Terakhir diperbarui: 06 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 6 January). Persepsi Risiko Kesehatan: Konsep dan Pengambilan Keputusan. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/persepsi-risiko-kesehatan-konsep-dan-pengambilan-keputusan 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Persepsi Risiko Kesehatan: Konsep dan Pengambilan Keputusan - SumberAjar.com

Persepsi Risiko Kesehatan: Konsep dan Pengambilan Keputusan

Pendahuluan

Persepsi risiko kesehatan menjadi topik penting dalam studi kesehatan masyarakat karena secara langsung memengaruhi cara individu memahami ancaman terhadap kesehatannya dan bagaimana mereka membuat keputusan terkait tindakan pencegahan atau pengobatan. Persepsi risiko bukan sekadar pengetahuan tentang bahaya, tetapi merupakan penilaian subjektif yang dibentuk oleh keyakinan, pengalaman pribadi, dan pemahaman tentang probabilitas serta konsekuensi dari suatu risiko kesehatan tertentu. Penelitian menunjukkan bahwa persepsi risiko memainkan peran penting dalam mendorong perilaku sehat seperti kepatuhan terhadap protokol pencegahan penyakit menular seperti COVID-19 dan adopsi perilaku kesehatan preventif lainnya. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Definisi Persepsi Risiko Kesehatan

Definisi Persepsi Risiko Kesehatan Secara Umum

Persepsi risiko kesehatan secara umum merujuk pada penilaian subjektif individu terhadap kemungkinan dan tingkat keparahan dampak kesehatan yang mungkin mereka alami. Istilah ini menekankan bahwa persepsi seseorang terhadap ancaman kesehatan tidak selalu identik dengan data objektif risiko, tetapi lebih mencerminkan keyakinan pribadi atas potensi bahaya dan konsekuensinya. Persepsi ini mencakup bagaimana seseorang menilai peluang terjadi penyakit atau cedera dan seberapa serius konsekuensi dari kejadian tersebut menurut sudut pandang mereka. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Definisi Persepsi Risiko Kesehatan dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), persepsi adalah kemampuan untuk menerima dan menafsirkan rangsangan melalui panca indera sehingga menghasilkan pemahaman terhadap suatu objek atau gejala. Sedangkan risiko kesehatan dapat dipahami sebagai kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan atau penyakit pada individu akibat paparan faktor tertentu. Dengan demikian, persepsi risiko kesehatan berarti cara seseorang memahami dan menilai kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan dan dampaknya berdasarkan interpretasi mereka terhadap informasi dan pengalaman. (Catatan: istilah ini dirinci berdasarkan definisi umum KBBI “persepsi” dan “risiko kesehatan” yang relevan dalam konteks kesehatan masyarakat).

Definisi Persepsi Risiko Kesehatan Menurut Para Ahli

  1. Vera Hoorens, menyatakan bahwa risk perception adalah penilaian subjektif individu terhadap kemungkinan hasil tertentu di masa depan yang dapat terjadi jika seseorang mengikuti tindakan tertentu atau terpapar risiko, yang mencakup dimensi analitis dan pengalaman dalam evaluasi risiko tersebut. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  2. Aven et al. (dikutip dalam literatur psikologi risiko), menjelaskan persepsi risiko sebagai penilaian atau pertimbangan subjektif individu terhadap risiko yang mereka hadapi, terlepas dari data objektifnya. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  3. Rimal & Turner, menyatakan bahwa persepsi risiko mencerminkan keyakinan individu tentang kerentanan mereka terhadap suatu konsekuensi kesehatan tertentu, termasuk estimasi probabilitas dan dampaknya. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  4. Studi dalam Frontiers in Psychology, menunjukkan persepsi risiko sebagai gambaran tentang sikap dan pemahaman individu terhadap risiko objektif yang melibatkan faktor lingkungan dan gaya hidup, yang menjadi faktor kunci dalam perilaku kesehatan. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

  5. Penelitian epidemiologi kesehatan masyarakat, menyebutkan bahwa persepsi risiko meliputi pemahaman subjektif individu tentang tingkat ancaman terhadap kesehatan mereka dan pentingnya tindakan pencegahan sebagai respons terhadap risiko tersebut. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Pengaruh Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Risiko Kesehatan

Persepsi risiko kesehatan tidak terbentuk secara otomatis; ada berbagai faktor yang secara signifikan memengaruhi bagaimana individu menilai risiko terhadap kesehatan mereka:

  1. Pengetahuan dan Informasi

    Pengetahuan tentang suatu penyakit atau ancaman kesehatan membuat individu lebih mampu menilai tingkat risiko yang mereka hadapi. Misalnya, studi terkait pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat berkorelasi positif dengan persepsi risiko dan perilaku pencegahan yang diambil. [Lihat sumber Disini - jurnal.syntaxliterate.co.id]

  2. Pengalaman Pribadi dan Sosial

    Individu yang pernah mengalami atau melihat orang terdekatnya mengalami suatu kondisi kesehatan cenderung memiliki persepsi risiko yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak memiliki pengalaman serupa. Faktor pengalaman ini menjadi landasan emosional yang kuat dalam penilaian risiko. [Lihat sumber Disini - bmcpublichealth.biomedcentral.com]

  3. Faktor Psikologis

    Faktor seperti kecemasan, rasa takut, dan bias kognitif dapat memengaruhi bagaimana risiko dinilai. Individu dengan kecenderungan pikiran negatif atau kecemasan tinggi cenderung mempersepsikan risiko sebagai lebih besar, sementara bias optimisme bisa membuat seseorang meremehkan risiko yang sebenarnya nyata. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

  4. Karakteristik Sosial dan Budaya

    Nilai budaya dan lingkungan sosial turut membentuk persepsi risiko. Teori budaya risiko menunjukkan bahwa pandangan dunia dan norma budaya dapat mempengaruhi cara individu menilai dan merespons risiko kesehatan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  5. Media dan Komunikasi Risiko

    Paparan media massa dan kampanye kesehatan publik memainkan peran penting dalam membentuk gambaran risiko. Penyampaian pesan risiko yang jelas dan konsisten dapat meningkatkan kesadaran risiko masyarakat. [Lihat sumber Disini - journals.sagepub.com]


Persepsi Risiko dan Pengambilan Keputusan Kesehatan

Persepsi risiko kesehatan berperan penting dalam setiap tahapan pengambilan keputusan terkait kesehatan. Ketika individu menilai risiko mereka secara subjektif, proses ini membawa implikasi dalam berbagai keputusan penting, seperti melakukan vaksinasi, memilih untuk memeriksakan kesehatan, atau mengadopsi perilaku hidup sehat.

Menurut literatur psikologi kesehatan, persepsi risiko sering menjadi komponen utama dalam model perubahan perilaku seperti Health Belief Model (HBM), yang menjelaskan bahwa individu yang merasa rentan terhadap suatu kondisi kesehatan, serta menilai konsekuensinya sebagai serius, lebih mungkin mengambil tindakan pencegahan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Selain itu, pengambilan keputusan juga dipengaruhi oleh bagaimana individu memproses informasi risiko. Mereka mungkin menggunakan pendekatan analitis untuk menilai probabilitas dan konsekuensi risiko, atau menggunakan pendekatan intuitif yang berbasis pengalaman emosional. Kedua pendekatan ini dapat menghasilkan persepsi risiko yang berbeda dan pada akhirnya memengaruhi keputusan kesehatan mereka. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Bias Persepsi Risiko dalam Kesehatan

Dalam konteks kesehatan, bias persepsi risiko sering muncul ketika individu menilai risiko secara tidak akurat dibandingkan dengan bukti objektif. Dua bentuk bias yang umum ditemukan adalah:

  1. Bias Optimisme

    Banyak individu percaya bahwa mereka lebih kebal terhadap penyakit atau bahaya dibandingkan orang lain dalam kelompok sosialnya. Ini dapat menyebabkan perilaku yang meremehkan risiko nyata kesehatan. [Lihat sumber Disini - academic.oup.com]

  2. Bias Negatif Emosional

    Individu yang sangat terpengaruh oleh pengalaman emosional atau ketakutan mungkin melebih-lebihkan risiko, yang dapat menyebabkan kecemasan berlebihan atau pengambilan keputusan yang tidak rasional. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

Bias ini menunjukkan bahwa persepsi risiko tidak selalu sejalan dengan realitas statistik, tetapi dipengaruhi oleh faktor psikologis dan sosial.


Dampak Persepsi Risiko terhadap Perilaku Pencegahan

Persepsi risiko memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku pencegahan dalam masyarakat. Studi empiris di Indonesia menunjukkan bahwa persepsi risiko berkorelasi positif dengan tindakan pencegahan, seperti mengikuti protokol kesehatan selama pandemi COVID-19: semakin tinggi persepsi risiko, semakin tinggi kepatuhan terhadap perilaku pencegahan kesehatan. [Lihat sumber Disini - jurnal.syntaxliterate.co.id]

Selain itu, penelitian lain menemukan bahwa persepsi risiko merupakan prediktor perilaku sehat secara umum, orang yang memiliki persepsi risiko tinggi lebih cenderung melakukan langkah-langkah pencegahan seperti menjaga jarak, memakai alat pelindung diri, atau memperhatikan kebersihan diri. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Persepsi risiko juga dapat berfungsi sebagai motivator penting dalam program edukasi kesehatan, di mana kampanye kesehatan yang efektif mampu mengubah penilaian risiko dan, sebagai akibatnya, mengubah perilaku masyarakat menuju tindakan yang lebih sehat.


Persepsi Risiko Kesehatan dalam Kehidupan Sehari-hari

Persepsi risiko kesehatan bukan hanya relevan dalam situasi krisis seperti pandemi, tetapi juga ditemukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Individu sering menilai risiko terkait berbagai aspek kehidupan seperti pola makan, aktivitas fisik, paparan polusi, dan kebiasaan merokok. Penilaian ini memengaruhi keputusan harian mereka, seperti memilih makanan sehat, rutin berolahraga, atau mengambil langkah pencegahan terhadap penyakit kronis. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

Dalam kehidupan masyarakat modern, informasi tentang risiko kesehatan juga tersebar melalui media sosial, kampanye kesehatan publik, atau rekomendasi profesional medis. Individu kemudian menggabungkan informasi ini dengan pengalaman pribadi mereka untuk membuat keputusan kesehatan yang dianggap terbaik bagi diri mereka dan keluarga.


Kesimpulan

Persepsi risiko kesehatan merupakan konsep psikologis subjektif yang memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan. Persepsi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, pengalaman pribadi, lingkungan sosial, budaya, serta cara informasi risiko disampaikan kepada publik. Dalam konteks kesehatan masyarakat, tingkat persepsi risiko yang tinggi secara umum mendorong perilaku pencegahan yang lebih baik dan kepatuhan terhadap tindakan kesehatan preventif. Namun, bias dalam persepsi risiko dapat menyebabkan penilaian yang tidak akurat, sehingga penting bagi program edukasi kesehatan untuk meningkatkan literasi risiko dan membantu masyarakat membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan informasi yang tepat. Pemahaman menyeluruh tentang persepsi risiko kesehatan tidak hanya relevan dalam situasi pandemi tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari ketika individu mempertimbangkan tindakan yang dapat memengaruhi kesejahteraan jangka panjang mereka.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Persepsi risiko kesehatan adalah penilaian subjektif individu mengenai kemungkinan dan tingkat keparahan ancaman kesehatan yang dapat memengaruhi dirinya, yang terbentuk dari pengetahuan, pengalaman, emosi, dan lingkungan sosial.

Persepsi risiko kesehatan penting karena memengaruhi keputusan individu dalam melakukan tindakan pencegahan, mencari pengobatan, mematuhi anjuran kesehatan, serta menentukan pilihan perilaku yang berdampak pada kesehatannya.

Persepsi risiko kesehatan dipengaruhi oleh pengetahuan dan informasi, pengalaman pribadi, faktor psikologis, nilai sosial dan budaya, serta peran media dan komunikasi risiko kesehatan.

Bias persepsi risiko adalah kecenderungan individu menilai risiko kesehatan secara tidak akurat, seperti meremehkan risiko melalui bias optimisme atau melebih-lebihkan risiko akibat pengaruh emosi dan ketakutan.

Semakin tinggi persepsi risiko kesehatan yang dimiliki individu, semakin besar kemungkinan mereka melakukan perilaku pencegahan seperti menjaga kebersihan, mengikuti protokol kesehatan, dan menerapkan gaya hidup sehat.

Tidak. Persepsi risiko kesehatan juga berperan dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam menilai risiko penyakit kronis, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan yang berdampak pada kesehatan jangka panjang.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Persepsi Risiko Obat: Konsep, Pengaruh Perilaku, dan Keputusan Persepsi Risiko Kesehatan: Konsep, Pembentukan Kognitif, dan Implikasi Perilaku Persepsi Risiko: Faktor dan Contoh Persepsi Ibu Hamil tentang Persalinan di Fasilitas Kesehatan Pengambilan Keputusan dalam Proses Pembelajaran Persepsi Manfaat dan Hambatan: Konsep, Penilaian Individu, dan Keputusan Kesehatan Persepsi Ibu Hamil terhadap Induksi Persalinan Persepsi Masyarakat terhadap Pelayanan Publik: Konsep dan Penilaian Persepsi Masyarakat terhadap Penyakit Persepsi Persalinan di Fasilitas Kesehatan: Konsep, Kepercayaan, dan Pilihan Persepsi Pasien terhadap Terapi Obat: Konsep, Kepuasan, dan Kepercayaan Persepsi Harga oleh Konsumen Persepsi Masyarakat terhadap Suplemen Mahal Persepsi Siswa terhadap Proses Pembelajaran Persepsi Pasien terhadap Obat Kombinasi Persepsi Diri: Konsep dan Evaluasi Personal Persepsi Penyakit: Konsep dan Respons Individu Persepsi Lingkungan Sosial: Konsep dan Kesadaran Masyarakat Persepsi Remaja Putri terhadap KB Pasca Nikah Persepsi Keadilan dalam Organisasi
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna