Terakhir diperbarui: 17 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 17 December). Kompetensi Petugas Rekam Medis. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kompetensi-petugas-rekam-medis  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kompetensi Petugas Rekam Medis - SumberAjar.com

Kompetensi Petugas Rekam Medis

Pendahuluan

Pelayanan kesehatan modern tidak hanya ditentukan oleh keberadaan fasilitas dan teknologi, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Salah satu elemen penting dalam manajemen pelayanan kesehatan adalah petugas rekam medis, profesi yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan data kesehatan pasien secara akurat, lengkap, dan teratur sepanjang proses layanan. Ketepatan pencatatan, pengolahan informasi, serta penyajian data rekam medis berpengaruh langsung terhadap mutu pelayanan klinis, keputusan klinis, dan kepuasan pasien. Karena itu, kompetensi petugas rekam medis menjadi faktor krusial yang menentukan efektivitas sistem rekam medis dan kualitas keseluruhan layanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]


Definisi Kompetensi Petugas Rekam Medis

Definisi Kompetensi Petugas Rekam Medis Secara Umum

Kompetensi pada dasarnya menggambarkan kemampuan dan kapasitas seseorang untuk melaksanakan tugas tertentu secara efektif dan profesional. Dalam konteks petugas rekam medis, kompetensi mencakup kombinasi pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan pemahaman sistem informasi kesehatan yang memungkinkan mereka untuk mengelola rekam medis dengan benar sesuai standar profesi. Pengetahuan ini menjangkau aspek administratif, teknis, hingga penggunaan teknologi informasi kesehatan. [Lihat sumber Disini - id.jobstreet.com]

Definisi Kompetensi dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kompetensi memiliki arti kewenangan atau kekuasaan untuk menentukan sesuatu, serta dalam konteks lain dapat berarti kemampuan menguasai suatu keterampilan atau aspek tertentu. Dalam penggunaan profesional, kompetensi sering dikaitkan dengan kemampuan individu untuk melaksanakan tugas pekerjaannya secara memenuhi standar dan sesuai tanggung jawab. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Kompetensi Petugas Rekam Medis Menurut Para Ahli

Berikut beberapa pandangan menurut ahli dan penelitian yang relevan:

  1. Zulham Andi Ritonga & Rahel Oktavia Manurung, Kompetensi petugas rekam medis adalah kombinasi dari pengetahuan, keterampilan, dan perilaku profesional yang harus dimiliki untuk menjalankan tanggung jawabnya dalam pelayanan kesehatan, termasuk keterampilan informasi kesehatan. [Lihat sumber Disini - jurnal.uimedan.ac.id]

  2. Budi Karmanto dkk, Menjelaskan bahwa seorang petugas rekam medis harus mampu menguasai berbagai area kompetensi mulai dari profesionalisme, komunikasi, hingga manajemen data dan klasifikasi penyakit sesuai standar profesi. [Lihat sumber Disini - myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id]

  3. Standar Kompetensi PMIK (Peraturan Menteri Kesehatan), Standar ini menyatakan bahwa kompetensi petugas rekam medis mencakup kemampuan dalam berbagai domain yang terukur dan sesuai praktik rekam medis profesional. [Lihat sumber Disini - repositori-ditjen-nakes.kemkes.go.id]

  4. Lina Khasanah & Gugun Priyadi, Menekankan pentingnya pelatihan dan pengembangan kompetensi untuk meningkatkan kinerja dan mutu layanan rekam medis di puskesmas. [Lihat sumber Disini - forikes-ejournal.com]


Standar Kompetensi Petugas Rekam Medis

Standar kompetensi petugas rekam medis menjadi tolok ukur minimal kemampuan yang diperlukan untuk menjalankan profesi ini secara profesional. Standar ini tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga perilaku etis, pemahaman regulasi, serta keterampilan komunikasi. Berdasarkan pedoman profesi dan berbagai penelitian:

  1. Petugas harus memahami kode etik, peraturan layanan kesehatan, privasi data pasien, serta menjalankan tugas secara profesional dan sesuai hukum yang berlaku. Etika profesional sangat penting dalam memastikan informasi yang dikelola tetap aman dan akurat. [Lihat sumber Disini - stikeshb.ac.id]

  2. Mawas Diri dan Pengembangan Diri

    Standar ini menekankan pentingnya kesadaran diri, komitmen pada pembelajaran berkelanjutan, mengikuti perubahan sistem rekam medis dan teknologi terbaru. [Lihat sumber Disini - myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id]

  3. Komunikasi Efektif

    Kemampuan mengomunikasikan data, instruksi, hasil pengolahan informasi, dan berkoordinasi dengan tim layanan kesehatan secara benar dan jelas adalah bagian dari standar minimal kompetensi. [Lihat sumber Disini - stikeshb.ac.id]

  4. Manajemen Data dan Informasi Kesehatan

    Petugas harus mampu menyusun, menyimpan, mengolah dan menyajikan data kesehatan secara tertib dan sistematis, termasuk pemahaman standar klasifikasi, dokumen rekam medis, serta sistem elektronik. [Lihat sumber Disini - stikeshb.ac.id]

  5. Klasifikasi Klinis dan Kodifikasi Penyakit

    Petugas harus memahami teknik klasifikasi dan kodifikasi penyakit serta prosedur klinis untuk menghasilkan data yang akurat dan konsisten bagi pemantauan kesehatan. [Lihat sumber Disini - stikeshb.ac.id]

  6. Aplikasi Statistik Kesehatan

    Kemampuan menganalisis data statistik kesehatan dasar, epidemiologi sederhana, serta pemahaman biomedik membantu petugas dalam menyediakan informasi yang bermanfaat bagi kebijakan kesehatan. [Lihat sumber Disini - stikeshb.ac.id]

  7. Manajemen Pelayanan Rekam Medis

    Ini mencakup kemampuan mengelola alur layanan rekam medis, operasional unit kerja, serta penggunaan sistem manual maupun elektronik (RME) dalam pelayanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - stikeshb.ac.id]

Standar ini bersumber dari pedoman kompetensi profesi dan studi akademik yang menunjukkan bahwa penguasaan area-area ini penting untuk mencapai kinerja yang baik dalam layanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - repositori-ditjen-nakes.kemkes.go.id]


Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan Petugas

Tingkat kompetensi petugas rekam medis tidak seragam di semua lembaga layanan kesehatan; penelitian menunjukkan variasi tergantung pada pendidikan, pengalaman kerja, serta kesempatan pelatihan.

Pengetahuan

Pengetahuan petugas mencakup pemahaman tentang sistem informasi kesehatan, dokumentasi medis, regulasi privasi data pasien, serta pengelolaan rekam medis secara manual dan elektronik. Pendidikan formal dalam Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) menjadi fondasi yang kuat bagi pemahaman ini, namun pelatihan lanjutan sering diperlukan untuk mengikuti perkembangan teknologi dan standar terbaru. [Lihat sumber Disini - forikes-ejournal.com]

Keterampilan

Keterampilan teknis seperti pengelolaan data, penggunaan perangkat lunak rekam medis elektronik, klasifikasi dan kodifikasi, serta interpretasi statistik dasar menjadi aspek penting. Studi di Rumah Sakit Umum Daerah menunjukkan bahwa sebagian besar kompetensi teknis masih berada pada kategori menengah-ke-tinggi, namun keterampilan tertentu masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut melalui pelatihan terstruktur. [Lihat sumber Disini - ejournal.abdiamanah.or.id]

Evaluasi Rata-Rata Tingkat Kompetensi

Hasil penelitian di fasilitas kesehatan menunjukkan bahwa pencapaian kompetensi rata-rata petugas rekam medis mencapai persentase yang tinggi pada aspek profesionalisme dan manajemen data, namun masih ada area seperti manajemen organisasi yang memerlukan peningkatan melalui pengalaman kerja dan pelatihan lebih lanjut. [Lihat sumber Disini - jurnal.ugm.ac.id]


Faktor yang Mempengaruhi Kompetensi

Kompetensi petugas rekam medis dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci berikut:

  1. Pendidikan Formal

    Tingkat pendidikan, baik diploma maupun sarjana Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, sangat menentukan dasar pengetahuan dan kesiapan kerja. [Lihat sumber Disini - forikes-ejournal.com]

  2. Pengalaman Kerja

    Semakin lama bekerja di unit rekam medis, semakin besar kemungkinan petugas menguasai keterampilan teknis dan non-teknis. [Lihat sumber Disini - jurnal.ugm.ac.id]

  3. Pelatihan dan Pengembangan

    Program pelatihan yang terstruktur membantu petugas untuk selalu memperbarui kemampuan, terutama dalam menghadapi sistem rekam medis elektronik dan perubahan standar profesi. [Lihat sumber Disini - forikes-ejournal.com]

  4. Lingkungan Kerja dan Dukungan Institusional

    Lingkungan yang kondusif, ketersediaan SOP, fasilitas teknologi, serta dukungan manajemen mempengaruhi efisiensi dan kualitas kerja petugas. [Lihat sumber Disini - jurnal.politeknikalislam.ac.id]

  5. Sarana dan Prasarana

    Ketersediaan perangkat teknologi informasi dan sistem elektronik yang memadai akan memudahkan tugas petugas serta meningkatkan akurasi pekerjaan mereka. [Lihat sumber Disini - journals.stikim.ac.id]


Hubungan Kompetensi dengan Mutu Pelayanan

Kompetensi petugas rekam medis memiliki hubungan yang kuat dengan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa tingginya kompetensi petugas secara signifikan terkait dengan peningkatan mutu pelayanan, terutama dalam penyajian data akurat, kelancaran layanan administratif, serta dukungan pengambilan keputusan klinis yang lebih baik. [Lihat sumber Disini - myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id]

Pelayanan rekam medis yang bermutu menjadi dasar bagi alur pelayanan pasien yang efisien, karena data yang akurat membantu dokter, perawat, dan tim kesehatan lainnya dalam merencanakan perawatan pasien secara tepat waktu.


Peran Pelatihan dan Pengembangan SDM

Pelatihan secara terencana dan berkelanjutan merupakan bagian penting dari pengembangan kompetensi petugas rekam medis. Evaluasi pelatihan menunjukkan bahwa metode pelatihan yang tepat dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas, walaupun implementasi di tempat kerja terkadang membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerminkan perubahan nyata dalam performa. [Lihat sumber Disini - forikes-ejournal.com]

Kegiatan pelatihan dapat berupa workshop sertifikasi, seminar profesi, pelatihan penggunaan sistem rekam medis elektronik, hingga pembelajaran berbasis kasus klinis yang relevan.


Kesimpulan

Kompetensi petugas rekam medis mencakup pengetahuan, keterampilan, perilaku profesional, serta kemampuan mengelola data dan informasi kesehatan secara efektif. Standar kompetensi ini menjadi dasar bagi mutu pelayanan kesehatan, di mana tingkat penguasaan kompetensi dipengaruhi oleh pendidikan formal, pengalaman kerja, pelatihan, dukungan lingkungan kerja, dan sarana prasarana. Hubungan antara kompetensi yang tinggi dengan mutu pelayanan menunjukkan bahwa investasi dalam pengembangan SDM melalui pelatihan dan pendidikan berkontribusi pada kinerja fasilitas kesehatan yang lebih optimal. [Lihat sumber Disini - myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id]

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kompetensi petugas rekam medis adalah kemampuan yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dalam mengelola rekam medis pasien secara akurat, aman, dan sesuai standar pelayanan kesehatan.

Kompetensi petugas rekam medis penting karena berpengaruh langsung terhadap mutu pelayanan kesehatan, keakuratan data pasien, kelancaran pelayanan administratif, serta mendukung pengambilan keputusan klinis dan manajerial.

Standar kompetensi petugas rekam medis meliputi profesionalisme dan etika, kemampuan komunikasi, pengelolaan data dan informasi kesehatan, klasifikasi dan kodifikasi penyakit, pemanfaatan sistem rekam medis elektronik, serta manajemen pelayanan rekam medis.

Kompetensi petugas rekam medis dipengaruhi oleh pendidikan formal, pengalaman kerja, pelatihan dan pengembangan SDM, lingkungan kerja, dukungan manajemen, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.

Semakin tinggi kompetensi petugas rekam medis, semakin baik mutu pelayanan kesehatan karena data yang dikelola lebih lengkap, akurat, dan tepat waktu sehingga mendukung pelayanan pasien secara optimal.

Pelatihan berperan penting dalam meningkatkan kompetensi petugas rekam medis dengan memperbarui pengetahuan, meningkatkan keterampilan teknis, serta menyesuaikan kemampuan petugas terhadap perkembangan sistem informasi dan standar pelayanan kesehatan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pengawasan Mutu Rekam Medis Pengawasan Mutu Rekam Medis Regulasi Rekam Medis di Indonesia Regulasi Rekam Medis di Indonesia Ketersediaan Sarana dan Prasarana Rekam Medis Ketersediaan Sarana dan Prasarana Rekam Medis Kelengkapan Dokumen Rekam Medis Kelengkapan Dokumen Rekam Medis Etika Rekam Medis Etika Rekam Medis Peran Rekam Medis dalam Kontinuitas Pelayanan Peran Rekam Medis dalam Kontinuitas Pelayanan Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Rekam Medis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Rekam Medis Analisis Data Rekam Medis untuk Perencanaan Kesehatan Analisis Data Rekam Medis untuk Perencanaan Kesehatan Audit Internal Rekam Medis Audit Internal Rekam Medis Pengelolaan Arsip Rekam Medis Pengelolaan Arsip Rekam Medis Beban Kerja Tenaga Rekam Medis Beban Kerja Tenaga Rekam Medis Ketepatan Pengisian Rekam Medis Ketepatan Pengisian Rekam Medis Pemanfaatan Data Rekam Medis untuk Pelaporan Pemanfaatan Data Rekam Medis untuk Pelaporan Keamanan Data Rekam Medis Pasien Keamanan Data Rekam Medis Pasien Rekam Medis Elektronik: Konsep, manfaat, dan kendala Rekam Medis Elektronik: Konsep, manfaat, dan kendala Kerahasiaan Rekam Medis: Konsep, perlindungan data, dan etika Kerahasiaan Rekam Medis: Konsep, perlindungan data, dan etika Kualitas Dokumentasi Rekam Medis Elektronik Kualitas Dokumentasi Rekam Medis Elektronik Implementasi Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Implementasi Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Implementasi ICD-10 dalam Rekam Medis Implementasi ICD-10 dalam Rekam Medis Tantangan dan Prospek Rekam Medis di Era Digital Tantangan dan Prospek Rekam Medis di Era Digital
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…