Terakhir diperbarui: 03 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 3 January). Persepsi Harga oleh Konsumen. SumberAjar. Retrieved 25 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/persepsi-harga-oleh-konsumen  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Persepsi Harga oleh Konsumen - SumberAjar.com

Persepsi Harga oleh Konsumen

Pendahuluan

Persepsi harga merupakan salah satu aspek penting dalam perilaku konsumen yang memengaruhi keputusan pembelian. Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, konsumen tidak hanya melihat nominal harga secara objektif, tetapi juga mengevaluasinya secara subjektif berdasarkan nilai yang diterima dari produk atau jasa tersebut. Penilaian ini akan berdampak pada penilaian akhir konsumen terhadap sebuah produk serta tentu saja atas keputusan pembelian yang diambilnya. Persepsi harga menjadi indikator penting dalam pemasaran modern karena dapat mencerminkan daya saing sebuah produk serta bagaimana konsumen memaknai penawaran harga yang diberikan perusahaan dalam konteks manfaat dan kualitas produk itu sendiri. Studi-studi pemasaran menunjukkan bahwa persepsi harga tidak hanya sekadar angka, tetapi merupakan representasi evaluatif konsumen terhadap “apa yang dianggap adil, wajar, atau sesuai” dengan nilai yang dirasakan atas barang atau jasa yang akan dibeli atau telah dibeli. [Lihat sumber Disini - jurnal.stiatabalong.ac.id]


Definisi Persepsi Harga

Definisi Persepsi Harga Secara Umum

Persepsi harga secara umum mengacu pada bagaimana konsumen menafsirkan dan memberi makna terhadap informasi harga dari sebuah produk atau jasa. Ini bukan sekadar angka yang tercantum, tetapi representasi subjektif yang mencerminkan bagaimana konsumen mengevaluasi apakah harga tersebut dirasakan sebagai sesuatu yang “bernilai, adil, atau sesuai” dengan kualitas dan manfaat yang diperoleh. Dalam konteks pemasaran, persepsi harga menunjukkan evaluasi konsumen terhadap harga berdasarkan pengalaman, referensi harga dari pesaing, serta harapan terhadap nilai guna produk. [Lihat sumber Disini - ejournal-nipamof.id]

Definisi Persepsi Harga dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian harga berkaitan dengan jumlah uang yang harus dibayar untuk suatu barang atau jasa. Meskipun KBBI sendiri tidak secara eksplisit memuat istilah “persepsi harga”, definisi harga sebagai nominal uang yang ditukarkan menunjukkan dasar objektif dari sebuah harga. Persepsi atas harga, dalam konteks ini, kemudian berkembang ketika konsumen menafsirkan angka tersebut secara subjektif dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Definisi ini memberikan landasan bahwa harga bukan sekadar angka moneternya, tetapi juga mencakup nilai psikologisnya dalam benak konsumen.

Definisi Persepsi Harga Menurut Para Ahli

Para ahli mendefinisikan persepsi harga sebagai proses kognitif di mana konsumen menilai dan mengevaluasi harga suatu produk atau jasa berdasarkan gambaran nilai yang mereka dapatkan. Menurut Taan (2017), persepsi harga berkaitan dengan bagaimana informasi harga dipakai secara keseluruhan oleh konsumen untuk memberi makna yang mendalam terhadap nilai suatu produk. [Lihat sumber Disini - ejournal-nipamof.id] Peter & Olson (2014) menjelaskan bahwa persepsi harga adalah cara pelanggan menafsirkan informasi harga dan memberi arti terhadapnya dalam konteks pembelian yang akan mereka lakukan. [Lihat sumber Disini - repositori.stiamak.ac.id] Selain itu, definisi lain menyebutkan bahwa persepsi harga mencakup penilaian emosional konsumen atas kecocokan harga yang ditawarkan dengan nilai yang diharapkan serta perbandingan harga terhadap pesaing. [Lihat sumber Disini - jurnal-stiepari.ac.id]


Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Harga

Persepsi harga konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, baik bersifat internal dari konsumen sendiri maupun faktor eksternal dari lingkungan pemasaran. Faktor-faktor ini mencakup situasi psikologis konsumen, informasi referensi, serta kondisi pasar yang dinamis.

Faktor Internal Konsumen

  • Nilai dan Preferensi Individu: Konsumen yang memiliki pengetahuan lebih besar tentang suatu produk cenderung mengevaluasi harga dengan lebih matang, sedangkan konsumen baru dapat menilai harga secara berbeda karena kurangnya pengalaman. 

  • Pendapatan dan Daya Beli: Konsumen dengan pendapatan lebih tinggi mungkin menilai harga tinggi sebagai simbol kualitas premium, sedangkan konsumen dengan daya beli lebih rendah mungkin memandang harga yang sama sebagai mahal dan tidak wajar.

  • Emosi dan Pengalaman Masa Lalu: Rasa puas atau kecewa dari pengalaman sebelumnya dapat mempengaruhi cara konsumen menilai harga saat ini.

Faktor Eksternal Lingkungan

  • Informasi dan Referensi Harga Pasar: Konsumen biasanya membandingkan harga dengan produk serupa di pasar untuk menilai apakah harga yang ditawarkan wajar atau tidak. Ini menciptakan referensi internal yang memengaruhi penilaian harga selanjutnya.

  • Strategi Promosi dan Komunikasi Pemasaran: Diskon, bundling, dan promosi lainnya dapat membentuk persepsi bahwa konsumen sedang mendapatkan nilai lebih dari harga yang dibayar.

  • Citra Merek dan Reputasi Perusahaan: Sebuah merek kuat dapat membuat konsumen merasa bahwa harga lebih tinggi sepadan dengan kualitas dan nilai yang diharapkan.

Secara keseluruhan, persepsi harga adalah hasil dari berbagai faktor yang membentuk sikap dan evaluasi konsumen terhadap harga sebuah produk atau jasa, baik dari dalam diri konsumen maupun dari lingkungan pasar. [Lihat sumber Disini - jurnal.stiatabalong.ac.id]


Persepsi Harga dan Nilai Produk

Persepsi harga memiliki hubungan yang erat dengan konsep nilai produk, di mana nilai produk merupakan hasil evaluasi konsumen terhadap manfaat yang diperoleh dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh produk tersebut. Konsep nilai ini tidak hanya mempertimbangkan harga secara mutlak, tetapi juga mempertimbangkan berbagai aspek yang memengaruhi keseluruhan pengalaman konsumen.

Menurut penelitian konsumen, nilai produk dibentuk oleh evaluasi konsumen terhadap manfaat yang diterima dan biaya (termasuk harga) yang dikeluarkan untuk mendapatkan produk atau jasa tersebut. Ini menunjukkan bahwa harga merupakan bagian integral dari persepsi nilai yang lebih luas. Semakin seimbang antara manfaat yang dirasakan dan biaya yang dikeluarkan, semakin positif persepsi nilai di benak konsumen. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Dalam banyak kasus, konsumen cenderung menerima harga yang lebih tinggi jika mereka merasa bahwa harga tersebut sebanding dengan kualitas, manfaat, atau pengalaman yang mereka peroleh. Sebaliknya, konsumen dapat menolak membeli produk jika mereka merasa bahwa harga yang ditawarkan tidak mencerminkan nilai yang sesuai, walaupun produk tersebut mungkin berkualitas. Persepsi ini memainkan peran penting dalam bagaimana nilai produk dipandang oleh konsumen di pasar yang kompetitif. [Lihat sumber Disini - investopedia.com]


Pengaruh Persepsi Harga terhadap Keputusan Pembelian

Persepsi harga konsumen memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan pembelian. Keputusan pembelian bukan hanya sekadar keputusan rasional tetapi juga dipengaruhi oleh evaluasi subjektif terhadap harga produk atau jasa. Studi penelitian menunjukkan bahwa persepsi harga memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian di berbagai konteks produk, baik barang konsumer maupun jasa. [Lihat sumber Disini - jurnal.stiatabalong.ac.id]

Penelitian empiris terbaru menunjukkan bahwa ketika konsumen menilai sebuah harga sebagai wajar atau sesuai dengan manfaat yang mereka terima, hal ini dapat meningkatkan kemungkinan mereka melakukan pembelian. Misalnya, penelitian di klinik jasa menunjukkan bahwa persepsi harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian jasa tersebut. [Lihat sumber Disini - jurnal.stiatabalong.ac.id] Demikian pula, riset lain pada konsumen ritel menemukan bahwa persepsi harga yang positif mendorong keputusan pembelian secara signifikan. [Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id]

Namun, perlu dicatat bahwa konteks pasar dapat memoderasi efek persepsi harga terhadap keputusan pembelian. Dalam beberapa kasus, faktor lain seperti kualitas produk atau citra merek juga ikut mempengaruhi keputusan konsumen, dan terkadang persepsi harga saja tidak cukup untuk menjamin pembelian. [Lihat sumber Disini - journal.yp3a.org]


Persepsi Harga dalam Persaingan Pasar

Dalam lingkungan persaingan pasar, persepsi harga menjadi salah satu alat strategis yang penting digunakan pelaku usaha untuk mempertahankan daya saing produk. Harga tidak hanya diposisikan sebagai alat untuk menarik konsumen melalui nominal angka yang murah, tetapi juga sebagai sinyal kualitas dan diferensiasi produk.

Dalam pasar yang sangat kompetitif, konsumen sering membandingkan harga produk satu dengan lainnya untuk memutuskan mana produk yang menawarkan “nilai terbaik” berdasarkan persepsi mereka sendiri. Hal ini mencakup tidak hanya perbandingan harga tetapi juga kualitas, layanan, serta atribut lain yang terkait dengan pengalaman pembelian. [Lihat sumber Disini - ejournal-nipamof.id]

Pada akhirnya, strategi harga yang efektif adalah strategi yang mampu menyeimbangkan antara persepsi nilai konsumen, posisi harga terhadap pesaing, serta tujuan perusahaan secara strategis. Perusahaan yang berhasil mengelola persepsi harga secara tepat dapat meningkatkan daya tarik produk mereka di tengah persaingan pasar sekaligus mempertahankan margin keuntungan. [Lihat sumber Disini - ejournal-nipamof.id]


Persepsi Harga dari Sudut Pandang Psikologis

Persepsi harga tidak hanya merupakan proses logis semata tetapi juga dipengaruhi oleh faktor psikologis yang kompleks. Secara psikologis, konsumen sering membuat penilaian awal terhadap harga berdasarkan pengalaman, norma sosial, serta referensi harga yang berlaku di lingkungan mereka.

Misalnya, harga yang dianggap terlalu tinggi oleh sebagian konsumen dapat menciptakan sinyal kualitas tinggi, sedangkan pada konteks lain harga yang terlalu rendah bisa menimbulkan keraguan terhadap kualitas. Persepsi harga ini kemudian berinteraksi dengan faktor psikologis seperti nilai sosial, harapan, dan emosi yang melekat pada suatu produk. [Lihat sumber Disini - emerald.com]

Selain itu, ada aspek psikologis seperti price fairness (keadilan harga) yang menjadi bagian penting dalam persepsi harga, di mana konsumen mengevaluasi apakah harga yang diberikan terasa “adil” atau tidak dalam konteks situasi penetapan harga dan manfaat yang diterima. [Lihat sumber Disini - emerald.com]


Kesimpulan

Persepsi harga oleh konsumen adalah evaluasi subjektif yang mencerminkan bagaimana konsumen menilai harga sebuah produk atau jasa tidak hanya dari segi nominal uangnya, tetapi juga dari bagaimana harga tersebut dipersepsikan dalam konteks manfaat, kualitas, dan nilai keseluruhan yang ditawarkan. Evaluasi ini sangat dipengaruhi oleh faktor internal konsumen seperti preferensi individu dan pendapatan, serta faktor eksternal seperti informasi pasar dan strategi pemasaran. Persepsi harga tidak hanya berpengaruh terhadap keputusan pembelian tetapi juga memainkan peran sentral dalam menentukan posisi produk di pasar yang kompetitif. Secara psikologis, persepsi harga mencakup proses kognitif dan emosional yang bereaksi terhadap rasa keadilan dan nilai yang dirasakan, sehingga strategi pemasaran harus mempertimbangkan cara konsumen menafsirkan harga sekaligus nilai yang mereka harapkan agar dapat mendorong keputusan pembelian secara efektif.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Persepsi harga oleh konsumen adalah penilaian subjektif konsumen terhadap harga suatu produk atau jasa berdasarkan manfaat, kualitas, dan nilai yang dirasakan, bukan hanya berdasarkan nominal harga semata.

Persepsi harga penting karena memengaruhi keputusan pembelian konsumen, tingkat kepuasan, serta penilaian terhadap nilai dan kualitas produk di tengah persaingan pasar.

Persepsi harga dipengaruhi oleh faktor internal seperti pendapatan, pengalaman, dan preferensi konsumen, serta faktor eksternal seperti harga pesaing, promosi, dan citra merek.

Persepsi harga berhubungan erat dengan nilai produk karena konsumen menilai harga berdasarkan manfaat dan kualitas yang diterima. Harga yang dianggap sepadan akan menciptakan persepsi nilai yang positif.

Persepsi harga memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, namun tidak berdiri sendiri. Faktor lain seperti kualitas produk, kebutuhan konsumen, dan citra merek juga turut memengaruhi keputusan tersebut.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Persepsi Masyarakat terhadap Suplemen Mahal Persepsi Masyarakat terhadap Suplemen Mahal Harga Saham: Konsep dan Faktor Penentu Harga Saham: Konsep dan Faktor Penentu Perilaku Konsumen: Konsep, Faktor Psikologis, dan Keputusan Beli Perilaku Konsumen: Konsep, Faktor Psikologis, dan Keputusan Beli SPK Penentuan Harga Produk UMKM SPK Penentuan Harga Produk UMKM Perilaku Konsumen dari Perspektif Psikologis Perilaku Konsumen dari Perspektif Psikologis Minat Beli: Konsep, Dorongan Konsumen, dan Intensi Pembelian Minat Beli: Konsep, Dorongan Konsumen, dan Intensi Pembelian Persepsi Konsumen terhadap Obat Herbal Modern Persepsi Konsumen terhadap Obat Herbal Modern Persepsi Konsumen terhadap BPOM dan Sertifikasi Persepsi Konsumen terhadap BPOM dan Sertifikasi Harga Diri Akademik: Konsep dan Pengaruhnya Harga Diri Akademik: Konsep dan Pengaruhnya Kualitas Produk: Konsep, Persepsi Kualitas, dan Kepuasan Konsumen Kualitas Produk: Konsep, Persepsi Kualitas, dan Kepuasan Konsumen Kualitas Produk: Konsep, Persepsi Kualitas, dan Kepuasan Konsumen Kualitas Produk: Konsep, Persepsi Kualitas, dan Kepuasan Konsumen Persepsi Konsumen tentang Label Nutrisi Persepsi Konsumen tentang Label Nutrisi Brand Image: Konsep, Persepsi Merek, dan Citra Perusahaan Brand Image: Konsep, Persepsi Merek, dan Citra Perusahaan Harga Diri Rendah: Dampak Psikososial dan Pendekatan Keperawatan Harga Diri Rendah: Dampak Psikososial dan Pendekatan Keperawatan Electronic Word of Mouth (E-WOM): Konsep, Komunikasi Digital, dan Kepercayaan Electronic Word of Mouth (E-WOM): Konsep, Komunikasi Digital, dan Kepercayaan Tingkat Kepercayaan terhadap Klaim Produk Herbal Tingkat Kepercayaan terhadap Klaim Produk Herbal Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Obat OTC Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Obat OTC Harga Diri Rendah: Konsep dan Contoh Kasus Harga Diri Rendah: Konsep dan Contoh Kasus Keputusan Pembelian: Konsep, Proses Keputusan, dan Pengaruh Pasar Keputusan Pembelian: Konsep, Proses Keputusan, dan Pengaruh Pasar SPK Penentuan Harga Sewa Peralatan SPK Penentuan Harga Sewa Peralatan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…