Terakhir diperbarui: 02 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 2 December). Sistem Informasi Pemantauan Banjir. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/sistem-informasi-pemantauan-banjir  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Sistem Informasi Pemantauan Banjir - SumberAjar.com

Sistem Informasi Pemantauan Banjir

Pendahuluan

Banjir adalah salah satu bencana alam yang kerap melanda berbagai wilayah di Indonesia, terutama pada musim hujan dan di kawasan dengan drainase atau tata kelola air yang kurang memadai. Dampaknya sangat luas, mulai dari kerusakan infrastruktur, kerugian ekonomi, hingga gangguan terhadap aktivitas warga dan layanan publik. Karena itu, upaya mitigasi banjir menjadi sangat penting, dan salah satu pendekatan yang semakin populer adalah melalui penerapan sistem berbasis teknologi untuk memantau kondisi air dan memberikan peringatan dini. Sistem informasi pemantauan banjir berperan sebagai sarana untuk mendeteksi potensi banjir secara real-time, memberi peringatan lebih awal kepada masyarakat dan otoritas terkait, serta memungkinkan respons cepat sebelum dampak besar terjadi.

Dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), penerapan sistem digital dan otomatis untuk memantau banjir bukan lagi sekadar wacana, melainkan solusi nyata yang telah diuji di berbagai penelitian. Artikel ini akan membahas definisi, kerangka, komponen, dan manfaat dari sistem informasi pemantauan banjir, serta tantangan dan rekomendasi implementasinya.


Definisi Sistem Informasi Pemantauan Banjir

Definisi Secara Umum

Secara umum, sistem informasi pemantauan banjir dapat dipahami sebagai suatu rangkaian mekanisme dan teknologi yang dirancang untuk memantau kondisi lingkungan,khususnya variabel seperti ketinggian air sungai, intensitas hujan, curah hujan, dan variabel cuaca/wilayah lain,secara terus-menerus dan memberikan peringatan dini apabila terdeteksi potensi banjir. Sistem ini memadukan perangkat keras (sensor), perangkat lunak (server, aplikasi, notifikasi), serta saluran komunikasi agar data dapat diakses kapan saja oleh masyarakat maupun otoritas terkait. Intinya: sistem yang memungkinkan pemantauan kondisi air/lingkungan secara real-time agar bisa mendeteksi potensi bencana banjir.

Definisi dalam KBBI

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), “sistem” didefinisikan sebagai sekumpulan cara kerja yang saling berkaitan untuk memperoleh suatu hasil tertentu. Sementara “informasi” berarti keterangan atau kabar yang memberi pengetahuan. Dengan demikian, “sistem informasi” adalah sekumpulan metode dan alat untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menyampaikan informasi. Jika dikombinasikan dengan konteks “pemantauan banjir”, maka “sistem informasi pemantauan banjir” dapat diartikan sebagai suatu sistem terintegrasi yang mengumpulkan informasi terkait kondisi air/banjir, memprosesnya, dan menyebarkan hasil pemantauan atau peringatan kepada pihak terkait agar bisa mengambil tindakan tepat waktu.

Definisi Menurut Para Ahli

Beberapa penelitian dan ahli telah mendefinisikan sistem pemantauan atau peringatan banjir sebagai berikut:

  • Menurut penelitian oleh Universitas Islam Malang (2024), sistem monitoring peringatan banjir berbasis IoT menggunakan mikrokontroler dan sensor air dirancang untuk mendeteksi perubahan muka air sungai secara otomatis, serta mengirimkan notifikasi ketika level air mendekati ambang batas kritis. [Lihat sumber Disini - etheses.uin-malang.ac.id]
  • Dalam studi dari Universitas Gunadarma bersama Universitas Respati Indonesia (2024), sistem penanggulangan dan deteksi otomatis banjir berbasis mikrokontroler ESP32 menggunakan sensor tinggi air, kecepatan arus, dan tekanan air untuk memantau secara real-time dan mengaktifkan alarm atau tindakan ketika banjir terdeteksi. [Lihat sumber Disini - ejournal.urindo.ac.id]
  • Penelitian terbaru dari 2025 di wilayah Sragen mendeskripsikan sistem informasi pemantauan dan peringatan banjir sebagai platform yang menyediakan informasi level air dan peringatan dini kepada masyarakat secara akurat dan tepat waktu. [Lihat sumber Disini - jurnal.asia.ac.id]
  • Menurut penelitian berbasis IoT di 2023, sistem monitoring cuaca dan banjir (menggunakan sensor ultrasonic, sensor hujan, dan sensor suhu) memungkinkan masyarakat memantau kondisi lingkungan secara real-time melalui aplikasi smartphone, sehingga meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap risiko banjir. [Lihat sumber Disini - journal.eng.unila.ac.id]

Dari definisi-definisi di atas, tampak bahwa inti dari “sistem informasi pemantauan banjir” adalah kombinasi antara sensor/teknologi monitoring, pemrosesan data, dan penyebaran informasi/peringatan, dengan tujuan mitigasi risiko banjir.


Komponen dan Mekanisme Kerja Sistem Informasi Pemantauan Banjir

Teknologi dan Perangkat Utama

Sistem informasi pemantauan banjir umumnya terdiri dari:

  • Sensor ketinggian air (water-level sensor), sensor curah hujan atau hujan, sensor hujan/suhu/kelembapan, dan/atau sensor arus atau tekanan air. Banyak penelitian menggunakan sensor ultrasonic atau sensor water-level untuk mendeteksi perubahan muka air sungai. [Lihat sumber Disini - journal.eng.unila.ac.id]
  • Mikrokontroler atau perangkat embedded: misalnya ESP32 atau Wemos D1 mini / ESP8266 / NodeMCU sebagai otak sistem yang membaca data sensor, memproses, dan mengirimkan data ke server atau cloud. [Lihat sumber Disini - ejournal.urindo.ac.id]
  • Infrastruktur komunikasi dan data: sistem biasanya menggunakan konektivitas internet (Wi-Fi, GSM, jaringan data), teknologi IoT, serta protokol komunikasi seperti MQTT untuk mengirim data secara real-time ke server atau aplikasi. [Lihat sumber Disini - journal.arteii.or.id]
  • Aplikasi atau antarmuka pengguna: bisa berupa aplikasi mobile, dashboard web, atau sistem notifikasi (misalnya alarm, LED, buzzer, SMS, notifikasi ke smartphone) untuk memberi peringatan dini kepada warga atau otoritas jika air mencapai ambang kritis. [Lihat sumber Disini - journal.eng.unila.ac.id]

Alur Kerja Sistem

Proses umum dalam sistem informasi pemantauan banjir:

  1. Sensor mengukur variabel lingkungan (level air, curah hujan, hujan, suhu, dll) secara kontinu.
  2. Data sensor dikirim ke mikrokontroler untuk diproses, misalnya dihitung level air relatif terhadap ambang batas (threshold).
  3. Mikrokontroler mengirim data ke server atau layanan cloud melalui protokol IoT/komunikasi data.
  4. Sistem backend atau aplikasi memantau data secara real-time dan memeriksa apakah ada parameter yang melewati batas aman.
  5. Jika terdeteksi potensi bahaya (misalnya tinggi air di atas threshold), sistem mengirim peringatan dini ke pengguna melalui aplikasi, alarm, SMS, notifikasi, atau cara lain.
  6. Pihak terkait (masyarakat, pemerintah, tim tanggap bencana) menerima peringatan dini dan bisa segera mengambil langkah mitigasi atau evakuasi.

Contoh implementasi sistem seperti ini sudah banyak dilakukan di Indonesia, misalnya penelitian berbasis IoT untuk sistem peringatan dini di sungai (2025), atau sistem monitoring cuaca dan banjir menggunakan sensor ultrasonic, sensor hujan, dan ESP-based mikrokontroler (2023). [Lihat sumber Disini - jurnal.asia.ac.id]


Manfaat dan Peran Sistem Informasi Pemantauan Banjir

Peringatan Dini & Keselamatan Masyarakat

Dengan sistem ini, potensi banjir bisa terdeteksi lebih awal, jauh sebelum terjadi genangan besar atau banjir parah. Hal ini memberi waktu kepada masyarakat dan pihak berwenang untuk melakukan tindakan preventif seperti evakuasi, pengamanan aset, dan persiapan darurat. Penelitian menunjukkan bahwa sistem berbasis IoT dan sensor air mampu memberikan peringatan dini dengan akurasi tinggi dan respons cepat. [Lihat sumber Disini - journal.arteii.or.id]

Pengurangan Kerugian Material dan Infrastruktur

Banjir sering menyebabkan kerusakan pada rumah, bangunan, fasilitas publik, jalan, jaringan listrik dan infrastruktur penting lainnya. Dengan peringatan dini dan pemantauan secara real-time, kerugian fisik dan material dapat dikurangi secara signifikan, atau bahkan dicegah.

Optimalisasi Manajemen dan Respons Bencana

Sistem informasi memberikan data valid dan real-time tentang kondisi air/lingkungan, memungkinkan pemerintah atau lembaga penanggulangan bencana untuk membuat keputusan lebih cepat dan tepat. Ini membantu dalam manajemen risiko, perencanaan tanggap darurat, dan alokasi sumber daya.

Peningkatan Kesadaran dan Kesiapsiagaan Masyarakat

Melalui aplikasi, dashboard, atau notifikasi, masyarakat bisa mendapatkan informasi secara langsung tentang kondisi lingkungan di sekitarnya. Hal ini menumbuhkan kesadaran tentang risiko banjir dan pentingnya kesiapsiagaan, terutama di wilayah rawan.


Tantangan dan Pertimbangan dalam Implementasi

Modal dan Infrastruktur

Pemasangan sensor, mikrokontroler, konektivitas internet, serta sistem backend / cloud memerlukan biaya. Di wilayah dengan sumber daya terbatas atau akses internet sulit, implementasi sistem bisa terkendala.

Ketepatan dan Keandalan Sensor

Sensor harus mampu bekerja dalam berbagai kondisi lingkungan, hujan, aliran air deras, keruh, longsor, sedimentasi, dan perubahan cuaca ekstrem. Kesalahan sensor atau kegagalan komunikasi bisa menyebabkan false alarm atau gagal mendeteksi, sehingga sistem bisa kehilangan keandalan.

Keterlibatan dan Edukasi Masyarakat

Agar sistem efektif, masyarakat harus paham cara merespons peringatan: evakuasi, menyelamatkan aset, mematuhi instruksi darurat. Tanpa edukasi dan kesadaran, peringatan dini bisa saja diabaikan.

Pemeliharaan dan Keberlanjutan Sistem

Perangkat keras perlu perawatan rutin, sensor perlu dibersihkan, kalibrasi ulang, konektivitas harus dijaga. Sistem backend dan aplikasi pun perlu pemeliharaan agar data tetap akurat dan layanan tetap aktif.


Relevansi Teknologi Modern: Integrasi IoT dan AI dalam Sistem Pemantauan Banjir

Di era sekarang, sistem pemantauan banjir tidak hanya bergantung pada sensor dasar, tapi bisa dikombinasikan dengan teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT), serta Artificial Intelligence (AI) untuk analisis data dan prediksi.

Misalnya, dalam sebuah penelitian 2025 disebutkan bahwa AI dapat mendukung mitigasi bencana banjir di Indonesia dengan membantu memprediksi pola risiko, memantau lingkungan, dan memberikan peringatan dini berdasarkan analisis big data, baik dari sensor aktual maupun data cuaca/hidro-meteorologi. [Lihat sumber Disini - ejournal.cahayailmubangsa.institute]

Dengan integrasi IoT + AI, sistem bisa menjadi lebih adaptif dan prediktif: tidak hanya memberi peringatan saat air sudah tinggi, tapi juga memproyeksikan potensi banjir berdasarkan curah hujan, kondisi cuaca, pola aliran sungai, dan data historis; sehingga mitigasi bisa dilakukan lebih awal.


Studi Kasus & Implementasi di Indonesia

  • Di tahun 2025, sebuah sistem peringatan dini banjir berbasis IoT di wilayah Sragen berhasil didesain untuk memberikan informasi level air dan peringatan kepada masyarakat secara akurat dan real-time. [Lihat sumber Disini - jurnal.asia.ac.id]
  • Pada 2023, penelitian mengembangkan sistem monitoring cuaca dan banjir menggunakan sensor ultrasonic, sensor hujan, serta sensor suhu/kelembapan, dengan mikrokontroler Wemos D1 R1 + ESP8266, dan hasil data bisa dipantau langsung melalui aplikasi mobile. [Lihat sumber Disini - journal.eng.unila.ac.id]
  • Implementasi otomatis untuk deteksi ketinggian air sebagai peringatan dini juga pernah dikembangkan menggunakan Wemos D1 mini + ESP8266 dengan notifikasi melalui Telegram dan WhatsApp. [Lihat sumber Disini - jurnal.ubl.ac.id]
  • Untuk bangunan/instansi seperti rumah sakit, terdapat implementasi sistem monitoring & mitigasi banjir (termasuk pompa auto, sensor, drainase, sistem drainase tambahan) sebagai bagian dari strategi “flood-defense + monitoring” untuk melindungi aset dan operasional. [Lihat sumber Disini - ejournal.urindo.ac.id]

Kesimpulan

Sistem informasi pemantauan banjir merupakan solusi penting dalam mitigasi bencana di negara seperti Indonesia, yang geografinya rentan terhadap curah hujan tinggi, sungai, drainase buruk, dan perubahan iklim. Dengan memanfaatkan sensor, mikrokontroler, IoT, dan teknologi komunikasi, sistem ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi banjir, sehingga memberi waktu bagi masyarakat dan otoritas untuk merespons secara cepat dan tepat.

Lebih jauh, integrasi dengan AI dan analisis data meningkatkan efektivitas sistem: tidak hanya reaktif, tetapi prediktif, membantu memperkirakan risiko sebelum air benar-benar meluap.

Namun implementasi sistem ini membutuhkan biaya, infrastruktur, pemeliharaan, serta edukasi masyarakat agar peringatan yang diberikan bisa direspon dengan benar. Oleh karena itu, keberhasilan sistem sangat bergantung pada kolaborasi antara komunitas, institusi pemerintah, dan pengelola teknis.

Dengan demikian, pengembangan dan penerapan sistem informasi pemantauan banjir adalah langkah strategis dalam upaya mitigasi bencana, meningkatkan kesiapsiagaan, dan meminimalkan dampak sosial serta ekonomi akibat banjir.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Sistem Informasi Pemantauan Banjir adalah sistem yang digunakan untuk memantau kondisi air, curah hujan, dan parameter lingkungan lainnya secara real-time menggunakan sensor dan teknologi IoT. Sistem ini menyediakan peringatan dini agar masyarakat dan pihak berwenang dapat melakukan tindakan mitigasi lebih cepat.

Komponen utama sistem ini meliputi sensor ketinggian air, sensor curah hujan, mikrokontroler seperti ESP32 atau ESP8266, konektivitas internet, server atau cloud untuk pemrosesan data, serta dashboard atau aplikasi untuk menampilkan informasi dan peringatan.

Manfaatnya antara lain memberikan peringatan dini kepada masyarakat, mengurangi risiko dan dampak kerugian akibat banjir, meningkatkan efisiensi respons bencana, dan menyediakan data akurat untuk pengambilan keputusan oleh pihak berwenang.

Sistem bekerja dengan mengumpulkan data dari sensor yang terpasang di lokasi pemantauan. Data dikirim ke server secara real-time melalui koneksi internet. Ketika parameter seperti ketinggian air melewati ambang batas tertentu, sistem akan mengirimkan peringatan kepada pengguna melalui aplikasi, alarm, atau notifikasi.

Ya, teknologi IoT memungkinkan pengiriman data sensor secara real-time, sedangkan AI dapat digunakan untuk menganalisis data historis dan memprediksi potensi banjir sehingga peringatan dapat diberikan lebih awal dan lebih akurat.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Sistem Mobile Pemetaan Lokasi Bencana Sistem Mobile Pemetaan Lokasi Bencana Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan Sistem Web untuk Pemantauan Hasil Belajar Sistem Web untuk Pemantauan Hasil Belajar Pemantauan Tanda Vital: Konsep dan Tujuan Pemantauan Tanda Vital: Konsep dan Tujuan Pemantauan Tanda Vital: Konsep, Tujuan, dan Peran Klinis Pemantauan Tanda Vital: Konsep, Tujuan, dan Peran Klinis Peran Tenaga Kesehatan dalam Bencana Peran Tenaga Kesehatan dalam Bencana Ketahanan Sosial: Konsep dan Daya Adaptasi Komunitas Ketahanan Sosial: Konsep dan Daya Adaptasi Komunitas Kesiapsiagaan Bencana Kesehatan Kesiapsiagaan Bencana Kesehatan Fakta: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian beserta sumber [PDF] Lengkap Fakta: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian beserta sumber [PDF] Lengkap Pengertian Sistem Informasi : Komponen, Jenis, Proses, dan Fungsinya dalam Organisasi Pengertian Sistem Informasi : Komponen, Jenis, Proses, dan Fungsinya dalam Organisasi Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Sistem Informasi Laporan Kesehatan Siswa Sistem Informasi Laporan Kesehatan Siswa Sistem Informasi Pengelolaan UKS Sistem Informasi Pengelolaan UKS Sistem Informasi Produksi: Pengertian dan Penerapannya Sistem Informasi Produksi: Pengertian dan Penerapannya Sistem Informasi Monitoring Kegiatan Siswa Sistem Informasi Monitoring Kegiatan Siswa Sistem: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi Sistem: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi Sistem Informasi Inventaris Barang: Konsep dan Contoh Sistem Informasi Inventaris Barang: Konsep dan Contoh Sistem Informasi Akademik: Konsep dan Contoh Sistem Informasi Akademik: Konsep dan Contoh Pemodelan & Diagram Sistem Pemodelan & Diagram Sistem Terapi Oksigen: Konsep, Prinsip Keselamatan, dan Pemantauan Terapi Oksigen: Konsep, Prinsip Keselamatan, dan Pemantauan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…