Terakhir diperbarui: 06 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 6 December). Use Case Diagram: Fungsi dan Contoh. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/use-case-diagram-fungsi-dan-contoh  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Use Case Diagram: Fungsi dan Contoh - SumberAjar.com

Use Case Diagram: Fungsi dan Contoh

Pendahuluan

Dalam pengembangan perangkat lunak atau sistem informasi, penting untuk memiliki model visual yang mampu menjelaskan bagaimana pengguna berinteraksi dengan sistem. Salah satu alat pemodelan yang paling umum digunakan untuk tujuan ini adalah Use Case Diagram. Use Case Diagram membantu mengkomunikasikan kebutuhan fungsional sistem, memudahkan analisis, serta menyinkronkan pemahaman antar pemangku kepentingan, seperti developer, analis sistem, stakeholder, dan pengguna akhir. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang Use Case Diagram, mulai dari pengertian, komponen, fungsi, hingga cara pembuatannya, sangat krusial sebelum memulai fase desain sebuah sistem.


Definisi Use Case Diagram

Definisi Use Case Diagram secara Umum

Use Case Diagram adalah sebuah diagram dalam pemodelan sistem yang menggambarkan interaksi antara pengguna (aktor) dan sistem. Diagram ini menunjukkan use case, yaitu fungsi-fungsi atau layanan yang dapat dilakukan sistem, serta aktor yang berinteraksi dengan fungsi tersebut. Dengan begitu, Use Case Diagram memberikan gambaran fungsionalitas sistem dari perspektif pengguna tanpa harus detail pada bagaimana sistem diimplementasikan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Use Case Diagram menurut KBBI

Dalam konteks pemodelan perangkat lunak (meskipun istilah “Use Case Diagram” merupakan terminologi teknis), KBBI sendiri tidak memiliki entri spesifik untuk “Use Case Diagram”. Namun istilah “use case” dapat diartikan sebagai “kasus penggunaan”, suatu skenario atau cara bagaimana sesuatu digunakan. Dalam perkembangan rekayasa perangkat lunak, Use Case Diagram memetakan skenario penggunaan tersebut. Karena itu, definisi formal dari Use Case Diagram lebih banyak berasal dari literatur rekayasa perangkat lunak dan UML, bukan KBBI.

Definisi Use Case Diagram Menurut Para Ahli

Berikut ini pendapat beberapa ahli tentang Use Case Diagram:

Dengan demikian, Use Case Diagram secara umum diterima sebagai alat pemodelan fungsionalitas sistem dari sisi kebutuhan pengguna dan interaksi, bukan detail implementasi.


Komponen Use Case Diagram: Aktor, Use Case, Relasi, Sistem

Untuk membuat Use Case Diagram yang efektif, kita perlu memahami komponen-komponen utamanya:

  • Aktor (Actor): Entitas eksternal yang berinteraksi dengan sistem, bisa manusia, perangkat lunak lain, atau sistem eksternal. Aktor mewakili peran/peranan dalam konteks sistem. [Lihat sumber Disini - socs.binus.ac.id]

  • Use Case: Fungsi, tugas, atau layanan yang disediakan sistem dan dapat dilakukan oleh aktor. Use case diidentifikasi dari kebutuhan sistem dari perspektif pengguna. [Lihat sumber Disini - socs.binus.ac.id]

  • Sistem (System Boundary): Batasan sistem yang menunjukkan scope, yaitu mana bagian yang termasuk sistem dan mana bagian eksternal (aktor). Diagram biasanya menggambarkan sistem sebagai kotak besar, di dalamnya use case berada. [Lihat sumber Disini - dicoding.com]

  • Relasi (Relationship): Hubungan antara aktor dan use case serta antara use case satu dengan yang lain. Relasi ini bisa berupa:

Dengan memahami komponen ini, pembuatan Use Case Diagram menjadi lebih sistematis dan mudah dipahami semua pihak.


Fungsi Use Case dalam Analisis Sistem

Use Case Diagram memiliki beberapa fungsi penting dalam analisis dan perancangan sistem:

  • Memetakan kebutuhan fungsional sistem dari perspektif pengguna. Diagram ini membantu mengidentifikasi “apa saja” fitur/layanan yang harus disediakan sistem berdasarkan kebutuhan aktor. [Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id]

  • Menyediakan gambaran awal untuk komunikasi antara developer, analis, dan stakeholder. Karena mudah dipahami, Use Case Diagram menjembatani pemahaman antara pengguna non-teknis dengan tim teknis. [Lihat sumber Disini - dicoding.com]

  • Mendefinisikan ruang lingkup sistem (system boundary). Dengan menentukan sistem dan aktor eksternal, Use Case Diagram membantu memperjelas batasan sistem. [Lihat sumber Disini - socs.binus.ac.id]

  • Menjadi dasar dokumentasi requirement dan desain awal. Use Case Diagram dapat menjadi bagian dari dokumentasi kebutuhan sistem sebelum masuk ke desain detail atau pengkodean. [Lihat sumber Disini - e-journal.rosma.ac.id]

  • Menyederhanakan kompleksitas sistem dengan visualisasi abstrak. Karena fokus pada “apa”, bukan “bagaimana”, Use Case Diagram cocok untuk menggambarkan sistem besar secara high-level tanpa detail implementasi. [Lihat sumber Disini - accounting.binus.ac.id]

Dengan demikian, Use Case Diagram sangat berguna terutama pada tahap analisis kebutuhan dan perancangan awal sistem.


Cara Membuat Use Case Diagram

Langkah-langkah umum untuk membuat Use Case Diagram:

  1. Tentukan tujuan sistem yang akan dimodelkan. Pastikan ruang lingkup dan fungsi utama sistem sudah jelas, apa yang diharapkan dari sistem.

  2. Identifikasi aktor yang terlibat. Siapa saja yang akan menggunakan sistem, bisa pengguna manusia, sistem eksternal, perangkat, dll.

  3. Identifikasi use case (kasus penggunaan). Untuk tiap aktor, tentukan tindakan/fungsi apa yang dibutuhkan: misalnya login, register, input data, generate laporan, dsb.

  4. Tentukan relasi antara aktor dan use case. Gunakan relasi association, include/extend, atau generalization bila diperlukan untuk menggambarkan interaksi yang realistis.

  5. Tandai batas sistem (system boundary). Gambarkan kotak sistem untuk membedakan mana yang internal sistem dan mana aktor eksternal.

  6. Review dan verifikasi diagram dengan stakeholder/ end-user. Pastikan bahwa use case dan aktor yang diidentifikasi sudah sesuai kebutuhan dan tidak ada fungsi penting yang terlupa.

  7. Dokumentasikan skenario use-case (opsional, dalam bentuk teks). Meskipun Use Case Diagram visual sudah ada, biasanya juga dituliskan deskripsi skenario per use case untuk menjelaskan alur interaksi, kondisi awal, kondisi akhir, dan alternatif.

Langkah-langkah di atas mencerminkan praktik umum dalam pembuatan Use Case Diagram seperti diterapkan dalam berbagai proyek sistem informasi. [Lihat sumber Disini - codingstudio.id]


Kesalahan Umum dalam Use Case Modeling

Saat membuat Use Case Diagram, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi, penting untuk dihindari:

  • Terlalu detail (mencampur “apa” dengan “bagaimana”). Use Case Diagram seharusnya fokus pada fungsi dan interaksi, bukan detail implementasi. Memasukkan detail teknis dapat membuat diagram berantakan dan membingungkan.

  • Menggabungkan terlalu banyak use case tanpa klarifikasi. Terlalu banyak fungsi di satu diagram bisa membuatnya sulit dibaca dan kurang efektif sebagai alat komunikasi.

  • Tidak mendefinisikan batas sistem dengan jelas. Tanpa system boundary, akan sulit membedakan mana fungsi sistem dan mana bagian eksternal, ini bisa menyebabkan ambiguitas dalam ruang lingkup sistem.

  • Mengabaikan stakeholder atau aktor eksternal. Kadang ada aktor penting seperti sistem eksternal, admin, user khusus, yang terlupa, ini menyebabkan requirement terlewat.

  • Tidak melakukan verifikasi dengan pengguna/stakeholder. Jika diagram dibuat berdasarkan asumsi tanpa konfirmasi, ada risiko bahwa use case yang dibuat tidak sesuai dengan kebutuhan nyata.

  • Salah dalam menentukan relasi (include/extend/generalization) sehingga alur menjadi tidak jelas atau tidak realistis. Penggunaan include/extend/generalization harus dipertimbangkan dengan benar agar pemodelan tetap sesuai realitas interaksi.

Dengan menyadari potensi kesalahan ini, pembuatan Use Case Diagram bisa lebih efektif dan lebih representatif terhadap kebutuhan sistem.


Contoh Use Case Diagram untuk Sistem Informasi

Berikut sebuah ilustrasi contoh Use Case Diagram untuk sistem informasi, misalnya sistem informasi manajemen inventaris laboratorium (atau sistem serupa):

  • Aktor: Admin, Teknisi, Kepala Laboratorium

  • Use Case utama:

    • “Input Data Inventaris”, Admin memasukkan data alat/bahan praktikum.

    • “Update Data Inventaris”, Admin memperbarui informasi alat/bahan.

    • “Peminjaman Alat”, Teknisi atau staf melakukan peminjaman alat.

    • “Pengembalian Alat”, Teknisi atau staf mengembalikan alat ke inventaris.

    • “Laporan Inventaris”, Kepala Laboratorium atau admin menghasilkan laporan inventaris.

Dengan diagram ini, semua pihak (admin, teknisi, kepala laboratorium) dapat melihat layanan yang disediakan sistem dan interaksi masing-masing aktor dengan sistem. Pendekatan seperti ini telah diterapkan, misalnya dalam penelitian yang memodelkan sistem informasi inventaris untuk laboratorium teknik mesin. [Lihat sumber Disini - sisfotenika.stmikpontianak.ac.id]

Contoh lain: dalam pengembangan sistem informasi penjualan berbasis web, Use Case Diagram diintegrasikan dengan diagram lain (activity, class, dsb.) untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang sistem sebelum implementasi. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]


Kesimpulan

Use Case Diagram adalah alat fundamental dalam pemodelan sistem, terutama pada tahap analisis kebutuhan. Diagram ini membantu menggambarkan interaksi antara aktor dan sistem serta fungsi-fungsi yang sistem tawarkan dari perspektif pengguna. Dengan memahami komponen, aktor, use case, system boundary, dan relasi, serta mengikuti langkah pembuatan dengan benar, Use Case Diagram dapat menjadi alat yang efektif untuk mendokumentasikan kebutuhan sistem, memfasilitasi komunikasi antar tim, dan menjadi dasar desain sistem yang baik. Namun, penting untuk menghindari kesalahan umum seperti terlalu mendetail atau salah menentukan relasi agar diagram tetap jelas dan berguna.

Dengan demikian, Use Case Diagram menjadi pondasi penting dalam perancangan sistem informasi, dan penerapannya dapat disesuaikan dengan berbagai jenis sistem, mulai dari inventaris, penjualan, manajemen proyek, hingga aplikasi berbasis web dan mobile.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Use Case Diagram adalah diagram UML yang menggambarkan hubungan antara aktor dan sistem melalui serangkaian fungsi yang disebut use case. Diagram ini digunakan untuk memvisualisasikan kebutuhan fungsional dari perspektif pengguna.

Komponen utama dalam Use Case Diagram meliputi aktor, use case, relasi seperti include dan extend, serta system boundary yang menunjukkan ruang lingkup sistem.

Fungsinya adalah memetakan kebutuhan fungsional sistem, mempermudah komunikasi antara developer dan stakeholder, menentukan ruang lingkup sistem, serta menjadi dasar dokumentasi dan desain sistem.

Langkah-langkah membuat Use Case Diagram yaitu menentukan tujuan sistem, mengidentifikasi aktor, menentukan use case, membuat relasi antar elemen, menetapkan system boundary, lalu melakukan verifikasi dengan stakeholder.

Contoh penerapan Use Case Diagram adalah pada sistem informasi inventaris, sistem informasi penjualan, aplikasi manajemen proyek, dan berbagai sistem berbasis web atau mobile untuk menggambarkan interaksi pengguna dengan sistem.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Diagram: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Diagram: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Sequence Diagram dalam Pengembangan Sistem Sequence Diagram dalam Pengembangan Sistem Activity Diagram: Pengertian dan Contoh Activity Diagram: Pengertian dan Contoh Class Diagram: Konsep dan Aplikasi Class Diagram: Konsep dan Aplikasi UML: Jenis Diagram dan Fungsinya UML: Jenis Diagram dan Fungsinya Pemodelan & Diagram Sistem Pemodelan & Diagram Sistem DFD (Data Flow Diagram): Level 0–2 DFD (Data Flow Diagram): Level 0–2 ERD (Entity Relationship Diagram) ERD (Entity Relationship Diagram) Grafik Batang: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Penggunaan Grafik Batang: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Penggunaan Modeling Sistem dengan BPMN Modeling Sistem dengan BPMN Analisis Jalur (Path Analysis): Pengertian dan Contohnya Analisis Jalur (Path Analysis): Pengertian dan Contohnya Kerangka Berpikir: Definisi, Fungsi, dan Cara Penyusunannya Kerangka Berpikir: Definisi, Fungsi, dan Cara Penyusunannya Workflow Penelitian: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya Workflow Penelitian: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya Model Konseptual Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Model Konseptual Teori: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Model Konseptual: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Model Konseptual: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Statistik Deskriptif: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Statistik Deskriptif: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Gaya Belajar: Jenis-jenis, Ciri, dan Implikasinya dalam Pembelajaran Gaya Belajar: Jenis-jenis, Ciri, dan Implikasinya dalam Pembelajaran X-Axis Data: Definisi, Fungsi, dan Perannya dalam Visualisasi Grafik X-Axis Data: Definisi, Fungsi, dan Perannya dalam Visualisasi Grafik Dokumentasi Sistem: Jenis dan Contoh Dokumentasi Sistem: Jenis dan Contoh Penggunaan Statistik Deskriptif dalam Penelitian Sosial Penggunaan Statistik Deskriptif dalam Penelitian Sosial
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…