Terakhir diperbarui: 05 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 5 January). Social Anxiety: Konsep dan Respons Perilaku. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/social-anxiety-konsep-dan-respons-perilaku 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Social Anxiety: Konsep dan Respons Perilaku - SumberAjar.com

Social Anxiety: Konsep dan Respons Perilaku

Pendahuluan

Social anxiety atau kecemasan sosial merupakan fenomena psikologis yang sering ditemui dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan, pekerjaan, maupun hubungan sosial intim. Meski setiap orang bisa merasa gugup saat berada dalam situasi sosial tertentu, social anxiety yang menetap dan intens dapat berdampak signifikan terhadap fungsi sosial, emosional, dan perilaku individu. Kecemasan ini bukan sekadar rasa malu biasa, melainkan sebuah kondisi yang kompleks yang melibatkan ketakutan akan penilaian negatif, penolakan, dan evaluasi dari orang lain, yang dapat mendorong individu menghindari situasi sosial atau bertindak dengan respons tertentu dalam upaya mengurangi rasa takut tersebut. Studi terkini menunjukkan bahwa social anxiety dapat berkembang menjadi hambatan signifikan yang mengganggu kualitas hidup dan interaksi sosial jika tidak ditangani dengan strategi psikologis yang tepat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Definisi Social Anxiety

Definisi Social Anxiety Secara Umum

Social anxiety merupakan bentuk kecemasan yang dialami individu dalam situasi sosial atau interaksi dengan orang lain, ditandai oleh ketakutan yang intens terhadap penilaian negatif atau evaluasi oleh orang lain. Ketakutan ini cenderung lebih keras daripada sekadar gugup normal yang dialami oleh kebanyakan orang ketika berada dalam situasi sosial tertentu. Dalam banyak kasus, individu yang mengalami social anxiety akan merasa sangat cemas untuk berbicara, berinteraksi, atau tampil di depan orang lain karena takut terlihat buruk atau dipermalukan. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

Definisi Social Anxiety dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah kecemasan sosial merujuk pada keadaan perasaan cemas atau takut yang dialami seseorang ketika berada atau dihadapkan pada situasi sosial, terutama ketika mereka menilai bahwa perilaku atau tindakannya akan diamati dan dinilai oleh orang lain. Penekanan utama dalam definisi KBBI adalah pada ketidaknyamanan emosional yang muncul ketika individu menghadapi situasi sosial yang berpotensi menimbulkan evaluasi sosial yang tidak diinginkan. (Misal: KBBI, sumber daring resmi kbbi.web.id)

Definisi Social Anxiety Menurut Para Ahli

  1. Menurut American Psychiatric Association, social anxiety (atau social anxiety disorder) didefinisikan sebagai ketakutan yang menetap dan berlebihan terhadap satu atau lebih situasi sosial di mana individu berpotensi dievaluasi secara negatif oleh orang lain. Ketakutan ini biasanya berada di luar proporsi terhadap ancaman nyata dari situasi tersebut. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  2. Penelitian lain menyatakan bahwa social anxiety merupakan kecenderungan individu untuk merasa takut dan tidak nyaman saat berada di lingkungan sosial karena kemungkinan dievaluasi secara negatif, menyebabkan respons emosional dan perilaku tertentu untuk menghindari risiko sosial tersebut. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]

  3. Dalam kajian literatur psikologi, social anxiety digambarkan sebagai rasa takut yang luas dan persistennya pada situasi sosial yang berhubungan dengan kebutuhan untuk tampil atau berinteraksi, yang dapat mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari jika tidak dikelola dengan baik. [Lihat sumber Disini - nimh.nih.gov]

  4. Perspektif penelitian juga menekankan bahwa social anxiety merupakan fenomena multidimensi yang melibatkan aspek afektif, kognitif, dan fisiologis yang memengaruhi bagaimana individu merespons interaksi sosial dan evaluasi negatif potensial. [Lihat sumber Disini - eprints.unm.ac.id]


Ciri-Ciri Social Anxiety

Seseorang yang mengalami social anxiety menunjukkan berbagai ciri khas yang dapat dikenali dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum, ciri-ciri ini melibatkan gejala emosional, kognitif, dan perilaku yang terkait dengan kecemasan dalam konteks sosial. Penelitian akademik dan laporan ilmiah menunjukkan beberapa ciri umum social anxiety berikut:

  1. Ketakutan Intens terhadap Penilaian Negatif

    Individu yang mengalami social anxiety seringkali merasakan ketakutan yang kuat untuk dinilai negatif oleh orang lain ketika berada dalam situasi sosial. Ketakutan ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi menetap yang menyebabkan rasa cemas yang berlebihan, misalnya takut berbicara di depan umum atau merasa bahwa semua orang memperhatikan kesalahan kecil yang dibuatnya. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Perilaku Menghindar Situasi Sosial

    Ciri lain yang umum adalah kecenderungan untuk menghindari atau menarik diri dari situasi sosial tertentu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kemungkinan menghadapi interaksi sosial yang dianggap mengancam secara emosional. Individu mungkin menolak undangan sosial, menghindari presentasi, atau mengurangi kontak mata saat berbicara. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Respons Fisiologis yang Intens

    Saat dihadapkan pada situasi sosial yang menimbulkan kecemasan, individu dengan social anxiety dapat merasakan berbagai gejala fisik seperti jantung berdebar, berkeringat, gemetar, atau bahkan mengalami gejala fisik seperti mual atau kesulitan bernapas. Respon fisiologis ini adalah bagian dari reaksi kecemasan yang berlebihan terhadap interaksi sosial. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  4. Perasaan Malu dan Rendahnya Kepercayaan Diri

    Orang dengan social anxiety seringkali memiliki perasaan malu yang kuat dan rendahnya kepercayaan diri dalam situasi sosial. Mereka cenderung terlalu memperhatikan kemungkinan melakukan kesalahan atau dihakimi secara negatif. [Lihat sumber Disini - journalversa.com]

  5. Sensitivitas terhadap Kritik dan Evaluasi Sosial

    Ciri khas lainnya adalah sensitivitas yang tinggi terhadap kritik atau evaluasi negatif. Individu dengan social anxiety cenderung menginterpretasikan interaksi sosial secara negatif, bahkan terhadap sinyal sosial yang netral sekalipun. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Faktor Penyebab Social Anxiety

Penyebab social anxiety tidak dapat dikaitkan pada satu faktor tunggal, melainkan merupakan hasil dari interaksi berbagai faktor internal dan eksternal yang memengaruhi perkembangan psikologis individu. Berikut adalah beberapa faktor yang sering diidentifikasi dalam literatur ilmiah:

  1. Faktor Psikologis dan Temperamen

    Temperamen individu yang cenderung introvert atau memiliki kecenderungan untuk lebih sensitif terhadap evaluasi sosial dapat memperbesar risiko mengalami social anxiety. Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan tingkat introversi tinggi cenderung lebih sering mengalami gejala kecemasan sosial karena mereka mungkin merasa tidak nyaman dalam situasi sosial yang memerlukan interaksi aktif. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]

  2. Pengalaman Negatif di Masa Lalu

    Pengalaman sosial yang buruk di masa lalu, seperti pengalaman diejek, ditolak atau dihakimi oleh orang lain, dapat menjadi faktor penyebab social anxiety. Kejadian-kejadian ini bisa menciptakan pola pikir bahwa situasi sosial selalu berpotensi membawa pengalaman negatif. [Lihat sumber Disini - journalversa.com]

  3. Faktor Lingkungan dan Sosial

    Hubungan interpersonal dengan keluarga, teman, atau kelompok sosial juga berkontribusi pada perkembangan social anxiety. Lingkungan sosial yang sangat kritis atau menuntut dapat membentuk pola pikir yang meningkatkan rasa takut terhadap evaluasi sosial. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  4. Aspek Kognitif Negatif

    Proses berpikir yang memfokuskan pada kemungkinan penilaian negatif dari orang lain, interpretasi berlebihan terhadap sinyal sosial netral atau buruk, serta kekhawatiran berlebih terhadap interaksi sosial merupakan faktor kognitif yang jelas memicu social anxiety. [Lihat sumber Disini - eprints.unm.ac.id]

  5. Faktor Biologis dan Genetik

    Beberapa studi psikologi juga menunjukkan bahwa ada komponen biologis dalam social anxiety, termasuk perbedaan dalam respon amigdala terhadap ancaman sosial, serta komponen genetik yang memengaruhi kerentanan individu terhadap kecemasan sosial. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Social Anxiety dan Respons Perilaku

Social anxiety tidak hanya menghasilkan sensasi takut atau cemas secara internal, tetapi juga mempengaruhi respons perilaku individu dalam situasi sosial. Respons perilaku ini mencerminkan upaya individu untuk mengatasi atau menghindari ancaman yang mereka rasakan dalam interaksi sosial:

  1. Penghindaran Sosial

    Respon yang paling umum adalah menghindari situasi sosial yang dianggap menimbulkan tekanan atau evaluasi negatif. Individu mungkin menolak undangan, berbicara sebisa mungkin sedikit, atau menghindari kontak mata dan percakapan panjang untuk meminimalkan interaksi sosial. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  2. Perilaku Akomodatif

    Beberapa individu mungkin menyesuaikan perilaku mereka secara berlebihan untuk menghindari konflik atau penilaian negatif, misalnya dengan selalu setuju pada pendapat kelompok meskipun mereka berbeda pendapat. [Lihat sumber Disini - psikologia.umsida.ac.id]

  3. Respon Fisiologis yang Terlihat

    Respons kecemasan seperti berkeringat, gelisah, atau gemetar dapat terlihat oleh orang di sekitar, yang ironisnya bisa memperparah rasa takut individu terhadap evaluasi negatif. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  4. Performa Interaksi yang Terhambat

    Individu dengan social anxiety seringkali mengalami kesulitan dalam percakapan lancar, mengemukakan pendapat, atau mempertahankan hubungan interpersonal karena rasa takut mereka terhadap penilaian sosial. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Dampak Social Anxiety terhadap Interaksi Sosial

Social anxiety dapat membawa dampak yang luas terhadap kehidupan sosial dan psikologis individu, memengaruhi bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain:

  1. Penurunan Kualitas Hubungan Sosial

    Individu dengan social anxiety cenderung memiliki jaringan sosial yang terbatas karena kecenderungan untuk menghindari interaksi sosial yang bisa membuat mereka merasa tidak nyaman. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Hambatan dalam Pencapaian Akademik atau Karir

    Ketakutan untuk tampil atau berbicara di depan publik dapat menghambat kemampuan individu untuk berkembang dalam studi, pekerjaan, atau kesempatan promosi yang memerlukan keterampilan interpersonal. [Lihat sumber Disini - nimh.nih.gov]

  3. Perasaan Kesepian dan Isolasi

    Penghindaran situasi sosial dapat mendorong individu menjadi lebih terisolasi dan merasa terasing dari lingkungan sosial mereka, yang secara psikologis dapat memperburuk kondisi kecemasan sosial itu sendiri. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  4. Dampak Emosional dan Psikologis

    Social anxiety sering kali disertai dengan rasa malu, rendahnya harga diri, dan perasaan tidak kompeten dalam situasi sosial, yang dapat meningkatkan risiko depresi atau masalah kesehatan mental lainnya. [Lihat sumber Disini - psikologia.umsida.ac.id]


Social Anxiety dalam Konteks Kehidupan Sosial

Social anxiety bukanlah fenomena yang terbatas pada individu tertentu, tetapi memiliki kaitan erat dengan struktur sosial dan dinamika interpersonal dalam masyarakat. Dalam konteks kehidupan sosial kontemporer, kecemasan sosial turut memengaruhi:

  1. Integrasi Sosial dalam Komunitas

    Ketika seseorang mengalami social anxiety, mereka mungkin mengalami kesulitan untuk berpartisipasi penuh dalam aktivitas komunitas, kelompok belanja, acara sosial, atau kegiatan kolektif lainnya, yang pada akhirnya dapat menciptakan batasan dalam partisipasi sosial mereka. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Interaksi dalam Dunia Pendidikan

    Di sekolah atau lingkungan kampus, social anxiety dapat menurunkan kepercayaan diri siswa dalam berpartisipasi dalam diskusi kelas, presentasi, atau membangun jaringan dengan teman sekelas, sehingga berdampak pada pengalaman pembelajaran dan perkembangan sosial mereka. [Lihat sumber Disini - jurnal.konselingindonesia.com]

  3. Pengaruh Teknologi dan Media Sosial

    Sebagian penelitian juga menunjukkan bahwa interaksi online, seperti media sosial, dapat memperkuat kecemasan sosial karena kecenderungan individu membandingkan dirinya dengan orang lain dan mengevaluasi penampilan atau respons sosial mereka secara berlebihan. [Lihat sumber Disini - jim.usk.ac.id]

  4. Peran Budaya dan Nilai Sosial

    Budaya dan norma sosial juga dapat memperparah atau mengurangi social anxiety. Misalnya, masyarakat yang memberi tekanan kuat pada kepatuhan norma atau evaluasi sosial yang ketat dapat meningkatkan kekhawatiran individu tentang bagaimana mereka dilihat oleh orang lain. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Kesimpulan

Social anxiety merupakan kondisi psikologis yang kompleks, ditandai oleh ketakutan dan kecemasan yang intens terhadap situasi sosial dan evaluasi negatif dari orang lain. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi keadaan emosional individu, tetapi juga respons perilaku yang mencakup penghindaran sosial dan hambatan dalam interaksi sehari-hari. Faktor penyebabnya sangat beragam, meliputi aspek psikologis, pengalaman hidup, lingkungan sosial, dan karakteristik individu. Dampaknya terasa luas, mulai dari gangguan hubungan sosial hingga hambatan dalam pencapaian akademik dan profesional. Dalam kehidupan sosial modern yang semakin dinamis, social anxiety memiliki peran penting dalam membentuk kualitas interaksi sosial dan kesejahteraan psikologis individu. Pemahaman mendalam tentang social anxiety sangat penting bagi pendidikan, kebijakan sosial, dan intervensi psikologis untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas hidup individu yang mengalami kecemasan sosial.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Social anxiety adalah kondisi kecemasan yang muncul secara intens dalam situasi sosial, ditandai oleh ketakutan berlebihan terhadap penilaian negatif, kritik, atau evaluasi dari orang lain.

Ciri-ciri social anxiety meliputi rasa takut berlebihan saat berinteraksi sosial, menghindari situasi sosial, jantung berdebar, berkeringat, gemetar, rasa malu yang kuat, serta rendahnya kepercayaan diri.

Social anxiety disebabkan oleh kombinasi faktor psikologis, pengalaman sosial negatif, pola pikir kognitif yang maladaptif, lingkungan sosial yang menekan, serta faktor biologis dan genetik.

Social anxiety memengaruhi perilaku dengan mendorong individu untuk menghindari interaksi sosial, bersikap terlalu menyesuaikan diri, menunjukkan respons fisiologis yang jelas, dan mengalami hambatan dalam komunikasi interpersonal.

Dampak social anxiety meliputi menurunnya kualitas hubungan sosial, keterbatasan partisipasi sosial, meningkatnya rasa kesepian, serta hambatan dalam pencapaian akademik dan profesional.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Trait Anxiety: Konsep dan Pengukuran Kecemasan Sosial: Pengertian dan Contoh Social Identity: Konsep dan Contoh Attribution Theory: Konsep dan Contoh Modal Sosial: Konsep dan Bentuk-Bentuknya Penggunaan Obat Herbal untuk Anti-Stres Disorganisasi Sosial: Konsep dan Dampak Masyarakat Kebudayaan Kontemporer: Konsep, Unsur, dan Ciri Relasi Sosial: Fungsi dan Faktor Perilaku Prososial: Faktor dan Contohnya Conformity: Pengertian dan Contoh Kecemasan Akademik: Konsep dan Determinan Lembaga Sosial: Konsep, Fungsi, dan Perannya Tingkat Kecemasan Pasien: Pengertian, Faktor, dan Penanganannya Persepsi Sosial: Pengertian, Faktor, dan Contohnya Stratifikasi Sosial: Konsep dan Bentuk Pelapisan Sosial Gerakan Sosial: Konsep, Jenis, dan Tahapannya Determinan Sosial Kesehatan Modernisasi: Konsep, Proses, dan Implikasi Sosial Harmonisasi Sosial: Konsep, Peran, dan Faktor Pendukung
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna