Terakhir diperbarui: 01 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 1 January). Kepribadian Big Five: Penjelasan dan Contohnya. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kepribadian-big-five-penjelasan-dan-contohnya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kepribadian Big Five: Penjelasan dan Contohnya - SumberAjar.com

Kepribadian Big Five: Penjelasan dan Contohnya

Pendahuluan

Kepribadian manusia merupakan topik penting dalam psikologi karena membantu menjelaskan perbedaan individu dalam pola pikir, emosi, dan perilaku yang relatif konsisten sepanjang waktu dan situasi. Salah satu kerangka teori yang paling mapan dalam mempelajari kepribadian adalah Model Lima Besar Kepribadian atau Big Five Personality Traits. Model ini tidak hanya berpengaruh dalam kajian akademik tetapi juga relevan dalam berbagai bidang kehidupan sehari-hari seperti pendidikan, dunia kerja, hubungan interpersonal, dan kesehatan mental. Big Five membantu memahami bagaimana karakteristik dasar seseorang berkontribusi terhadap perilaku dan respons mereka terhadap situasi yang berbeda. Model ini telah diuji dalam banyak penelitian ilmiah dan kini menjadi salah satu pendekatan paling diandalkan dalam psikologi kepribadian modern untuk memahami variasi perilaku manusia secara empiris. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Definisi Kepribadian Big Five

Definisi Kepribadian Big Five Secara Umum

Kerangka Big Five Personality Traits merupakan sebuah teori dalam psikologi yang menjelaskan kepribadian manusia melalui lima dimensi utama. Lima dimensi ini mencerminkan aspek atau ciri yang luas dan konsisten dalam pola pikir, emosi, dan perilaku seseorang. Setiap dimensi berada pada suatu kontinum, sehingga individu dapat memiliki skor tinggi, sedang, atau rendah pada masing-masing dimensi ini. Model ini berkembang dari analisis bahasa dan penelitian empiris yang mencari struktur dasar dari istilah-istilah kepribadian yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Kepribadian Big Five dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah kepribadian didefinisikan sebagai keseluruhan ciri atau sifat yang khas dan relatif tetap pada individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya, yang mencakup pola pikir, perasaan, dan perilaku. Meskipun KBBI tidak secara khusus punya entri tersendiri untuk “Big Five”, definisi ini sejalan dengan konsep model lima besar, yaitu bahwa kepribadian mencerminkan ciri yang konsisten pada individu. (Untuk definisi kepribadian di KBBI, Anda dapat merujuk langsung ke situs resmi KBBI, [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id]).

Definisi Kepribadian Big Five Menurut Para Ahli

  1. Lewis R. Goldberg, Goldberg menjelaskan bahwa Big Five adalah struktur lima faktor yang muncul dari analisis kosakata sifat-sifat kepribadian dalam bahasa, yang kemudian menunjukkan bahwa kepribadian manusia dapat dikelompokkan menjadi lima domain utama yang universal. [Lihat sumber Disini - projects.ori.org]

  2. McCrae & Costa, Menurut McCrae dan Costa, model Lima Besar atau Five Factor Model adalah kerangka kepribadian yang terdiri dari lima dimensi luas yang mewakili kecenderungan perilaku individu, yang stabil dan memiliki validitas dalam berbagai konteks psikologi kepribadian. [Lihat sumber Disini - open.baypath.edu]

  3. Pervin, Cervone & John, Mereka menekankan bahwa setiap dimensi dalam Big Five menunjukkan kecenderungan umum dalam emosi, pola perilaku, dan cara berpikir yang dapat dibedakan secara empiris antar individu. [Lihat sumber Disini - jenni.uchicago.edu]

  4. Peneliti Psikologi Kontemporer, Banyak literatur kepribadian modern menyampaikan bahwa Big Five merupakan model trait kepribadian yang paling banyak diteliti dan digunakan untuk menjelaskan variasi individual dalam konteks klinis maupun riset psikologis. [Lihat sumber Disini - simplypsychology.org]


Dimensi Kepribadian Big Five

Big Five terdiri dari lima dimensi utama yang dikenal dengan akronim OCEAN:

  1. Openness to Experience (Keterbukaan terhadap Pengalaman)

    Dimensi ini mencerminkan kreativitas, imajinasi, keingintahuan intelektual, dan keinginan untuk mencoba hal-hal baru. Individu dengan skor tinggi pada dimensi ini cenderung terbuka terhadap pengalaman baru dan memiliki imajinasi yang kuat, sedangkan individu dengan skor rendah lebih menyukai rutinitas dan tradisi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Conscientiousness (Ketelitian / Kesadaran Diri)

    Ini mencerminkan kedisiplinan, keteraturan, kemampuan mengorganisir tugas, serta tanggung jawab. Individu dengan skor tinggi biasanya sangat teratur dan penuh perencanaan, sementara individu dengan skor rendah mungkin cenderung kurang teratur dan lebih spontan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Extraversion (Ekstraversi)

    Ini menunjuk pada tingkat energi, keberanian bersosialisasi, dan dominasi dalam interaksi sosial. Ekstravert biasanya energik dan senang bergaul, sedangkan introvert cenderung pendiam dan fokus pada dunia internalnya. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  4. Agreeableness (Kesepakatan / Kebaikan Hati)

    Dimensi ini mencerminkan keramahan, empati, dan kecenderungan untuk bekerja sama. Individu dengan skor tinggi biasanya ramah, mudah bergaul, dan empatik, sedangkan yang rendah mungkin lebih kompetitif atau kurang peduli terhadap orang lain. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  5. Neuroticism (Neurotisisme / Ketidakstabilan Emosional)

    Ini merujuk pada kecenderungan untuk mengalami emosi negatif seperti kecemasan, kerentanan terhadap stres, dan mood fluktuatif. Individu dengan skor tinggi dalam neurotisisme cenderung lebih mudah merasa cemas atau tertekan, sementara skor rendah menunjukkan stabilitas emosional. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Karakteristik Masing-Masing Dimensi Big Five

Setiap dimensi Big Five mencakup karakteristik yang membedakan individu satu dengan yang lain:

  • Openness menunjukkan tingkat inovasi, kreativitas, dan rasa ingin tahu. Individu dengan skor tinggi sering tertarik pada seni, ide baru, dan variasi intelektual. Sedangkan mereka yang rendah cenderung konservatif dan menyukai hal yang sudah familiar. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Conscientiousness mencakup perilaku yang teratur dan terencana. Orang dengan skor tinggi pada dimensi ini biasanya memiliki rasa tanggung jawab yang kuat dan mampu mencapai tujuan dengan disiplin tinggi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Extraversion berhubungan dengan energi sosial. Ekstrover memiliki interaksi sosial yang kuat, mudah beradaptasi dalam kelompok, dan mendapatkan energi dari interaksi sosial. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Agreeableness mencerminkan kecenderungan untuk menunjukkan keramahan dan kerja sama. Skor tinggi menunjukan individu yang simpati terhadap orang lain, sedangkan individu dengan skor rendah cenderung lebih kritis dan independen. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Neuroticism mencerminkan kestabilan emosional. Individu dengan skor tinggi sering mengalami emosinya lebih intens, sedangkan mereka yang rendah relatif lebih tenang dan stabil secara emosional. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian Big Five

Kepribadian dalam kerangka Big Five dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa trait kepribadian menunjukkan tingkat stabilitas yang cukup tinggi sepanjang hidup, tetapi juga dapat berubah seiring waktu karena pengalaman hidup, pendidikan, dan perubahan sosial. Faktor lingkungan seperti keluarga, budaya, pengalaman sosial, pendidikan, dan pekerjaan juga memainkan peran penting dalam membentuk ekspresi trait kepribadian individu. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Big Five dan Perilaku Individu

Model Big Five sering digunakan untuk memahami hubungan antara kepribadian dan perilaku nyata dalam berbagai konteks. Misalnya, penelitian menunjukkan bagaimana trait seperti ekstraversi dan keterbukaan berhubungan dengan kreativitas serta perilaku sosial; conscientiousness berkaitan dengan pencapaian tujuan dan prestasi kerja; dan neurotisisme dapat mempengaruhi tingkat stres dan kesehatan mental. [Lihat sumber Disini - journal.appisi.or.id]

Penelitian juga menemukan hubungan antara trait Big Five dan perilaku spesifik seperti inovasi dalam pekerjaan, di mana Conscientiousness dan Agreeableness dapat mempengaruhi perilaku kerja inovatif seseorang. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Contoh Kepribadian Big Five dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Dalam Lingkungan Sekolah:

    Individu dengan skor tinggi Conscientiousness seringkali lebih disiplin dalam menyelesaikan tugas sekolah, mengikuti jadwal belajar, dan mencapai prestasi akademik yang konsisten.

  2. Dalam Dunia Kerja:

    Seseorang dengan skor tinggi pada Extraversion mungkin unggul dalam pekerjaan yang membutuhkan interaksi sosial intens seperti sales atau pelayanan pelanggan. Sebaliknya, individu dengan Agreeableness tinggi bisa menjadi fasilitator tim yang baik karena kemampuan bekerjasama yang kuat.

  3. Dalam Kesehatan Mental:

    Trait Neuroticism yang tinggi sering dikaitkan dengan kerentanan terhadap stres dan kecemasan dalam situasi tegang, sedangkan trait Openness tinggi dapat mendorong seseorang untuk mencari pengalaman baru dan beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan. [Lihat sumber Disini - journal.appisi.or.id]


Kesimpulan

Model Big Five Personality Traits merupakan kerangka teori kepribadian yang luas dan empiris, yang membantu memahami struktur kepribadian manusia melalui lima dimensi utama: Openness, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, dan Neuroticism. Setiap dimensi mencerminkan kecenderungan perilaku, emosi, dan cara berpikir individu yang berbeda. Model ini tidak hanya relevan dalam kajian akademik tetapi juga aplikatif dalam konteks pendidikan, dunia kerja, hubungan interpersonal, dan kesehatan mental. Big Five memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai bagaimana trait kepribadian mempengaruhi perilaku sehari-hari dan interaksi sosial, sehingga menjadi alat penting bagi psikolog dan peneliti untuk memahami variasi individu secara ilmiah dan terukur.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kepribadian Big Five adalah model kepribadian dalam psikologi yang menjelaskan karakter manusia melalui lima dimensi utama, yaitu Openness, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, dan Neuroticism.

Lima dimensi kepribadian Big Five terdiri dari Openness to Experience, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, dan Neuroticism.

Teori Big Five penting karena membantu memahami perbedaan individu dalam berpikir, merasakan, dan berperilaku, serta banyak digunakan dalam penelitian psikologi, pendidikan, dunia kerja, dan kesehatan mental.

Kepribadian Big Five relatif stabil, tetapi dapat mengalami perubahan secara bertahap akibat pengalaman hidup, lingkungan sosial, pendidikan, dan perkembangan usia.

Contohnya, individu dengan Conscientiousness tinggi cenderung disiplin dan bertanggung jawab, sementara individu dengan Extraversion tinggi lebih aktif bersosialisasi dan nyaman berinteraksi dengan banyak orang.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Stabilitas Kepribadian: Konsep dan Pengaruhnya Stabilitas Kepribadian: Konsep dan Pengaruhnya Kepribadian Adaptif: Konsep dan Fleksibilitas Kepribadian Adaptif: Konsep dan Fleksibilitas  Ekstraversi: Konsep dan Perilaku Sosial Ekstraversi: Konsep dan Perilaku Sosial Kepribadian Introvert & Ekstrovert Kepribadian Introvert & Ekstrovert Neurotisisme: Konsep dan Implikasi Psikologis Neurotisisme: Konsep dan Implikasi Psikologis Agreeableness: Konsep dan Hubungan Interpersonal Agreeableness: Konsep dan Hubungan Interpersonal Sistem Web Rekomendasi Karir Siswa Sistem Web Rekomendasi Karir Siswa Praktik Hand Hygiene pada Perawat Praktik Hand Hygiene pada Perawat Conscientiousness: Konsep dan Kinerja Conscientiousness: Konsep dan Kinerja Temperamen: Konsep dan Karakteristik Temperamen: Konsep dan Karakteristik Openness to Experience: Konsep dan Kreativitas Openness to Experience: Konsep dan Kreativitas Asuhan Keperawatan: Definisi, Tahapan, dan Contoh Asuhan Keperawatan: Definisi, Tahapan, dan Contoh Trait Anxiety: Konsep dan Pengukuran Trait Anxiety: Konsep dan Pengukuran Etika Akuntansi: Konsep dan Tanggung Jawab Profesional Etika Akuntansi: Konsep dan Tanggung Jawab Profesional Internalitas Nilai Sosial: Konsep dan Proses Sosialisasi Internalitas Nilai Sosial: Konsep dan Proses Sosialisasi Sosialisasi: Konsep, Tahapan, dan Agen Sosial Sosialisasi: Konsep, Tahapan, dan Agen Sosial Stabilitas Emosi: Konsep dan Implikasi Perilaku Stabilitas Emosi: Konsep dan Implikasi Perilaku Identitas Diri: Konsep dan Perkembangan Psikologis Identitas Diri: Konsep dan Perkembangan Psikologis Evaluasi Kinerja Guru: Instrumen dan Contoh Evaluasi Kinerja Guru: Instrumen dan Contoh Perfeksionisme: Pengertian, Ciri, dan Dampaknya Perfeksionisme: Pengertian, Ciri, dan Dampaknya
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…