Terakhir diperbarui: 15 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 15 February). Big Data Analytics: konsep, karakteristik data besar, dan tantangan pengolahan. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/big-data-analytics-konsep-karakteristik-data-besar-dan-tantangan-pengolahan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Big Data Analytics: konsep, karakteristik data besar, dan tantangan pengolahan - SumberAjar.com

Big Data Analytics: Konsep, Karakteristik Data Besar, dan Tantangan Pengolahan

Pendahuluan

Era digital saat ini ditandai oleh ledakan data yang luar biasa cepat dan kompleks. Setiap aktivitas manusia di dunia digital, mulai dari transaksi online, media sosial, sensor IoT, hingga aplikasi bisnis, menghasilkan data dalam volume yang terus meningkat setiap detiknya. Perubahan ini bukan hanya sekedar peningkatan jumlah data, tetapi melahirkan tantangan dan peluang besar dalam cara organisasi mengelola, menganalisis, dan mengambil keputusan berdasarkan data tersebut. Konsep Big Data Analytics muncul sebagai respon terhadap fenomena ini, yakni sebuah disiplin ilmu dan teknologi yang dirancang untuk memahami kumpulan data yang sangat besar serta kompleks dengan tujuan menemukan wawasan yang berguna untuk pengambilan keputusan, inovasi, dan efisiensi operasional organisasi di berbagai sektor. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

Big Data Analytics bukan sekadar proses pencatatan atau penyimpanan besar data, tetapi juga mencakup keseluruhan rangkaian proses mulai dari pengumpulan, pengelolaan, pemrosesan, analisis, hingga pengambilan keputusan strategis berdasarkan pola data yang ditemukan. Perkembangan teknologi komputasi modern, termasuk pemrosesan paralel, penyimpanan terdistribusi, dan algoritma analitik canggih seperti machine learning, telah memampukan organisasi memanfaatkan data dalam jumlah dan kompleksitas yang sebelumnya tidak mungkin ditangani oleh sistem tradisional. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

Artikel ini akan mengulas secara mendalam definisi Big Data Analytics, karakteristik data besar, arsitektur dan teknologi pendukungnya, proses analitik pada data besar, tantangan dalam pengolahan Big Data, serta manfaat yang dapat diperoleh organisasi melalui penerapan Big Data Analytics. Analisis ini didukung oleh referensi jurnal dan publikasi ilmiah publik dari berbagai sumber tepercaya untuk memberikan pemahaman komprehensif dan sumber akademis yang dapat diakses tanpa login.


Definisi Big Data Analytics

Definisi Big Data Analytics Secara Umum

Big Data Analytics adalah sebuah pendekatan komprehensif yang menggabungkan teknik statistik, ilmu komputer, dan teknologi komputasi terdistribusi untuk mengekstraksi informasi bermakna dari kumpulan data yang sangat besar, kompleks, dan beragam. Secara umum, Big Data Analytics memanfaatkan alat-alat analitik dan metode komputasi untuk mengekstrak pola, tren, korelasi, dan wawasan yang tersembunyi dalam kumpulan data yang tidak mungkin ditangani oleh sistem manajemen data konvensional. Analitik ini memungkinkan organisasi menemukan insight yang berguna untuk meningkatkan pengambilan keputusan strategis, merancang strategi operasional yang lebih efisien, serta menciptakan inovasi produk dan layanan yang lebih baik. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

Dalam literatur ilmiah juga disebutkan bahwa Big Data Analytics dapat dilihat sebagai serangkaian proses yang mencakup pengambilan data dari berbagai sumber, pembersihan dan transformasi data, penyimpanan ke dalam sistem yang sesuai, serta analisis statistik dan kecerdasan buatan untuk menghasilkan informasi yang bernilai tambah bagi organisasi. Keberhasilan Big Data Analytics tergantung pada kemampuan teknologi, algoritma, serta strategi bisnis yang tepat untuk memanfaatkan data secara efektif dan efisien. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

Definisi Big Data Analytics dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah big data sendiri belum secara langsung masuk sebagai entri definisi tunggal, namun dapat dijelaskan melalui kata data itu sendiri. Data menurut KBBI adalah fakta atau sekumpulan nilai atau informasi yang mengikuti suatu rangkaian logis dan dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Dari penjelasan ini, dapat ditafsirkan bahwa Big Data Analytics adalah proses pengolahan dan analisis kumpulan data yang sangat besar guna menghasilkan informasi yang mendukung pengambilan keputusan. Big Data sendiri diambil sebagai istilah asing yang menggambarkan data berukuran sangat besar dan kompleks, sehingga membutuhkan metode, teknologi, dan strategi tertentu untuk diolah menjadi informasi bermakna.

Definisi Big Data Analytics Menurut Para Ahli

  1. Manyika et al. (2011) mendefinisikan Big Data sebagai kumpulan dataset yang ukurannya berada di luar kemampuan perangkat lunak database tradisional untuk menangkap, menyimpan, mengelola, dan menganalisis secara efisien. Dari sudut ini, Big Data Analytics berarti proses yang dilakukan untuk menganalisis data yang tidak bisa diolah oleh teknologi konvensional. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

  2. Beyer dan Laney (2012) menyatakan bahwa Big Data adalah aset informasi beragam yang memiliki volume tinggi, kecepatan tinggi, dan nilai aplikasi tinggi, yang memerlukan bentuk inovatif pemrosesan data untuk mendapatkan wawasan dan mendukung pengambilan keputusan. Analitik Big Data dalam kerangka ini merupakan teknik yang mengaplikasikan metode tersebut untuk mengekstraksi nilai dari data besar. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

  3. Das et al. (2019) dalam kajian literatur tentang Big Data menyebutkan bahwa Big Data Analytics merupakan pendekatan lengkap dalam mengelola dan menganalisis dimensi karakteristik data besar seperti volume, kecepatan, variasi, veracity, dan value untuk menghasilkan keputusan yang lebih akurat dan berdaya guna. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])

  4. Linda Susiana (2025) menguraikan bahwa Analitik Big Data merupakan disiplin penting yang menggabungkan statistika, ilmu komputer, dan kecerdasan buatan untuk mengekstraksi informasi bermakna dari data yang sangat besar dan kompleks sebagai dasar dalam pengambilan keputusan berbasis data. ([Lihat sumber Disini - academia.edu])


Karakteristik Big Data (Volume, Velocity, Variety, Veracity, Value)

Big Data tidak hanya berbeda dari data konvensional dalam hal ukuran, tetapi juga dalam sejumlah karakteristik utama yang mempengaruhi bagaimana data tersebut harus diolah dan dianalisis secara efektif. Karakteristik ini dikenal sebagai 5 V's Big Data: Volume, Velocity, Variety, Veracity, dan Value. ([Lihat sumber Disini - techtarget.com])

Volume

Volume menggambarkan ukuran data yang sangat besar, mulai dari terabytes hingga petabytes bahkan zettabytes, yang dihasilkan dari berbagai sumber seperti transaksi bisnis, sensor IoT, log server, dan aplikasi digital. Volume yang begitu besar membuat sistem penyimpanan tradisional tidak lagi memadai tanpa teknologi penyimpanan terdistribusi seperti Hadoop Distributed File System (HDFS). Besaran volume ini pula yang menjadi tantangan utama dalam manajemen data. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

Velocity

Velocity mengacu pada kecepatan data dihasilkan, ditransmisikan, dan diolah. Dalam banyak konteks, data tidak hanya dihasilkan dalam jumlah besar, tetapi juga harus diproses hampir secara real time, misalnya dalam pemrosesan streaming transaksi finansial atau aktivitas jejaring sosial. Kecepatan tinggi ini menuntut penggunaan teknologi dan arsitektur yang mampu melakukan pemrosesan cepat dan efisien tanpa bottleneck. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

Variety

Variety berarti keragaman tipe data yang dihasilkan. Big Data tidak hanya terdiri dari data terstruktur (seperti data tabel), tetapi juga data semi-terstruktur (seperti JSON, XML) dan data tidak terstruktur (seperti teks, gambar, video). Keragaman ini memerlukan pendekatan yang lebih fleksibel dalam pemrosesan dan penyimpanan data, dan sering kali membutuhkan teknologi NoSQL atau data lake untuk menangani format yang berbeda-beda tersebut. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

Veracity

Veracity berkaitan dengan keakuratan, keandalan, dan kualitas data. Big Data sering kali mengandung unsur noise, data duplikasi, kesalahan input, atau informasi yang tidak lengkap. Veracity menjadi penting karena data yang memiliki kualitas buruk dapat menghasilkan insight yang salah atau tidak relevan. Proses pembersihan data dan validasi menjadi bagian penting dalam pipeline Big Data Analytics untuk memastikan hasil analisis dapat dipercaya. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

Value

Value menunjukkan nilai ekonomis atau strategis yang dapat diperoleh dari data setelah dianalisis dengan benar. Meskipun data mungkin memiliki volume, kecepatan, dan variety yang tinggi, tanpa proses analisis yang tepat, data tersebut tidak memiliki nilai. Value adalah karakteristik yang paling penting karena menunjukkan manfaat praktis yang diambil dari proses analitik. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])


Arsitektur dan Teknologi Big Data

Pengolahan Big Data memerlukan arsitektur dan teknologi yang mampu menangani volume, kecepatan, dan variety data yang sangat besar. Secara umum, arsitektur Big Data terdiri dari lapisan-lapisan yang saling terintegrasi, mulai dari olah data mentah, penyimpanan, pemrosesan, hingga visualisasi dan pengambilan keputusan. Arsitektur ini dibangun di atas platform pemrosesan terdistribusi dan sistem penyimpanan besar.

Arsitektur Lambda dan Kappa

Dua model arsitektur yang umum digunakan dalam sistem Big Data adalah Arsitektur Lambda dan Arsitektur Kappa. Arsitektur Lambda memisahkan jalur pemrosesan batch dan stream, memungkinkan analisis data historis dan real-time secara paralel. Sementara Arsitektur Kappa menyederhanakan arsitektur dengan menggunakan alur pemrosesan stream tunggal untuk semua data. Kedua model ini dirancang untuk mengatasi tantangan volume dan velocity data secara efisien. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Platform dan Teknologi Pendukung

Beberapa teknologi utama yang sering digunakan dalam ekosistem Big Data termasuk:

Teknologi ini menjadi fondasi dalam membangun pipeline Big Data Analytics yang mampu menampung dan memproses data dalam skala besar, menyediakan alat untuk menangani transformasi, analisis, dan visualisasi data secara efisien. ([Lihat sumber Disini - repository.uhamka.ac.id])


Proses Analitik pada Big Data

Proses analitik pada Big Data umumnya mencakup beberapa tahap utama yang terintegrasi dan saling bergantung untuk menghasilkan wawasan yang bermakna:

1. Pengumpulan dan Integrasi Data

Data dikumpulkan dari berbagai sumber, database internal, sensor IoT, sistem transaksi, log server, media sosial, hingga data streaming. Integrasi data dari sumber yang berbeda ini memerlukan teknologi ETL (Extract, Transform, Load) atau ELT (Extract, Load, Transform) untuk menampung data secara terstruktur, semi-terstruktur, dan tidak terstruktur dalam data lake atau data warehouse terdistribusi. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

2. Penyimpanan Data

Data yang besar dan heterogen tidak dapat ditampung dalam database konvensional. Sistem penyimpanan terdistribusi seperti HDFS, NoSQL database, atau object storage di cloud menjadi pilihan utama untuk menyimpan data dalam skala besar. ([Lihat sumber Disini - repository.uhamka.ac.id])

3. Pemrosesan dan Transformasi

Data yang terkumpul biasanya perlu diproses sebelum dianalisis. Transformasi data mencakup pembersihan, normalisasi, dan penggabungan data dari berbagai sumber agar siap untuk dianalisis. Pemrosesan ini dilakukan dengan pemrosesan batch (misalnya Hadoop MapReduce) atau pemrosesan real-time (misalnya Spark Streaming). ([Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id])

4. Analisis dan Machine Learning

Analisis data dapat mencakup metode statistik, pembelajaran mesin, deep learning, dan algoritma prediktif untuk menemukan pola atau tren dalam data. Analitik ini dapat berupa deskriptif (seperti agregasi statistik), diagnostik (mengidentifikasi penyebab suatu fenomena), prediktif (memprediksi kejadian di masa depan), hingga preskriptif (memberikan rekomendasi tindakan). ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

5. Visualisasi dan Reporting

Hasil analitik disajikan melalui dashboard, laporan visualisasi, atau alat business intelligence yang membantu pemangku keputusan memahami insight dari data secara jelas dan intuitif. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])


Tantangan dalam Pengolahan Big Data

Meskipun Big Data Analytics menawarkan potensi nilai yang besar, terdapat sejumlah tantangan yang harus diatasi oleh organisasi dalam penerapannya:

Skalabilitas Infrastruktur

Salah satu tantangan utama adalah membangun infrastruktur yang dapat menangani volume besar data secara efisien. Sistem yang tidak scalable akan mengalami bottleneck dan penurunan performa ketika data tumbuh pesat. ([Lihat sumber Disini - repository.uhamka.ac.id])

Integrasi Data yang Heterogen

Data yang berasal dari berbagai sumber sering kali memiliki format dan struktur yang berbeda. Proses integrasi dan standarisasi data menjadi kompleks dan memerlukan strategi yang matang. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Kualitas dan Veracity Data

Data besar sering mengandung noise, kesalahan, atau nilai yang tidak lengkap. Menjaga kualitas data agar tetap dapat dipercaya merupakan tantangan besar dalam seluruh pipeline analitik. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

Keamanan dan Privasi

Pengumpulan dan analisis data yang sangat besar rentan terhadap risiko pelanggaran privasi dan ancaman keamanan siber. Organisasi perlu menerapkan kontrol keamanan yang kuat serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi privasi data. ([Lihat sumber Disini - harvardonline.harvard.edu])

Biaya dan Sumber Daya

Membangun dan mengelola sistem Big Data memerlukan investasi yang signifikan dalam infrastruktur, teknologi, serta sumber daya manusia yang kompeten. Organisasi kecil atau menengah dapat menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan ini. ([Lihat sumber Disini - iacis.org])

Kompleksitas Analitik

Analisis Big Data sering kali melibatkan metode matematis dan statistik yang kompleks, serta algoritma machine learning yang memerlukan pengetahuan khusus. Kekurangan sumber daya manusia dengan keterampilan ini dapat menjadi hambatan signifikan. ([Lihat sumber Disini - academia.edu])


Manfaat Big Data Analytics bagi Organisasi

Meskipun tantangan cukup besar, penerapan Big Data Analytics memberikan manfaat strategis yang signifikan bagi organisasi, termasuk:

Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik dan Akurat
Big Data Analytics memungkinkan organisasi membuat keputusan berbasis data yang kuat dengan mengidentifikasi pola, tren, dan insight yang tidak terlihat dalam data kecil atau tradisional. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

Optimalisasi Operasional
Dengan menganalisis data operasi internal, organisasi dapat menemukan inefisiensi dan mengoptimalkan proses bisnis sehingga meningkatkan produktivitas. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

Inovasi Produk dan Layanan
Insight dari Big Data dapat membantu dalam merancang layanan dan produk baru yang lebih tepat sasaran berdasarkan perilaku dan preferensi pelanggan. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

Personalisasi Pelanggan
Big Data memungkinkan segmentasi pelanggan yang lebih rinci sehingga organisasi dapat memberikan pengalaman yang lebih personal dan relevan kepada konsumen. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

Keunggulan Kompetitif
Organisasi yang mampu memanfaatkan data secara efektif dapat merespons perubahan pasar lebih cepat dan memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan pesaing yang masih mengandalkan pendekatan tradisional. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])


Kesimpulan

Big Data Analytics merupakan disiplin penting dalam era digital yang memungkinkan organisasi memanfaatkan data dalam skala besar untuk menghasilkan wawasan strategis dan operasional. Karakteristik utama Big Data, yaitu volume, velocity, variety, veracity, dan value, mencerminkan tantangan dan kompleksitas yang memerlukan pendekatan teknologi canggih dan metodologi terstruktur untuk pengolahan data. Arsitektur Big Data modern, termasuk model Lambda dan Kappa, bersama dengan teknologi seperti Hadoop, Spark, Hive, dan NoSQL database menjadi fondasi dalam pipeline Big Data Analytics. Proses analitik Big Data yang efektif mencakup pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, analisis, dan visualisasi data besar untuk kemudian mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data. Meskipun terdapat tantangan seperti skalabilitas, integrasi data, kualitas data, keamanan, biaya, dan kompleksitas analitik, manfaat yang diperoleh, termasuk pengambilan keputusan lebih baik, optimalisasi proses, inovasi, personalisasi layanan, dan keunggulan kompetitif, membuat Big Data Analytics menjadi investasi strategis yang tak terhindarkan bagi organisasi di era informasi ini.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Big Data Analytics adalah proses pengumpulan, pengolahan, dan analisis data berukuran sangat besar, kompleks, dan beragam untuk menghasilkan informasi serta insight yang bernilai bagi pengambilan keputusan organisasi.

Karakteristik utama Big Data dikenal sebagai 5V, yaitu Volume (jumlah data yang sangat besar), Velocity (kecepatan data dihasilkan dan diproses), Variety (keragaman format data), Veracity (kualitas dan keakuratan data), dan Value (nilai atau manfaat yang dihasilkan dari data).

Teknologi yang umum digunakan dalam Big Data Analytics antara lain Hadoop, Apache Spark, sistem penyimpanan terdistribusi, database NoSQL, serta platform cloud yang mendukung pemrosesan data skala besar.

Proses analitik Big Data meliputi pengumpulan data dari berbagai sumber, penyimpanan data dalam sistem terdistribusi, pembersihan dan transformasi data, analisis menggunakan metode statistik atau machine learning, serta penyajian hasil dalam bentuk visualisasi atau laporan.

Tantangan utama dalam pengolahan Big Data meliputi skalabilitas infrastruktur, integrasi data dari berbagai sumber, kualitas dan keandalan data, keamanan dan privasi data, biaya implementasi, serta keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten.

Big Data Analytics membantu organisasi meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, mengoptimalkan proses bisnis, mendorong inovasi produk dan layanan, memahami perilaku pelanggan, serta menciptakan keunggulan kompetitif di era digital.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Predictive Analytics: konsep, pemodelan prediksi, dan dukungan keputusan Predictive Analytics: konsep, pemodelan prediksi, dan dukungan keputusan Analitik Data: konsep, jenis analisis, dan pemanfaatannya Analitik Data: konsep, jenis analisis, dan pemanfaatannya Penelitian Prediktif: Pengertian dan Aplikasinya Penelitian Prediktif: Pengertian dan Aplikasinya Pengolahan Data Kualitatif Menggunakan NVivo Pengolahan Data Kualitatif Menggunakan NVivo SPK Deteksi Kecurangan Transaksi SPK Deteksi Kecurangan Transaksi Analisis Kebijakan Publik Berbasis Data Analisis Kebijakan Publik Berbasis Data Yield Data: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Analisis Ilmiah Yield Data: Definisi, Fungsi, dan Contoh dalam Analisis Ilmiah X-Pattern Analysis: Teknik dan Contoh dalam Big Data Research X-Pattern Analysis: Teknik dan Contoh dalam Big Data Research Tabulasi Data Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Tabulasi Data Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya Manajemen Data: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Manajemen Data: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Pengelolaan Limbah Medis Pengelolaan Limbah Medis Sistem Informasi Monitoring Pembelajaran Online Sistem Informasi Monitoring Pembelajaran Online Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Analisis Statistik: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Analisis Statistik: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian X-Ray Data Analysis: Pengertian dan Aplikasi dalam Riset Sains X-Ray Data Analysis: Pengertian dan Aplikasi dalam Riset Sains Transformasi SDM Digital: Konsep, Teknologi HR, dan Kompetensi Transformasi SDM Digital: Konsep, Teknologi HR, dan Kompetensi Analisis Klaster (Cluster Analysis): Fungsi dan Penerapan Analisis Klaster (Cluster Analysis): Fungsi dan Penerapan Matriks Data: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Analisis Ilmiah Matriks Data: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Analisis Ilmiah Manajemen Data Pendidikan: Konsep, Standar, dan Implementasi Manajemen Data Pendidikan: Konsep, Standar, dan Implementasi Teknik Analisis Data: Pengertian, Langkah, Jenis, dan Contoh Teknik Analisis Data: Pengertian, Langkah, Jenis, dan Contoh
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…