
Perilaku Prososial: Faktor dan Contohnya
Pendahuluan
Perilaku prososial semakin menjadi sorotan penting dalam kajian ilmu sosial dan psikologi, terutama di era modern ketika hubungan antar-individu sering kali diuji oleh berbagai tantangan sosial dan individualistis. Perilaku prososial secara fundamental merujuk pada tindakan-tindakan yang dilakukan secara sukarela dengan tujuan memberikan manfaat kepada orang lain atau kelompok masyarakat. Perilaku ini tidak hanya berdampak pada penerima manfaatnya, tetapi juga mendorong terbentuknya hubungan sosial yang sehat dan berkelanjutan di dalam masyarakat. Dengan berkembangnya penelitian perilaku prososial, kontribusinya terhadap peningkatan kualitas interaksi sosial, kesejahteraan individu, serta kohesi sosial semakin diperkuat oleh temuan-temuan empiris baik secara nasional maupun internasional. [Lihat sumber Disini - journal3.um.ac.id]
Definisi Perilaku Prososial
Definisi Perilaku Prososial Secara Umum
Perilaku prososial dapat dipahami sebagai segala tindakan atau aktivitas yang ditujukan untuk membantu, mendukung, atau memberikan manfaat secara sukarela kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan pribadi. Secara umum, perilaku prososial termasuk dalam lingkup tindakan seperti menolong, berbagi, bekerja sama, memberikan dukungan emosional, dan menyumbang demi kesejahteraan orang lain atau masyarakat luas. Sebagai contoh, tindakan membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan atau kerja sama dalam menyelesaikan masalah bersama merupakan bentuk perilaku prososial yang paling umum ditemui dalam kehidupan sosial. [Lihat sumber Disini - journal3.um.ac.id]
Definisi Perilaku Prososial dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “perilaku” didefinisikan sebagai tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan, sedangkan istilah “pro” dan “sosial”, ketika digabungkan dalam konteks perilaku prososial, mencerminkan kecenderungan perilaku yang bersifat baik, positif, dan peduli terhadap masyarakat luas. Perilaku prososial dalam konteks ini melibatkan tindakan yang tidak hanya berorientasi pada diri sendiri, tetapi juga memberi keuntungan atau mendukung kesejahteraan lingkungan sosial di mana individu hidup. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]
Definisi Perilaku Prososial Menurut Para Ahli
-
Eisenberg et al. menjelaskan bahwa perilaku prososial adalah tindakan sukarela yang ditujukan untuk memberi manfaat bagi orang lain atau kelompok dalam masyarakat tanpa menunggu imbalan pribadi. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Carlo & Randall (2002) menyatakan bahwa perilaku prososial mencakup tindakan yang memberikan bantuan secara sukarela dan bermanfaat kepada orang lain, seperti berbagi sumber daya, dukungan emosional, dan kerja sama sosial. [Lihat sumber Disini - journal.um-surabaya.ac.id]
-
Schroeder & Graziano (2017) melihat perilaku prososial sebagai aspek inti dari fungsi psikologis manusia yang fundamental dalam pembentukan relasi sosial dan kohesi interpersonal. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Baron & Byrne (2005) menyatakan bahwa perilaku prososial adalah tindakan yang menguntungkan orang lain, dilakukan tanpa mengharapkan keuntungan langsung dari tindakan tersebut. [Lihat sumber Disini - journal.um-surabaya.ac.id]
Bentuk-Bentuk Perilaku Prososial
Perilaku prososial tidak hanya satu bentuk tindakan tunggal, melainkan terdiri dari berbagai bentuk manifestasi yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian literatur menunjukkan bahwa perilaku prososial meliputi variasi tindakan sosial yang membantu dan memberi dampak positif bagi orang lain. Beberapa bentuk utama termasuk:
-
Menolong Secara Langsung: Tindakan membantu seseorang yang sedang dalam kesulitan, misalnya membantu orang tua menyebrang, memberikan bantuan kepada orang yang jatuh, atau membantu teman yang sedang mengalami masalah. [Lihat sumber Disini - journal3.um.ac.id]
-
Berbagi Sumber Daya: Memberikan atau berbagi sumber daya yang dimiliki kepada orang lain, seperti berbagi makanan, waktu, atau informasi yang bermanfaat. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Kerja Sama: Bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama, misalnya dalam kegiatan gotong royong, proyek sekolah, atau kerja tim di lingkungan kerja. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Dukungan Emosional: Memberikan dukungan emosional melalui empati, pendampingan, atau kata-kata penghiburan ketika seseorang mengalami kesulitan emosional. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]
-
Relawan atau Donasi: Kegiatan relawan seperti menjadi sukarelawan sosial atau memberikan sumbangan kepada organisasi kemanusiaan merupakan contoh perilaku prososial berbentuk formal. [Lihat sumber Disini - journal3.um.ac.id]
Setiap bentuk perilaku prososial mencerminkan karakter sosial manusia yang ingin memberi manfaat langsung kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. Bentuk-bentuk ini penting dipahami karena memberikan perspektif luas tentang bagaimana perilaku prososial muncul dalam berbagai konteks kehidupan manusia. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Faktor Internal yang Mempengaruhi Perilaku Prososial
Perilaku prososial tidak muncul secara kebetulan, melainkan dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor internal dalam diri individu. Faktor internal ini mencakup kondisi psikologis, karakteristik personal, dan kemampuan emosional seseorang yang mendorong munculnya tindakan membantu orang lain. Berikut adalah beberapa faktor internal yang signifikan:
-
Empati: Empati adalah kemampuan individu untuk merasakan atau memahami kondisi emosional orang lain. Individu dengan tingkat empati tinggi cenderung lebih sering menunjukkan perilaku prososial karena mereka mampu mengenali kebutuhan orang lain dan termotivasi untuk membantu. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]
-
Kesadaran Sosial: Kesadaran sosial mencakup pemahaman akan kondisi sosial di sekitar serta dorongan internal untuk bertindak demi kebaikan orang lain. Kesadaran sosial merupakan komponen penting dalam menentukan seberapa sering individu menolong orang lain. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]
-
Harga Diri (Self-Esteem): Individu dengan harga diri yang kuat dan positif cenderung merasa yakin dalam tindakan membantu orang lain. Harga diri tinggi sering kali berkorelasi dengan keterlibatan sosial yang lebih aktif, termasuk perilaku prososial. [Lihat sumber Disini - jurnal.ustjogja.ac.id]
-
Motivasi Altruistik: Motivasi altruistik merujuk pada motivasi yang muncul tanpa mengharapkan imbalan, memberi dorongan bagi individu untuk menolong demi kebaikan orang lain semata. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Kebermaknaan Hidup: Individu yang memiliki persepsi kuat akan makna hidup cenderung melihat perilaku prososial sebagai bagian dari tujuan hidupnya, sehingga lebih termotivasi untuk memberi manfaat kepada orang lain. [Lihat sumber Disini - journal.poltekip.ac.id]
Faktor-faktor internal ini saling berinteraksi dan menentukan kecenderungan individu untuk bertindak prososial dalam konteks sosial mana pun. Dengan memahami faktor internal ini, kita dapat merancang intervensi yang mempromosikan perilaku prososial di berbagai lembaga sosial dan pendidikan. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]
Faktor Sosial dalam Perilaku Prososial
Selain faktor internal, aspek-aspek sosial dalam lingkungan hidup juga memainkan peran besar dalam mempengaruhi perilaku prososial seseorang. Faktor sosial mencakup dinamika hubungan sosial yang terjadi dalam keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat luas. Beberapa faktor sosial yang memengaruhi perilaku prososial antara lain:
-
Model Sosial dan Pembelajaran Observasional: Individu cenderung meniru perilaku yang mereka lihat dalam lingkungan sosial, termasuk perilaku prososial. Model perilaku sosial seperti orang tua, guru, atau tokoh masyarakat yang menunjukkan perilaku menolong dapat meningkatkan probabilitas tindakan prososial oleh pengamatnya. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]
-
Norma Sosial: Norma sosial yang berlaku dalam suatu kelompok atau budaya dapat memperkuat atau melemahkan perilaku prososial. Norma yang menekankan pentingnya tolong-menolong, kerja sama, dan solidaritas sosial akan meningkatkan frekuensi perilaku prososial di antara anggotanya. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Lingkungan Keluarga: Keluarga sebagai unit sosial pertama memberikan pembelajaran tentang nilai kerja sama, empati, dan berbagi. Anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang mendukung tindakan sosial cenderung mengadopsi perilaku prososial sejak dini. [Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id]
-
Dukungan Sosial Komunitas: Komunitas yang menyediakan dukungan emosional dan sumber daya sosial memberikan kesempatan bagi anggotanya untuk terlibat dalam aksi sosial, relawan, atau kegiatan sosial lainnya. [Lihat sumber Disini - journal3.um.ac.id]
Faktor sosial ini mencerminkan bahwa perilaku prososial tidak hanya bergantung pada disposisi individu, tetapi juga dipengaruhi secara signifikan oleh lingkungan sosial di mana individu tersebut hidup dan berinteraksi. Memahami dampak faktor sosial ini membantu dalam membangun lingkungan sosial yang mendukung munculnya perilaku prososial secara luas. [Lihat sumber Disini - ejournal.unesa.ac.id]
Dampak Perilaku Prososial terhadap Kehidupan Sosial
Perilaku prososial memiliki dampak yang luas dan mendalam terhadap dinamika sosial di masyarakat. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, tetapi juga berdampak positif bagi pelaku dan struktur sosial secara keseluruhan. Beberapa dampak utama perilaku prososial antara lain:
-
Meningkatkan Kesejahteraan Sosial: Tindakan prososial membantu meningkatkan kualitas hubungan interpersonal serta solidaritas di dalam masyarakat, memperkuat kohesi sosial, dan menciptakan rasa saling percaya antar individu. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Peningkatan Kesejahteraan Psikologis: Individu yang terlibat dalam perilaku prososial dilaporkan mengalami peningkatan perasaan puas, bangga, dan keterhubungan sosial. Ini berkaitan erat dengan peningkatan well-being psikologis dan kepuasan hidup. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Mengurangi Konflik Sosial: Perilaku prososial dapat mengurangi tingkat konflik sosial karena mendorong pemahaman antar individu, memperkuat kerja sama, dan menciptakan kondisi sosial yang lebih harmonis. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Mendorong Pembentukan Nilai Moral: Tindakan prososial sering kali mencerminkan nilai moral yang universal seperti empati, altruism, dan keadilan sosial, yang kemudian diinternalisasi sebagai norma sosial yang dihargai masyarakat. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Dengan demikian, perilaku prososial berjalan seiring dengan nilai-nilai sosial yang memperkuat struktur dan fungsi masyarakat secara keseluruhan, dari tingkat mikro (individu) hingga makro (komunitas dan masyarakat luas). [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Contoh Perilaku Prososial dalam Kehidupan Sehari-hari
Perilaku prososial dapat diamati dalam berbagai situasi nyata di kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contoh yang umum ditemukan di lingkungan sosial:
-
Membantu Orang Tua atau Lansia Menyebrang Jalan: Tindakan ini menunjukkan perhatian langsung pada kebutuhan orang lain tanpa imbalan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
-
Memberi Donasi kepada Korban Bencana: Berpartisipasi dalam bantuan sosial berupa donasi materi atau waktu adalah bentuk perilaku prososial pada tingkat komunitas. [Lihat sumber Disini - journal3.um.ac.id]
-
Mendampingi Teman yang Sedang Berduka: Memberikan dukungan emosional kepada teman dekat adalah contoh nyata perilaku prososial dalam konteks hubungan interpersonal. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]
-
Relawan dalam Kegiatan Sosial: Keikutsertaan dalam kegiatan sukarela seperti menjadi relawan di panti sosial atau kerja bakti lingkungan menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan umum. [Lihat sumber Disini - journal3.um.ac.id]
-
Berbagi Waktu dan Pengetahuan: Siswa atau profesional yang rela berbagi waktu dan pengetahuan dengan orang lain untuk membantu mereka belajar atau berkembang. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Contoh-contoh ini memberikan gambaran nyata bagaimana perilaku prososial terwujud dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks interpersonal maupun kolektif sosial. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]
Kesimpulan
Perilaku prososial merupakan tindakan sosial yang bermakna besar dalam kehidupan individu dan masyarakat. Dengan pengertian yang mencakup tindakan sukarela untuk membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan, perilaku prososial menjadi komponen penting dalam pembentukan hubungan interpersonal yang sehat dan kohesi sosial yang kuat. Faktor internal seperti empati, kesadaran sosial, dan harga diri memainkan peran penting dalam mendorong munculnya perilaku ini, sementara faktor sosial seperti model perilaku, norma komunitas, serta lingkungan keluarga juga turut memengaruhinya. Dampak perilaku prososial sangat signifikan, baik bagi kesejahteraan individu maupun bagi struktur sosial secara keseluruhan. Dalam kehidupan sehari-hari, perilaku prososial muncul dalam berbagai bentuk nyata, mulai dari membantu orang lain, berbagi sumber daya, hingga partisipasi dalam kegiatan sosial. Dengan pemahaman yang mendalam tentang perilaku prososial, masyarakat dapat lebih sistematis dalam mempromosikan nilai-nilai sosial yang mendukung kebaikan bersama.