Terakhir diperbarui: 05 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 5 January). Trait Anxiety: Konsep dan Pengukuran. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/trait-anxiety-konsep-dan-pengukuran 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Trait Anxiety: Konsep dan Pengukuran - SumberAjar.com

Trait Anxiety: Konsep dan Pengukuran

Pendahuluan

Kecemasan atau anxiety merupakan salah satu fenomena psikologis yang umum dialami oleh individu dari berbagai latar belakang usia dan situasi kehidupan. Secara umum, kecemasan dapat dipahami sebagai perasaan khawatir, tegang, atau takut akan suatu kemungkinan, sering kali disertai dengan respons fisiologis tertentu seperti detak jantung meningkat, pernapasan cepat, atau ketegangan otot. Kecemasan bukan sekedar reaksi sesaat terhadap situasi tertentu saja, dalam psikologi modern, konsep kecemasan dibagi menjadi dua dimensi yang berbeda namun saling berkaitan: state anxiety dan trait anxiety. Kedua dimensi ini membantu para peneliti dan praktisi memahami aspek situasional serta aspek yang lebih stabil dari pengalaman kecemasan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Trait anxiety sendiri menunjukkan cara individu cenderung merespons peristiwa kehidupan secara konsisten dengan tingkat kecemasan tertentu. Individu dengan trait anxiety tinggi akan lebih sering, lebih intens, dan lebih mudah merasa cemas dibandingkan individu dengan trait anxiety rendah. Pemahaman mendalam mengenai trait anxiety sangat penting karena berkaitan erat dengan kualitas hidup, fungsi psikologis, perilaku individu serta ketahanan mental dalam menghadapi stres sehari-hari. Artikel ini akan menjelaskan secara detail konsep trait anxiety, perbedaan dengan state anxiety, faktor-faktor yang mempengaruhi, dampaknya terhadap fungsi psikologis, perilaku individu, serta cara pengukurannya secara ilmiah berdasarkan studi-studi akademik terbaru. [Lihat sumber Disini - khironclinics.com]


Definisi Trait Anxiety

Definisi Trait Anxiety Secara Umum

Trait anxiety merupakan kecenderungan psikologis yang stabil dalam diri seseorang untuk mengalami kecemasan berkepanjangan atau sering. Berbeda dengan kecemasan sesaat yang hanya muncul dalam situasi tertentu, trait anxiety menggambarkan pola reaksi individu terhadap berbagai situasi hidup yang berbeda. Individu yang memiliki trait anxiety tinggi cenderung lebih mudah merasa khawatir, gelisah, takut, atau khawatir berlebihan meskipun situasinya tidak mengancam secara nyata. Hal ini menunjukkan bahwa trait anxiety lebih mirip dengan bagian karakter atau kepribadian daripada respon sementara terhadap suatu faktor eksternal. [Lihat sumber Disini - khironclinics.com]

Definisi Trait Anxiety dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “kecemasan” didefinisikan sebagai perasaan was-was, khawatir, takut, atau gelisah terhadap sesuatu yang akan terjadi tanpa kepastian. Namun, konsep trait anxiety sendiri lebih spesifik; KBBI tidak secara eksplisit memasukkan istilah trait anxiety, tetapi memahami bahwa karakteristik kecemasan yang berulang dan stabil dalam situasi kehidupan mencerminkan bentuk kecemasan yang melekat dalam kepribadian seseorang. Konsep trait anxiety biasanya dijabarkan dalam teks psikologi atau psikometri yang merujuk pada sifat atau kecenderungan individu yang konsisten terhadap respons kecemasan.

Definisi Trait Anxiety Menurut Para Ahli

  1. Charles D. Spielberger, Spielberger membedakan dua jenis kecemasan, yaitu state anxiety dan trait anxiety. Trait anxiety didefinisikan sebagai kecenderungan relatif menetap pada individu untuk melihat situasi sebagai menakutkan atau mengancam dan untuk meresponsnya dengan reaksi kecemasan. Individu dengan trait anxiety tinggi cenderung mengalami kecemasan secara berulang dalam banyak konteks dan waktu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Khiron Clinics (2025), Trait anxiety merupakan ciri pribadi yang konsisten dalam seseorang untuk sering merasakan kecemasan di berbagai situasi, seperti perasaan “selalu tegang” atau “khawatir terus menerus” meskipun tidak ada ancaman nyata. [Lihat sumber Disini - khironclinics.com]

  3. ScienceDirect, Trait anxiety didefinisikan sebagai tendensi stabil untuk memperhatikan dan mengalami rasa takut, khawatir, dan kecemasan secara umum di banyak situasi kehidupan, bukan hanya dalam reaksi terhadap ancaman tertentu. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  4. Bijulakshmi (2024), Trait anxiety merupakan predisposisi yang mencerminkan kecenderungan individu mengalami kecemasan secara konsisten sebagai respons internal terhadap stresor, sementara state anxiety merupakan respons situasional terhadap stresor eksternal. [Lihat sumber Disini - journals.lww.com]


Perbedaan Trait Anxiety dan State Anxiety

Trait anxiety dan state anxiety sama-sama merupakan bentuk kecemasan, namun keduanya berbeda dalam sifat dan durasi pengalaman kecemasan.

Trait anxiety merupakan karakteristik kepribadian yang relatif stabil sepanjang waktu. Ini berarti bahwa seseorang yang memiliki trait anxiety tinggi akan terus-menerus mengalami tingkat kecemasan yang lebih tinggi daripada rata-rata dalam berbagai situasi kehidupan. Trait anxiety merefleksikan gambaran umum bagaimana individu menafsirkan berbagai kondisi hidup dengan kecenderungan kecemasan yang tinggi. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Sebaliknya, state anxiety merupakan kecemasan sesaat atau reaksi emosional terhadap situasi spesifik yang menimbulkan tekanan atau ketegangan. State anxiety muncul karena stimulus tertentu, seperti sebelum ujian, wawancara kerja, atau presentasi publik, dan menghilang ketika situasi stresor tersebut selesai atau hilang. State anxiety lebih bersifat sementara, bergantung pada konteks, dan tidak mencerminkan pola kepribadian yang stabil. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Dari perspektif pengukuran, perbedaan ini membuat para peneliti harus menggunakan instrumen psikometri yang mampu membedakan antara kedua bentuk kecemasan tersebut, seperti State-Trait Anxiety Inventory (STAI), untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan sebagai sifat kepribadian (trait) dan sebagai respon situasional (state). [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Trait anxiety tidak hilang begitu saja ketika situasi berubah; ia tetap sebagai bagian konsisten dari respons psikologis seseorang terhadap berbagai pengalaman kehidupan. State anxiety, di sisi lain, hanya muncul dalam konteks atau situasi tertentu. Perbedaan ini penting karena mempengaruhi bagaimana psikolog atau tenaga kesehatan mental menginterpretasikan dan mengintervensi kecemasan seseorang dalam praktik klinis atau penelitian ilmiah. [Lihat sumber Disini - khironclinics.com]


Faktor yang Mempengaruhi Trait Anxiety

Trait anxiety dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal yang berkaitan dengan kepribadian dan pengalaman hidup individu:

  1. Faktor Biologis dan Genetik

    Faktor genetik dapat menentukan bagaimana sistem saraf seseorang memproses stres dan kecemasan. Individu dengan kecenderungan biologis tertentu mungkin lebih rentan terhadap trait anxiety karena cara otak mereka memproses sinyal ancaman atau ketidakpastian.

  2. Pengalaman Masa Lalu

    Pengalaman traumatis atau peristiwa kehidupan yang menimbulkan stres berkepanjangan, terutama di masa kanak-kanak atau remaja, dapat meninggalkan pola respons yang membuat individu lebih rentan terhadap kecemasan kronis atau trait anxiety. [Lihat sumber Disini - repository.radenfatah.ac.id]

  3. Faktor Lingkungan dan Sosial

    Lingkungan keluarga, tuntutan sosial, dan pengalaman interpersonal dapat memperkuat kecenderungan kecemasan seseorang. Misalnya, sociodemographic tertentu seperti pekerjaan, status sosial ekonomi, atau dinamika keluarga dapat menjadi faktor yang terkait dengan trait anxiety. Penelitian di masyarakat Semarang misalnya menunjukkan bahwa faktor seperti usia, pekerjaan, status pernikahan, dan pendapatan berkorelasi dengan tingkat trait anxiety responden. [Lihat sumber Disini - ejournal.undip.ac.id]

  4. Persepsi dan Mechanisme Pertahanan Psikologis

    Cara individu memaknai situasi serta mekanisme pertahanan psikologis mereka untuk mengatasi stres juga mempengaruhi trait anxiety. Individu dengan mekanisme pertahanan yang kurang adaptif cenderung mempertahankan pola kecemasan lebih lama. [Lihat sumber Disini - ejournal.undip.ac.id]

  5. Kepribadian

    Trait anxiety sering kali berkaitan dengan ciri kepribadian seperti neurotisisme, di mana individu yang memiliki skor tinggi pada dimensi ini biasanya juga menunjukkan kecenderungan trait anxiety yang tinggi, dibandingkan dengan mereka yang lebih stabil emosinya. [Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id]


Dampak Trait Anxiety terhadap Fungsi Psikologis

Trait anxiety yang tinggi dapat berdampak secara signifikan terhadap fungsi psikologis individu dalam berbagai dimensi kehidupan:

  1. Kognitif (Proses Berpikir)

    Individu dengan trait anxiety sering kali mengalami gangguan konsentrasi, pikiran yang terus-menerus khawatir, serta kesulitan membuat keputusan karena kecenderungan untuk terjebak pada skenario negatif. Hal ini dapat menghambat kemampuan belajar, bekerja, dan memecahkan masalah.

  2. Emosional

    Trait anxiety dapat menyebabkan perasaan gelisah yang berkepanjangan, meningkatnya ketegangan internal, dan sensitivitas emosional yang lebih tinggi. Individu dengan trait anxiety mungkin lebih rentan terhadap gangguan mood seperti depresi atau gangguan kecemasan klinis.

  3. Fisiologis

    Kecemasan yang berkepanjangan meningkatkan respons stres dalam tubuh, termasuk peningkatan detak jantung, ketegangan otot, dan gangguan tidur. Respon fisiologis kronis ini dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung, tekanan darah, serta sistem imun.

  4. Sosial

    Tingkat kecemasan yang terus-menerus dapat mempengaruhi interaksi sosial, misalnya membuat individu cenderung menghindari situasi sosial, merasa kurang percaya diri, atau mengalami kesulitan membangun hubungan interpersonal yang sehat.

  5. Kualitas Hidup

    Trait anxiety juga memiliki hubungan negatif dengan kesejahteraan mental dan kualitas hidup. Penelitian terbaru bahkan mengemukakan bahwa trait anxiety dapat memprediksi penurunan kesejahteraan psikologis dan sosial dalam jangka panjang, menunjukkan implikasi luas pada kualitas hidup seseorang secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]


Trait Anxiety dan Perilaku Individu

Trait anxiety dapat muncul dalam perilaku sehari-hari seseorang dan mempengaruhi bagaimana ia merespons situasi yang dianggap menantang atau berubah. Individu dengan trait anxiety tinggi sering kali menunjukkan pola perilaku berikut:

  1. Hiperwaspada terhadap Ancaman

    Mereka cenderung selalu waspada terhadap ancaman atau potensi kegagalan, sehingga sering mengantisipasi risiko lebih tinggi daripada yang sebenarnya ada.

  2. Menghindari Situasi Stres

    Trait anxiety sering kali membuat individu menghindari situasi yang dianggap berisiko atau menegangkan seperti berbicara di depan umum, menghadapi konflik interpersonal, atau mengambil keputusan penting dalam kondisi tidak pasti.

  3. Perilaku Prokrastinasi

    Rasa khawatir berlebihan dapat menyebabkan penundaan tindakan (prokrastinasi) karena individu sibuk memikirkan konsekuensi negatif daripada menyelesaikan tugas secara langsung.

  4. Perbedaan dalam Interaksi Sosial

    Individu dengan trait anxiety tinggi mungkin terlihat kurang nyaman dalam interaksi sosial, terkadang menarik diri dari situasi sosial, atau merasakan ketidaknyamanan yang lebih besar ketika berada di sekitar orang baru atau dalam kelompok.

  5. Respons Emosional yang Intens

    Trait anxiety sering kali membawa respons emosional yang lebih intens terhadap tekanan atau kritik, sehingga perilaku yang muncul terkadang tampak defensif, cemas, atau gampang tersinggung.


Pengukuran Trait Anxiety

Pengukuran trait anxiety dilakukan dengan instrumen psikometri yang dirancang untuk mengevaluasi kecenderungan kecemasan sebagai karakteristik kepribadian yang stabil. Instrumen yang paling umum digunakan dalam penelitian psikologi adalah State-Trait Anxiety Inventory (STAI). [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

State-Trait Anxiety Inventory (STAI)

State-Trait Anxiety Inventory merupakan alat ukur psikologis yang dikembangkan oleh Charles D. Spielberger, R.L. Gorsuch, dan R.E. Lushene. STAI terdiri dari 40 item pernyataan yang dibuat dalam dua subskala utama: satu untuk mengukur state anxiety (kecemasan sesaat), dan satu untuk trait anxiety (kecemasan sifat). Setiap subskala biasanya terdiri dari 20 item dengan format Likert empat poin. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

STAI telah diterjemahkan dan digunakan secara luas dalam berbagai penelitian global serta adaptasi bahasa lokal seperti bahasa Indonesia. Studi-studi empiris menunjukkan bahwa instrumen ini memiliki reliabilitas dan validitas yang tinggi dalam mengukur kecenderungan kecemasan sebagai trait, meskipun beberapa kritik menyatakan bahwa STAI juga dapat menangkap aspek negatif afektivitas secara lebih umum. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Cara pengukuran trait anxiety dengan STAI biasanya menilai seberapa sering seseorang merasakan gejala kecemasan dalam jangka waktu yang lama atau secara umum di berbagai situasi. Nilai skor trait yang lebih tinggi menunjukkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi pula. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Selain STAI, beberapa instrumen lain seperti Taylor Manifest Anxiety Scale juga digunakan dalam studi tertentu, namun STAI tetap menjadi standar terbesar dalam penelitian trait anxiety psikologi modern. [Lihat sumber Disini - eprints.poltekkesjogja.ac.id]


Kesimpulan

Trait anxiety merupakan struktur psikologis yang menggambarkan kecenderungan stabil seseorang untuk merasakan kecemasan dalam berbagai situasi kehidupan. Berbeda dengan state anxiety yang bersifat temporer dan bergantung pada situasi tertentu, trait anxiety mencerminkan pola kepribadian yang konsisten dan berulang. Faktor yang mempengaruhi trait anxiety meliputi aspek biologis, pengalaman hidup, lingkungan sosial, serta kepribadian individu itu sendiri. Trait anxiety berpengaruh signifikan terhadap berbagai fungsi psikologis, mulai dari proses berpikir, emosi, hingga interaksi sosial serta kualitas hidup secara umum. Perubahan perilaku yang muncul pada individu dengan trait anxiety tinggi menunjukkan pola respons emosional dan kognitif yang khas ketika menghadapi tekanan hidup.

Pengukuran trait anxiety dilakukan melalui instrumen psikometri seperti State-Trait Anxiety Inventory, yang telah terbukti reliabel dan valid dalam penelitian psikologi modern. Pemahaman yang tepat mengenai trait anxiety tidak hanya penting dalam konteks penelitian, tetapi juga dalam praktik psikoterapi, pendidikan, dan kesehatan mental untuk membantu individu mengelola kecemasan kronis mereka serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Trait anxiety adalah kecenderungan psikologis yang bersifat stabil dalam diri individu untuk merasakan kecemasan secara konsisten dalam berbagai situasi kehidupan, bukan hanya sebagai reaksi sementara terhadap kondisi tertentu.

Trait anxiety merupakan karakteristik kepribadian yang menetap dan mencerminkan kecenderungan umum individu terhadap kecemasan, sedangkan state anxiety adalah kecemasan sementara yang muncul akibat situasi atau kondisi tertentu dan akan berkurang ketika situasi tersebut berakhir.

Trait anxiety dipengaruhi oleh faktor biologis dan genetik, pengalaman hidup terutama pengalaman traumatis, lingkungan sosial, pola asuh, serta karakteristik kepribadian seperti neurotisisme.

Trait anxiety dapat memengaruhi fungsi kognitif, emosional, fisiologis, dan sosial individu, seperti gangguan konsentrasi, peningkatan stres emosional, respons fisiologis yang berkepanjangan, serta kesulitan dalam interaksi sosial dan penyesuaian diri.

Trait anxiety umumnya diukur menggunakan instrumen psikologis seperti State-Trait Anxiety Inventory (STAI) yang dirancang untuk menilai kecenderungan kecemasan sebagai sifat kepribadian yang stabil.

Meskipun trait anxiety bersifat relatif stabil, tingkatnya masih dapat dipengaruhi oleh pengalaman hidup, intervensi psikologis, dan strategi pengelolaan stres yang adaptif dalam jangka panjang.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Social Anxiety: Konsep dan Respons Perilaku Stabilitas Kepribadian: Konsep dan Pengaruhnya Trait Optimism: Konsep dan Kesejahteraan Neurotisisme: Konsep dan Implikasi Psikologis Conscientiousness: Konsep dan Kinerja Openness to Experience: Konsep dan Kreativitas Agreeableness: Konsep dan Hubungan Interpersonal Ekstraversi: Konsep dan Perilaku Sosial Kecemasan Sosial: Pengertian dan Contoh Kepribadian Big Five: Penjelasan dan Contohnya Kecemasan Akademik: Konsep dan Determinan Penggunaan Obat Herbal untuk Anti-Stres Skala Pengukuran Data: Jenis dan Contoh Tingkat Kecemasan Pasien: Pengertian, Faktor, dan Penanganannya Kepribadian Adaptif: Konsep dan Fleksibilitas Kepribadian Introvert & Ekstrovert Stabilitas Emosi: Konsep dan Implikasi Perilaku Reliabilitas Instrumen: Pengujian dan Interpretasi Posttest Only Design: Pengertian dan Contoh Operasionalisasi Variabel: Definisi, Langkah, dan Contoh
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna