi dasar masyarakat terhadap barang, jasa, pola kerja serta pandangan terhadap kekayaan dan kemiskinan. Norma sosial memberi tekanan kolektif untuk mengikuti aturan perilaku tertentu yang disepakati bersama.
Nilai sosial dapat berupa kepercayaan terhadap pentingnya kerja keras, gotong royong, keteraturan dalam penggunaan sumber daya, sedangkan norma sosial adalah aturan tidak tertulis yang menentukan bagaimana individu menghadapi pilihan ekonomi tertentu, misalnya preferensi memilih produk lokal sebagai bentuk dukungan budaya atau norma berhemat dalam masa krisis ekonomi.
Perilaku Ekonomi dan Struktur Sosial
Struktur sosial berupa stratifikasi masyarakat, kelas sosial, hierarki status, dan diferensiasi peran, memengaruhi akses individu terhadap sumber daya ekonomi, peluang kerja, pendidikan dan modal sosial. Stratifikasi ini membentuk peluang dan batasan dalam pengambilan keputusan ekonomi masyarakat. Kelompok sosial yang terwujud dalam strata yang berbeda cenderung memiliki preferensi ekonomi berbeda pula, sehingga menghasilkan ragam perilaku ekonomi dalam masyarakat yang lebih luas.
Perilaku Ekonomi dalam Masyarakat Modern
Dalam masyarakat modern, perilaku ekonomi semakin kompleks karena adanya persaingan global, fragmentasi sosial, serta berubahnya nilai budaya akibat globalisasi. Pasar modern menuntut individu untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi, inovasi produk dan instrumen finansial yang terus berkembang.
Perilaku ekonomi masyarakat modern bukan hanya didasari oleh kebutuhan material tetapi juga oleh trend sosial, identitas kelompok, serta norma konsumsi yang terus berubah. Nilai seperti keterbukaan terhadap teknologi baru, orientasi pada pengalaman daripada kepemilikan, serta meningkatnya preferensi terhadap keberlanjutan (sustainability) menjadi indikator perubahan perilaku ekonomi dalam masyarakat modern. (Sumber terbaru berbagai kajian sosiologi ekonomi kontemporer).
Dampak Perilaku Ekonomi terhadap Kehidupan Sosial
Perilaku ekonomi masyarakat memiliki dampak luas terhadap kehidupan sosial:
Ketimpangan Sosial-Ekonomi
Ketimpangan dalam distribusi pendapatan dan akses terhadap sumber daya sering kali dipengaruhi oleh pola perilaku ekonomi yang ditentukan oleh struktur sosial yang timpang, memengaruhi stabilitas sosial serta solidaritas antar kelompok masyarakat.
Hubungan Sosial
Interaksi ekonomi yang kuat dapat memperkuat jaringan sosial, tetapi juga bisa memperdalam jurang antara kelompok sosial yang satu dengan yang lain. Hal ini terlihat ketika akses terhadap pendidikan dan kesempatan kerja tidak merata.
Budaya Konsumsi
Nilai budaya dan norma yang melekat dalam masyarakat mendorong pola konsumsi yang dapat mempertahankan atau mengubah tradisi sosial, seperti peningkatan konsumsi pengalaman dibanding kepemilikan barang.
Kesimpulan
Perilaku ekonomi masyarakat adalah fenomena multidimensional yang melibatkan aspek sosial, budaya dan struktural yang saling berinteraksi. Definisi perilaku ekonomi tidak hanya terbatas pada aksi ekonomi individu tetapi juga dipengaruhi oleh norma sosial, jaringan komunitas, struktur kelas dan nilai budaya yang berkembang dalam masyarakat. Faktor sosial seperti kelompok referensi, status sosial, nilai dan norma memberi warna kuat terhadap keputusan ekonomi individu dan kelompok dalam masyarakat. Dalam masyarakat modern, dinamika perilaku ekonomi terus berkembang seiring perubahan nilai budaya dan struktur sosial, sehingga memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan sosial, kesenjangan sosial-ekonomi dan saling hubungnya antara aktivitas ekonomi dengan hubungan interpersonal dan budaya. Pemahaman yang lebih holistik terhadap perilaku ekonomi masyarakat membuka peluang bagi kebijakan sosial-ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan.