Terakhir diperbarui: 14 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 14 February). Profesionalisme Guru SD: konsep, karakteristik, dan tantangan. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/profesionalisme-guru-sd-konsep-karakteristik-dan-tantangan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Profesionalisme Guru SD: konsep, karakteristik, dan tantangan - SumberAjar.com

Profesionalisme Guru SD: Konsep, Karakteristik, dan Tantangan

Pendahuluan

Profesionalisme guru merupakan elemen krusial dalam kualitas pendidikan dasar, terlebih pada jenjang Sekolah Dasar (SD) yang menjadi fondasi awal pembentukan kompetensi akademik dan karakter siswa. Guru SD bukan sekadar pengajar, tetapi juga agen pembelajaran yang memiliki tanggung jawab besar untuk membentuk generasi masa depan melalui penguasaan materi, metode pembelajaran yang tepat, serta etika profesi yang tinggi. Profesionalisme yang kuat pada guru akan berdampak signifikan terhadap keberhasilan proses belajar mengajar, motivasi siswa, dan efektifitas sekolah sebagai institusi pendidikan. Oleh karena itu, memahami konsep, karakteristik, prinsip, faktor pendukung, tantangan, serta upaya peningkatannya menjadi penting untuk menguatkan fondasi pendidikan dasar di Indonesia.


Definisi Profesionalisme Guru SD

Definisi Profesionalisme Guru Secara Umum

Profesionalisme guru secara umum merujuk pada kemampuan, komitmen, perilaku etis, dan sikap seorang pendidik dalam melaksanakan tugasnya secara kompeten, bertanggung jawab, dan konsisten dengan standar profesinya. Guru yang profesional menjalankan perannya tidak hanya berdasarkan kompetensi akademik, tetapi juga pemahaman terhadap tanggung jawab moral, etika, serta keterampilan interpersonal dalam konteks pembelajaran. Penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru berkaitan dengan komitmen untuk memenuhi kebutuhan peserta didik serta menjalankan tanggung jawab profesional secara konsisten. ([Lihat sumber Disini - jurnal.globalscients.com])

Definisi Profesionalisme Guru dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah profesionalisme diartikan sebagai mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang profesional. Definisi ini diterapkan dalam konteks pendidikan, di mana guru profesional bukan hanya memiliki keterampilan atau pengetahuan, tetapi juga menginternalisasi kualitas dan perilaku yang mencerminkan keahlian dalam profesinya sebagai pendidik. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])

Definisi Profesionalisme Guru Menurut Para Ahli

Berbagai ahli pendidikan mendefinisikan profesionalisme guru sebagai berikut:


Karakteristik Guru Profesional

Guru profesional memiliki sejumlah ciri khas yang membedakannya dari pendidik biasa. Karakteristik utama meliputi:

  1. Kompetensi Pedagogis: Guru mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik dan kurikulum. ([Lihat sumber Disini - journal.unuha.ac.id])

  2. Penguasaan Materi Ajar: Guru harus memiliki penguasaan materi pembelajaran yang mendalam untuk menjelaskan konsep secara akurat dan kontekstual. ([Lihat sumber Disini - journal.unuha.ac.id])

  3. Etika dan Tanggung Jawab Profesi: Guru profesional selalu menunjukkan sikap etis, bertanggung jawab, dan mengutamakan kepentingan peserta didik. ([Lihat sumber Disini - jurnal.globalscients.com])

  4. Komunikasi yang Efektif: Kemampuan berkomunikasi baik dengan siswa, orang tua, rekan sejawat, dan pemangku kepentingan pendidikan adalah bagian dari profesionalisme. ([Lihat sumber Disini - jurnal.globalscients.com])

  5. Pengembangan Diri Berkelanjutan: Guru terus mengembangkan kompetensinya melalui pelatihan, riset, atau kolaborasi profesional. ([Lihat sumber Disini - journal.ia-education.com])

  6. Komitmen Tinggi: Guru profesional memiliki komitmen kuat terhadap keberhasilan siswa dan tujuan institusi pendidikan. ([Lihat sumber Disini - disdikpora.bulelengkab.go.id])


Prinsip-Prinsip Profesionalisme Guru

Prinsip dasar profesionalisme guru mencerminkan nilai-nilai yang harus dijunjung dalam praktik pendidikan, antara lain:


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Profesionalisme Guru

Berbagai faktor mempengaruhi tingkat profesionalisme guru, di antaranya:


Tantangan Profesionalisme Guru di Sekolah Dasar

Guru SD menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan dan meningkatkan profesionalismenya:

  1. Adaptasi Teknologi Pembelajaran
    Kemajuan teknologi menuntut guru untuk mengembangkan kompetensi digital serta kemampuan menerapkan metode pembelajaran berbasis teknologi. Tantangan ini memerlukan pelatihan berkelanjutan agar strategi pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan siswa di era digital. ([Lihat sumber Disini - jicnusantara.com])

  2. Manajemen Kelas dan Keragaman Siswa
    Guru SD harus mampu mengelola kelas secara efektif dengan memperhatikan keberagaman kemampuan, perilaku, dan kebutuhan belajar siswa yang sangat variatif. ([Lihat sumber Disini - ejournal.upi.edu])

  3. Tuntutan Profesional Berkelanjutan
    Profesionalisme guru menuntut komitmen terhadap pengembangan diri secara berkelanjutan melalui pelatihan, riset, dan kolaborasi profesional, yang seringkali terbentur oleh keterbatasan waktu, biaya, dan dukungan lembaga pendidikan. ([Lihat sumber Disini - journal.ia-education.com])

  4. Keterbatasan Dukungan Institusi
    Kurangnya dukungan dari sekolah baik dalam bentuk fasilitas, pelatihan, maupun evaluasi berkelanjutan dapat menghambat perkembangan profesional guru. ([Lihat sumber Disini - journal.ia-education.com])

  5. Tuntutan Moral dan Etika
    Guru SD dihadapkan pada tuntutan moral yang tinggi untuk menjadi teladan dan pembimbing karakter siswa yang tidak mudah dipenuhi tanpa adanya dukungan sistem pembinaan profesi yang kuat. ([Lihat sumber Disini - jurnal.globalscients.com])


Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru

Upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru SD perlu dilakukan secara sistematik dan berkelanjutan. Beberapa strategi utama meliputi:

  1. Pelatihan dan Workshop Berkelanjutan
    Penyelenggaraan pelatihan rutin dan workshop berkualitas membantu guru memperbarui wawasan pedagogis dan teknologi pembelajaran. ([Lihat sumber Disini - journal.ia-education.com])

  2. Supervisi Akademik dan Pembinaan Profesional
    Penerapan supervisi profesional oleh kepala sekolah secara berkala membantu evaluasi kinerja guru dan merancang strategi pengembangan kompetensi. ([Lihat sumber Disini - ejournal.ppsdp.org])

  3. Kolaborasi Profesional dan Forum Guru
    Mengembangkan jejaring profesional antara guru di sekolah maupun lintas sekolah untuk berbagi praktik baik, pengalaman, dan sumber belajar. ([Lihat sumber Disini - journal.ia-education.com])

  4. Implementasi Teknologi Pembelajaran
    Mendorong penggunaan platform digital dan sumber daya daring untuk memperkaya strategi pembelajaran serta menambah keterampilan digital guru. ([Lihat sumber Disini - jicnusantara.com])

  5. Kebijakan Pendukung dari Pemerintah dan Lembaga
    Penyusunan kebijakan efektif yang mendukung pengembangan profesional guru seperti insentif, beasiswa pelatihan, dan standar kompetensi berbasis kebutuhan zaman. ([Lihat sumber Disini - disdikpora.bulelengkab.go.id])


Kesimpulan

Profesionalisme guru SD merupakan fondasi penting dalam pendidikan dasar yang mencakup pengetahuan, keterampilan pedagogis, etika profesi, dan komitmen moral. Guru profesional tidak hanya mampu mentransfer ilmu tetapi juga mengelola kelas, berkolaborasi, serta berkembang secara berkelanjutan di tengah tantangan perubahan zaman dan teknologi. Faktor internal seperti motivasi, pendidikan, serta faktor eksternal seperti kepemimpinan sekolah dan kebijakan pendidikan berperan besar dalam profesionalisme guru. Tantangan yang dihadapi guru SD mengharuskan adanya strategi peningkatan profesionalisme yang terstruktur melalui pelatihan, supervisi, kolaborasi profesional, dan dukungan kebijakan yang kuat untuk menghasilkan generasi pembelajar yang berkualitas serta adaptif terhadap dinamika masa depan pendidikan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Profesionalisme guru SD adalah kemampuan, sikap, dan komitmen guru sekolah dasar dalam melaksanakan tugas pendidikan secara kompeten, etis, dan bertanggung jawab sesuai standar profesi untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Profesionalisme guru SD penting karena guru berperan sebagai fondasi pendidikan dasar yang membentuk kemampuan akademik, karakter, dan sikap belajar siswa sejak dini.

Guru profesional di sekolah dasar memiliki kompetensi pedagogis, penguasaan materi ajar, etika profesi, kemampuan komunikasi yang baik, komitmen tinggi terhadap siswa, serta kesediaan untuk terus mengembangkan diri.

Tantangan profesionalisme guru SD meliputi adaptasi teknologi pembelajaran, pengelolaan kelas yang beragam, tuntutan pengembangan profesional berkelanjutan, keterbatasan dukungan institusi, serta tuntutan moral dan etika profesi.

Upaya meningkatkan profesionalisme guru SD dapat dilakukan melalui pelatihan berkelanjutan, supervisi akademik, kolaborasi profesional, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta dukungan kebijakan dari sekolah dan pemerintah.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Evaluasi Kinerja Guru SD: konsep, indikator, dan pemanfaatannya Evaluasi Kinerja Guru SD: konsep, indikator, dan pemanfaatannya Evaluasi Kinerja Guru: Instrumen dan Contoh Evaluasi Kinerja Guru: Instrumen dan Contoh Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Administrasi Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Administrasi Sistem Web Marketplace UMKM Sekolah Sistem Web Marketplace UMKM Sekolah Kepercayaan Pasien terhadap Pelayanan Kesehatan Kepercayaan Pasien terhadap Pelayanan Kesehatan Penelitian Tindakan Sekolah: Pengertian dan Contoh Penelitian Tindakan Sekolah: Pengertian dan Contoh Pengembangan Profesional Guru: konsep, bentuk, dan keberlanjutan Pengembangan Profesional Guru: konsep, bentuk, dan keberlanjutan Budaya Kerja: Konsep, Nilai Kerja, dan Perilaku Organisasi Budaya Kerja: Konsep, Nilai Kerja, dan Perilaku Organisasi Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan: Konsep, Indikator Mutu Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan Disiplin Kerja: Konsep, Faktor Pembentuk, dan Pengaruh Kinerja Disiplin Kerja: Konsep, Faktor Pembentuk, dan Pengaruh Kinerja Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implikasi Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implikasi Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan Kompetensi Petugas Rekam Medis Kompetensi Petugas Rekam Medis Karakteristik Peserta Didik Sekolah Dasar: konsep, aspek, dan implikasi Karakteristik Peserta Didik Sekolah Dasar: konsep, aspek, dan implikasi Sistem Informasi UMKM: Fitur dan Studi Kasus Sistem Informasi UMKM: Fitur dan Studi Kasus Peran Teknologi Informasi dalam Transformasi Pendidikan Digital Peran Teknologi Informasi dalam Transformasi Pendidikan Digital Keterbatasan Penelitian: Cara Menulis dan Menyikapinya Keterbatasan Penelitian: Cara Menulis dan Menyikapinya Sistem Informasi Pengelolaan Event Kampus Sistem Informasi Pengelolaan Event Kampus Penelitian Meta-Evaluasi: Pengertian dan Manfaat Penelitian Meta-Evaluasi: Pengertian dan Manfaat
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…