Terakhir diperbarui: 05 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 5 January). Agreeableness: Konsep dan Hubungan Interpersonal. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/agreeableness-konsep-dan-hubungan-interpersonal 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Agreeableness: Konsep dan Hubungan Interpersonal - SumberAjar.com

Agreeableness: Konsep dan Hubungan Interpersonal

Pendahuluan

Kepribadian manusia mencakup berbagai dimensi yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berinteraksi dengan orang lain. Salah satu dimensi yang signifikan dalam psikologi kepribadian adalah agreeableness, yang mencerminkan kecenderungan individu untuk bersikap kooperatif, empatik, ramah, dan mudah bergaul. Sifat ini sangat berperan dalam membentuk hubungan interpersonal yang harmonis dan perilaku sosial yang pro-sosial, seperti saling membantu, berbagi, dan bekerja sama dengan orang lain. Pemahaman mengenai agreeableness semakin penting dalam konteks hubungan sosial modern, karena trait ini tidak hanya membantu individu menavigasi jaringan sosialnya, tetapi juga menjadi indikator kualitas hubungan interpersonal dan dukungan sosial yang diterima seseorang dalam lingkungan sosialnya. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Definisi Agreeableness

Definisi Agreeableness Secara Umum

Secara umum, agreeableness adalah dimensi kepribadian yang menggambarkan sejauh mana seseorang cenderung bersikap ramah, kooperatif, simpatik, dan tertarik pada keharmonisan sosial. Individu yang tinggi agreeableness biasanya lebih mudah bergaul, mempercayai orang lain, dan fokus pada kepentingan bersama ketimbang hanya kepentingan diri sendiri. Trait ini merupakan bagian integral dari model kepribadian Big Five yang sering digunakan dalam psikologi kepribadian untuk menilai keragaman karakter manusia. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Definisi Agreeableness dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), agreeableness sendiri tidak memiliki padanan istilah langsung karena merupakan istilah psikologis dari bahasa Inggris. Namun, konsepnya dapat dipahami sebagai keramahan atau kesenangan untuk sepakat yang mencerminkan sikap bersahabat, mau bekerja sama, dan berempati terhadap orang lain sesuai dengan makna interpersonal dalam konsep kepribadian. (Definisi KBBI untuk padanan kata “keramahan” dan “kooperatif” dapat diakses langsung di situs KBBI daring).

Definisi Agreeableness Menurut Para Ahli

  1. Graziano dan Eisenberg (1997) mendeskripsikan agreeableness sebagai trait kepribadian yang mencerminkan kecenderungan seseorang untuk bersikap hangat, baik hati, kooperatif, serta memiliki perhatian terhadap kesejahteraan orang lain dalam interaksi sosial. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  2. McCrae & Costa dalam model Big Five menyatakan bahwa agreeableness adalah dimensi kepribadian yang menunjukkan kemampuan individu untuk bekerja sama dengan orang lain dengan menunjukkan simpati, rasa percaya, dan toleransi terhadap perbedaan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  3. Navabinejad (2025) dalam Journal of Personality and Psychosomatic Research menjelaskan bahwa agreeableness secara signifikan berkaitan dengan empati serta persepsi dukungan sosial yang dirasakan oleh individu; trait ini juga berhubungan erat dengan hubungan interpersonal yang positif. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  4. Purwaningtyas (2025) dalam tinjauan Big Five menyatakan bahwa individu dengan tingkat agreeableness tinggi ditandai oleh keramahan, kerja sama, dan empati, serta cenderung memilih keharmonisan dalam setiap hubungan sosial. [Lihat sumber Disini - plj.ac.id]


Ciri-Ciri Individu dengan Agreeableness Tinggi

Individu dengan agreeableness yang tinggi menunjukkan beberapa karakteristik khas yang membedakan mereka dari individu lain. Pertama, mereka cenderung kooperatif dan mudah bekerja sama dalam kelompok, bahkan ketika ide atau tujuan berbeda dengan dirinya. Sifat ini membantu mereka menciptakan hubungan sosial yang stabil dan mendukung kolaborasi yang produktif dalam berbagai konteks kehidupan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Kedua, mereka biasanya sangat empatik, mampu memahami perspektif dan kebutuhan orang lain, serta merespon secara penuh perhatian terhadap perasaan tersebut. Ini membuat mereka lebih mudah untuk dipercaya dan dianggap sebagai teman yang baik serta pendengar yang peduli. [Lihat sumber Disini - journal.appisi.or.id]

Selain itu, individu dengan agreeableness tinggi menunjukkan sifat ramah, hangat, dan sopan dalam interaksi sosial. Mereka lebih cenderung menunjukkan perilaku pro-sosial seperti saling membantu, berbagi, dan menunjukkan simpati terhadap situasi orang lain. [Lihat sumber Disini - journal.appisi.or.id]

Sifat-sifat ini biasanya terkait dengan rendahnya kecenderungan untuk berkonflik; individu yang tinggi agreeableness sering kali menghindari pertengkaran, lebih percaya pada niat baik orang lain, dan lebih mampu menyesuaikan diri dalam hubungan interpersonal yang kompleks. [Lihat sumber Disini - journal-psikologi.hangtuah.ac.id]


Faktor yang Mempengaruhi Agreeableness

Beberapa faktor memengaruhi tingkat agreeableness seseorang. Faktor genetik termasuk predisposisi biologis bawaan yang membentuk kerangka dasar kepribadian seseorang. Namun, lingkungan sosial dan pengalaman hidup juga memainkan peran penting. Pola asuh, interaksi sosial di masa kecil, dan pengalaman pendidikan dapat memperkuat atau mengubah ekspresi trait ini seiring waktu.

Selain itu, konteks budaya tempat seseorang tumbuh juga memengaruhi ekspresi agreeableness. Dalam budaya yang menekankan kolektivisme, misalnya, trait seperti kerja sama, keharmonisan, dan hubungan sosial yang erat biasanya lebih dihargai, sehingga individu mungkin lebih cenderung menunjukkan perilaku yang mencerminkan agreeableness dibandingkan di budaya yang lebih individualistik. [Lihat sumber Disini - repository.radenintan.ac.id]


Agreeableness dan Empati

Empati adalah kemampuan untuk mengerti dan merasakan pengalaman emosional orang lain. Trait agreeableness berkaitan erat dengan empati karena individu dengan tingkat agreeableness yang tinggi menunjukkan tingkat pemahaman emosional yang lebih baik terhadap orang lain, serta respons yang lebih peduli dan mendukung. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Menurut penelitian oleh Navabinejad (2025), agreeableness tidak hanya berhubungan langsung dengan empati, tetapi empati tersebut ikut memengaruhi bagaimana individu menilai dukungan sosial yang mereka terima dari lingkungan mereka, terutama dalam konteks budaya kolektivis. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Empati juga menjadi jembatan antara agreeableness dan perilaku pro-sosial. Individu yang memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain cenderung lebih relasional dan responsif terhadap kebutuhan sosial di sekitarnya, sehingga perilaku pro-sosial seperti membantu spontan dan berbagi menjadi lebih sering terjadi.


Peran Agreeableness dalam Hubungan Interpersonal

Dalam hubungan interpersonal, agreeableness berperan sebagai pendorong utama hubungan yang sehat dan harmonis. Individu yang tinggi trait ini cenderung lebih mudah dipercaya oleh orang lain karena reputasi mereka yang kooperatif, hangat, dan peduli. Karakteristik ini membantu mereka menjaga hubungan jangka panjang yang stabil, baik dalam konteks keluarga, pertemanan, maupun profesional. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Trait ini juga memengaruhi kemampuan seseorang untuk menyelesaikan konflik dengan bijaksana. Orang yang bersikap kooperatif dan pengertian biasanya lebih siap mencari solusi yang mengakomodasi kebutuhan semua pihak, sehingga hubungan cenderung lebih harmonis dan minim pertengkaran. Selain itu, agreeableness berkontribusi pada dukungan sosial yang kuat, di mana individu merasa didukung secara emosional dan sosial oleh jaringan relasinya, suatu faktor penting dalam kesejahteraan psikologis dan kesehatan mental. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Agreeableness dan Perilaku Prososial

Perilaku prososial mencakup tindakan yang dimaksudkan untuk membantu orang lain atau memberi manfaat kepada masyarakat umum. Trait agreeableness telah terbukti berkaitan positif dengan perilaku prososial seperti kerjasama tim, partisipasi sukarela, serta keinginan untuk membantu tanpa pamrih. Individu dengan tingkat agreeableness tinggi cenderung memiliki motivasi intrinsik untuk berkontribusi terhadap kesejahteraan orang lain, yang tidak hanya memperkuat hubungan interpersonal tetapi juga menciptakan lingkungan sosial yang saling mendukung. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Penelitian juga menunjukkan bahwa trait ini berhubungan dengan perilaku pro-sosial yang lebih tinggi dalam konteks sosial dan relasional, termasuk keterlibatan dalam kegiatan volunteer dan dukungan terhadap orang lain di lingkungan komunitas mereka. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Kesimpulan

Agreeableness adalah dimensi kepribadian penting dalam model Big Five, yang mencerminkan bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain secara kooperatif, ramah, dan empatik. Trait ini memiliki implikasi luas terhadap hubungan interpersonal serta perilaku sosial yang pro-sosial, termasuk kemampuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang harmonis serta memberikan dukungan sosial. Faktor-faktor seperti genetika, pengalaman hidup, dan budaya berkontribusi pada pembentukan dan ekspresi agreeableness. Selain itu, agreeableness terkait erat dengan empati dan perilaku pro-sosial, yang semuanya berperan dalam menciptakan dinamika hubungan interpersonal yang sehat dan suportif. Pemahaman tentang agreeableness dapat membantu individu dan profesional memahami serta meningkatkan kualitas interaksi sosial dalam berbagai konteks kehidupan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Agreeableness adalah dimensi kepribadian dalam model Big Five yang menggambarkan kecenderungan individu untuk bersikap ramah, kooperatif, empatik, dan peduli terhadap kesejahteraan orang lain dalam interaksi sosial.

Individu dengan agreeableness tinggi umumnya bersikap ramah, mudah bekerja sama, memiliki empati yang kuat, suka menolong, menghindari konflik, dan lebih mengutamakan keharmonisan dalam hubungan interpersonal.

Agreeableness dipengaruhi oleh faktor genetik, pola asuh, pengalaman hidup, lingkungan sosial, serta budaya. Interaksi antara faktor biologis dan lingkungan berperan dalam membentuk tingkat agreeableness seseorang.

Agreeableness memiliki hubungan yang kuat dengan empati. Individu dengan agreeableness tinggi cenderung lebih mampu memahami perasaan orang lain dan menunjukkan respons emosional yang peduli serta suportif.

Agreeableness penting karena membantu individu membangun hubungan yang harmonis, meningkatkan kepercayaan, mempermudah penyelesaian konflik, serta memperkuat dukungan sosial dalam berbagai konteks hubungan.

Agreeableness berkaitan erat dengan perilaku prososial seperti menolong, berbagi, dan bekerja sama. Individu dengan agreeableness tinggi cenderung memiliki motivasi internal untuk berkontribusi pada kesejahteraan orang lain dan lingkungan sosialnya.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Komunikasi Interpersonal: Ciri dan Contoh Kepribadian Big Five: Penjelasan dan Contohnya Konflik Interpersonal: Konsep dan Resolusi Pola Attachment: Konsep dan Dampaknya Ketergantungan Sosial: Konsep dan Dinamika Hubungan Gangguan Pola Seksualitas: Konsep, Dampak Psikososial, dan Pendekatan Psychological Safety: Konsep dan Lingkungan Sosial Kompetensi Sosial: Konsep dan Indikator Asertivitas: Konsep dan Peran Sosial Konsep Penyesuaian Diri Keterikatan Sosial: Konsep dan Kebutuhan Psikologis Pola Komunikasi Keluarga Tidak Efektif: Konsep, Penyebab, dan Dampak Kualitas Relasi Sosial: Konsep dan Determinan Konsep Psikologi Kehidupan Sehari-hari Stabilitas Emosi: Konsep dan Implikasi Perilaku Keterampilan Komunikasi Sosial: Konsep dan Efektivitas Perubahan Pola Komunikasi Pasien: Konsep, Penyebab, dan Implikasi Conscientiousness: Konsep dan Kinerja Regulasi Emosi: Konsep, Proses, dan Strateginya Konsep Kematangan Emosi Mahasiswa
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna