Terakhir diperbarui: 22 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 22 January). Risiko Operasional: Konsep, Sumber Risiko, dan Mitigasi. SumberAjar. Retrieved 22 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/risiko-operasional-konsep-sumber-risiko-dan-mitigasi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Risiko Operasional: Konsep, Sumber Risiko, dan Mitigasi - SumberAjar.com

Risiko Operasional: Konsep, Sumber Risiko, dan Mitigasi

Pendahuluan

Risiko operasional merupakan salah satu bentuk risiko yang sangat krusial dalam dunia bisnis dan organisasi modern. Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, kompleksitas proses operasional, dan tuntutan kualitas layanan, setiap perusahaan diperlukan pemahaman mendalam tentang risiko yang mungkin mengganggu kelangsungan operasi mereka. Risiko operasional bukan hanya sekadar ancaman finansial sesaat, tetapi juga dapat berdampak jauh terhadap reputasi, keberlanjutan bisnis, hingga kepercayaan pemangku kepentingan terhadap perusahaan. Oleh karena itu, memahami konsep dasar, sumber-sumber risiko, karakteristik, serta strategi mitigasi risiko operasional menjadi prasyarat penting dalam membangun sistem manajemen risiko yang efektif dan efisien dalam organisasi kontemporer.


Definisi Risiko Operasional

Definisi Risiko Operasional Secara Umum

Risiko operasional umumnya dipahami sebagai kemungkinan terjadinya kerugian yang muncul akibat ketidaksempurnaan, kegagalan, atau gangguan dalam pelaksanaan aktivitas operasional suatu perusahaan. Kerugian ini dapat bersifat finansial maupun non-finansial, dan dapat disebabkan oleh beragam faktor seperti kesalahan manusia, kegagalan teknologi, proses internal yang tidak efektif, hingga kejadian eksternal yang tidak terduga yang memengaruhi operasional perusahaan. Pemahaman ini mencakup seluruh aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam rangka mencapai tujuan bisnisnya, di mana operasi sehari-hari selalu memiliki potensi risiko yang harus diidentifikasi dan dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan gangguan atau kerugian besar bagi perusahaan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Risiko Operasional dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah risiko diartikan sebagai kemungkinan atau peluang terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, terutama yang menyebabkan kerugian atau dampak negatif terhadap pencapaian tujuan. Risiko operasional dapat ditafsirkan sebagai jenis risiko yang muncul khusus dalam konteks kegiatan operasional perusahaan. Risiko ini berkaitan dengan berbagai jenis ketidakpastian yang memengaruhi jalannya proses internal dan eksternal perusahaan dalam rangka menjalankan rutinitas bisnisnya. Definisi ini sejalan dengan pemahaman umum risiko sebagai kondisi ancaman yang harus diantisipasi secara sistematis dalam manajemen risiko perusahaan.

Definisi Risiko Operasional Menurut Para Ahli

  1. Menurut Basel Committee on Banking Supervision (2003), risiko operasional didefinisikan sebagai kemungkinan terjadinya kerugian yang diakibatkan oleh proses internal yang tidak memadai, kesalahan manusia, sistem yang gagal, atau dari kejadian eksternal yang tidak terduga. Definisi ini banyak dijadikan acuan dalam literatur akademik dan praktik industri, terutama di sektor keuangan. ([Lihat sumber Disini - repository.unej.ac.id])

  2. Menurut Satriyo (2021), risiko operasional dapat berasal dari empat sumber utama, yaitu proses transformasi barang/jasa yang tidak efektif, risiko sumber daya manusia, risiko sistem, serta kejadian insidental yang tidak diharapkan namun berpotensi berdampak serius pada operasional perusahaan. ([Lihat sumber Disini - iptek.its.ac.id])

  3. Menurut Duho (2020) dalam penelitian Pratama (2024), risiko operasional merupakan risiko yang dapat menimbulkan kerugian akibat dari lemahnya proses internal dan sistem yang tidak memadai, serta kesalahan manusia dalam pelaksanaan tugasnya. ([Lihat sumber Disini - urj.uin-malang.ac.id])

  4. Identifikasi lainnya menyatakan bahwa risiko operasional timbul dari kombinasi kegagalan proses internal, kesalahan sumber daya manusia, masalah teknologi, serta faktor eksternal yang memengaruhi operasional perusahaan langsung ataupun tidak langsung. ([Lihat sumber Disini - journal.yrpipku.com])

Dengan demikian, para ahli sepakat bahwa risiko operasional adalah risiko yang melekat dalam seluruh proses kegiatan perusahaan yang dapat mengakibatkan kerugian akibat ketidaksempurnaan atau kegagalan aspek internal dan eksternal operasional tersebut.


Sumber-Sumber Risiko Operasional

Sumber risiko operasional adalah titik asal dari potensi kejadian yang dapat menimbulkan gangguan terhadap operasional perusahaan. Pemahaman tentang sumber-sumber ini menjadi langkah awal dalam proses identifikasi risiko yang efektif.

Salah satu studi menyebutkan bahwa risiko operasional muncul dari berbagai sumber utama, yaitu proses bisnis internal yang tidak efektif, kesalahan sumber daya manusia, kegagalan dalam sistem dan teknologi, serta kejadian insidental yang tidak diharapkan namun memiliki dampak besar jika benar-benar terjadi. ([Lihat sumber Disini - iptek.its.ac.id])

1. Proses Internal
Proses bisnis yang tidak terstandarisasi atau tidak efisien merupakan salah satu sumber utama risiko operasional. Kelemahan dalam prosedur operasional dapat menyebabkan adanya kesalahan dalam pelaksanaan tugas, penundaan layanan, hingga hasil kerja yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Proses internal yang buruk juga meningkatkan kemungkinan terjadinya konflik tugas, inkonsistensi output, dan miskomunikasi antar unit kerja yang terkadang hanya tampak dalam rutinitas harian namun dapat menimbulkan kerugian besar jika dibiarkan. ([Lihat sumber Disini - iptek.its.ac.id])

2. Sumber Daya Manusia (People Risk)

Kesalahan atau kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kerja merupakan sumber risiko serius dalam operasi bisnis. Faktor seperti kurangnya kompetensi, pelatihan yang tidak memadai, kelelahan kerja, hingga perilaku yang tidak etis seperti penipuan atau pelanggaran prosedur dapat secara signifikan menimbulkan kerugian finansial maupun reputasi bagi perusahaan. {{turn1search0}}

3. Sistem dan Teknologi
Kemajuan teknologi membawa efisiensi operasional, namun juga menciptakan potensi risiko tersendiri. Risiko dapat muncul dari kegagalan sistem informasi, gangguan teknologi, serangan siber, hingga kehilangan data penting. Kerusakan sistem yang berulang atau kurangnya pembaruan teknologi juga dapat menghambat proses operasional dan memicu biaya tambahan untuk perbaikan serta pemulihan data atau sistem. ([Lihat sumber Disini - journal.yrpipku.com])

4. Kejadian Eksternal
Faktor eksternal seperti bencana alam, perubahan regulasi pemerintah, gangguan rantai pasokan, hingga fluktuasi ekonomi global merupakan contoh sumber risiko operasional yang berada di luar kendali perusahaan. Meskipun tidak dapat diprediksi secara penuh, kejadian-kejadian ini tetap dapat dimitigasi melalui perencanaan kontinjensi dan sistem tanggap darurat yang matang. ([Lihat sumber Disini - journal.yrpipku.com])


Jenis dan Karakteristik Risiko Operasional

Risiko operasional tidak bersifat homogen; berbagai jenis risiko memiliki karakteristik dan dampak yang berbeda. Mengetahui jenis-jenis ini membantu organisasi melakukan klasifikasi dan menentukan strategi penanganan yang tepat.

1. Risiko Proses Internal
Risiko yang berakar dari prosedur kerja, tata kelola operasional, dan kesalahan dalam pengambilan keputusan operasional. Risiko ini memiliki karakteristik sering muncul pada kegiatan yang melibatkan interaksi rumit antara unit kerja dan proses manual atau semi-otomatis. Kejadian yang berulang akibat kelemahan proses internal cenderung menimbulkan kerugian yang bersifat kumulatif. ([Lihat sumber Disini - iptek.its.ac.id])

2. Risiko Sumber Daya Manusia
Jenis risiko ini berkaitan dengan perilaku, kompetensi, dan performa pekerja. Kesalahan manusia merupakan karakteristik utama dari jenis risiko ini. Sering kali, risiko ini dapat diantisipasi melalui program pelatihan, peningkatan kompetensi, dan pengawasan yang lebih ketat. ([Lihat sumber Disini - journal.yrpipku.com])

3. Risiko Teknologi dan Sistem
Mencakup risiko yang muncul dari kegagalan perangkat keras, perangkat lunak, sistem komunikasi, atau keamanan digital. Karakterisitik dari risiko ini adalah cenderung bersifat teknikal dan membutuhkan pendekatan IT dan keamanan siber secara intensif untuk mitigasinya. ([Lihat sumber Disini - journal.yrpipku.com])

4. Risiko Eksternal
Risiko yang timbul karena faktor di luar kendali internal organisasi, seperti bencana alam, perubahan kebijakan pemerintah, atau gangguan pasar global. Karakteristiknya tidak terduga dan sering kali memerlukan pendekatan perencanaan kontinjensi yang fleksibel. ([Lihat sumber Disini - journal.yrpipku.com])


Dampak Risiko Operasional terhadap Perusahaan

Risiko operasional memiliki dampak yang luas dan dapat mengancam keberlangsungan perusahaan jika tidak dikelola dengan baik. Dampak tersebut dapat bervariasi mulai dari yang bersifat langsung hingga implikasi jangka panjang.

1. Dampak Finansial
Kerugian finansial merupakan dampak paling langsung dari risiko operasional. Kerugian ini dapat berasal dari biaya perbaikan, denda regulasi, hingga kehilangan peluang pendapatan akibat gangguan operasional. Pencatatan kerugian akibat kesalahan proses atau kegagalan sistem menunjukkan bahwa dampak finansial sering kali merupakan kombinasi dari berbagai elemen risiko. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

2. Dampak Reputasi
Gangguan operasional yang sering terjadi dapat menurunkan kepercayaan pelanggan dan pemangku kepentingan lain, yang berdampak pada reputasi perusahaan. Reputasi yang rusak dapat berdampak pada loyalitas pelanggan, penarikan investasi, dan hambatan dalam ekspansi usaha. ([Lihat sumber Disini - journal.yrpipku.com])

3. Dampak Kepatuhan dan Regulasi
Kegagalan dalam memenuhi standar operasi dan regulasi juga bisa menjadi akibat dari risiko operasional yang tidak terkontrol. Perusahaan dapat dikenakan sanksi oleh otoritas pengatur, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi operasi jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - journal.yrpipku.com])


Strategi Mitigasi Risiko Operasional

Strategi mitigasi risiko operasional merupakan langkah-langkah yang diambil untuk mengurangi kemungkinan terjadinya atau dampak dari risiko operasional tersebut.

1. Identifikasi dan Penilaian Risiko Secara Komprehensif

Proses ini mencakup pengenalan berbagai potensi risiko yang ada dalam setiap lini operasional, penilaian probabilitas kejadian, serta pengukuran potensi dampaknya. Identifikasi yang matang membantu perusahaan memetakan area-area kritis yang membutuhkan intervensi segera.

2. Pengembangan Kebijakan dan Prosedur yang Jelas

Standarisasi prosedur kerja melalui SOP (Standard Operating Procedures) dapat meminimalkan kesalahan manusia dan variasi dalam pelaksanaan tugas. Prosedur yang jelas juga memperkuat akuntabilitas dan tata kelola yang lebih baik.

3. Penerapan Teknologi dan Sistem Keamanan

Modernisasi sistem dan peningkatan proteksi terhadap ancaman siber akan membantu menjauhkan ancaman yang berasal dari teknologi yang sudah usang atau rentan. Audit sistem secara berkala juga diperlukan untuk menjaga integritas teknologi.

4. Pelatihan dan Pengembangan SDM

Program pelatihan yang terstruktur dapat memperkuat kompetensi karyawan serta menanamkan pemahaman risiko dalam budaya kerja perusahaan. Hal ini juga mendorong respons yang lebih cepat dan tepat ketika risiko mulai terlihat.


Peran Manajemen dalam Pengendalian Risiko Operasional

Manajemen memiliki peran utama dalam mengendalikan risiko operasional karena mereka bertanggung jawab untuk merumuskan kebijakan, mengalokasikan sumber daya, dan memastikan bahwa strategi mitigasi dijalankan secara efektif. Penerapan sistem manajemen risiko operasional yang terintegrasi akan memudahkan dalam monitoring, penilaian, dan evaluasi risiko secara real-time. Peran manajemen juga mencakup pembentukan komite risiko, peningkatan kesadaran risiko di semua level organisasi, dan memastikan adanya umpan balik dari proses evaluasi risiko untuk perbaikan berkelanjutan.


Kesimpulan

Risiko operasional merupakan risiko yang melekat dalam setiap aktivitas operasional perusahaan yang dapat berasal dari sumber internal maupun eksternal. Risiko ini memiliki berbagai jenis dan karakteristik yang memengaruhi proses bisnis secara langsung maupun tidak langsung. Dampak dari risiko operasional dapat berupa kerugian finansial, reputasi yang rusak, hingga sanksi kepatuhan yang signifikan. Oleh karena itu, strategi mitigasi seperti identifikasi risiko, standarisasi prosedur, penerapan teknologi, dan pelatihan SDM sangat penting dalam meminimalkan dampak tersebut. Peran manajemen menjadi kunci utama dalam mengendalikan risiko operasional melalui kebijakan dan pengawasan yang efektif, sehingga perusahaan dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Risiko operasional adalah risiko yang timbul akibat kegagalan atau ketidaksempurnaan proses internal, kesalahan sumber daya manusia, gangguan sistem dan teknologi, serta kejadian eksternal yang berdampak pada kegiatan operasional perusahaan.

Sumber utama risiko operasional meliputi proses internal yang tidak efektif, kesalahan atau kelalaian sumber daya manusia, kegagalan sistem dan teknologi, serta faktor eksternal seperti bencana alam, perubahan regulasi, dan gangguan lingkungan bisnis.

Risiko operasional berkaitan dengan kegagalan aktivitas operasional sehari-hari perusahaan, sedangkan risiko keuangan berhubungan langsung dengan kondisi keuangan seperti likuiditas, kredit, dan fluktuasi pasar.

Risiko operasional penting dikelola karena dapat menimbulkan kerugian finansial, merusak reputasi perusahaan, mengganggu kelangsungan usaha, serta menyebabkan sanksi akibat ketidakpatuhan terhadap regulasi.

Strategi mitigasi risiko operasional yang efektif meliputi identifikasi dan penilaian risiko secara berkala, penerapan standar operasional prosedur yang jelas, penggunaan teknologi yang andal, serta pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia.

Manajemen berperan dalam merumuskan kebijakan risiko, memastikan implementasi sistem manajemen risiko operasional, melakukan pengawasan berkelanjutan, serta membangun budaya sadar risiko di seluruh organisasi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Risiko Operasional: Konsep, Gangguan Operasional, dan Mitigasi Risiko Operasional: Konsep, Gangguan Operasional, dan Mitigasi SPK Pemetaan Risiko Keamanan Data SPK Pemetaan Risiko Keamanan Data Sistem Mobile Pemetaan Lokasi Bencana Sistem Mobile Pemetaan Lokasi Bencana SPK Penilaian Risiko Proyek Teknologi SPK Penilaian Risiko Proyek Teknologi Manajemen Risiko Bisnis: Konsep, Identifikasi Risiko, dan Mitigasi Manajemen Risiko Bisnis: Konsep, Identifikasi Risiko, dan Mitigasi Efisiensi Operasional: Konsep, Penggunaan Sumber Daya, dan Output Efisiensi Operasional: Konsep, Penggunaan Sumber Daya, dan Output Manajemen Operasional: Konsep, Proses Operasional, dan Efisiensi Manajemen Operasional: Konsep, Proses Operasional, dan Efisiensi Operasional Variabel: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Operasional Variabel: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Konsep Teoretis dan Operasional dalam Riset Konsep Teoretis dan Operasional dalam Riset Sistem Informasi Manajemen Risiko: Konsep dan Penerapan Sistem Informasi Manajemen Risiko: Konsep dan Penerapan Analisis Kelayakan Sistem Informasi Analisis Kelayakan Sistem Informasi Sistem Informasi Pemantauan Banjir Sistem Informasi Pemantauan Banjir Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Manajemen Risiko Keuangan: Konsep, Identifikasi Risiko, dan Pengendalian Manajemen Risiko Keuangan: Konsep, Identifikasi Risiko, dan Pengendalian Metode Pengujian Sistem Berbasis Risiko Metode Pengujian Sistem Berbasis Risiko Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan Asset Management Ratio: Konsep, Efisiensi Aset, dan Analisis Kinerja Asset Management Ratio: Konsep, Efisiensi Aset, dan Analisis Kinerja Sistem Berbasis Cloud: Keunggulan dan Tantangan Sistem Berbasis Cloud: Keunggulan dan Tantangan Analisis PESTEL: Konsep, Lingkungan Bisnis, dan Perencanaan Analisis PESTEL: Konsep, Lingkungan Bisnis, dan Perencanaan Metode Spiral dalam Pengembangan Software Metode Spiral dalam Pengembangan Software
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…